Anda di halaman 1dari 127

Phylum Mollusca

Phylum Mollusca
FILUM MOLUSKA

Filum Moluska terdiri atas 8 kelas:


Kelas : 1. Chaetodermomorpha
2. Neomeniomorpha
3. Monoplacophora
4. Polyplacophora
5. Gastropoda
6. Pelecypoda
7. Scaphopoda
8. Cephalopoda
Neomeniomorpha
Chaetodermomorpha

Gastropoda Polyplacophora Monoplacophora


Cephalopoda

Scaphopoda Pelecypoda
CIRI-CIRI FILUM MOLUSKA
1. TUBUH TIDAK BERUAS-RUAS, KECUALI POLYPLACOPHORA;
SIMETRI BILATERAL ATAU ASIMETRI KARENA TORSI.

Kepala
Mulut
Mantel
Nephridiopore
Kaki
Insang
Gonopore

Cangkang
Anus
Gb. Polyplacophora
Mulut
Cangkang
Insang
Kaki
Cangkang
Anus

Gb. Monoplacophora

Usus
Ganglion Gonad
Pericardium
Anus
Mulut Lekuk memanjang
Insang sekunder

Mulut
Kantung Lekuk kaki Rongga
radula mantel

Gb. Neomeniomorpha
2. TUBUH BIASANYA PENDEK DAN SEBAGIAN ATAU
SELURUHNYA TERTUTUP MANTEL. DI ANTARA MANTEL DAN
TUBUH YANG LUNAK TERDAPAT RONGGA MANTEL, ATAU
LENYAP SECARA SEKUNDER.

Mantel
Cangkang Gonad

Tentakel
Anus
Rongga mantel
Mata

Mulut Kaki
3. BIASANYA TERDAPAT CANGKANG YANG DIHASILKAN OLEH
MANTEL. CANGKANG TERDIRI ATAS 1, 2 ATAU 8 KEPING.
KEPALA BERDEKATAN DENGAN OTOT KAKI DI BAGIAN
VENTRAL. KAKI BERFUNGSI UNTUK MERAYAP, MELIANG,
BERENANG ATAU MENANGKAP MAKANAN.

Rongga Mantel
Anus mantel

Tentakel Cangkang

Kepala
Operculum
Mulut
Perut
Kaki
4. SISTEM PENCERNAAN LENGKAP, KOMPLEKS DAN
DILENGKAPI SALURAN BERCILIA UNTUK MENYORTIR
PARTIKEL MAKANAN. MULUT MEMPUNYAI RADULA,
KECUALI BIVALVIA; KELENJAR PENCERNAAN (HATI)
BESAR; ANUS BERMUARA DI RONGGA MANTEL.
5. ALAT EKSKRESI BERUPA 1, 2 ATAU 6 PASANG NEPHRIDIA ATAU
SEBUAH, BIASANYA BERHUBUNGAN DENGAN RONGGA PERICARDIUM,
DAN MEMBUANG SISA EKSKRESI KE RONGGA MANTEL. COELOM
(RONGGA TUBUH) MENGECIL MENJADI RONGGA PERICARDIUM,
RONGGA SEKITAR PERICARDIUM DAN GONAD.

Lubang Perikardium
ekskresi
Aorta posterior
Ganglion Adduktor
otak posterior
Adduktor anus
anterior

Palps Ganglion jeroan


Kaki Supra branchia
Ganglion
kaki
6. REPRODUKSI SEKSUAL, BIASANYA DIOECIOUS, BEBERAPA
MONOECIOUS, PROTANDRI; GONAD 1 ATAU 2 PASANG ATAU SEBUAH;
PEMBUAHAN EKSTERNAL ATAU INTERNAL; LARVA TROCHOPHORE DAN
VELIGER; PADA PULMONATA DAN CEPHALOPODA PERKEMBANGAN
EMBRIO LANGSUNG.
7. SISTEM PEREDARAN DARAH TERBUKA, KECUALI CEPHALOPODA; JANTUNG
BIASANYA DALAM RONGGA PERICARDIUM DAN TERDIRI ATAS 1 ATAU 2
AURICLE (ATRIUM, SERAMBI) DAN SEBUAH BILIK (VENTRICLE); SEBUAH
AORTA ANTERIOR DENGAN BEBERAPA ARTERI DAN SEBUAH HEMOCOEL
(SINUS DARAH) DALAM JARINGAN ATAU ORGAN.

Peredaran darah terbuka (darah tdk melalui pembuluh


darah, tapi melalui sinus darah/rongga antar sel dalam
organ. Dari sinus darah ke ginjal membuang sisa
metabolisme, ke insang membunag CO2 & mengambil O2
lalu ke serambi jantung

Pembuluh darah
Afferent

embuluh
arah
ferent

Menuju Bilik
8. BERNAFAS DENGAN SATU SAMPAI BEBERAPA PASANG INSANG
(CTENIDIA) YANG TERLETAK DALAM RONGGA MANTEL; DENGAN
MANTEL ATAU RONGGA MANTEL.
Exhalent
Pembuluh darah Rektum Cilia
masuk abfrontal
Rongga
Cilia
mantel lateral

Pembuluh darah
Kaki
afferent
Pembuluh darah Batang Pembuluh darah
keluar khitin efferent
Gb. A. Insang Filibranchia
Inhalent

Gb. B. Insang Eulamellibranchia

A. GARIS BESAR POTONGAN MELINTANG RONGGA MANTEL, DENGAN INSANG CTENIDIA


BIPECTINATE. TANDA PANAH MENUNJUKKAN ARAH ALIRAN AIR MASUK.

