Anda di halaman 1dari 82

PSAK 16

ASET TETAP

1
Agenda

1 Pengakuan

2 Penilaian

3 Depresiasi

4 Pengapusan

5 Pengungkapan

2
Pengaturan Aset Tetap dalam PSAK

Biaya Penurunan
Nilai Aset
Pinjaman
PSAK PSAK
26 48

Aset Tetap
PSAK
PSAK
16
Terkait Aset tetap PSAK
58
PSAK
13 & 19 Aset Tidak Lancar Dimiliki
PSAK untuk Dijual dan Operasi
ISAK 25
30 yang Dihentikan
Sewa ISAK
Transaksi 8 & 16 Investasi Properti
Mengandung Sewa Aset tak berwujud
Konsesi Jasa Hak atas Tanah
3
Ruang Lingkup

Pernyataan ini tidak diterapkan untuk:


a. Aset tetap yang diklasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual sesuai dengan
PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang
Dihentikan;.
b. Aset biologis yang terkait dengan aktivitas agrikultural selain tanaman
produktif (lihat PSAK 69: Agrikultur). Pernyataan ini diterapkan untuk
tanaman produktif namun tidak diterapkan untuk produk dari tanaman
produktif;.
c. Pengakuan dan pengukuran aset eksplorasi dan evaluasi (lihat PSAK 64:
Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya
Mineral);.
d. Hak penambangan dan cadangan mineral seperti minyak, gas alam, dan
sumber daya serupa yang tidak dapat diperbarui.
Akan tetapi, Pernyataan ini berlaku untuk aset tetap yang digunakan untuk
mengembangkan atau memelihara aset yang dideskripsikan dalam huruf (b)
(d).

4
Pengertian Aset Tetap

Definisi Aset tetap adalah aset berwujud yang: (par 6)


1. Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan
barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk
tujuan administratif; dan
2. Diharapkan digunakan selama lebih dari satu periode.

Ciri
Used in operations and not
for resale.
Long-term in nature and
Tidak berlaku untuk
usually depreciated.
Hak penambangan
Possess physical substance. Reservasi tambang
Tanaman produktif (bearer plants) termasuk ruang lingkup aset tetap
5
PSAK 16 Revisi 2015

Tanaman produktif (bearer plants) adalah


tanaman hidup yang:

digunakan dalam produksi atau penyediaan produk


agrikultur;
diharapkan untuk menghasilkan produk untuk
jangka waktu lebih dari satu periode; dan
memiliki kemungkinan yang sangat jarang untuk
dijual sebagai produk agrikultur, kecuali untuk
penjualan sisa yang insidental (incidental scrap).

6
PSAK 16 Revisi 2015

Tanaman produktif dicatat dengan cara yang sama


dengan aset tetap yang dikonstruksi sendiri sebelum
berada dalam lokasi dan kondisi yang diperlukan untuk
siap digunakan sesuai dengan intensi manajemen.

Acuan untuk konstruksi dalam Pernyataan ini


dipahami untuk mencakup aktivitas yang diperlukan
untuk membudidayakan tanaman produktif sebelum
berada di lokasi dan kondisi yang diperlukan untuk
siap digunakan sesuai dengan intensi manajemen.

7
PSAK 16 Revisi 2015

Perubahan paragraf 03, 06, dan 37 dan menambahkan paragraf 22A dan 81L81M.

Entitas menerapkan paragraf tersebut untuk periode tahun buku yang dimulai pada
atau setelah tanggal 1 Januari 2017 secara retrospektif, sesuai dengan PSAK 25 kecuali
seperti yang dijelaskan dalam paragraf 81M.
Penerapan dini diperkenankan. menerapkan sebelum tanggal 1 Januari 2017, maka
entitas mengungkapkan fakta tersebut.

Pada penerapan pertama, entitas tidak diharuskan untuk mengungkapkan informasi


kuantitatif yang disyaratkan oleh PSAK 25 (paragraf 28(f)). Namun, entitas menyajikan
informasi kuantitatif yang disyaratkan setiap periode yang disajikan sebelumnya.

Entitas dapat memilih untuk mengukur aset tanaman produktif pada nilai wajarnya pada
periode penyajian terawal dalam laporan keuangan untuk periode pelaporan dimana
entitas pertama kali menerapkan Amandemen PSAK 16 dan menggunakan nilai wajar
tersebut sebagai biaya perolehan (deemed cost) pada tanggal tersebut.
Selisih antara jumlah tercatat sebelumnya dan nilai wajar diakui dalam saldo laba awal
pada periode penyajian terawal.

