Anda di halaman 1dari 38

Pembimbing:

dr. Maruli Mangunsong, Sp.S, M.Epid

Disusun oleh:
Desty Ariani

RS ISLAM ASSYIFA
SUKABUMI
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. AT
Umur : 81 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Gn Guruh
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Status : Janda
Suku Bangsa : Sunda
Tanggal Masuk : 14 Oktober 2016
RIWAYAT PENYAKIT
Riwayat Perjalanan Penyakit

Keluhan disertai Dibawa ke IGD RSI


dengan mual, Assyifa,
+ 2 jam SMRS
muntah serta R/ penurunan kesadaran
pasien mengeluh
badan terasa (-), telinga berdenging
pusing berputar,
lemas. Pusing (-), penurunan
terus menerus dan
semakin memberat pendengaran (-),
semakin
jika kepala pasien penglihatan ganda (-),
memberat. Keluhan pemakaian obat-obatan
digerakkan dan
dirasakan ketika jangka panjang (-),
dirasakan
pasien hendak trauma kepala (-)
berkurang jika
sholat. gangguan miksi defekasi
pasien menutup
mata (-)
PEMERIKSAAN FISIK

Status Present
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos Mentis
GCS : E4V5 M6 = 15
Vital sign
Tekanan darah : 170/120 mmHg
Nadi : 100 x/menit
RR : 20 x/menit
Suhu : 36 o C
Status Generalis PEMERIKSAAN FISIK

Status Internus:
Kulit : tidak ditemukan kelainan
KGB : tidak ditemukan pembesaran KGB
Kepala : normosefal, rambut hitam, tidak mudah rontok
Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak
ikterik, pupil bulat, isokor, d = 3 mm
Telinga : tidak ada kelainan
Hidung: tidak ada kelainan
Mulut : caries (-)
Leher : JVP 5-2 cmH2O
Status Internus:
Paru :
Inspeksi : Simetris saat statis dan dinamis
Palpasi : Fremitus tidak dapat diperiksa
Perkusi : Sonor kiri dan kanan
Auskultasi : Vesikuler, wheezing tidak ada, rhonki tidak ada
Jantung :
Inspeksi : Iktus tidak terlihat
Palpasi : Iktus teraba di ICS V midclavicula sinistra
Perkusi : Batas jantung normal
Auskultasi : Bunyi jantung teratur, bising tidak ada
Status Internus:
Abdomen
Inspeksi : Tidak tampak membuncit
Palpasi : Hepar dan lien tidak teraba
Perkusi : Timpani
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Punggung
Inspeksi : Deformitas (-)
Palpasi : Nyeri tekan (-)
Genitalia : Tidak diperiksa
Anus : Tidak diperiksa
Ekstremitas : Akral hangat, perfusi baik
Status Neurologis PEMERIKSAAN FISIK

N.Olfactorius (N.I)
Daya penciuman hidung : tidak dilakukan
N.Opticus (N.II)
Tajam penglihatan : 2/60 / 2/60 (bed side)
Lapang penglihatan : sama dengan pemeriksa
Tes warna : tidak dilakukan
Fundus oculi : tidak dilakukan

N.Occulomotorius, N.Trochlearis, N.Abdusen (N.III N.IV N.VI)


Ptosis :(-/-)
Endophtalmus :(-/-)
Exopthalmus :(-/-)
N.Occulomotorius, N.Trochlearis, PEMERIKSAAN FISIK
N.Abdusen (N.III N.IV N.VI)

PUPIL
Ukuran : (3mm/3mm)
Bentuk : (Bulat / Bulat)
Isokor/anisokor : isokor
Posisi : (Sentral / Sentral)
RCL :(+/+)
RCTL :(+/+) BOLA MATA
Gerakan Bola Mata
Medial : baik
Lateral : baik
Superior : baik
Inferior : baik
Obliqus superior : baik
Obliqus inferior : baik
Refleks pupil akomodasi : baik
Refleks pupil konvergensi : baik
N.Trigeminus (N.V) PEMERIKSAAN FISIK

N.Fascialis (N.VII)
Sensibilitas
Ramus oftalmikus : simetris
Ramus maksilaris : simetris Inspeksi Wajah Sewaktu
Ramus mandibularis :simetris Diam : simetris
Tertawa : simetris
Motorik Meringis : simetris
M. Masseter :(+/+) Bersiul : simetris
M. Temporalis :(+/+) Menutup mata : simetris
M. Pterygoideus: ( + / + )
Pasien disuruh untuk
Refleks Mengerutkan dahi: simetris
Refleks kornea : tidak dilakukan Menutup mata kuat-kuat : simetris
Refleks bersin : tidak dilakukan Mengangkat alis :simetris