B. SISTEM CTENIDIUM PADA GASTROPODA, DENGAN ALIRAN AIR DI ANTARA FILAMEN


INSANG.
9. SISTEM SYARAF TERDIRI ATAS SYARAF MELINGKAR SEKITAR ESOFAGUS
DENGAN BEBERAPA GANGLIA DAN 2 PASANG BENANG SYARAF (SEPASANG DI
KAKI DAN SEPASANG DALAM MASSA VISCERAL); BEBERAPA SYARAF PERABA,
PENCIUM, RASA, BINTIK MATA, MATA KOMPLEKS, STATOCYST.

Bucal ganglion

Cerebral ganglion Cerebro-pleural-ganglion


Pleural ganglion
Pedal ganglion Viscera
parietal
ganglion
Visceral ganglion

Gb. Sistem Syaraf Pelecypoda


Parietal ganglion

Gb. Sistem Syaraf Gastropoda


Alat inderanya dalam rongga mantel disebut
osphradium sebagai chemoreseptor &
pendeteksi sedimen yang terbawa aliran air
masuk; mata & statocyst
Kebanyakan kakinya besar dan datar, berotot
dan telapaknya mengandung kelenjar lendir dan
cilia. Gerakan kaki oleh otot kaki atau perpaduan
cilia dengan lendir
SKENARIO PEMBELAJARAN
1. Pembagian Topik Kelompok
Kelompok 1A/1B Kelas Aplacophora
Kelompok 2A/2B Kelas Monoplacophora
Kelompok 3A/3B Kelas Polyplacophora
Kelompok 4A/4B Kelas Scaphopoda
2. Kelompok berdiskusi tentang berbagai karakteristik
kelas yang diminta
3. Presentasikan hasilnya di depan kelas (INGAT masing-
masing anggota kelompok harus berpartisipasi dalam
presentasi)
4. Umpan balik dari dosen dan kelompok lain
5. Simpulan dari dosen.
KELAS APLACOPHORA
SUB KELAS NEOMENIOMORPHA
Seperti cacing, memanjang anterior posterior, tanpa
cangkang, kepala tidak jelas, tanpa alat ekskresi
maupun gonoduct, beberapa tanpa radula
Panjang tubuh 1 mm 30 cm
Pipih secara lateral punya lekukan ventral dengan
guratan kecil (kaki yang sangat mengecil)
Mantel menutup seluruh tubuh kecuali bagian yang
berlekuk. Dalam rongga mantel terdapat lapisan
sisik kapur atau spikul di bawah kutikula, tidak ada
ctenidia hanya insang sekunder dalam papila
Hidup di laut dan berkoloni dengan cnidaria
(karnivor pemakan polip)
180 spesies, hermaphrodite, 2 ordo (berdasar
jumlah lapisan kapur & ada tidaknya papila
epidermis)
KELAS MONOPLACOPHORA

Awalnya hanya fosil, sejak 1952 ditemukan 11


spesies hidup dalam 1 ordo di kedalaman laut
2000-7000 m
Seperti siput kecil 3 mm 3 cm
Tubuh dorsal tertutup sebuah cangkang,
ventralnya terdapat sebuah kaki datar dan
bundar, lateral dan posteriornya terdapat kaki
dikelilingi rongga mantel luas
Dalam rongga mantel terdapat 5-6 pasang
ctenidia monopectinate serta 5-6 pasang ginjal
Kepala tampak jelas, saluran pencernaan
lengkap, mulut dilengkapi radula, anus di
posterior, semua deposit feeder
Reproduksi seksual, dioecious dan pembuahan di
luar
KELAS POLYPLACOPHORA
MORFOLOGI & ANATOMI
Chiton, lonjong & pipih dorsoventral, panjang tubuh
3 mm 40 cm berwarna gelap
Bagian dorsal terdapat 8 keping cangkang pipih
tersusun spt genting yang memungkinkan chiton
menggulung diri/merayap di sudut2 tajam dan
runcing, dikelilingi mantel tebal (girdle) yang tidak
selalu halus kadang berhias duri2, sisik/spikul kapur
Kepala tersembunyi di bawah girdle anterior, tanpa
mata atau tentakel tapi punya radula besar.
Kaki lebar, datar; bergerak sangat lambat
Makanannya ganggang, organisme kecil lain yang
melekat di batu yang dikerok dengan radula
Rongga mantel diantara kaki & tepi mantel, terdapat
6-88 pasang ctenidia bipectinate. Lekukan tepi mantel
pada kedua sisi ujung anterior sbg lubang air masuk
FISIOLOGI
Sistem peredaran darah terbuka, jantung dalam rongga
perikardium (sepasang auricle dan sebuah ventricle)
Sistem ekskresi terdiri atas sepasang nephridia besar
memanjang tiap sisi tubuh
Sistem saraf sederhana
Indera utama = organ subradula esthetes berisi sel indera
yang dpt dijulurkan untuk memeriksa substrat mencari
makanan
Esthetes = sel indera dari epidermis mantel berbentuk papila
panjang dalam saluran tegmentum. Bentuknya bervariasi
sederhana/kompleks. Esthetes kompleks, membentuk ocellus
sebagai fotoreseptor
Dioecious, internal/eksternal. Sperma meninggalkan individu
jantan bersama aliran air keluar. Pembuahan di dalam, telur
disimpan dalam rongga mantel. Telur menetas menjadi larva
trochophore berenang bebas, kecuali yang dierami maka
dikeluarkan sebagai anak. Larva turun ke substrat
bermetamorfosa sampai akhirnya dewasa
KELAS SCAPHOPODA

