Anda di halaman 1dari 32

SISTEM REPRODUKSI

Indah Hersi Lestari (163110067/2C)


Irfan Rusdianto (163110072/2C)
Jodi Patria Widio (163110074/2C)
Kiki Mayka Sari (163110081/2C)
Miftahul Choiriah ( 163110104/2D)
Muhammad Iqbal (163110110/2D)
Novilia (163110120/2D)
Organ Reproduksi

Pria
Wanita
A.PRIA
Dibedakan menjadi organ kelamin luar dan
kelamin dalam.
Organ kelamin luar terdiri dari :
1. Penis
Organ kopulasi yaitu hubungan antara alat kelamin jantan
dan betina untuk memindahkan semen kedalam organ
reproduksi betina. Penis diselimuti oleh selaput tipis yang
nantinya akan dioperasi pada saat khitan/sunat.
2. Scrotum
Selaput pembungkus testis yang merupakan pelindung testis
serta mengatur suhu yang sesuai bagi spermatozoa.
Organ kelamin dalam terdiri dari :
1.Testis
Kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan akan
menghasilkan sel-sel sperma serta hormon testoteron.
Dalam testis banyak terdapat saluran halus yang
disebut tubulus seminiferus.

2.Epididimis
Saluran panjang yang berkelok yang keluar dari
testis.Berfungsi untuk menyimpan sperma sementara
dan mematangkan sperma.
3. Vas Deferens
Saluran yang panjang dan lurus yang mengarah keatas
dan berujung di kelenjar prostat. Berfungsi untuk
mengangkut sperma menuju vesikula seminalis.
Vertikula Seminalis
Tempat untuk menampung sperma sehingga
disebut dengan kantung semen, berjumlah sepasang.
Menghasilkan getah berwarna kekuningan yang kaya akan
nutrisi bagi sperma. Berfungsi untuk menetralkan suasana
asam dalam saluran reproduksi wanita.
Kelenjar Prostat
Kelenjar yang terbesar dan menghasilkan getah
putih yang bersifat asam.
Kelenjar Cowpers / Cowpery / Bulbourethra
Kelenjar yang menghasilkan getah berupa lendir
yang bersifat alkali. Berfungsi untuk menetralkan suasana
asam dalam saluran uretra.
B. Wanita
Dibedakan menjadi organ kelamin luar dan organ kelamin dalam :

Organ kelamin luar terdiri dari :


1. Vagina
Saluran yang menghubungkan organ uterus dengan tubuh
bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran
persalinan keluarnya bayi sehingga sering disebut dengan liang
peranakan. Didalam vagina ditemukan selaput dara.
2. Vulva
Suatu celah yang terdapat di bagian luar dan terbagi menjadi
dua bagian, yaitu :
Labium mayor
Sepasang bibir besar yang terletak di bagian luas dan
membatasi vulva.
Labium minor
Sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan
dibatasi vulva.
Organ kelamin dalam terdiri dari :
1. Ovarium
Organ pertama pada wanita. Berjumlah
sepasang dan terletak didalam rongga perut pada
daerah pinggang sebelah kiri dan kanan. Berfungsi
untuk menghasilkan sel ovum dan hormon wanita,
seperti :
Estrogen
Untuk mempertahankan sifat sekunder pada wanita, serta juga
membantu dalam proses pematangan sel ovum.
Progesteron
Berfungsi dalam memelihara masa kehamilan.
2. Fimbria
Serabut/silia lembut yang terdapat dibagian
pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran
oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang
telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium.
3. Fundibulus
Bagian ujung oviduct yang berbentuk corong
dan berdekatan dengan fimbria. Berfungsi
menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh
fimbria.
4. Tuba Fallopi
Saluran memanjang setelah infundibulus yang
bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel
ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada
dindingnya.
5. Oviduct
Saluran panjang kelanjutan dari tuba fallopi.
Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel
ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada
dindingnya.
6. Uterus
Organ yang berongga dan berotot. Berbentuk
seperti buah pir dengan bagian bawah yang
mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan
embrio. Tipe uterus pada manusia adalah simpleks
yaitu dengan satu ruangan yang hanya untuk satu
janin. Uterus mempunyai 3 lapisan dinding, yaitu :
Perimetrium adalah lapisan yang terluar yang berfungsi
sebagai pelindung uterus.
Miometrium adalah lapiran yang kaya akan sel otot dan
berfungsi untuk kontrasi dan relaksasi uterus dengan
melebar dan kembali ke bentuk semula aetiap bulannya.
Endometrium adalah lapisan terdalam yang kaya akan sel
darah merah. Bila tidak terjadi pembuahan, maka dinding
endometrium inilah yang akan meluruh bersamaan dengan
sel ovum matang.
7. Cervix
Bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit,
sehingga disebut juga leher rahim. Menghubungkan uterus
dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari
uterus menuju saluran vagina.

8. Cervix
Bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit,
sehingga disebut juga leher rahim. Menghubungkan uterus
dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari
uterus menuju saluran vagina.

