Anda di halaman 1dari 22

TELAAH JURNAL

FAKTOR RESIKO PERDARAHAN OPTIC DISC


PADA PENELITIAN PENGOBATAN
GLAUKOMA TEKANAN RENDAH (The Low-
Pressure Glaukoma Treatment Study)
Oleh : Arti Dewinta Putrie, S.Ked
Pembimbing : dr. Hj. Hasmeinah Bambang, Sp.M
PENDAHULUAN
Glaucoma merupakan sebuah neuropati optik
degeneratif yang dicirikan dengan hilangnya sel
ganglion retina dan aksonnya secara progresif
sehingga menyebabkan perubahan diskus optikus
yang khas dan hilangnya lapang pandang.
Peningkatan TIO faktor risiko penting mengetahui
onset dan progresi, banyak pasien yang memiliki TIO
dalam rentang normal.
PENDAHULUAN
Glaukoma tekanan rendah merupakan istilah yang
digunakan pada pasien dengan glaukoma sudut
terbuka primer yang TIO tanpa pengobatannya selalu
berada pada nilai 21 mmHg atau kurang menurut
tonometri aplanasi Goldmann
PENDAHULUAN

Hasil VF pada pasien glaukoma tekanan rendah


yang diobati dengan antagonis -adrenergik
The Low-Pressure topikal (timolol maleate 0,5%) atau agonis 2-
Glaucoma
Treatment Study adrenergik (brimonidine tartrate 0,2%).
TUJUAN
Untuk mengetahui faktor risiko okuler
dan sistemik deteksi perdarahan diskus
opticus pada pasien pengobatan
glaukoma tekanan rendah
DESAIN PENELITIAN
Kohort dari sebuah uji klinis multisenter prospektif,
tersamar ganda, acak
THE LOW PRESSURE GLAUCOMA TREATMENT
STUDY
Kriteria inklusi : TIO siang hari
21 mmHg yang tidak diobati,
Pasien diacak pengobatan
sudut iridokornea terbuka,
topikal timolol 0,5% atau
penurunan VF dan defek
brimonidine 0,2%. 2 kali sehari
glaukomatosa pada 1 atau
kedua mata dan 30 tahun

riwayat okuler dan sistemik, TD,


Dianalisis model hazard nadi, ketajaman visual dikoreksi,
proporsional Cox dan TIO, hasil pemeriksaan slit-lamp
evaluasi diskus optikus untuk rasio
analisis univariat dan cup-to-disc, karakteristik rim
multivariat (P < 0,25) neuroretina, dan keberadaan
perdarahan diskus.
HASIL
Sebanyak 253 mata dari 127 subjek (usia rata-rata
64,7 tahun; wanita 58%; keturunan Eropa 71%) yang
difollow up selama rata-rata 12 bulan diikutsertakan
dalam analisis.
Analisis univariat menunjukkan bahwa riwayat
migrain, tekanan darah sistolik rendah dan tekanan
perfusi okuler arteri rata-rata yang rendah
merupakan faktor risiko yang signifikan untuk
kejadian perdarahan diskus.
HASIL
Tabel 1. Analisis Univariat dari Faktor Risiko Okuler dan Sistemik dari Kejadian Perdarahan Diskus pada Pasien Glaukoma
Tekanan Rendah yang Diobati
Interval kepercayaan 90%
Variabel Rasio Hazard Minimum Maksimum Nilai P

Pengacakan pada brimonidin 0,2% 0,607 0,228 1,618 0,319


Usia (per tahun) 1,005 0,962 1,048 0,825
Hipertensi Arteri Sistemik 1,115 0,440 2,825 0,819
Diabetes mellitus 0,998 0,229 4,348 0,997
Riwayat migrain 4,371 1,431 13,333 0,01
Riwayat fenomena Raynaud 1,902 0,551 6,579 0,309
Penggunaan -blocker sistemik 1,351 0,391 4,673 0,634
Penyesuaian lensa (per diopter) 1,051 0,889 1,244 0,56
Ketebalan kornea pusat (per m) 1 0,988 1,014 0,897
Vertical cup-to-disc ratio (per 0,1 unit) 0,212 0,01 4,464 0,319

