Anda di halaman 1dari 12

RENCANA SKRIPSI

PERAN FASILITAS FISKAL DAN PUNGUTAN BEA


DALAM MENINGKATKAN KINERJA EKSPOR
DI KAWASAN BERIKAT

MUHAMAD RIDWAN TRI PRABOWO NPM 156040006566


Dosen Pembimbing : Dr. Agung Budilaksono Homepage http://www.beacukai.go.id
LATAR BELAKANG

NERACA PERDAGANGAN INDONESIA


(dalam juta US$)
$250,000

$200,000
Sejak 2011, Ekspor dan Impor
mengalami tren penurunan
$150,000

$100,000 Pada 2011 - 2014, terjadi


Defisit Neraca
$50,000 Perdagangan

$-
2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Ekspor $114,10 $137,02 $116,51 $157,77 $203,49 $190,03 $182,55 $175,98 $150,36 $144,49
Impor $74,473 $129,19 $96,829 $135,66 $177,43 $191,69 $186,62 $178,17 $142,69 $135,65
Sumber: diolah dari Badan Pusat Statistik
BM Ditangguhkan
KAWASAN
BERIKAT Cukai Dibebaskan
PDRI Tidak
Dipungut
PPN/PPnBM DN
Dibangun dengan tujuan utama Tidak Dipungut
untuk mendorong peningkatan
ekspor serta meningkatkan daya
saing produk ekspor dalam Kawasan Berikat adalah bangunan, tempat, atau
perdagangan internasional. kawasan yang digunakan sebagai tempat untuk
menimbun barang impor dan/atau barang yang berasal
dari tempat lain dalam daerah pabean guna diolah atau
digabungkan, yang hasilnya terutama untuk diekspor.
RUANG LINGKUP PENELITIAN
Dibatasi terhadap perusahaan-perusahaan yang berada
di dalam lingkup tiga besar komoditas ekspor yang
mewakili sepuluh besar komoditas ekspor dengan
nilai ekspor terbesar di Kawasan Berikat.

PERTANYAAN PENELITIAN
Bagaimana pengaruh fasilitas fiskal Kawasan Berikat dan Bea Keluar
terhadap kinerja ekspor perusahaan di Kawasan Berikat?
Fasilitas fiskal manakah yang paling berpengaruh terhadap kinerja
ekspor perusahaan di Kawasan Berikat?
Bagaimana pengaruh fasilitas fiskal Kawasan Berikat dan Bea Masuk
terhadap nilai impor perusahaan di Kawasan Berikat?
Bagaimana pengaruh Bea Masuk yang dipungut di Kawasan Berikat
untuk Hasil Produksi terhadap Fasilitas Fiskal di Kawasan Berikat?
JENIS & CARA PENGUMPULAN DATA
Jenis Data Sekunder dengan teknik dokumentasi.
Data diambil dari Direktorat Fasilitas Kepabeanan, Direktorat
Informasi Kepabeanan dan Cukai serta Bank Indonesia.

METODE PENGOLAHAN DATA


Jenis penelitian dengan metode Kuantitatif, dimana akan
dilakukan pengujian-pengujian sebagai berikut:
Uji Koefisien Regresi (uji t dan uji f)
Uji Statistik Deskriptif
Uji Heteroskedastisitas
Uji Multikolinieritas
Model penelitian ini merupakan analisis regresi linear berganda
Nilai Eksporit = + 1.Fasilitas Fiskal KBnit + 2.Bea Keluarit

Nilai Imporit = + 1.Fasilitas Fiskal KBnit + 2.Bea Masukit

Bea Masukit = Fasilitas Fiskal KBit


Nilai Eksporit = Nilai Ekspor Perusahaan di Kawasan Berikat bidang usaha i periode t
Fasilitas Fiskal KBxyz= Fasilitas Fiskal Perusahaan ke-n bidang usaha i periode t
Bea Keluarit = Bea Keluar Perusahaan bidang usaha i periode t
Bea Masukit = Bea Masuk Perusahaan bidang usaha i periode t
n = Jenis Fasilitas Fiskal KB
i = Komoditas Usaha Perusahaan di Kawasan Berikat
t = Periode
KERANGKA PEMIKIRAN

Nilai Fasilitas KB1


Ekspor menjadi salah Neraca Perdagangan
Nilai Fasilitas KB2
satu penggerak sumber Terjadi penurunan nilai Indonesia mengalami
Nilai Fasilitas KB3 Nilai Ekspor
daya ekonomi dan ekspor sejak tahun 2011 defisit dalam kurun
Nilai Fasilitas KB4
perekonomian negara waktu 2012-2014
Bea Keluar