8
Pengakuan Aset Tetap

Biaya perolehan aset tetap harus diakui sebagai aset


jika dan hanya jika : (par 7)
a) Besar kemungkinan manfaat ekonomis di
masa depan berkenaan dengan aset tersebut
akan mengalir ke entitas; dan
b) Biaya perolehan aset dapat diukur secara
andal.

Kriteria pengakuan berlaku pada saat pengakuan


awal dan untuk biaya setelah perolehan awal.

9
Pengakuan Aset Tetap

Suku cadang utama dan peralatan siap pakai termasuk


aset tetap jika
digunakan lebih dari satu periode
hanya digunakan untuk aset tertentu
komponen yang diganti tidak diakui lagi.

Contoh: Entitas membeli suatu komponen suku cadang dari


suatu mesin. Suku cadang tersebut spesifik dan harganya
material dibandingkan dengan nilai aset tersebut. Jangka
waktu pemakaian suku cadang tersebut lebih satu tahun.
Suku cadang dikategorikan sebagai aset pada saat pembelian,
dengan syarat komponen yang akan diganti dihapuskan dari
pembukuan.

10
Pengakuan Aset Tetap - materialitas

Unit ukuran dalam pengakuan sesuai kondisi entitas.


Kriteria agregasi atau invidual.
Mempengaruhi nilai aset
Mempengaruhi biaya depresiasi atau biaya operasi Laba
(potensi earning management)

Materialitas digunakan sebagai tambahan kriteria untuk menentukan, apakah


pengeluaran akan dicatat sebagai aset tetap
Pengeluaran yang memenuhi kriteria aset tetap namun tidak material dari sisi
jumlah seringkali tidak dikapitalisasi dan dicatat sebagai beban pada periode
berjalan.
Suatu aset secara individu tidak material, namun pembelian dalam jumlah banyak
material sehingga dikapitalisasi

11
Pengakuan Aset Tetap - materialitas

Agregasi
Entitas membeli satu buah kursi seharga ?
Rp1.000.000
Entitas membeli 100 buah kursi dengan harga ?
satuan Rp1.000.000 total Rp100.000.000
Materialitas
Entitas membeli mesin hitung elektrik seharga Rp ?
1.500.000
Entitas membeli dinding seharga Rp1.250.000 ?

12
Pertimbangan - Materialitas

Pertimbangan penentuan batas suatu pengeluaran dikapitalisasi


sebagai aset tetap:
Ukuran entitas
Relevansi informasi bagi pengguna
Biaya dan manfaat, biaya untuk menyelenggarakan pencatatan
aset tetap dan manfaat dari informasi yang dihasilkan dari
pencatatan aset tetap tersebut.
Konsekuensi ekonomis
Semakin tinggi batas materialitas pengeluaran akan cenderung
dicatat sebagai beban
laba akan kecil
administrasi pencatatan aset lebih mudah
Entitas dapat menetapkan 1 jt, 5 jt, 10jt, 25jt, 50jt
Jika tidak dicatat sebagai aset biasanya tidak diinventarisasi
sehingga aset tidak dipelihara.

13
Pengukuran Awal

Suatu aset tetap yang memenuhi kualifikasi diakui sebagai


aset tetap pada awalnya harus diukur sebesar biaya
perolehan. (par 15)

Biaya Perolehan

Biaya yang dapat


diatribusikan secara
langsung
Biaya pembongkaran dan
pemindahan aset tetap dan
restorasi lokasi aset

14
Biaya Perolehan awal

Seluruh biaya terkait aset yang memiliki


manfaat di masa mendatang.
Aset lain yang berfungsi agar suatu aset dapat
memiliki manfaat di masa mendatang.
Alat yang dipasang agar pabrik dapat
berjalan sesuai dengan ketentuan
pengolahan limbah industri.