Siput taring (gading gajah) = tusk-shells


Cangkangnya terbuka di kedua ujungnya, berwarna
putih/kekuningan/hijau cemerlang, panjangnya 3-6 cm
Membenamkan diri pada substrat pasir/lumpur yang
bersih di laut dangkal
Kaki & kepala kecil/seperti probosis tersembul pada
aperture anterior yang lebih besar
Pada kepala terdapat mulut & captacula tanpa mata &
tentakel
Captula berfilamen kontraktil dan bercilia yang ujungnya
terdapat pentolan adhesif untuk menangkap mangsa
(foraminifera)
Rongga mulut dilengkapi rahang & radula
Pencernaan ekstrasel, sisa dibuang melalui aperture
posterior
Rongga mantelnya luas di sepanjang tepi ventral.
Aperture posterior sebagai aliran air masuk dan keluar
Pertukaran gas melalui permukaan mantel tanpa
insang
Sistem peredaran darah berupa sinus darah tanpa
jantung
Sistem saraf ganglion, tidak berpusat
Sistem ekskresi, sepasang nephridia; nephridiopore
dekat anus
Dioecious, gamet keluar melalui nephridia kanan dan
keluar tubuh melalui aperture posterior.
Pembuahan eksternal, hasil pembuahan : larva
trochophore berenang bebas menjadi veliger simetri
bilateral. Metamorfosa bertahap disertai perpanjangan
tubuh
350 spesies hidup dalam 2 ordo : Dentalida dan
Siphonodentalida atas dasar jumlah dan bentuk kaki
KELAS GASTROPODA
Siput/keong, kosmopolitan 60.000 spesies
hidup
Mengalami peristiwa memutarnya cangkang
beserta mantel, rongga mantel & massa
visceral sampai 180o berlawanan arah jarum
jam terhadap kaki dan kepala = TORSI
Torsi bukan hipotesa evolusi karena dapat
dibuktikan dengan perkembangan embrio
pada gastropoda hidup.
Akibat torsi, semua cangkang siput yang
hidup kini asimetri
ANATOMI
Bentuk cangkang kerucut dengan 4 lapisan :
Periostrakum, lapisan terluar, tipis dari bahan
protein spt zat tanduk disebut conchiolin terdapat
endapan pigmen warna. Fungsi periostrakum untuk
melindungi lapisan di bawahnya
Kalsium karbonat terdiri dari 3 lapisan atau lebih :
Prismatik/palisade yang tersusun dari kristal
calcyte vertikal dilapisi matriks protein tipis
Lapisan tengah/lamella berupa lembaran2
aragonite dalam matriks tipis
Lapisan nacre/hypostracum
Bentuk kaki khas telapak kaki datar merayap di
substrat keras maupun lumpur dan pasir lembut.
Telapak kaki dilengkapi cilia dan berbagai sel kelenjar.
sirip

operkulum

kepala
kaki

massa visceral
FISIOLOGI
PERNAPASAN
Umumnya dengan insang primitif bipectinate atau
beberapa jenis akibat torsi kehilangan sebelah
insangnya menjadi monopectinate, bernapas
dengan insang sekunder atau seluruh permukaan
tubuh.
Nudibranchia mempunyai rumbai2 pada permukaan
tubuh dorsal = CERATA yang berwarna-warni &
mengandung nematocyst dari mangsanya (polip
coelenterata)
Sejumlah siput air tawar bernapas seperti siput
darat dengan paru-paru sehingga setiap saat
harus naik ke permukaan air untuk mengganti
udara
PEREDARAN DARAH
Sistem terbuka, auricle kanan mengecil atau
hilang akibat torsi
Jantung terdapat di rongga perikardium
Darah dipompa dari ventricle ke aorta pendek
lalu ke arteri posterior (memasok darah ke
massa visceral) dan anterior (memasok darah
ke kepala dan kaki). Darah dari arteri
menyebar dalam sinus darah pada organ.
Prosobranchia dan Pulmonata berpigmen
pernapasan haemocyanin larut dalam plasma
darah berisi Cu, berwarna biru jika berisi
oksigen dan tidak berwarna jika kekurangan
oksigen
MAKANAN & CARA MAKAN
Herbivor, karnivor, ciliary feeder, deposit feeder,
parasit maupun scavenger
Radula sebagai alat untuk makan dengan jumlah
16 750.000 buah
Gastropoda laut herbivor memakan ganggang laut
dengan jalan mengerok. Siput air tawar memakan
bagian tubuh tumbuhan air lunak atau yang
membusuk
Gastropoda karnivor (Prosobranchia &
Opisthobranchia). Bentuk radulanya disesuaikan
untuk memotong, memegang, merobek atau
membawa mangsa. Adakalanya berahang dan
berbelalai (probosis). Radulanya ada yang
beracun misal Conus marmoreus. Pemakan
kerang, polychaeta dan ikan.
Murex sp.