Nilai Fasilitas KB1


Nilai Fasilitas KB2
Nilai Fasilitas KB3 Bea Masuk
Pemerintah menerbitkan peraturan untuk mendorong
Nilai Fasilitas KB4
pertumbuhan ekspor di Kawasan Berikat
Bea Masuk

Bea Masuk Fasilitas KB


Peran Fasilitas Fiskal Dan Pungutan Bea Dalam
Meningkatkan Kinerja Ekspor Di Kawasan Berikat

Kesimpulan dan Saran


1 Fasilitas Fiskal Kawasan Berikat dan Bea Keluar diduga memiliki pengaruh signifikan
terhadap nilai ekspor.

Fasilitas Fiskal KB1 diduga merupakan fasilitas fiskal yang memiliki pengaruh
2 paling signifikan diantara fasilitas fiskal lainnya terhadap nilai ekspor.

Fasilitas Fiskal KB2 diduga merupakan fasilitas fiskal yang memiliki pengaruh
3 paling signifikan diantara fasilitas fiskal lainnya terhadap nilai ekspor.

Fasilitas Fiskal KB3 diduga merupakan fasilitas fiskal yang memiliki pengaruh paling
4 signifikan diantara fasilitas fiskal lainnya terhadap nilai ekspor.
Fasilitas Fiskal KB4 diduga merupakan fasilitas fiskal yang memiliki pengaruh
5 paling signifikan diantara fasilitas fiskal lainnya terhadap nilai ekspor.

6 Fasilitas Fiskal Kawasan Berikat dan Bea Masuk diduga memiliki pengaruh
signifikan terhadap nilai impor.

Bea Masuk yang dipungut di Kawasan Berikat untuk Hasil Produksi diduga tidak
7 memiliki pengaruh signifikan terhadap Fasilitas Fiskal di Kawasan Berikat.
PENELITIAN TERDAHULU
Nama Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian
Pontas Ojahan Analisa Pengaruh Pemberian Pemberian fasilitas KITE memberikan pengaruh yang positif
Aritonang Fasilitas Kemudahan Impor terhadap peningkatan nilai ekspor Indonesia khususnya
Tujuan Ekspor (KITE) Terhadap ekspor barang jadi.
Nilai Ekspor Indonesia
Cindhe Pengaruh Pemberian Insentif Insentif fiskal berupa penangguhan bea masuk, pembebasan
Marjuang Praja Fiskal Serta Insentif Non Fiskal- cukai dan tidak dipungut PDRI atas impor barang ke
Moneter Melalui Skema Kawasan Kawasan Berikat terbukti dapat memberikan efek positif
Berikat Terhadap Kinerja Ekspor terhadap nilai ekspor, demikian pula insentif non fiskal-
moneter berupa peniadaan/penyederhanaan prosedur impor
ke Kawasan Berikat terbukti memberikan efek positif
terhadap volume ekspor.
Alfi Nabila Analisis Pengaruh Fasilitas Fiskal Semakin besar insentif fiskal yang diberikan pemerintah
Terhadap Ekspor Studi Kasus melalui fasilitas KITE akan semakin mendorong kenaikan
Fasilitas Kemudahan Impor ekspor KITE dilihat dari aspek nilai ekspor.
Tujuan Ekspor.
RENCANA DAFTAR PUSTAKA
Fanta, A.B., and Teshale, G.B. (2014). Export Trade Incentives and Export Growth Nexus :
Evidence from Ethiopia. British Journal of Economic, Management & Trade 4:1(2014):111-
128.
Feenstra, Robert C. & Taylor, Alan M. 2014. Internasional Economics, Third Edition.
New York: Worth Publishers.
Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23.
Edisi 8. Semarang: Lembaga Penerbit Universitas Diponegoro.
Gujarati. (2004). Basic Econometric, Fourth Edition. New York: The McGraw-Hill
Companies.
Krugman, Paul dan Obstfeld, Maurice, 2004. Ekonomi Internasional Teori dan
Kebijakan Harper Collins Publisher. Ahli Bahasa. DR. Faisal H. Basri, SE MSc, Jakarta:
PT Indeks Kelompok Gramedia.
Santi, Kusuma, Ikhwan Sopa. 2006. Perlakuan Perpajakan dan Kepabeanan untuk
Kawasan Industri dan Kawasan Berikat. Jakarta: Gemilang Gagasindo Handal.
Warr, P.G. 1989. Export Processing Zones : The Economics Of Enclave Manufacturing.
Washington: The World Bank Research Observer Vol. 4, No. 1 (January 1989), pp. 65-
88.
TERIMA KASIH