15
Biaya Setelah Perolehan Awal

Biaya pemeliharaan dan perbaikan diakui beban di laporan


laba rugi komprehensif periode berjalan
Perawatan
Suku cadang kecil
Penggantian aset akan menambah aset jika:
Memenuhi kriteria aset (memiliki masa manfaat lebih dari satu
periode dan diukur dengan andal)
Komponen yang diganti tidak lagi dicatat sebagai aset
Inspeksi yang signifikan dapat diakui sebagai aset jika:
Memenuhi kriteria aset
Nilai inspeksi terdahulu (dibedakan dari fisik) dihentikan
pencatatanya

16
16
Komponen biaya Perolehan

a) Harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak
dapat dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan lain;
b) Biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa
aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai
dengan keinginan dan maksud manajemen
c) Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan
restorasi lokasi aset. Kewajiban atas biaya tersebut timbul
ketika aset tersebut diperoleh, atau
karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentu untuk
tujuan selain untuk menghasilkan persediaan.

17
Biaya Diatribusikan Langsung

a) Biaya imbalan kerja yang timbul dari pembangunan atau


akuisisi aset tetap.
b) Biaya penyiapan lahan untuk pabrik;
c) Biaya handling dan penyerahan awal;
d) Biaya perakitan dan instalasi
e) Biaya pengujian aset apakah aset berfungsi dengan baik
(setelah dikurangi hasil penjualan produk tersebut)
f) Komisi profesional

18
Bukan Komponen Biaya Perolehan

a) Biaya pembukaan fasilitas baru


b) Biaya pengenalan produk baru
c) Biaya penyelenggaraan bisnis di lokasi baru termasuk
biaya pelatihan staf
d) Administrasi dan overhead umum
e) Biaya saat alat belum beroperasi penuh
f) Kerugian awal operasi
g) Biaya relokasi dan reorganisasi operasi entitas.
h) Hasil dari aset sebelum dimanfaatkan (hasil parkir dari
lahan yang belum digunakan).
i) Laba internal jika aset tersebut merupakan persediaan
perusahaan.

19
Ilustrasi Biaya Perolehan
Contoh

Entitas membeli peralatan tambang, diimport dari


luar neger. Harga peralatan 200.000 USD.
Cost insurance and freight sebesar 10.000 USD.
Peralatan tersebut dikenakan bea masuk dan bea
masuk tambahan sebesar 15% dari nilai CIF.
PPN 10%, PPnBM 10% dan PPh 22 sebesar 2,5%.
Kurs spot atas atas pembelian peralatan tersebut
sebesar 11.000 dan kurs KMK yang berlaku pada saat
transaksi sebesar 11.100.

20
Ilustrasi Biaya Perolehan
Contoh

Nilai peralatan : 200.000 + 10.000 = 210.000 USD


210.000 x 11.000 = 2.310.000.000 pencatatan perusahaan
Bea masuk 210.000 x 15% x 11.100 = 349.650.000
Total CIF + bea masuk (kurs pajak) = 210.000 x 115% x 11.100 = 2.680.650.000
PPN = 10% x 2.680.650.000 = 268.065.000
PPnBM = 20% x 2.680.650.000 = 536.130.000
PPh 22 = 2,5% x 2.680.650.000 = 67.016.250
Nilai peralatan 2.310.000.000 + 349.650.000 + 536.130.000 = 3.195.780.000

Peralatan 2.310.000.000 3.195.780.000


Utang Dagang 2.310.000.000
Peralatan (bea masuk) 349.650.000
Peralatan (PPnBM) 536.130.000
Kas 885.780.000
PPN Masukan 268.065.000
Pajak dby dmk PPh22 67.016.250
Kas 604.800.000

21
Ilustrasi Biaya Perolehan

Contoh

Berikut ini biaya yang dikeluarkan PT. Kelana dalam rangka


perolehan mesin baru untuk produk barunya:
1. 20 milyar untuk pembelian mesin
2. 1.300 juta biaya tenaga kerja untuk memodifikasi dan
instalasi mesin sesuai layout pabrik.
Diskusikan
3. 200 juta untuk penyiapan lokasi pabrik
mana yang
4. 300 juta untuk pengiriman mesin merupakan
5. 1.000 juta PPN dan 1.500 juta bea masuk. biaya
6. Biaya promosi produk baru 700 juta perolehan??
7. Biaya pengetesan awal 250 juta
8. Biaya grand opening 350 juta
9. Biaya tenaga enginering yang melakukan pengetesan dan
instalasi 150 juta
10. Biaya administrasi yang dimasukkan dalam biaya overhead
120 juta

22
Pengukuran Awal
Example

Biaya dari pembukaan pabrik tersebut sebesar


20.000+1.300+200+300+1.500+250+250+150 =
23.700 milyar
Biaya yang tidak berhubungan langsung dengan
perolehan dan pemasangan mesin pabrik tersebut
tidak boleh diakui.
1. Biaya grand opening 350 juta
2. Biaya promosi produk baru 800 juta
3. Biaya administrasi yang dimasukkan dalam biaya overhead
120 juta