9. Saluran Vagina
Saluran lanjutan dari cervix dan sampai pada vagina.

10. Klitoris
Benjolan kecil yang terletak di depan vulva.
GAMETOGENESIS
Merupakan pembentukan sel gamet, baik gamet
jantan/sel spermatozoa (spermatogenesis) dan juga
gamet betina / sel ovum.
1. Spermatogenesis
Proses pembentukan sel spermatozoa. Di bentuk
didalam tubula seminiferus. Dipengaruhi oleh
beberapa hormon, yaitu :
Hormon FSH (Follicle-Stimulating Hormone)
Berfungsi merangsang pembentukan sperma secara
langsung. Serta merangsang sel sertoli untuk menghasilkan
ABP (Adrogen Binding Protein) untuk memacu
spermatogenium untuk melakukan spermatogenesis.
Hormon LH (Luteinizing Hormone)
Berfungsi merangsang sel Leydig untuk
memperoleh sekresi testosteron (yaitu suatu
hormon sex yang penting untuk perkembangan
sperma). Berlangsung selama 74 hari sampai
terbentuknya sperma yang fungsional. Sperma ini
dapat dihasilkan sepanjang usia. Sehingga tidak
ada batasan waktu. Kecuali bila terjadi suatu
kelainan yang menghambat penghasilan sperma
pada pria.
2. Oogenesis
Proses pembentukan dan perkembangan sel
ovum. Proses oogenesis dipengaruhi oleh
beberapa hormon, yaitu :
Hormon FSH
Berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel
folikel sekitar sel ovum.
Hormon Estrogen
Berfungsi untuk merangsang hormon LH.
Hormon LH
Berfungsi untuk merangsang terjadinya ovulasi
(proses pematangan sel ovum).
Hormon Progesteron
Berfungsi untuk menghambat sekresi FSH dan LH.
Selama 28 hari sekali sel ovum dikeluarkan
oleh ovarium. Sel telur ini telah matang
(mengalami peristiwa ovulasi). Selam hidup
seorang wanita hanya dapat menghasilkan 400
sel ovum. Setelah masa manupause yaitu
berhentinya seorang wanita untuk menghasilkan
sel ovum yang matang. Karena sudah tidak bisa
menghasilkan hormon, berhentinya siklus
menstruasi sekitar usia 45-50 tahun.
Setelah ovulasi maka sel ovum akan
mengalami 2 kemungkinan, yaitu :
1. Tidak Terjadi Fertilisasi
2. Terjadi Fertilisasi
1. Tidak Terjadi Fertilisasi
Sel ovum mengalami menstruasi yaitu seluruhnya sel ovum
matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding
endometrium yang robek. Terjadi secara periodic / siklus.
Mempunyai kisaran waktu tiap siklus sekitar 28-35 hari setiap
bulannya.
Siklus menstruasi terdiri dari 4 fase yaitu :
a) Fase Menstruasi
Peristiwa luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi
bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Dapat
diakibatkan juga karena berhentinya sekresi hormone estrogen dan
progresteron sehingga kandungan hormon dalam darah menjadi
tidaka ada.
b) Fase Proliferasi/fase Folikuler
ditandai dengan menurunnya hormon progesteron sehingga
memacu kelenjar hipofisis untuk mensekresikan FSH dan
merangsang folikel dalam ovarium, serta dapat membuat hormone
estrogen diproduksi kembali. Sel folikel berkembang menjadi folikel
de Graaf yang masak dan menghasilkan hormone estrogern yang
merangsangnya keluarnya LH dari hipofisis. Estrogen dapat
menghambat sekersei FSH tetapi dapat memperbaiki dinding
endometrium yang robek.
c) Fase Ovulasi/fase Luteal
ditandai dengan sekresi LH yang memacu matangnya sel ovum
pada hari ke-14 sesudah mentruasi 1. Sel ovum yang matang akan
meninggalkan folikel dan folikel aka mengkerut dan berubah
menjadi corpus luteum. Corpus luteum berfungsi untuk
menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi untuk
mempertebal dinding endometrium yang kaya akan pembuluh
darah.

d) Fase pasca ovulasi/fase Sekresi


ditandai dengan Corpus luteum yang mengecil dan menghilang
dan berubah menjadi Corpus albicans yang berfungsi untuk
menghambat sekresi hormone estrogen dan progesteron sehingga
hipofisis aktif mensekresikan FSH dan LH. Dengan terhentinya
sekresi progesteron maka penebalan dinding endometrium akan
terhenti sehingga menyebabkan endometrium mengering dan
robek. Terjadilah fase pendarahan/menstruasi.
2. Terjadi Fertilisasi
Peleburan antara sel sperma dengansel ovum
yang telah matang dan menghasilkan zygote.
Zygote akan menempel/implantasi pada dinding
uterus dan tumbuh berkembang menjadi
embrio dan janin. Keadaan demikian disebut
dengan masa kehamilan/gestasi/nidasi. Janin
akan keluar dari uterus setelah berusia 9 bulan.
Peristiwa ini disebut dengan kelahiran.
Hormon yang berperan pada proses
kelahiran :
1. Progesteron dan estrogen merupakan hormon yang
berperanan dalam masa kehamilan 3-4 bulan pertama
masa kehamilan. Setelah itu fungsinya diambil alih
oleh plasenta. Sedangkan hormon progesterone
semakin sedikit karena fungsinya yang menghambat
kontraksi uterus.

