Anda di halaman 1dari 13

Disusun oleh :

Dita Adelina

Elfera Herniansyah

Hasrul Muslih

Ninda Eriksa

Pramudya Nuraji

Uthia Herayuna N

AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KOTA TEGAL


2013/2014
KATARAK
Pengertian
Katarak adalah opasitas lensa kristalina yang
normalnya jernih. Biasanya terjadi akibat proses
penuaan tapi dapat timbul pada saat kelahiran (
katarak congenital ). Dapat juga berhubungan
karena trauma mata tajam maupun tumpul,
penggunaan kortikosteroid jangka panjang,
penyakit sistemis, seperti diabetes miletus atau
hipopara tiroidisme, pemajanan radiasi,
pemajanan sinar matahari ( ultraviolet ) yang
lama, atau kelainan mata lain seperti uveitis
anterior.
Patofisiologi
Lensa yang normal adalah struktur posterior iris yang
jernih, transparan, berbentuk seperti kancing baju;
mempunyai kekuatan refraksi yang besar. Lensa
mengandung tiga komponen anatomis. Pada zona
sentral terdapat nucleus, di perifer ada kortek, dan
yang mengelilingi keduanya adalah kapsul anterior
dan posterior. Dengan bertambahnya usia, nucleus
mengalami perubahan warna menjadi coklat
kekuningan. Di sekitar opesitas terdapat densitas
seperti duri di anterior dan posterior nucleus.
Opasitas pada kapsul posterior merupakan bentuk
katarak yang paling bermakna nampak seperti kristal
salju pada jendela
Perubahan fisik dan kimia dalam lensa
mengakibatkan hilangnya transparansi. Perubahan
pada serabut halus multiple (zunula) yang
memanjang dari badan silier ke sekitar daerah di luar
lensa misalnya dapat menyebabkan penglihatan
mengalami distorsi. Perubahan kimia dalam protein
lensa dapat menyebabkan koagulasi, sehingga
mengabutkan pandangan dengan menghambat
jalannya cahaya ke retina. Salah satu teori
menyebutkan terputusnya protein lensa normal
terjadi disertai influks air ke dalam lensa. Proses ini
mematahkan serabut lensa yang tegang dan
mengganggu transmisi sinar. Teori lain mengatakan
bahwa suatu enzim mempunyai peran dalam
melindungi lensa dari degenerasi. Jumlah enzim akan
menurun dengan bertambahnya usia dan tidak ada pada
kebanyakan pasien yang menderita katarak.
Katarak biasanya terjadi bilateral namun mempunyai
kecepatan yang berbeda. Dapat disebabkan oleh kejadian
trauma maupun sistemis, seperti diabetes, namun
sebenarnya mempunyai konsekwensi dari proses penuaan
yang normal. Kebanyakan katarak berkembang secara
kronik dan matang ketika seseorang memasuki dekade
ketuju. Katarak dapat bersifat congenital dan harus
diidentifikasi awal, karena bila tidak terdiagnosa dapat
menyebabkan ambliopia dan kehilangan penglihatan
permanent. Faktor yang paling sering berperan dalam
terjadinya katarak meliputi radiasi sinar ultraviolet B,
obat-obatan, alcohol, merokok, diabetes, dan asupan
vitamin antitoksin yang kurang dala jangka waktu yang
lama.
Menurut Allen katarak dibagi dalam dua
kelompok :
Development Catarak
Pembentukan lensa fiber terganggu selama
pertumbuhan ( congenital katarak dan juvenile
katarak).
Degenarativ Catarak
Lensa fiber sudah terbentuk tetapi karena suatu
sebab sehingga terjadi degenerasi dan lensa
menjadi keruh ( katarak senile ).

Stadium insipien
Kekaburan dimulai pada bagian perifer lensa, lambat laun
mengarah pada bagian inti lensa mata sehingga menyerupai
terali besi ( roda sepeda ). Pada keadaan ini biasanya katarak
stasioner.
Stadium intumesen ( imatur )
Terjadi perubahan pada lensa, dimana lensa menjadi bengkak
dan menarik cairan dari jaringan sekitar. Kelainan yang nampak
pada keadaan ini adalah myopia, astigmatisme, bayangan iris
pada lensa terlihat.
Stadium maturesen ( matur )
Kekaburan lensa lebih padat dan lebih mudah dipisahkan dari
kapsulnya, ini merupakan stadium yang tepat untuk dilakukan
operasi.
Stadium hipermatur
Biasanya akan ditemukan beberapa perubahan, katarak menjadi
lembek, mencair atau menjadi seperti susu.
Visus menurun, berlangsung lambat sampai cepat
tergantung proses kekeruhannya
Pada katarak tipe nucleus, penglihatan menjadi lebih
terang pada waktu senja dibanding pada waktu siang hari
Pada katarak tipe kortek, sebaliknya
Terlihat bintik-bintik hitam pada suatu lapang pandang
pada posisi tertentu ( pada stadium insipien )
Diplopia atau poliplopia ( pengaruh pembiasan yang
ireguler dari lensa mata )
Myopia, sebagai proses pembentukan katarak dimana
lensa mengabsorpsi air sekitar lensa sehingga lensa
menjadi cembung.

Tanggal Masuk Rumah Sakit : 14 Desember 20113


Tanggal Pengkajian : 14 15 Desember 2013
Ruang : Cemara
No. Rekam Mesdis : 14.67.34
Diagnose Medis : Katarak Sinistra

A. BIODATA
1. Identitas Klien
Nama : Ny. R
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 57 Tahun
Status : Janda
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Suku Bangsa : Jawa,Indonesia
Pekerjaan : _
Alamat : klampok
Identitas Penanggungjawab
Nama : Tn. K
Jenis Kelamin : Laki Laki
Umur : 36 Tahun
Pekerjaan : Wiraswata
Hub. Dengan Klien : Anak klien
Alamat : Klampok
1. keluhan utama

- klien mengatakan pandangan kabur pada mata kiri kurang


lebih 1 tahun yang lalu.

2. riwayat kesehatan sekarang


- klien mengatakan pandangan kabur pada mata kiri kurang
lebih
sudah 1 tahun yang lalu. Jarak 1 meter sudah tidak jelas
pandangannya,kadang-kadang terasa pegal.

3. riwayat kesehatan masa lalu


- klien mengatakan pernah sakit asma 5 tahun yang lalu dan
dirawat di rsud brebes , klien mengatakan punya alergi terhadap
debu,klien tidak mempunyai kebiasaan merokok ataupun minum
kopi
1. Pemeriksaan Umum
a. Kesadaran Umum : Baik
Kesadaran : Compos Mentis ( E : 4 ,
V : 5 , M : 6 GCS : 15 )
b. Tanda Tanda Vital
TD : 130/90 mmHg
N : 98 x/mnt
S : 36,3 Derajat Celsius
RR: 24 x/mnt
C. BB ( Berat Badan )
- Sebelum Sakit : 45 Kg
- Selama Sakit : 43 Kg
d. Tinggi Badan : 152 cm
- inf. RL 20 tpm
- injeksi :
- cefotaxim 3 x 250 gr
P.O : - ciproflokaxin 2 x 1 tab
- ibuprofen 2 x 200 mg
- obat tetes mata = medriatil 3 x
1 tetes