23
Dismantling Cost
Contoh

Perusahaan menyewa sebuah bangunan selama 8 tahun untuk dijadikan kantor senilai
2.000juta. Perusahaan mengeluarkan biaya untuk modifikasi interior ruangan sebesar
1.000juta.
Menurut perjanjian bangunan tersebut harus kembali dalam keadaan kosong di akhir
masa sewa. Estimasi biaya pembongkaran interior tersebut 100 juta. Harga perolehan
peralatan interior perolehan interior adalah 1.000 juta ditambah estimasi biaya
pembongkaran. 100 juta : (1 + 6%)8 = 62.741jt) asumsi tingkat suku bunga 6%

Biaya partisi diakui dalam neraca dengan jurnal berikut:


DrAset Tetap 1.062,741 jt
Cr Kas 1.000 jt
Kewajiban diestimasi 62,741jt

Jurnal penyesuaian kewajiban tahun 1


Dr Beban bunga 3,764 jt
Cr Kewajiban diestimasi 3,764jt

24
Diskusi - Pengukuran Awal
Example
Entitas membeli peralatan dengan harga 2,4 milyar. Biaya instalasi
dan pemasangan 200 juta. Biaya komisi / perantara sebesar 600
juta, biaya pengadaan dan perjalanan dinas terkait pengadaan
peralatan tersebut 400 juta?
Biaya lain-lain tersebut apakah dapat dikategorikan sebagai biaya
perolehan aset ?

Berdasarkan konsep perolehan semua biaya yang terkait dengan


pengadaan dapat ditambahkan dalam penilaian aset.
Namun jika nilai biaya ini material, akan membuat nilai tercatat
aset tidak mencerminkan manfaat yang akan diperoleh di masa
mendatang.
Aset dapat dicatat mengalami penurunan nilai pada periode
berikutnya

25
Diskusi - Pengukuran Awal
Example

Bagaimana pencatatan nilai aset dan biaya-biaya lain terkait


dengan aset tersebut?
Apakah perlu dipisahkan atau dicatat menjadi satu?
Praktik yang sering dilakukan, semua biaya tersebut dicatat
menjadi satu sebagai nilai aset.
Dokumen transaksi yang menjelaskan secara rinci komponen
biaya perolehan.
Tanggal pengeluaran biaya seringkali berbeda-beda, dapat terjadi
sebelum atau sesudah aset utama diperoleh.
Untuk sebelum aset utama diperoleh jika dapat diidentifikasi berhubungan
langsung dengan aset dapat diakui sebagai beban tangguhan sebelum dicatat
sebagai aset.
Untuk beban setelah aset utama diakui sebagai penambah nilai aset tetap
ditentukan titik pengakuan saat aset mulai digunakan.

26
Diskusi - Pengukuran Awal
Example

Apakah pencatatan aset dilakukan secara global sebagai satu


kesatuan atau pencatatan harus dilakukan untuk masing-masing
komponen.
Pertimbangan pencatatan sebagai aset terpisah
Manfaat dan biaya dari pencatatan aset secara terpisah
Aset dapat diidentifikasi secara terpisah
Entitas dapat secara ekonomis memisahkan biaya aset per komponen.
Masing-masing komponen aset memiliki masa manfaat yang berbeda
contoh rangka pesawat dan asesoris dalam pesawat; bangunan dan lift;
tanah dan bangunan.
Perolehan aset dilakukan secara terpisah sehingga dapat diidentifikasi
dengan mudah.

27
Perolehan Bangunan

Semua biaya terkait dengan akuisisi atau konstruksi :

Material, tenaga kerja, overhead selama proses


konstruksi , biaya bunga jika membangun sendiri

Harga beli bangunan dan pengurusan hak


perolehan bangunan.

Fee profesional

Ijin pendirian bangunan

28
Perolehan Tanah

Semua biaya terkait dengan akuisisi dan penyiapan


tanah sesuai dengan tujuan penggunaan :
(1) Harga Beli
(2) Biaya pengurusan hak tanah (sertifikat,
pajak/BPHTB, biaya notaris, dll.
(3) Biaya untuk perataan tanah, penghancuran
bangunan yang tidak diperlukan.