Lebar rim neuroretina yag menyempit pada baseline 2,046 0,794 5,291 0,138

Tekanan intraokuler follow up rata-rata (per mmHg) 0,906 0,728 1,127 0,374

Tekanan darah sistolik follow up rata-rata (per 1,041 1,001 1,081 0,043
mmHg)
Tekanan darah diastolik follow up rata-rata (per mmHg) 1,058 0,980 1,14 0,145

Denyut nadi follow up rata-rata (per denyut/menit) 0,99 0,936 1,047 0,729

Tekanan perfusi okuler follow up rata-rata(per 1,129 1,024 1,244 0,015


mmHg)
Nilai P yang signifikan secara statistik ditebalkan
HASIL
Dalam analisis multivariat, (model 1) ditemukan
bahwa riwayat migrain, lebar rim neuroretina yang
menyempit pada dasar, penggunaan -blocker
sistemik dan tekanan darah sistolik rata-rata rendah
selama follow up merupakan faktor risiko yang
signfikan dan independen dari kejadian perdarahan
diskus
HASIL
Tabel 2. Analisis Multivariat dari Faktor Risiko Okuler dan Sistemik pada Model 1 untuk Kejadian
Perdarahan Diskus pada Pasien Glaukoma Tekanan Rendah Yang Diobati
Interval kepercayaan 95%

Variabel Rasio Hazard Minimum Maksimum Nilai P

Pengacakan brimonidin 0,2% 0,298 0,08 1,115 0,072


Jenis kelamin (wanita) 1,48 0,415 5,263 0,546
Riwayat migrain 5,737 1,46 22,727 0.012
Riwayat fenomena Raynaud 3,476 0,837 14,493 0,086
Penggunaan -blocker sistemik 5,585 1,119 27,778 0,038
Lebar rim neuroretina yag menyempit pada 2,91 1,008 8,403 0,048
baseline
Tekanan intraokuler follow up rata-rata (per mmHg) 0,84 0,654 1,079 0,172

Tekanan darah sistolik follow up rata-rata (per 1,06 1,009 1,1122 0,02
mmHg)
Tekanan darah diastolik follow up rata-rata (per 1,054 0,967 1,151 0,228
mmHg)
Denyut nadi follow up rata-rata (per denyut/menit) 0,962 0,887 1,042 0,34

Nilai P yang signifikan secara statistik ditebalkan


HASIL
Pada model 2, ditemukan bahwa riwayat migrain,
lebar rim neuroretinal yang menyempit pada
baseline dan tekanan perfusi okuler arteri rata-rata
yang rendah selama follow up merupakan faktor
risiko yang relevan dan independen terhadap
episode perdarahan diskus pada glaukoma tekanan
rendah
Pengacakan pengobatan tidak berpengaruh dalam
penelitian ini
HASIL
Tabel 3. Analisis Multivariat dari Faktor Risiko Okuler dan Sistemik pada Model 2 untuk
Kejadian Perdarahan Diskus pada Pasien Glaukoma Tekanan Rendah Yang Diobati

Interval kepercayaan 95%

Rasio Minimum Maksimum Nilai P


Variabel
Hazard
Pengacakan brimonidin 0,2% 0,411 0,135 1,247 0,116
Jenis kelamin (wanita) 1,948 0,615 6,173 0,257
Riwayat migrain 4,716 1,263 17,544 0,021
Riwayat fenomena Raynaud 2,641 0,663 10,526 0,169
Penggunaan -blocker sistemik 4,302 0,943 19,608 0,06
Lebar rim neuroretina yag 2,881 1,038 8 0,042
menyempit pada baseline
Tekanan perfusi okuler follow up rata- 1,172 1,044 1,316 0,007
rata(per mmHg)
Nilai P yang signifikan secara statistik ditebalkan
DISKUSI