Conus sp.

Littorina littorea sp.


(Suwignyo et al., 1997)
(Suwignyo et al., 1997)
(Suwignyo et al., 1997)
(Suwignyo et al., 1997)
Deposit feeder spt Strombus sp. Memiliki
probosis besar untuk menyapu dan menyedot
endapan di dasar perairan.
Suspension feeder, Crepidula berfilamen
insang sangat panjang sbg perangkap
plankton yang terbawa aliran air masuk
Parasit misalnya Brachystomia sbg
ektoparasit punya rahang, stylet (alat penusuk
seperti jarum kecil) dan pharynx untuk
memompa dan menghisap darah
kerang/cacing polychaeta. Jenis endoparasit
spt Stilifer hidup dalam dinding tubuh bintang
laut, masih bercangkang, kaki mengecil,
probosis besar untuk menekan inang.
(Suwignyo et al., 1997)
SISTEM SARAF
Sistem saraf asimetri akibat torsi
Sepasang ganglion otak di bagian posterior
esofagus yang berhubungan dengan saraf
mata, tentakel & statocyst.
Sepasang ganglion mulut berhubungan
dengan rongga mulut.
Dari ganglion otak terdapat sepasang benang
saraf ventral yang berhubungan dengan
ganglion kaki dan sepasang lagi ke
ganglion sisi yang berhubungan dengan
mantel & otot columella. Benang saraf dari
ganglion sisi memilin dan berhubungan
dengan ganglion visceral dalam massa
visceral
(Suwignyo et al., 1997)
ALAT INDERA
Mata, sederhana/kompleks di pangkal
tentakel untuk mendeteksi perubahan
intensitas cahaya
Tentakel (sepasang/dua pasang) yang terdiri
dari mata, sel peraba dan chemoreseptor
Sepasang statocyst di kaki dekat ganglion
kaki.
Osphradia : sebagian kecil epitelium di ujung
posterior insang sebagai alat indera
chemoreseptor dan pengukur jumlah sedimen
yang terbawa aliran air masuk.
ALAT EKSKRESI
Sepasang protonephridia pada ordo
Archeogastropoda. Pada gastropoda lain,
nephridium kanan lenyap.
Nephridium terletak dalam massa visceral,
urine dibuang bersama aliaran air keluar
dalam bentuk amonia/senyawa amonium.
REPRODUKSI
Kebanyakan dioecious dengan sebuah gonad
terletak di saluran pencernaan dalam massa
visceral
Pada Archeogastropods primitif, nephridium
kanan sebagai jalan keluar sperma/telur. Telur
dilindungi semacam agar, pembuahan di luar,
menetas menjadi trochophore berenang
bebas lalu menjadi veliger.
Jenis lain kopulasi dan pembuahan di dalam
lalu telur yang terbungkus agar dikeluarkan
dalam bentuk rangkaian kalung/pita. Ada pula
telur yang dibungkus albumin, dikelilingi
kapsul/cangkang yang diletakkan pada
substrat
Stadium lain selain Archeogastropods,
stadium trochophore dalam pembungkus telur
& menetas sebagai larva veliger
Ciri khas larva veliger : mempunyai velum
bercilia (untuk berenang & mengalirkan
makanan ke mulut kaena veliger adalah
suspension feeder), kaki, mata & tentakel
Nudibranchia, bercangkang saat stadium
veliger namun karena torsi dan distorsi,
cangkang terlepas saat metamorfosa (saat
kaki sudah cukup besar untuk merayap,
veliger turun ke substrat, velum hilang &
tubuh berubah seperti dewasa).
Siput air tawar Viviparidae mengerami
telurnya dalam uterus dan melahirkan anak-
anak siput
(Suwignyo et al., 1997)
NILAI EKONOMIS
Makanan ikan, burung dan mamalia
Gastropoda laut yang biasa dimakan a.l :
Haliotis (abalone), food suplement pencegah penyakit
Strombus (keong gonggong)
Gastropoda air tawar yang biasa dimakan a.l :
Pila scutata dan P. polita (keong sawah),
Viviparus dan Belamyia (tutut)
Gastropoda parasit dan predator
mengganggu/merusak peternakan tiram dan kerang
a.l Buccinum, Busycon, Murex, Polineces &
Urosalpinx
Glossodoris dan Eubranchus nudibranchia indah
Keong murbei Pomacea (keong emas) hama padi
muda selain baik sebagai pakan ternak
(Suwignyo et al., 1997)
(Suwignyo et al., 1997)
(Suwignyo et al., 1997)
KELAS CEPHALOPODA
1. MORFOLOGI & ANATOMI
Tubuh memanjang dorsoventral
Bagian anterior kaki sejak embio tumbuh
menjadi serangkaian tangan/tentakel yang
mengelilingi mulut
Bagian posteriornya membentuk corong
(funnel/sifon) berotot pada bukaan rongga
mantel
Cangkang mengecil dan di dalam atau
lenyap kecuali Nautilus
VENTRAL

