Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN PADA

SISTEM KARDIOVASKULER

BY SGD 1
PSIK B 2016
Anak R (14 tahun) dirawat di RS dengan alasan cepat capek yang
disertai dengan sesak napas. Anak R sudah dirawat sejak 10 hari yang
lalu. Sebelumnya pernah dirawat di Lampung dengan masalah yang
sama yang akhirnya dirujuk ke RSCM. Pada saat dilakukan pengkajian,
anak R tidak mengalami sesak, namun tidak dapat melakukan aktifitas
berat. Jika terlalu lama di kamar mandi anak R akan lelah. Hasil
pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital: TD: 100/60 mmHg,
nadi: 98X/menit, suhu: 36,6C. Akral hangat, konjungtiva tidak
anemis, tidak sianosis, bunyi jantung 1 dan 2 normal. Hasil
Pemeriksaan laboratorium Hb: 11 mg/dl, Ht: 35,2 %, Eritrosit: 4,35 x
106/ul, MCV : 80-9 fl, MCH: 35,5 pg, MCHC: 31,5 g/dl, Trombosit :
215.000/ul, Leukosit: 12.300/ul
Terapi:
Furosemid 2 X 30 mg
Captopril 2 X 7,5 mg
Prednison 4 X 4 tab
Digoxin 0,125 mg 1X1
PERTANYAAN :

1. Apakah pengkajian yang perlu dilakukan untuk


melengkapi data pada kasus diatas? Jelaskan hasil
temuan yang kemungkinan didapat saat pengkajian
2. Buatlah pathway pada kasus diatas
3. Buatlah rencana asuhan keperawatan pada kasus
diatas!
Pengkajian yang dilakukan untuk melengkapi
data kasus diatas yaitu:
I. IDENTITAS KLIEN
Anak R (14th)

II RIWAYAT KELUHAN SAAT INI

Biasanya klien pada umumnya mengeluh sesak nafas dan


merasa cepat lelah. Pada pasien PDA, biasanya akan diawali
dengan tanda-tanda respiratory distress, dispnea, tacipnea,
hipertropi ventrikel kiri, retraksi dada dan hiposekmia
Pada kasus : Anak R sudah dirawat sejak 10 hari yang lalu di
RS dengan alasan cepat capek yang disertai dengan sesak
napas. Pada saat dilakukan pengkajian, anak R tidak
mengalami sesak, namun tidak dapat melakukan aktifitas berat.
Jika terlalu lama di kamar mandi anak R akan lelah.
III RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU
A. Prenatal

Ibu menderita penyakit infeksi saat hamil , Ibu alkoholisme,Umur ibu lebih dari 40
tahun.
Ibu menderita penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang memerlukan insulin,
Riwayat kehamilan: riwayat kehamilan ganda, mola hidatidosa, hidramnion serta
riwayat kehamilan dengan pre eklamsia atau eklamsia sebelumnya, Riwayat
kesehatan ibu sebelumnya : penyakit ginjal, anemia, vaskuler esensial, hipertensi
kronik
Pada kasus data tidak ditemukan.

B. Perinatal dan postnatal

Penyakit kelainan jantung bawaan bisa di diagnosis sejak masa kehamilan yakni
memasuki usia kehamilan 16 hingga 20 minggu dengan pemeriksaan USG
kandungan. Penyakit jantung pada janin di dalam kandungan kebanyakan tidak
menimbulkan gejala yang signifikan. Oleh karena itu PJB seringkali tidak
terdiagnosa sampai bayi dilahirkan
Pada kasus data tidak ditemukan
C. Penyakit yang pernah diderita
Tanyakan apakah anak sudah terdeteksi PJB sebelumnya. Namun pada kasus data
tidak ditemukan.

D. Hospitalisasi/tindakan operasi
Tanyakan Ibu apakah pernah menajalani operasi. Jika pernah dilakukan operasi
tanyakan jenis dan waktu operasi. Namun pada kasus data tidak ditemukan.

E. Injury/kecelakaan
(Bayi/anak: termasuk kecelakaan lahir/persalinan, Bila pernah: jenis dan waktu,
siapa penolong kelahirannya). Namun pada kasus data tidak ditemukan.

F. Alergi
Tanyakan padaa Ibu ada alergi atau tidak (obat, makanan, lingkungan ) Namun
pada kasus data tidak ditemukan.

G. Imunisasi dan tes laboratorium


Apakah anak rutin dibawa ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi, imunisasi
apa saja yang sudah didapatkan oleh anak. Namun pada kasus data tidak
ditemukan.
IV. RIWAYAT PERTUMBUHAN

Biasanya anak cendrung mengalami keterlambatan pertumbuhan karena fatique


selama makan dan peningkatan kebutuhan kalori sebagai akibat dari kondisi
penyakit. Serta keterbatasan dalam aktivitas mempengaruhi perkembanganya.
Namun pada kasus data tidak ditemukan.