Sensoris
Pengecapan 2/3 depan lidah: baik
PEMERIKSAAN FISIK
N. Vestibulocochlearis
(N.VIII) N.Glossopharingeus dan
N.Vagus (N.IX dan N.X)

N.cochlearis
Test Rinne : tidak dilakukan Posisi uvula : Ditengah
Test Weber : tidak dilakukan Palatum mole : simetris
Test swabach : tidak dilakukan Arcus palatoglossus : simetris
Arcus palatoparingeus : simetris
N.vestibularis Refleks batuk : tidak dilakukan
Test Romberg : tidak dilakukan Refleks muntah :tidak dilakukan
Tandem : tidak dilakukan Peristaltik usus : Normal
Nistagmus : (+/+) horizontal Bradikardi : tidak dilakukan
Takikardi : tidak dilakukan
PEMERIKSAAN FISIK

N.Accesorius (N.XI)
M.Sternocleidomastodeus : (+/+)
M.Trapezius : (+/+)

N.Hipoglossus (N.XII)
Atropi : ( - )
Fasikulasi :(-)
Deviasi :(-)
Tanda Perangsangan Selaput
Otak
Kaku kuduk : (-)
Kernig test : (-)
Laseque test : (-)
Brudzinsky I : (-)
Brudzinsky II : (-)
PEMERIKSAAN MOTORIK
Sistem Motorik Superior ka/ki Inferior ka/ki
Gerak (aktif/aktif) (aktif/aktif)
Kekuatan otot 5/5 5/5
Tonus (Normotonus/normotonus) (N/N)
Klonus (-/-) (-/-)
Atropi (-/-) (-/-)
Refleks fisiologis Biceps (+/+) Pattela (+/+)
Triceps (+/+) Achiles (+/+)
Refleks patologis Hoffman Trommer (-/-) Babinsky (-/-)
Chaddock (-/-)
Oppenheim (-/-)
Schaefer (-/-)
Gordon (-/-)
Gonda (-/-)
Darah
Hb : 13,1 gr %
Leukosit : 9.500/mm3
Ht : 40%
Trombosit : 276.000/mm3
Ureum : 31 mg/dl
Kreatinin : 1,12 mg/dl
GDS : 108 mg/dL
Kolesterol : 164 mg/dL
Trigliserida : 88 mg/dL
SGOT : 20 U/L
SGPT : 13 U/L
Diagnosis klinik : Benign paroxysmal positional
vertigo
Diagnosis topik : Kanalis semisirkularis
Diagnosis etiologi : Idiopatik
Diagnosis sekunder : Hipertensi emergensi
PENATALAKSAAN

MEDIKAMENTOSA
IVFD 2A xx gtt/menit
Amlodipin 1x10 mg
Citicolin 2x1gr
Betahistin 3x12mg
Ondansentron 2x8 mg
Ranitidin 2x50 mg

PROGNOSIS
Quo ad vitam = Dubia ad bonam
Quo ad functionam = Dubia ad bonam
Quo ad sanationam = Dubia ad bonam
Labirin Kanalis Organ otolit
anterior semisirkularis

Labirin
posterior
ANALISIS KASUS
Perempuan, 81 tahun : pusing berputar
Vertigo, bukan dizziness.
Gejala Perifer Sentral
Onset Mendadak (akut) Perlahan (lambat)
Beratnya Berat, paroksismal dan Ringan
keluhan episodik Halusinasi gerak kurang jelas
Halusinasi gerak jelas Disertai gangguan kesadaran,
Disertai mual, muntah, ataksia, diplopia, pupil
keringat dingin, pucat. edema, disartria

Durasi , Gejala Dapat berlangsung beberapa Dapat berlangsung berbulan-


menit sampai jam bulan
1. Vertigo terjadi akut (2 jam), membatasi
aktivitas sehingga pasien hanya
vertigo
berbaring dan istirahat
2. Diikuti gejala penyerta otonom: mual perifer

3. Vertigo dicetuskan oleh perubahan Sistem


posisi vestibular

4. Vertigo berkurang bila menutup mata, Keterlibat


namun pandangan kabur tidak ada an sistem
okular (-)
Mengapa bukan vertigo sentral??
Pemeriksaan Neurologis
Dua gerakan yaitu:
Dix-Hallpike kanan bidang kanal
anterior kiri dan kanal posterior kanan
dan perasat
Dix- Hallpike kiri bidang posterior kiri.
Dix-Hallpike kanan:
Duduk tegak i meja pemeriksaan, kepala
menoleh 450 ke kanan.
Dengan cepat dibaringkan sampai kepala
menggantung 20-300 di ujung meja
pemeriksaan.
Tunggu 40 detik sampai respon abnormal
timbul.
Respon dilakukan selama 1 menit atau
sampai respon menghilang.
Tes Kalori

Tes kalori ini dianjurkan oleh Dick dan Hallpike.


