Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN KASUS

ANESTESI UMUM PADA Limfadenopati

Rizky Rivonda
2012730090

K E PA N I T E R A AN K L I N I K STA S E I L M U A N E ST E S I
R U M AH S A K I T I S L A M JA K A R TA C E M PA K A P U T I H
2 017
U N I V E R S I TA S M U H A M M A D I YA H J A K A R TA
STATUS PASIEN
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. M
Jenis Kelamin : Laki-Laki
TTL / Usia : Canggung, 17 Juli 1992 / 24 tahun
Agama : Islam
Alamat :-
ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA

Benjolan di leher sebelah kanan, terasa nyeri

RIWAYAT ALERGI

tidak ada alergi obat obatan, makanan, lateks, plester, dan debu.

RIWAYAT OPERASI

Pasien belum pernah menjalani operasi dan tindakan pembiusan sebelumnya.


ANAMNESIS
RIWAYAT PENYAKIT PENYERTA
Pasien tidak memilikiriwayat penyakit penyerta.
Pasien tidak memiliki riwayat asma, penyakit jantung, penyakit hati, dan penyakit ginjal.
Pasien sekarang tidak sedang demam, pilek, ataupun batuk.
ANAMNESIS
RIWAYAT PSIKOSOSIAL
Pasien tidak memiliki kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol sebelumnya.
Pasien tidak menggunakan gigi palsu dan gigi pasien tidak ada yang goyang.
Pasien sudah berpuasa 8 jam sebelum di lakukan oprasi.
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos mentis
Tanda Vital
TD : 133/75 mmHg
Nadi : 78x kali/menit, regular, isi cukup, kuat angkat
Respirasi : 20 kali/menit (reguler)
Suhu : 36,70C
Antropometri
Berat Badan : 50 kg
Tinggi Badan : 167 cm
IMT : 17,89 kg/m2 Mild Underweight
STATUS GENERALIS

Mata : Mata cekung (-/-), konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Mulut : Buka mulut 3 jari, mallampati 3
Leher : Trakea terletak di tengah leher, massa (-)

L : LOOK
E : EVALUATED 3:3:2
M : MALAMPATI :
O : OBSTRUCTION
N : NECK
STATUS GENERALIS
Thorax
Inspeksi : Dinding dada simetris, tidak ada retraksi dinding dada
Palpasi : Vocal premitus kanan = kiri, tidak ada dinding dada yang tertinggal, ictus cordis tidak teraba
Perkusi : Sonor dikedua lapang paru
Aiskultasi : Cor : BJ I/II reguler, murni, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : VBS kanan = kiri, wheezing (-/-), ronkhi (-)
Abdomen
Inspeksi : Tampak datar, tidak ada bekas operasi
Palpasi : Supel, nyeri tekan epigastrium (+)
Perkusi : Timpani seluruh lapang abdomen
Aiskultasi : Bising usus (+) 5 kali/menit normal
STATUS GENERALIS
Ekstremitas
Superior : Akral hangat (+/+), CRT < 2 detik, edema (-/-)
Inferior: Akral hangat (+/+), CRT < 2 detik, edema (-/-)
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan
HEMATOLOGI
Hematologi Rutin
Hemoglobin 15,2 g/dL 13.2 -17.3
Jumlah Leukosit 10.64 103/L 3.8010.60
Hematokrit 43 % 4052
Jumlah Trombosit 299 103/L 150440

Eritrosit 5.47 106/L 4.405.90


MCV/VER 79 fL 80 100
MCH/HER 28 Pg 26 34
MCHC/KHER 35 g/dL 32 36
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
KIMIA KLINIK
Faal Ginjal
Kreatinin Darah H 1.1 mg/dL < 1.4
Ureum Darah 23 mg/dL 10 - 50

Diabetes
GDS 89 mg/dL 70 200
ASSESSMENT PRA-INDUKSI
DIAGNOSIS PRA-BEDAH
Limfadenopati Colli dekstra

KLASIFIKASI STATUS FISIK


ASA II Karena pasien kadang merasa nyeri pada leher kanan

RENCANA TINDAKAN PEMBEDAHAN


Insisi

RENCANA TINDAKAN ANESTESI


Anestesi Umum dengan ETT no. 7,5
TATALAKSANA ANESTESI
Persiapan Anestesi
Dilakukan assesmen pre anestesi kepada pasien
Dilakukan pemeriksaan kembali identitas pasien, persetujuan operasi, lembaran
konsultasi anestesi, obat-obatan dan alat-alat yang diperlukan
Jalur intravena sudah terpasang diruangan
Mengganti pakaian pasien dengan pakaian operasi
Pasien dibaringkan di meja operasi dengan posisi terlentang
Manset tekanan darah terpasang di tangan kiri, pulse oxymeter terpasang di digiti
II manus sinistra, elektroda EKG terpasang.

