Anda di halaman 1dari 14

EPIDEMIOLOGI INFEKSI

MENULAR SEKSUAL

Oleh
Dr. Nyoman Yudha Santosa, SpKK
RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya
Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi
yang penularannya melalui hubungan seksual,
baik yang disertai gejala-gejala klinis maupun
yang asimptomatis.

Penyebab IMS
Bakteri : - Neisserhia gonorrhoeae
- Chlamydia trachomatis
- Treponema pallidum
Virus : - Herpes Simplex Virus (HSV)
- Human Papilloma Virus (HPV)
- Human Immunodeficiency Virus (HIV)
Protozoa : Trichomonas vaginalis
Jamur : Candida albicans
Ektoparasit : Sarcoptes scabiei
CARA PENULARAN
IMS ditularkan melalui kontak langsung dengan
eksudat infeksius dari lesi kulit atau mukosa
pada saat melakukan hubungan seksual dengan
pasangan yang telah tertular.

PENYEBARAN IMS
WHO memperkirakan setiap tahun terdapat 340
juta penderita baru IMS.
Sebagaian besar terdapat di negara
berkembang, seperti: Afrika, Asia selatan, Asia
tenggara, dan Amerika latin.
TABEL ESTIMATED ANNUAL INCIDENCE OF CURABLE
SEXUALLY TRANSMITTED DISEASES GLOBALLY
Region No. Of New Infection per Year

South and Southeast Asia 151 Milion

Sub-Saharan Africa 69 Milion

Latin America and the Caribbiean 38 Milion

Eastern Europe and Central Asia 22 Milion

East Asia and the Pasific 18 Milion

Western Europe 17 Milion

North America 14 Million

North America and The Middle East 10 Milion

Australia and New Zealand 1 Milion

Total 340 Milion


UMUR
Terbanyak: Kelompok umur 25 44 Tahun
43 % (Semarang) sampai 64,6% (Jakarta)

Diikuti oleh: Kelompok Umur 15 24 Tahun


25,1 % (Jakarta) sampai 41,2% (Malang)

Kelompok umur 45 64 Tahun


4,8% (Yogyakarta) sampai 21,8% (Semarang)

JENIS KELAMIN
Umumnya Kasus Laki laki > Perempuan
Semarang & Surabaya -> Perempuan lebih banyak

Manado -> Perempuan sama banyak dengan Laki -laki


BEBERAPA IMS YANG PALING
UMUM DITEMUKAN DI
INDONESIA
GONORE
Gonore merupakan semua penyakit yng
disebabkan oleh Neisserhia gonorrhoeae yang
bersifat purulen dan dapat menyerang
permukaan mukosa manapun di tubuh manusia.
Epidemiologi

- IMS yang paling umum terjadi sepanjang abad


ke-20.
- Sekitar 200 juta kasus baru setiap tahunnya.
- Jumlah penderita wanita dan pria hampir
sama.
- Di Amerika Serikat : 330.132 kasus baru
(insiden : 113.5 kasus per 100.000 pendududk)
Di Indonesia (Depkes RI) : insiden GO 316 kasus
per 100.000 penduduk
Jkt,Sby,Bdg (penelitian pada PSK) : Prevalensi: 7,4 50%