DORSAL
Cangkang Nautilus melingkar pada suatu
bidang datar simetri bilateral, menutup
seluruh tubuhnya. Hanya 2 gelung terakhir
yang tampak dari luar karena menutupi
gelung2 lain yang lebih kecil & lebih tua
Bagian dalam cangkang Nautilus bersekat2
oleh septa , hanya sekat terakhir yang
ditempati hewan tsb.
Sejalan pertumbuhannya, hewan tsb
bergeser ke depan & mantel di bagian
posterior membentuk sekatan baru.
Dari ujung posterior massa visceral terdapat
siphuncle (jaringan tubuh seperti tali
panjang untuk menghasilkan gas ke sekat2
kosong sehingga cangkang menjadi ringan
dan memudahkannya berenang),
memanjang hingga ke ujung sekat terkecil
melalui lubang pada tiap septa
Cangkang Nautilus terdiri atas 2 lapisan :
Lapisan terluar : lapisan porselen dari prisma
kalsium karbonat dalam matriks organik, kadang
bergaris2 jingga-putih/putih mutiara
Lapisan mutiara di bag dalam
(Suwignyo et al., 1997)
Cephalopoda cangkang di dalam/tanpa
cangkang tergolong kelas Coleoidea
Cangkang belemnoid (telah punah)
terdiri atas :
phragmocone yang bersekat2 dan
terdapat siphuncle di bag ventralnya
rostrum tebal melindungi
phragmocone
pro-ostracum, pelebaran anterior-
dorsal phragmocone
Spirula, rostrum & pro ostracum hilang,
phragmocone melingkar di ujung posterior.
Sebagian dorsal, ventralnya tak tertutup
mantel.
Loligo, cangkang hanya terdiri atas sisa pro-
ostracum yang ringan transparan dari zat
tanduk = pen
Sepia, rostrum & pro-ostracum menipis,
cangkang utama = phragmocone dengan
septa tanpa siphuncle.
Octopus hewan bentik yang sama sekali
tanpa cangkang
(Suwignyo et al., 1997)
(Suwignyo et al., 1997)
Cephalopoda pelagis berenang dengan gaya dorong
jet untuk memburu mangsa yang juga perenang.
Tenaga dorong berasal dari air yang disemburkan
dalam rongga mantel.
Mantel terdiri atas 2 macam serabut otot : RADIAL
dan MELINGKAR
Saat menghisap air, otot melingkar beristirahat, otot
radial berkontraksi. Volume rongga mantel
membesar, air masuk melalui bag dorsal, lateral &
ventral di antara tepi mantel dan kepala.
Bila air dalam rongga mantel telah penuh, otot
melingkar berkontraksi, otot radial beristirahat. Tepi
mantel sekitar kepala menutup erat & tekanan dalam
rongga mantel meningkat, sehingga air dipaksa
keluar melalui corong.
Air yang menyembur tsb berdaya dorong ke arah
yang berlawanan. Corong dapat diarahkan ke
anterior/posterior. Kecepatan berenang mundur lebih
cepat dari berenang maju.
Blekutak berenang lebih lambat dari cumi2
Nautilus berenang sampai dekat permukaan air
pada malam hari, beristirahat di dasar laut saat
siang hari
Semprotan air Nautilus melalui corong terutama
dihasilkan dari kontraksi otot pada corong & tarikan
tubuh daripada kerja otot mantel
Octopus juga dapat berenang dengan semprotan
air, namun lebih banyak merayap di atas batu
Amphitretus dan beberapa ordo Octopoda pelagis
yang tidak menggunakan semprotan air untuk
berenang, tapi dengan tangan2 yang dihubungkan
semacam selaput spt payung dan berenang spt
ubur2
(Suwignyo et al., 1997)
(Suwignyo et al., 1997)
2. FISIOLOGI
PERNAPASAN
Aliran air membawa oksigen untuk pernapasan
Permukaan filamen insang diperlebar dengan adanya
lipatan2 seperti kipas & semua cilia lenyap
Cephalopoda yang berenang dengan tangan
berselaput biasanya insangnya hilang, pertukaran gas
melalui seluruh tubuh
PEREDARAN DARAH
Sistem tertutup.
Celeoid, darah mengalir dari kepala kembali ke
pembuluh vena cava yang besar lalu bercabang dua
masing2 melalui nephridia lalu ke jantung insang yang
memompa darah ke insang. Darah yang mengandung
oksigen dari insang mengalir ke auricle menuju
ventricle yang memompa darah ke seluruh tubuh
melalui aorta anterior & posterior
Darah dalam filamen insang mengalir melalui
pembuluh kapiler, bukan sinus darah.
Darahnya mengandung haemocyanin.
Keberadaan pembuluh kapiler, beberapa arteri
yang berkontraksi dan sepasang jantung
insang, menaikkan tekanan darah serta
mempercepat aliran darahnya sehingga
mampu berenang dengan cepat
ALAT EKSKRESI
Celeoid : sepasang nephridia, nephridiopore
pada rongga mantel. Hasil ekskresinya :
guanin, urea, amonia
Nautiloid : dua pasang nephridia, nephridiopore
pada rongga mantel. Hasil ekskresinya : guanin
dan kalsium fosfat
MAKANAN & PENCERNAAN
Karnivora dengan penglihatan tajam,
tangan dan tentakel untuk menangkap
mangsa
Tentakel Nautilus 90 buah tersusun dalam 2
lingkaran mengelilingi kepala
Cumi-cumi 10 buah tangan (4 pasang =
tangan, 1 pasang = tentakel). Mangkuk
penghisap di permukaan dalam tangan &
ujung tentakel kadang diperkuat zat
tanduk/kait2
Gurita hanya mempunyai 8 buah tangan
sama panjang. Mangkuk penghisap tidak
bertangkai dan tidak berkait
(Suwignyo et al., 1997)
Mangsa yang dipegang dengan tangan lalu
digigit dengan rahang seperti paruh lalu
dengan radula potongan makanan dimasukkan
ke mulut. Radula Cephalopoda laut dalam
biasanya mengecil/lenyap karena merupakan
detritus feeder
Coleoid mempunyai 2 pasang kelenjar ludah
yang bermuara di rongga mulut
Octopus, pasangan kelenjar posterior > cumi2
menghasilkan racun & enzim proteolitik.
Octopus dan Nautilus memiliki tembolok
(pelebaran ujung esofagus), lambung berotot
& memiliki caecum yang besar dilengkapi 2
macam kelenjar pencernaan (PANKREAS &
HATI)
Pencernaan ekstrasel. Sisa pencernaan
dialirkan ke usus, anus bermuara di rongga
mantel
Octopus memakan siput, ikan, kepiting dengan
tangan2nya lalu dilimpuhkan memakai racun
dari kelenjar ludahnya
Sepia memakan ikan, udang, kepiting dengan
tentakelnya
SISTEM SARAF
Terjadi pemusatan dan penyatuan semua
ganglia, membentuk suatu otak yang
mengelilingi esofagus dan dilindungi semacam
kapsul dari tulang rawan.
Pembagian kerja ganglia sudah terinci dengan
ALAT INDERA
Mata berstruktur seperti mata vertebrata
Statocyst di kedua sisi tulang rawan pelindung otak sebagai
alat keseimbangan dan koordinasi perubahan gerak spt
membelok saat berenang
Osphradia hanya pada Nautilus
Sel peraba & chemoreseptor terutama pada epitel mangkuk
penghisap pada tangan & ujung tentakel
Chromatophore penyebab warna kulit tubuh bervariasi
Kelenjar tinta menghasilkan cairan tinta berwarna
coklat/hitam dengan kandungan konsentrasi pigmen melanin
tinggi. Saat dalam bahaya, cairan dikeluarkan melalui anus &
keluar tubuh melalui corong sehingga mengaburkan perairan
dan membius indera chemoreseptor
Bioluminescence terutama di laut dalam. Cahaya yang
berbeda-beda tersusun dalam berbagai pola di seluruh
tubuh, bahkan di sekitar bola mata
(Suwignyo et al., 1997)
3. REPRODUKSI
Dioecious, gonad di ujung posterior, selalu terjadi
perkawinan.
Sperma dialirkan ke seminal vesicle, dikumpulkan &
dibungkus spermatofora.
Semua spermatofora disimpan dalam kantung
penyimpanan yang besar, yaitu kantung Needham
yang mempunyai bukaan di rongga mantel sebelah
kiri
Hectocotylus : tangan coleoid jantan yang
termodifikasi (misal berlekuk spt sendok) untuk
memindahkan spermatofora dari kantung Needham
ke dinding rongga mantel betina dekat oviduct
Telur yang telah dibuahi dibungkus albumin lalu
dilapisi zat semacam agar yang mengeras saat
terkena air laut.
(Suwignyo et al., 1997)
Oviduct bermuara di rongga mantel
Telur dapat mencapai 20 mm, jumlah bervariasi
300-1500 butir
Telur yang telah dibuahi keluar dari rongga mantel
dalam bentuk rangkaian & dengan tangan2nya
diletakkan ke substrat satu per satu atau dalam
beberapa puluh kelompok masing2 berisi sampai
100 butir telur
Tanpa stadium larva, telur menetas langsung
menjadi anak dan mampu berenang serta makan
4. NILAI EKONOMIS
Makanan hiu, paus, ikan karnivor, burung laut,
mamalia laut
Komoditas konsumsi
5. KLASIFIKASI