Jenis Anestesi
Anestesi Umum
TATALAKSANA ANESTESI
Induksi
Induksi dilakukan dengan pemberian Propofol 100 mg IV dengan menggunakan analgetik narkotik
jenis Fentanyl 0.1 mg IV, Muscle relaxan attracurium diberikan secara IV 10 mg

PERHITUNGAN DOSIS
Diberikan O2 Nilai refleks bulu mata
Propofol
PERHITUNGAN DOSIS
Dilakukan
Dosis Induksi 2 - pemasangan
mg/kg
2.5 Berikan pipaOorotrakeal
dengan dengan
Face ETT No. 7.5,
mask mulut dibuka dengan cross finger
Atracurium 2
2 - 2.5 dan
mg laringoskop,
x 50 kg = 100ETT dimasukkan
125 mg ke dalam trakea,pastikan dengan menggunakan stetoskop.
Dosis untuk intubasi 0.3 - 0.5 mg/kg
5liter/menit, lakukan Triple airway
Cuff dikembangkan agar ETT terfiksasi. Intubasi berhasil dilakukan. Dipasang OPA. ETT dan pipa
0.3 - 0.5 mg x 50 kg = 15 25 mg
Fentanyldifiksasi dan dihubungkan
manuverdengan padamesin anestesi.
pasien, kemudian
Dosis
Setting
Dosis sebagai ventilator
Analgetik
maintenance mekanik
Intraoperatif
perlakukan
bolus 0.1 0.7
0.2 - 2 g/kg
mg/kg
0.7 - 2 g x 50 kg = 35 100
bantuan
g(0.035 0.1
ventilasi
mg)
pompa.
0.1 TV:
0.2 400,
mg x RR: 14=x/menit,
50 kg 5 10 mgI:E = 1:2
Amati tanda vital pasien
Note: 1 g = 0.001 mg
TATALAKSANA ANESTESI
Medikasi Selama Operasi

Operasi berlangsung selama 1/2


jam
Untuk mempertahankan anestesi
digunakan udara 1 L/menit, O2 1
L/menit, sevofluran 4 vol %
Diberikan keterolac 30 mg
Ondancentrone 0,4 mg
Perhitungan Kebutuhan Cairan
Berat badan : 50 kg
Lama puasa : 8 jam
Operasi berlangsung selama:1/2 jam

Perhitungan Pengganti Cairan


Rumus:
Keb. cairan maintenance BB x 2 cc 50 kg x 2 = 100 cc
Puasa Lama puasa x kebutuhan cairan maintenance 8 jam x 100cc = 800 cc
Stress operasi Operasi sedang 6cc/kgBB/jam 6 cc x 50 kg = 300 cc

1 jam pertama : puasa + keb. cairan maintenance + stress operasi


(800 cc) + 100 cc + 300 cc = 400 cc
Jumlah cairan yang dibutuhkan = 400 cc
TATALAKSANA ANESTESI

Monitoring
Tanda-tanda vital
Gambaran EKG
SpO2 dan CO2 setiap 5 menit, dan perdarahan

Keadaan Post Operasi dan Perawatan Pasca Anestesi di RR


Pasien dapat bernapas spontan, dilakukan penyedotan sekret
jalan napas melalui sisi mulut dan ETT
Ekstubasi dilakukan
Pasien dipindahkan ke ruang pemulihan
Dilakukan pemeriksaan tanda vital dan SpO2
Observasi aktivitas motorik, pernapasan, dan kesadaran
ALDRETTE SCORE
Monitoring tanda-tanda vital Aldrette Score
- Kesadaran : Compos Mentis - Aktivitas : mampu mengangkat semua Ekstremitas (2)
- BP : 120/75 mmHg - Pernapasan : Dapat Bernapas Dalam dan Batuk (2)
- HR : 72 x/menit - Sirkulasi : Tekanan Darah 20% dari Nilai Pra Anetesi (2)
- RR : 18x/menit - Kesadaran : bangun ketika dipanggil (1)
- T : 360C - Saturasi O2 : 92 % dengan udara kamar (2)
- SpO2: 100 %
Skor : 9/10
Kesan : Baik