29
PSAK 13
Tanah dan Bangunan Investasi Properti
Properti Investasi menurut PSAK 13 adalah:
properti (tanah atau bangunanatau bagian dari
bangunanatau keduanya) yang dikuasai (oleh pemilik
atau lessee melalui sewa pembiayaan) untuk
menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai, atau
kedua-duanya, dan tidak untuk:
1. Digunakan dalam produksi atau penyediaan barang
atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau
2. Dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Sebagian aset digunakan sebagian yang
lain disewakan prorata

30
Perolehan Peralatan

Peralatan dapat meliputi mesin, kendaraan, peralatan


kantor, peralatan pabrik, peralatan tambang, mesin
dan peralatan lain.
Biaya perolehan meliputi
(1) Harga beli,
(2) Pajak atau Bea yang tidak dapat dikreditkan
(3) Biaya transportasi
(4) Biaya asuransi selama pengiriman barang
(5) Biaya instalasi dan biaya penyiapan tempat untuk
melakukan instalasi
(6) Biaya untuk pengetesan peralatan

31
Aset Dibangun Sendiri

Biaya yang dikeluarkan sampai aset tersebut siap


digunakan:
Material dan tenaga kerja
Overhead biaya variabel dan porsi dari fixed
overhead yang terkait langsung dengan pembangunan
aset.
Biaya bunga selama proses pembangunan

32
Bunga selama Proses Konstruksi

Alternatif pembebanan biaya bungan yang muncul


selama proses konstruksi

Rp 0 Menambah Nilai Aset Rp ?

Biaya bunga Kapitalisasi


Kapitalisasi biaya
tidak semua biaya
bunga aktual
dikapitalisasi bunga
selama konstruksi
selama
(dengan modifikasi)
konstruksi

IFRS/PSAK
33
Bunga Pinjaman (PSAK 26)

PSAK 26 (IFRS 23) mengkapitalisasi biaya bunga aktual (dengan modifikasi)


SAK ETAP dan IFRS SME, bunga pinjaman tidak dikapitalisasi
Konsisten dengan prinsip harga perolehan
Dalam kapitalisasi ada tiga pertimbangan
Qualifying assets
Periode kapitalisasi
Jumlah yang dikapitalisasi

Qualifying Assets / Aset kualifikasi


Memerlukan periode yang cukup lama untuk membangun atau
menyiapkan aset tujuan penggunaannya:
Ada dua jenis aset : aset yang dibangun sendiri maupun aset yang akan
dijual / disewakan.

34
Pengukuran Biaya Perolehan
Diskon Diskon harus dikurangkan dari harga
perolehan aset aset dicatat setelah diskon
Pembayaran ditangguhkan Aset yang dibeli dengan
pembayaran ditangguhkan dinilai setara nilai tunainya.
Perbedan nilai tunai dengan pembayaran diakui sebagai
beban bunga.
Pertukaran aset menggunakan nilai wajar kecuali
tidak ada substansi ekonomi atau tidak ada nilai wajar
yang andal.
Pembelian dengan lumpsum dialokasikan nilai total
biaya perolehan ke masing-masing aset dengan dasar
nilai wajar aset. (jika asetnya diklasikan atau memiliki
masa manfaat berbeda).

35
Pengukuran Biaya Perolehan

Penerbitan saham menggunakan dasar nilai


wajar dari saham sebagai indikator nilai wajar aset,
jika nilai saham dapat diandalkan.
Mana yang lebih andal antara nilai wajar saham atau aset.
Jika keduanya andal maka nilai wajar aset yang
diserahkan digunakan untuk mengukur aset yang diterima.

Hibah pemerintah tidak boleh diakui sampai


diperoleh keyakinan bahwa entitas memenuhi
persyaratan dan hibah akan diperoleh.

36
Pertukaran Aset

Biaya perolehan aset tetap dari suatu pertukaran diukur sebesar


nilai wajar
kecuali:
Tidak memiliki substansi komersial, atau Substansi Komersial

Nilai wajar aset yang diterima dan


diserahkan tidak dapat diukur secara Nilai wajar
andal Aset dipertukarkan

Biaya perolehannya diukur dengan jumlah tercatat dari


aset yang diserahkan.