Mendukung teori yang


Riwayat migrain, menyebutkan adanya
tekanan darah sistolik kontribusi mekanisme
rendah, dan penggunaan lain atau sebagai
-blocker sistemik tambahan dari
merupakan parameter mekanisme TIO dalam
yang independen patogenesis perdarahan
terhadap TIO diskus pada glaukoma
tekanan rendah.
DISKUSI

(Jonas dan sejawat) Sejalan,


rim neuroretina perdarahan
diskus optikus yang keberadaannya
diskus lebih
lebih sempit meningkatkan
sering ditemui
parameter risiko deteksi
morfologis pada mata
perdarahan
berhubungan dengan rim
diskus hingga 3
dengan perdarahan yang lebih tipis
diskus kali lipat
DISKUSI

satu-satunya faktor risiko yang signifikan


pemeriksaan tekanan darah tidak dikumpulkan
Hipertensi selama follow up
sistemik tidak menyadari adanya efek penurunan tekanan
darah akibat pengobatan hipertensi

dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti


stroke dan penurunan tekanan perfusi okuler.
Pengobatan pengobatan hipertensi sistemik telah dilaporkan
hipertensi menjadi faktor risiko kejadian glaukome42 dan
progresi VF
DISKUSI
Riwayat migrain Silent cerebral infarct (SCI), yang
Episode vasospastik serebral merupakan jenis infark serebri
transien yang dapat dapat ditemukan pada pasien
menyebabkan gangguan dengan migrain dan glaukoma
mekanisme autoregulasi aliran tekanan rendah.
darah ke sistem saraf pusat.

Autoregulasi menjadi tidak Keadaan ini dapat menyebabkan


bermanfaat pada pasien dengan mikroinfark pada diskus optikus dan
neuropati optik glaukomatosa dan kejadian perdarahan diskus.
menghasilkan derajat iskemia saraf Penanda klinis dari autoregulasi
optik yang beragam. mikrovaskular yang terganggu.
DISKUSI
Dihipotesiskan bahwa -blocker tidak dapat
-blocker Sistemik memberikan perlindungan cukup bagi jaringan diskus
optikus terhadap kejadian iskemia dan dapat
menyebabkan perdarahan diskus.

Pengobatan berlebihan hipertensi sistemik


meningkatkan risiko iskemia koroner dan mortalitas,
dan dapat berbahaya bagi diskus optikus dengan
menurunkan tekanan perfusi okuler arteri rata-rata.

Penggunaan -blocker sistemik menjadi salah satu


penyebab penurunan efikasi timolol 0,5% topikal
dalam menurunkan TIO, sehingga dapat menyebabkan
perdarahan diskus.
Secara statistik tidak signifikan, terdapat kejadian
perdarahan diskus yang lebih banyak pada mata yang
mendapatkan timolol dibandingkan dengan yang
mendapatkan brominidine.
Penelitian tidak cukup kuat untuk mendeteksi
perbedaan frekuensi perdarahan diskus.
KESIMPULAN
Riwayat migrain, lebar rim neuroretina yang lebih
sempit pada baseline, tekanan darah sistolik rendah
atau tekanan perfusi okuler arteri rata-rata rendah
dan penggunaan -blocker sistemik merupakan
faktor risiko dari kejadian perdarahan diskus pada
pasien glaukoma tekanan rendah yang diobati.
KESIMPULAN
Temuan yang menunjukkan bahwa variabel yang
tidak berhubungan dengan TIO memiliki hubungan
dengan kejadian perdarahan diskus menunjukkan
peran faktor tidak terkait TIO pada patogenesis
perdarahan diskus pada glaukoma tekanan rendah.
TERIMAKASIH