Subkelas Ordo Contoh Spesies


Nautiloidea Nautilus scrobiculatus, N. pompilus,
N. macrophalus

Ammonoidea Semua fosil

Coleoidea Belemnoidea Belemnites

Sepioidea Sepiola, Spirula

Teuthoidea Architeuthis, Sepioteuthis

Octopoda Octopus, Argonauta, Amphitretus

Vampyromorpha Vampyroteuthis
KELAS BIVALVIA

Kebanyakan hidup di laut (daerah litoral,


pasang surut sampai kedalaman 5.000 m),
beberapa di air tawar
Umumnya di dasar perairan berlumpur
atau berpasir, beberapa di substrat yang
lebih keras (lempeng kayu/batu)
(Suwignyo et al., 1997)

ADAPTASI HABITAT BIVALVIA


Komensal, ex. Kellia & parasit, ex. Entovalva mirabilis (in gut
seacucumber)
Air tawar, ex. Zebra mussel
Meliang di substrat halus, ex. Donax sp.
Pelubang, ex. Teredo sp.
Unattached surface dwellers, ex. Pecten
Attached surface dwellers, ex. Mytilus
1. ANATOMI
Pipih lateral, seluruh tubuh tertutup 2 keping
cangkang yang berhubungan di bag dorsal
dengan hinge ligament yang terdiri dari
bahan organik seperti zat tanduk
bersambungan dengan periostakum
cangkang
Otot aduktor anterior & posterior bekerja
antagonis dengan hinge ligament
Gigi/tonjolan pada keping yang satu,
lekukan/alur pada keping yang lain untuk
mempererat sambungan kedua keping
cangkang
(Suwignyo et al., 1997)
Periostrakum melindungi 2 lapisan kapur (terdiri dari
aragonit/campuran aragonit & calcite tersusun sbg bentuk
prisma, bilah2/lembaran2 mutiara/nacre, lensa dll yang
lebih kompleks) di dalam
Mantel berbentuk jaringan tipis & lebar menutup seluruh
tubuh di bawah cangkang. Tepinya punya 3 lipatan :
Dalam, paling tebal, berisi otot radial & otot melingkar.
Tengah, mengandung alat indera
Luar, penghasil cangkang. Permukaannya menghasilkan
periostrakum & lapisan kapur
Antara epitel mantel & permukaan cangkang bag dalam
terdapat rongga (kecuali tempat melekatnya otot palial)
yang berisi cairan ekstrapalial kemudian mengendap
menjadi butiran2 kapur & kerangka organiknya
Garis palial : bekas tempat melekatnya otot palial di
sepanjang dekat tepi cangkang
(Suwignyo et al., 1997)
(Suwignyo et al., 1997)
(Suwignyo et al., 1997)
(Suwignyo et al., 1997)
Benda asing yang masuk ke dalam tubuh
kerang terperangkap dalam cairan
ekstrapalial sehingga terjadi pengendapan
lapisan2 mutiara sekitar benda ini yang
makin lama makin tebal.
Rongga mantel luas, insang besar sebagai
alat pernapasan & pengumpul makanan
Puncak cangkang (umbo) merupakan
bagian cangkang tertua. Garis2 melingkar
di sekitarnya menunjukkan garis
pertumbuhan cangkang
Bentuk dan ukuran cangkang yang
bervariasi menjadi alat identifikasi
(Suwignyo et al., 1997)
Sifon air masuk (umumnya melalui
inhalant/incurrent sifon di posterior yang
tersembul di atas permukaan substrat) dan
sifon air keluar adalah penyatuan tepi
mantel untuk efisiensi aliran air
Beberapa kerang dengan byssus
sempurna dan hidup menempel,
penyatuan tepi mantelnya sangat
minim/bebas bahkan kadang tanpa sifon.
Air masuk melalui hampir seluruh tepi
mantel & keluar di bagian dorsal, baik
anterior maupun posterior misal Ostrea
(Suwignyo et al., 1997)
(Suwignyo et al., 1997)
2. FISIOLOGI
Kaki pipih lateral, mengarah ke anterior
sebagai adaptasi untuk meliang
Gerak kaki menjulur diatur oleh
kombinasi tekanan darah & otot protaktor
anterior
Gerak menarik kaki ke dalam cangkang
oleh sepasang otot retraktor anterior &
posterior untuk merayap dalam substrat
lumpur dan pasir
Kerang menempel dengan adanya
byssus atau dengan salah satu keping
cangkangnya tumbuh menyatu dengan
substrat seperti Crassostrea
(Suwignyo et al., 1997)
Benang byssus terdiri dari zat tanduk yang kuat
dihasilkan oleh kelenjar dalam kaki.
Kerang berpindah tempat dengan menarik
byssus dari tempatnya menempel dengan otot
retraktor byssus.
Kaki mengecil atau hilang serta mengecilnya
ujung anterior cangkang & menghilangnya otot
