Anda di halaman 1dari 25

Presentasi Kasus

Dengeu Hemorrhage Fever

Finaldo Andili 1102012087

Pembimbing : dr Dewi Kartika Sari, Sp.Pd


IDENTITAS
Nama : Tn. A
Umur : 39 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Cipocok, Serang
Status : Menikah
Agama : Islam
Pekerjaan : Pegawai swasta
Tanggal masuk : 28 Juli 2016
ANAMNESIS

Keluhan utama
Demam

Keluhan tambahan
BAB cair
Mual
Muntah
Pusing
Nyeri badan
Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke RSUD dr. Dradjat Prawiranegara mengeluh demam sejak 4 hari
SMRS. Demam dirasakan oleh pasien terus menerus dan hanya turun bila pasien memakan
obat penurun panas, tetapi demam kembali naik. Pasien mengaku hanya mengobati dengan
memakan obat penurun panas saja. Pasien menyangkal adanya mimisan dan gusi berdarah.
Pasien juga mengeluh BAB cair sejak 4 hari SMRS. Keluhan lain yang dirasakan pasien
yaitu mual, muntah, pusing, nyeri badan, dan lemas.
Pasien mengatakan belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Pasien
mengatakan di rumahnya tidak ada yang mengalami hal serupa, tetapi di lingkungan
sekitar rumahnya ada yang mengalami hal seperti ini.
Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Keluarga

Maag (+) Hipertensi (-)


Hipertensi (-) Diabetes mellitus (-)
Diabetes mellitus (-) Hepatitis (-)
Hepatitis (-) Penyakit jantung (-)
Penyakit jantung (-)
Pemeriksaan Fisik (28/07/16)

Keadaan Umum
Kesan sakit : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos mentis

Tanda Vital
Tekanan darah : 120/70
Nadi : 66 x/menit
Pernafasan : 16 x/menit
Suhu : 37.2 oC
Status Generalis

Kepala : Normochepal
Mata : Pupil bulat isokor, sklera ikterik -/-, konjungtiva anemis -/-
Leher : Trakea letak normal, tidak ada pembesaran kelenjar getah bening.
Thoraks :

a. Jantung

Inspeksi : iktus kordis tampak


Palpasi : iktus kordis teraba di ICS 4 linea midclavicularis sinistra
Perkusi : Batas jantung normal
Auskultasi : SI SII reguler, murmur (-), gallop (-)
b. Paru
Inspeksi : Bentuk dada simetris kanan dan kiri, pernapasan simetris dalam
keadaan statis dan dinamis, retraksi sela iga (-)
Auskultasi : Vesikuler (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen
Inspeksi : Tidak tampak adanya kelainan kulit, distensi (-)
Auskultasi : bising usus (+)
Perkusi : Timpani di seluruh quadran abdomen
Palpasi : Supel di seluruh kuadran abdomen, turgor kulit baik, nyeri tekan
(-) di epigastrium, hepar tidak teraba membesar, lien tidak teraba
membesar, ballottement (-), tes undulasi (-)

Ekstremitas : Akral hangat, udem (-)


Diagnosis Kerja Diagnosis Banding
DHF grade I Thypoid

Penatalaksanaan
Paracetamol 500mg 3x1
Neurodex 1x1
Ondansentron 4mg 2x1
Ranitidin 50mg 2x1
Curcuma 2x1

Prognosis
Ad Vitam : Ad bonam
Ad Functionam : Ad bonam
Ad Sanationam : Ad bonam
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi

Demam dengue atau dengue fever (DF) dan demam berdarah dengue (DBD) atau
dengue haemorrhagic fever (DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus
dengue yang disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti dengan manifestasi klinis demam,
nyeri otot atau nyeri sendi yang disertai leucopenia, ruam, limfadenopati,
trombositopenia, dan diatesis hemoragik (Suhendro, 2006).
Epidemiologi

Gambar 1. 5 provinsi tertinggi Incidence rate (IR) DBD di Indonesia


Gambar 2. Angka kesakitan atau Incidence rate (IR) DBD per 100.000 penduduk di Indonesia
tahun 1968-2013
Etiologi

DEN-1

DEN-2
Demam dengue Genus Flavivirus
& DHF Family Flaviviridae
DEN-3

DEN-4
Klasifikasi
DD/DBD Derajat Gejala Lab

DD Demam disertasi 2 atau lebih tanda : sakit Leukopenia


kepala, nyeri retro-orbital, mialgia, artralgia Trombositopenia, tdk ada
kebocoran plasma
DBD I Gejala diatas, ditambah dengan uji Trombositopenia (<100.000),
bendung (+) bukti ada kebocoran plasma
II Gejala diatas, ditambah dengan Trombositopenia (<100.000),
perdarahan spontan bukti ada kebocoran plasma
III Gejala diatas ditambah dengan kegagalan Trombositopenia (<100.000),
sirkulasi (kulit dingin dan lembab, serta bukti ada kebocoran plasma
gelisah)
IV Syok berat disertai dengan tekanan darah Trombositopenia (<100.000),
dan nadi tidak terukur bukti ada kebocoran plasma
Patogenesis
Gambaran klinis

Fase demam selama 2-7 hari, yang diikuti oleh fase kritis selam 2-3 hari
Bintik-bintik perdarahan di kulit, kadang disertai bintik-bintik perdarahan di
faring dan konjungtiva
Nyeri menelan
Tidak enak di ulu hati
Nyeri badan
Nyeri seluruh perut.
Diagnosis

Laboratorium
1) Darah rutin
2) Serologi: IgM dan IgG
3) Kultur virus: NS-1
Tatalaksana
Protokol 1: Penanganan tersangka DBD tanpa syok
Protokol 2. Pemberian Cairan pada Tersangka DBD Dewasa di Ruang Rawat

Volume cairan kristaloid / hari yang diperkukan, sesuai rumus berikut :

1500+ (20 x (BB dalam kg 20 )


Protokol 3. Penatalaksanaan DBD dengan peningkatan hematokrit >20%
Protokol 4. Penatalaksaan Perdarahan Spontan pada DBD Dewasa

Pada keadaan seperti ini jumlah dan kecepatan pemberian cairan tetap seperti keadaan DBD tanpa
syok. Pemeriksaan TD, nadi, pernapasan, dan jumlah urin dilakukan sesering mungkin dengan
kewaspadaan Hb, Ht, dan trombosit sebaiknya diulang setiap 4-6 jam.
Pemberian heparin diberikan apabila secara klinis dan laboratoris didapatkan tanda-tanda
koagulasi intravaskuler diseminata (KID). Taranfusi komponen darah diberikan sesuai indikasi.
FFP diberikan bila didapatkan defisiensi factor-faktor pembekuan darah (PT dan aPTT) yang
memanjang), PRC diberikan bila nilai Hb kurang dari 10 g/dl.
Transfusi trombosit hanya diberikan pada pasien DBD yang perdarahan spontan dan massif
dengan jumlah tromboit <100.000/mm3 disertai atau tanpa KID
Protokol 5. Tatalaksana Sindrom Syok Dengue pada Dewasa
Pencegahan
TERIMAKASIH