2. Prolaktin merupakan hormon yang disekresikan oleh


plasenta dan berfungsi untuk memacu glandula
mamae untuk memproduksi air susu. Serta untuk
mengatur metabolisme tubuh ibu agar janin (fetus)
tetap mendapatkan nutrisi.
Hormon yang berperan pada proses
kelahiran :
3. HCG (hormone chorionic gonadotrophin)
merupakan hormone untuk mendeteksi
adanya kehamilan. Bekerja padahari ke-8
hingga minggu ke-8 pada masa kehamilan.
Hormon ini ditemukan pada urine wania
pada uji kehamilan.
4. Hormon oksitosin merupakan hormone yang
berperan dalam kontraksi uterus menjelang
persalinan.
Hormon yang berperan dalam
persalinan :
Relaksin merupakan hormon yang mempengaruhi
peregangan otot simfisis pubis.
Estrogen merupakan hormon yang mempengaruhi
hormon progesteron yang menghambat kontraksi
uterus.
Oksitosin merupakan hormon yang
mempengaruhi kontraksi dinding uterus.
kelainan
1. Donovanosis
Penyakit yang juga disebut granuloma
inguinale ini disebabkan oleh bakteri
Klebsiella granulomatis. Penyebaran penyakit
ini biasa terjadi melalui vagina atau seks anal
dan sangat jarang ditularkan melalui seks
oral. Kebanyakan penderita dari penyakit ini
adalah pria.
KELAINAN
2. AIDS
AIDS (Acquired Immuno Defisiency Syndrome) merupakan
suatau bentuk sindromata atau kumpulan gejala yang terjadi
akibat menurunan kekebalan tubuh serta drastis, dan virus
penyebabnya adalah HIV atau Humanus Immunodeficiency Virus.
Virus masuk ke dalam tubuh melalui perantara darah, semen,
sekref vagina, serta cairan-cairan tubuh yang lain. Sebagian besar
(75%) penularan terjadi melalui hubungan kelamin. Infeksi oleh
HIV memberikan gejala klinik yang tidak spesifik, mulai dari tanpa
gejala pada stadium awal sampai gejala-gejala yang berat pada
stadium yang lebih lanjut.
KELAINAN
3. Ulkus Mole
Disebabkan oleh bakteri Hemophilus ducreyi. Gejala-gejala
yang mungkin ditimbulkan antara lain. Luka lebih dari diameter 2
cm, cekung, pinggirnya tidak teratur, keluar nanah dan rasa
nyeri. Biasanya hanya pada salah satu sisi alat kelamin.
Sering (50%) disertai pembengkakan kelenjar getah bening
dilipat paha berwarna kemerahan (bubo) yang bila pecah akan
bernanah dan nyeri.
KELAINAN
4. Klamidia
Disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.
Infeksi ini biasanya kronis, karena sebanyak 70%
perempuan pada awalnya tidak merasakan gejala
apapun sehingga tidak memeriksakan diri.
Gejala yang ditimbulkan:
Cairan vagina encer berwarna putih kekuningan
Nyeri di rongga panggul
Perdarahan setelah hubungan seksual.
KELAINAN
5. Sifilis atau raja singa
penyakit seksual yang disebabkan oleh infeksi
bakteri Treponema pallidum. Gejala awal sifilis
adalah munculnya lesi atau luka pada alat
kelamin atau pada mulut. Luka ini mungkin tidak
terasa sakit, tapi sangat mudah untuk
menularkan infeksi.
KELAINAN
6. Skabies
Merupakan penyakit menular yang salah satu bentuk
penularannya adalah lewat kontak seks, selain kontak
secara langsung, misalnya pemakaian selimut, handuk dll.
Penyakit ini disebabkan oleh sejenis parasit yang disebut
Sarcopfes scabiei, dengan gejala klinik antara lain:
Gatal pada malam hari
Terdapat di sela jari, lipat siku, ketiak, daerah ujung kelamin
dll
Merupakan infeksi di lingkungan keluarga
KELAINAN
7. Herves Genital (HSV-2)
Penyakit Herpes atau dalam bahasa jawanya
disebut dompo disebabkan oleh sejenis virus
yang disebut Herpes Virus Simpleks tipe 2, yang
mempunyai ciri khas antara lain :
Terutama mengenai daerah genita
Berpotensi menjadi kanker.
Berkaitan dengan aktifitas seksual seseorang
KELAINAN
8. Kanker serviks
keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh
diseluruh lapisan epitel serviks. Penangannya
dilakukan dengan mengangkat uterus, oviduk,
ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan
kelenjar limfe panggul.

9. Infeksi Vagina
Gejala awal infeksi vagina berupa
keputihan dan timbul gatal-gatal infeksi vagina
menyerang wanita usia produktif.
Penyebabnya antara lain akibat hubungan
kelamin, terutama bila suami terkena infeksi,
jamur atau bakteri.