aduktor anterior pada jenis kerang penempel
Jenis hidup bebas di atas permukaan dasar
perairan seperti scallop (famili Pectinidae) &
famili Limidae.
Cara bergerak :
menyemprotkan air dari rongga mantel dengan cepat serta
mengepakkan kedua keping cangkang (famili Pectinidae)
melompat-lompat (Cardium)
(Suwignyo et al., 1997)
PERNAPASAN
Sepanjang insang dan mantel.
Masing-masing filamen insang disangga
oleh sumbu insang,
Insang membagi rongga mantel menjadi 2
bagian : ventral yang luas & dorsal yang
sempit
Bentuk dan fungsi ctenidia dipakai dalam
pembagian kelas Bivalvia :
Protobranchia : insang primitif jumlah
filamennya sedikit & pendek fungsinya sebagai
alat pernapasan, pengumpulan makanan oleh
palp besar.
Sebagai deposit feeder, makanan berasal dari
penjuluran tentakel/pelebaran tepi mulut ke
sedimen substrat lalu dialirkan ke palp oleh cilia
untuk disortir
Lamellibranchia (filibranchia &
eulamellibranchia) sebagai filter feeder, insang
berfungsi sebagai alat pernapasan dan penyaring
makanan. Demibranchia, jumlah filamen banyak
sehingga insang memanjang dari posterior ke
anterior dan melebar ke ventral membentuk 4
lembar insang
Septibranchia, insang trmodifikasi menjadi
sepasang penyekat berotot yang berlubang
sebagi pompa untuk menyedot hewan2 kecil ke
dalam rongga mantel dan dengan labial palp
yang berotot, mangsa ditangkap dan dibawa ke
mulut. Sekatan memisahkan rongga air masuk
dengan rongga suprabranchia
(Suwignyo et al., 1997)
(Suwignyo et al., 1997)
MAKANAN & PENCERNAAN
Ciliary feeder (deposit feeder dan filter feeder
dengan cilia berperan penting mengalirkan
makanan ke mulut)
Cilia frontal pada filamen insang kerang filter feeder
befungsi untuk mengangkut partikel makanan yang
melekat pada lendir permukaan insang ke alur makanan
di tepi ventral insang (beberapa kerang di bagian dorsal)
Cilia lateral untuk menyaring dan mengalirkan air ke
dalam insang
Cilia latero-frontal (cirri) menyaring partikel dari air yang
mengalir ke dalam insang dan menyalurkan ke cilia
frontal
Partikel makanan dari alur makanan dialirkan ke
anterior menuju palp yang lebih kecil dari insang
untuk diseleksi
Saluran pencernaan :
mulut,
esofagus pendek,
lambung dikelilingi kelenjar pencernaan, berfungsi
memisahkan makanan dari gulungan lendir
usus & rektum berfungsi menjadikan sisa pencernaan
(feces) dalam bentuk pelet yang akan dibuang melalui
sifon ekshalant,
anus
PEREDARAN DARAH
Terbuka : darah dari jantung ke sinus
organ, ginjal, insang kembali ke jantung.
Darah dari ginjal sebagian dialirkan ke
insang untuk pertukaran gas dan sebagian
langsung ke jantung sehingga dalam
jantung terdapat campuran darah yang
mengandung oksigen dan yang tidak.
Beberapa jenis kerang tanpa insang,
fungsinya sebagai tempat pertukaran gas
digantikan mantel
Umumnya darah tak berwarna karena
terdiri dari bermacam amebocyte tak
berwarna, namun ada sel darah yang
mengandung haemoglobin
(Suwignyo et al., 1997)
SISTEM SARAF
Terdiri atas 3 pasang ganglia beserta saraf penghubung yang
berkaitan.
Sepasang ganglia cerebropleura yang dihubungkan saraf
penghubung, terletak dekat esofagus. Masing2 terdapat
saraf penghubung ke posterior yang bergabung dengan
ganglia visceral dan sepasang lainnya ke bagian ventral
bergabung dengan ganglia pedal.
ALAT INDERA
Terletak di tepi mantel, terutama pada lipatan tengah.
Alat peraba di tentakel pada tepi mantel (Lima dan Pecten)
Alat peraba di tentakel pada sifon inhalant dan ekshalant
Sepasang statocyst di kaki dekat ganglion kaki
Ocelli untuk mendeteksi perubahan intensitas cahaya di tepi
mantel atau sifon
Osphradia dalam sifon
EKSKRESI
Sepasang Nephridia di bawah rongga perikardium, yang
masing2 punya nephrostome dalam rongga perikardium
dan nephridiopore untuk membuang hasil ekskresi ke
rongga suprabranchia.
Hasil buangan utama (amonia dan urea) dibuang melalui
sifon ekshalant