Palembang : 67,3 % dari seluruh


penderita IMS
Mataram : 52,87 %
Solo : 42,5 %
Malang : 39 %
Ibarat gunung es :
- Yang diketahui hanya sebagian kecil dipermukaan
- Sebenarnya jauh lebih banyak kasus yang tidak
terdata.
INFEKSI GENITAL NON SPESIFIK (IGNS)
IGNS merupakan infeksi traktus genitalis yang disebabkan oleh
penyebab non spesifik, meliputi Uretritis Non Spesifik (UNS) dan
Uretritis Non Gonore (UNG).
Penyebab IGNS paling banyak adalah Chlamydia Trachomatis,
yang lain umumnya oleh Ureoplasma Urealyticum
Epidemiologi
- Data WHO : 140 Juta kasus akibat infeksi Chlamydia
trachomatis
- Amerika Serikat : - 1,1 juta kasus (tahun 2007)
- Prevalensi tertinggi pada wanita usia
15-24 Tahun
- Di Indonesia
Klinik IMS RS Pirngadi : 54 %
RSUP Sanglah Denpasar : Prevalensi untuk IGNS
sebesar 13,8 %
PSK di Medan (Tahun 2009) : Prevalensi sebesar 45%
RS dr. Soetomo Surabaya : 48 %
RS Padang : 35 %
SIFILIS
Sifilis adalah penyakit yang disebabkan oleh Treponema Pallidum
yang bersifat kronis dan sitemik, ditandai dengan lesi primer,
diikuti dengan erupsi sekunder pada kulit dan mikosa. Setelah itu
masuk kedalam periode laten tanpa manifestasi klinis, kemudian
diiukti dengan lesi pada kulit, tulang , saluran pencernaan ,
sistem syaraf pusat dan sistem kardiovasculer. Infeksi ini dapat
ditularkan kepada bayi didalam kandungan (sifilis kongenital)
Epidemiologi
- Sifilis tersebar di seluruh dunia
- Penyakit kelamin klasik yang dapat di kendalikan
- Di Amerika Serikat:
Sifilis dan Sifilis Kongenital meningkat sejak tahun 1986
1990 setelah tu menurun
Peningkatan terutama pada sosial ekonomi rendah dan anak
muda ( usia 20 -29 tahun)
Insiden sifilis tahun 1981 - 1998 meningkat 34% (menjadi 18,4
per 100.000 penduduk)
Insiden sifilis tahun 2003 2004 meningkat 8% (menjadi 2,7
per 100.000 penduduk)
Insiden sifilis tahun 2006 2007 meningkat 12% (menjadi 3,7
per 100.000 penduduk)
Data di Indonesia:
Prevalensi pada PSK : - 25,7 % (Jkt)
(Survei Tahun 2007) - 6,6 % (Smg)
Data beberapa rumah sakit : - Batam :12 %
- Jakarta : 8,3%
- Semarang : 7,4%
Penelitian di lapas/rutan : Prevalensi : 5,1 %
(Tahun 2010) : 8,5 %
HERPES GENITALIS
Herpes genitalis adalah infeksi genital yang disebabkan oleh
Herpes Simplex Virus (HSV) dengan gejala khas berupa
versikal yang berkelompok dengan dasar eritemia dan bersifat
rekurens.
HSV dibedakan menjadi 2 Tipe, yaitu HSV-1 dan HSV-2.
Secara serologik, biologik dan fisikokimia keduanya hampir
tidak dapat dibedakan.
HSV-2 merupakan tipe dominan ditularkan melalui hubungan
seksual genito-genital, sedangkan HSV-1 melalui aktivitas oro-
genital.
Epidemiologi
- Data di :
- RSUD dr. Soetomo : 64 Kasus dari 65 penderita IMS
( Prevalensi 9,8%)
- RSUD Sanglah Denpasar : 22 Kasus dari 126 penderita
IMS (17,4 %)
- Pravelansi pada survei : 21 % (Tahun 1988 1990)
NHANES 17 % (Tahun 1999 2004)
16,2 % (Tahun 2007 2008 )
KONDILOMA AKUMINATA
Kondiloma akuminata (KA) adalah infeksi menular seksual dengan
kelainan berupa fibroepitelioma pada kulit dan mukosa
Etiologi KA adalah Human Papilloma Virus (HPV) Tipe 6 dan 11.
HPV Tipe 6 dan 11 termasuk low risk
HPV Tipe 16 dan 18 termasuk high risk
Gambaran klinis KA : - Akuminata
- Papul
- Datar
- Giant Condyloma Accuminata ( Sangat
besar, invasif lokal, tidak bermetastasis)
Epidemiologi
-Di Amerika Serikat : lebih dari 1% dari 122 juta penduduk usia
15-49 tahun
-Di Swedia : 84 % KA terdiri dari tipe 6 dan 11
(metode PCR)
- Di Indonesia (2007-2011)
Denpasar : 41%
Medan : 37%
Semarang : 32 %
TERIMA KASIH