V. RIWAYAT SOSIAL
A. Yang mengasuh
B. Hubungan dengan anggota keluarga
Hubungan anak dengan anggota keluarga mekanisme koping anak/ keluarga,
C. Hubungan dengan teman sebaya
Pada penderita kelainan jantung kongenital akan lebih terbatas aktifitas
bermainnya dikarenakan kondisi tubuh yang tidak stabil serta mudah lelah
D. Pembawaan secara umum
Kemungkinan mengalami masalah perkembangan dikarenakan pengalaman
hospitalisasi sebelumnya yang berkembang menjadi stressor bagi anak
VI. RIWAYAT KELUARGA

A. Penyakit yang pernah diderita keluarga yang menunjukkan


penyakit PJB. Seperti penyakit hipertensi, DM dan penyakit
jantung.
B. Lingkungan rumah dan komunitas
C. Perilaku yang mempengaruhi kesehatan
D. Persepsi keluarga terhadap penyakit anak

Namun pada kasus data tidak ditemukan.


PENGKAJIAN POLA KESEHATAN KLIEN SAAT INI

Pola Aktivitas

Secara umum pasien dibatasi aktivitasnya karena terjadinya


penurunan curah jantung yang dapat memicu fatique yang
berkepanjangan.
Pada data ditemukan anak tidak dapat melakukan aktifitas
berat. Jika terlalu lama di kamar mandi anak R akan lelah.
PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum : lemah , Tingkat kesadaran: CM , TD: 100/60 mmHg, nadi:


98X/menit, suhu: 36,6C. Akral hangat, konjungtiva tidak anemis, tidak sianosis,
bunyi jantung 1 dan 2 normal.

-Kulit : Pucat, sianosis (membran mukosa, ekstremitas, dasar kuku),


diaforesis, suhu abnormal
-Mata : Bisa terjadi anemi, konjungtiva pucat
-Hidung : Pada umumnya tampak pernapasan cuping hidung
-Paru-paru : Nafas cepat, sesak nafas ,bunyi tambahan ( marchinery
murmur), adanyan otot bantu nafas saat inspirasi, retraksi.
Kekerapan infeksi saluran nafas berulang
- Jantung
Jantung membesar, hipertropi ventrikel kiri, peningkatan
tekanan darah sistolik
Inspeksi : asimetri dada
Palpasi : perabaan halus dengan ujung jari atau telapak
tangan teraba thrill, pulmonary tapping (detak pulmonal)

- Muskuloskeletal : Edema tungkai, bila sudah mencapai


syndrome eisenmenger maka akan tampak clubbing
finger. Muncul gejala kelelahan.

- Neurologi : Otot muka tegang, gelisah, menangis,


bahkan sampai mengalami penurunan kesadaran.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK PENUNJANG
INFORMASI LAIN (mencakup rangkuman kesehatan klien
dari Gizi, fisioterapis, terapi medis, dll)

-foto rontgen dada,


-elektrokardiografi
-pemeriksaan lab rutin.
-Pemeriksaan lanjutan mencakup
ekokardiografi dan kateterisasi jantung
PATWAY
INTERVENSI
Diagnosa Tujuan Dan Kriteria
No Intervensi (NIC)
Keperawatan Hasil (NOC)

1 Intoleransi aktivitas Outcome untuk Manajemen energi


berhubungan dengan 1. Kaji status fisiologis pasien
mengukur yang menyebabkan kelellahan
ketidakseimbangan sesuai dengan konteks usia,
penyelasaian
anatara suplay dan dan perkembangan
intoleransi aktivitas: 2. Anjurkan pasien
kebutuhan oksigen
a. Toleransi mengungkapkan perasaan
Batasan karakteristik secara verbal mengenai
a. Dispnea setelah
terhadap aktivitas keterbatasan yang dialami
beraktivitas b. Konservasi energi 3. Anjurkan tidur siang bila
diperlukan
b. Keletihan Kriteria hasil : 4. Lakukan ROM aktif pasif
untuk menghilangkan
ketegangan otot
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Dan Kriteria Hasil (NOC) Intervensi (NIC)

a. Berpartisipasi dalam aktivitas fisik 5. Monitor intake/asupan nutrisi

tanpa disertai peningkatan tekanan untuk mengetahui sumber


darah, nadi, RR energi yang adekuat\
b. Mampu melakukan aktivitas sehari- 6.Anjurkan aktivitas fisik (mis;
hari (ADL secara mandiri) ambulasi ADL) sesuai dengan
c. Tanda-tanda vital normal kemampuan (energi) pasien
d. Energi psikomotor 7. Monitor respon oksigen pasien
e. Level kelemahan (mis; tekanan nadi, tekanan
f. Mampu berpindah : dengan atau darah, respirasi) saat perawatan
tanpa bantuan alat maupun saat melakukan
g. Status kardiopulmonaris adekuat perawatan diri secara mandiri
h. Sirkulasi status baik 8. Evaluasi secara bertahap
kenaikan level aktivitas pasien
Tujuan Dan Kriteria
No Diagnosa Keperawatan Intervensi (NIC)
Hasil (NOC)

b. Perawatan jantung : rehabilitasi


1. Monitor toleransi pasien terhadap aktivitas
2. Pertahankan jadwal ambulasi , sesuai
toleransi pasien
3. Berikan dukungan harapan yang realistis
pada pasien dan keluarga
4. Instruksikan kepada pasien dan keluarga
mengenai modifikasi faktor risiko jantung
(mis; menghentikan kebiasaan merokok,
diet dan olahraga) sebagaimana mestinya
5. Instruksikan pasien dan keluarga untuk
membatasi mengangkat atau mendorong
barang (benda berat) dengan cara yang
tepat
6. Koordinasikan rujukan pasien