Dipakai 2 macam air, dingin dan panas. Suhu air dingin
adalah 30, sedangkan suhu air panas adalah 44. Volume
air yang dialirkan ke dalam liang telinga masing-masing 25
ml, dalam waktu 40 detik.
Setelah air dialirkan, dicatat lama nistagmus yang timbul.
Setelah telinga kiri diperiksa dengan air dingin, diperiksa
telinga kanan dengan air dingin juga. Kemudian telinga kiri
dialirkan air panas, lalu telinga dalam.
Pada tiap-tiap selesai pemeriksaan (telinga kiri atau kanan
atau air dingin atau air panas) pasien diistirahatkan selama 5
menit ( untuk menghilangkan pusingnya).
Diagnosis klinis : benign paroxysmal positional vertigo
Diagnosis topik : kanalis semisirkularis
Diagnosis etiologi : idiopatik
Diagnosis sekunder : hipertensi emergensi
CRT (Epleys method)
Dix-Hallpike respon abnormal kepala
ditahan pada posisi tersebut selama 1-2 menit
Kepala direndahkan dan diputar secara perlahan
ke kiri dan dipertahankan selama beberapa saat.
Badan pasien dimiringkan dengan kepala tetap
dipertahankan pada posisi menghadap kekiri
dengan sudut 450 sehingga kepala menghadap
kebawah melihat lantai .
Kembali ke posisi duduk dengan menghadap ke
depan. Setelah terapi ini pasien dilengkapi
dengan menahan leher.
Tidak merunduk, berbaring, membungkukkan
badan selama satu hari.
Tidur pada posisi yang sehat untuk 5 hari.
Latihan Semont Liberatory
- Latihan ini dikontraindikasikan pada pasien ortopedi
dengan kasus fraktur tulang panggul ataupun replacement
panggul.
Latihan Brandt Darof

Latihan di rumah tanpa bantuan


terapis.
Pasien melakukan gerakan-gerakan
posisi duduk dengan kepala menoleh
450 , lalu badan dibaringkan ke sisi
yang berlawanan, dipertahankan
selama 30 detik.
Selanjutnya pasien kembali ke posisi
duduk 30 detik.
Pasien menolehkan kepalanya 450 ke
sisi yang lain, lalu badan dibaringkan
ke sisi yang berlawanan selama 30
detik.
Latihan ini dilakukan secara rutin 10-
20 kali sebanyak 3 seri dalam sehari.
Edukasi

Langkah-langkah berikut ini dapat meringankan atau


mencegah gejala vertigo:
Tidur dengan posisi kepala yang agak tinggi.
Bangunlah secara perlahan dan duduk terlebih dahulu
sebelum kita berdiri dari tempat tidur.
Hindari posisi membungkuk bila mengangkat barang.
Hindari posisi mendongakkan kepala, misalnya untuk
mengambil suatu benda dari ketinggian.
Gerakkan kepala secara hati-hati jika kepala kita dalam
posisi datar (horisontal) atau bila leher dalam posisi
mendongak.
DAFTAR PUSTAKA
Anderson JH dan Levine SC. Sistem Vestibularis. Dalam : Effendi H, Santoso R, Editor : Buku
Ajar Penyakit THT Boies. Edisi Keenam. Jakarta : EGC. 1997. h 39-45
Balasubramanian. BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo). . Available from
:http://www.drtbalu.com/BPPV.html
Bashiruddin J., Hadjar E., Alviandi W. Gangguan Keseimbangan. Dalam : Arsyad E, Iskandar
N, Editor : Telinga, Hidung Tenggorok Kepala & Leher. Edisi Keenam. Jakarta : Balai Penerbit
FKUI. 2008. Hal. 94-101
Bashiruddin J. Vertigo Posisi Paroksismal Jinak. Dalam : Arsyad E, Iskandar N, Editor. Telinga,
Hidung Tenggorok Kepala & Leher. Edisi Keenam. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. 2008. Hal.
104-9
Bojrab DI, Bhansali SA, Battista RA. Peripheral Vestibular Disorders. In: Jackler RK &
Brackmann DE, Editor: Textbook of Neurotology. St. Louis, Missouri : Mosby. 1994. p 629-33
Furman JM, Cass SP. Benign Paroxysmal Positional Vertigo. NEJM [online] 2009 [cited 2009
May 30th]. Available from : http://content.nejm.org/cgi/reprint/341/21/1590.pdf