3. REPRODUKSI
Umumnya Gonochoric
Sepasang gonad saling berdekatan
Fertilisasi eksternal
Tanpa kopulasi
Hermaphrodite :
Simultaneously ex. Tridacnidae, Pectinidae, Teredinidae,
Sphaeriidae air tawar
Sequential
Protandry (male to female) back to male again ex. Ostrea
edulis
Pembuahan eksternal, gamet dikeluarkan melalui
sifon ekshalant, menghasilkan larva trochophore
kemudian menjadi larva veliger (dengan 2 keping
cangkang) yang berenang bebas sebagai
meroplankton, lalu menempel di substrat dan
bermetamorfosa
Beberapa jenis, pembuahan di dalam rongga
suprabranchia, sperma dialirkan masuk melalui sifon
inhalant. Telur dierami (dalam rongga demibranchia,
ex. Ostrea edulis atau exhalant chamber, ex.
Shipworms)
Perkembangan embrio
LANGSUNG (prototroch pada trochophore mengecil & tanpa
velum pada larva veliger)
TIDAK LANGSUNG (telur dalam insang menetas menjadi
larva glochidum, lasidium/haustoria, suatu bentuk larva
termodifikasi sebagai parasit)
http://bio1151.nicerweb.co
m/Locked/media/ch32/troc
hophore.html

(Suwignyo et al., 1997)


Perkembangan larva bivalvia air tawar
http://scrubmuncher.wordpress.com/2010/01/08/scoundrels-1/
4. NILAI EKONOMIS
Larva veliger merupakan makanan penting
bagi hewan pemakan zooplankton
Konsumsi manusia sejak 3.500 tahun yang
lalu
Perusak perahu/bangunan dari kayu ex.
Teredo dan Bankia
Komoditas budidaya untuk konsumsi,
ekstrak food suplement, penghasil mutiara
Cangkangnya sebagai bahan pembuat
jalanan dan campuran makanan ternak
unggas
Inang perantara beberapa parasit trematoda