Anda di halaman 1dari 14

ASKARIASIS

OLEH :
ARSYAWINA, SST., M.KES
Definisi

Infeksi yang disebabkan oleh cacing Ascaris


Lumbricoides (cacing gelang) ---> Nematoda
terbesar
prevalensi di dunia 25 % atau 1,25 miliar
penduduk di dunia
Prevalensi terbesar pada daerah tropis termasuk
Indonesia
infeksi paling sering terjadi pada anak pra sekolah
atau anak usia sekolah
Cara penularan

BAB di sembarang tempat


Hygiene tangan kurang
Sayuran dan buah yang terkontaminasi
Patofisiologi

PATOFISIOLOGI ASKARIASIS.xlsx
Siklus hidup
Tanda dan gejala

1. Cacing yang masih berbentuk larva menimbulkan


manifestasi pada paru mirip dengan Syndrom
Loffler dengan gejala infiltrat paru sementara.
Tanda-tanda yang paling khas adalah batuk,
spuntum bercak darah dan eosinofilia dan sesak.

2. Cacing dewasa dapat menimbulkan penyakit


dengan menyumbat usus atau cabang-cabang
saluran empedu dengan tanda-tanda : kekurangan
protein, kekurangan kalori, vitamin A, pertumbuhan
lambat, anemia, mual, muntah, penurunan nafsu
makan, gangguan BAB
Penegakan Diagnosis

A. Pemeriksaan laboratorium

1. Pemeriksaan mikroskopis pada hapusan tinja


2. Ditemukan larva pada lambung atau saluran
pernafasan pada penyakit paru.
3. Pada pemeriksaan darah ditemukan periferal
eosinofilia.
Penegakan Diagnosis

B. Pemeriksaan foto

1. Foto thorak menunjukkan gambaran opak pada


lapang pandang paru seperti pada sindrom Loeffler.
2. Penyakit pada saluran empedu
Endoscopic retrogade cholangio
pancreatography (ERCP) memiliki sensitifitas 90
% dalam membantu mendiagnosis biliary
ascariasis.
Ultrasonography memiliki sensitivitas 50 % untuk
membantu membuat diagnosis biliary ascariasis.
Pengobatan

1. Obat ascariasis dengan komplikasi


a. piperazin diberikan secara oral dengan dosis
50-75 mg/kg/hari selama 2 hari
b. Piperazine hydrate dosis tunggal
< 8 tahun : 3 gram
> 8 tahun : 6 gram
Dosis tunggal lebih efektif, karena piperazin
menyebabkan paralisis neuromuskuler parasit dan
pengeluaran cacing relatif cepat , maka obat ini
adalah obat pilihan untuk obstruksi usus atau
saluran empedu
Pengobatan lanjut

2. Obat ascariasis tanpa komplikasi dapat


albendazole 400 mg P.O. dosis tunggal sekali
untuk segala usia
mabendazole
100 mg dosis tunggal P.O. untuk 3 hari
500 mg dosis tunggal P.O. sekali

3. Pyrantel pamoate
10 mg/Kg BB Dosis tunggal
Pencegahan

1. Memberikan pengobatan pada semua individu pada


daerah endemis.
2. Memberikan pengobatan pada kelompok tertentu
dengan frekuensi infeksi tinggi seperti anak-anak
sekolah dasar.
3. Peningkatan kondisi sanitasi
4. Menghentikan penggunaan tinja sebagai pupuk.
5. Berikan pendidikan kesehatan tentang hand hygiene
dan pengolahan makanan yang benar
Prognosis

1. Selama tidak terjadi obstruksi oleh cacing dewasa


yang bermigrasi, prognosis baik. Pengobatan dapat
memberikan kesembuhan 80-90 %.

2. Morbiditas dapat bermanifestasi bila terjadi


migrasi larva yang melalui paru-paru dan cacing
dewasa diusus halus
Diagnosa
Keperawatan

1. Nutrisi Kurang dari kebutuhan tubuh


2. Gangguan perfusi jaringan
3. PK. Anemia
4. Nyeri akut
5. Pola nafas tidak efektif
6. Perubahan pola eliminasi alvi