Anda di halaman 1dari 10

Trauma abdomen

Christman Maruli Tua Sihite


1161050126
Tindakan Pertama pada Trauma
Tumpul
Pemeriksaan klinis, juga tidak ada keluhan opname(rawat
inap)
Pemasangan infus
Pemasangan Maag-slang
Pemasangan Foley kateter (kateter urin)
Analgetik dapat diberikan hanya bila:
Ada indikasi operasi
Transport yang jauh/ lama
Tindakan
Laparotomi:
Segera bila ada tanda-tanda:
Peritonitis
Perdarahan
Eviserasi (Pengangkatan isi bola mata tapi dengan menyisakan sklera )
Terbukanya rongga abdomen
Observasi:
Pada trauma tumpul
Pada trauma tusuk bila tidak ada tanda2 perdarahan/ peritonitis (eksplorasi luka
saja)
Terapi pada Trauma Lien
Konservatif > beri cairan dan obat-obatan.
Operatif
Splenic preservation splenorrhapy
Kapsul dijahit eksisi
Hemostatik Tacho-tomb, Spongostan, Surgicell
Pembuluh darah diikat
Splenektomi kalau splenorrhapy tidak mungkin
Misal: adanya fragmentasi dari lien ; transeksi dari hilus ; trauma organ lain
Terapi pada Trauma Lien
Post op:
Antibiotikum (2 tahun ?)
Vaksinasi antipneumococcus
Kontrol trombosit (trombositosis trombosis)
Jaringan Lien ditanam di omentum
(reimplantasi)
Terapi pada Trauma Hepar
Terapi
Konservatif
Operatif:
Perawatan perdarahan robekan
Jahitan
Reseksi
Hemostatikum
Pembersihan jaringan rusak / nekrotik, darah
Drainage
Packing relaparotomi
TRAUMA PANCREAS
Terapi:
Kontusio
Penghisapan kontinue
Puasa
Antibiotika, analgetika
Operatif
Reseksi
Drainage
Anastomosis
Terapi pada Trauma Usus Halus
Terapi:
Jahit perforasi
Reseksi + end-to-end anastomosis
Observasi yg teliti
Gejala mungkin timbul setelah beberapa hari
Terapi pada Trauma Kolon
Terapi:
Jahit primer
Jahit primer + kolostomi
Bagian yg perforasi dipakai sebagai kolostoma
Reseksi bagian yang rusak, kedua ujung dipakai sebagai
kolostoma
Reseksi + anastomosis
Terapi pada Trauma Ginjal
Terapi:
Trauma ringan : konservatif
Trauma berat & Kritis : Operatif
Rekonstruksi
Nephrectomy