37
Ilustrasi Pembayaran Tangguhan

PT. Kencana membeli kendaraan melalui angsuran. Uang muka yang


dibayarkan sebesar 500 juta dan angsuran selama 5 tahun yang dibayarkan
200juta per tahun.
Tingkat bunga yang berlaku 12%
Nilai tunai mesin tersebut adalah PVA i=12%, n=5. Nilai tunai angsuran =
720,95
Nilai mesin 730,95+500 = 1.230,95
Jurnal perolehan
Kendaraan 1.230,95
Kas 500
Utang 720,95
Pembayaran angsuran 1
Utang 113,49
Beban bunga 86,51
Kas 200

38
Pengeluaran setelah Perolehan Aset

Pengeluaran yang dilakukan untuk mengakuisisi aset tetap baru atau


menambah aset tetap baru belanja modal = capital expenditure.
Pengeluaran akan dicatat menambah nilai aset jika sesuai dengan
definisi aset tetap yaitu memiliki manfaat ekonomi di masa depan
dan nilainya dapat diukur dengan andal

Pengeluaran untuk memperbaiki atau memelihara aset


tetap yang tidak memberikan manfaat di masa
mendatang disebut belanja pendapatan = revenue
expenditure.
Pengeluaran akan diklasifikasikan sebagai beban
pemerliharaan

39
Pengukuran setelah Pengakuan Awal

Entitas harus memilih antara:

Sebagai kebijakan akuntansinya,


Cost Model dan
Menerapkan kebijakan tersebut
terhadap seluruh aset tetap dalam
kelompok yang sama.
Revaluation Model Tanah, tanah dan bangungan,
mesin, kapal, pesawat,
perabotan, peralatan kantor

40
Pengukuran setelah Pengakuan Awal

Cost Model Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat


sebesar :
Biaya perolehan dikurangi
Akumulasi penyusutan dan Akumulasi rugi
penurunan nilai aset

Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat


Revaluation Model
sebesar :
Jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada
tanggal revaluasi, dikurangi
Akumulasi penyusutan dan Akumulasi rugi
penurunan nilai aset
yang terjadi setelah tanggal revaluasi.

41
Nilai Wajar Ketentuan PSAK lama

Nilai wajar adalah jumlah yang dipakai untuk


mempertukarkan suatu aset antara pihak-
pihak yang berkeinginan dan memiliki
pengetahuan memadai dalam suatu
transaksi dengan wajar.

Bukan nilai yang akan diterima atau dibayarkan


entitas dalam suatu transaksi yang dipaksakan,
likuidasi yang dipaksakan, atau penjualan akibat
kesulitan keuangan.

42
Definisi Nilai Wajar PSAK 68

harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau


harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas
dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran.

...the price that would be received to sell an asset or transfer


a liability in an orderly transaction between market
participants at the measurement date.
IFRS 13 par 9

43
Hirarki Fair Value PSAK 68 44

Apakah ada harga kuotasian


Yes dalam pasar aktif untuk aset
No
atau liabilitas yang identik
(Level 1)

Gunakan nilai wajar Apakah ada input selain


pengukuran dengan Level 1 harga kuotasioan yang
dapat diobservasi*
Harus digunakan tanpa
penyesuaian No
Yes

Gunakan input selain Gunakan input yang


* Maksimumkan input yang dapat
diobservasi, termasuk informasi pasar Harga kuotasian yang bukan berdasarkan
dan informasi publik lainnya
Input yang tidak dapat diobservasi
dapat diobservasi baik harga pasar yang
diantaranya data entitas (anggaran, secara langsung atau tidak dapat diobservasi.
proyeksi), harus disesuaikan jika langsung, pengukuan Level 3
pelaku pasar menggunakan asumsi
berbeda Level 2
44
44
Frekuensi Penilaian

Frekuensi revaluasi tergantung perubahan


nilai wajar dari suatu asset tetap.
Jika nilai wajar dari asset yang direvaluasi berbeda secara
material dari jumlah tercatatnya, maka revaluasi lanjutan perlu
dilakukan.
Beberapa asset tetap mengalami perubahan nilai wajar secara
signifikan dan fluktuatif, sehingga perlu direvaluasi secara
tahunan.
Revaluasi tahunan tidak perlu, apabila perubahan nilai wajar
tidak signifikan, asset dapat direvaluasi setiap tiga atau lima
tahun sekali.

45
Revaluation Model

Revaluation Model Revaluasi harus dilakukan secara


reguler Untuk memastikan jumlah
tercatat tidak berbeda secara
material dengan nilai wajar pada
tanggal neraca.

Akumulasi penyusutan pada tanggal


revaluasi diperlakukan dengan metode:
proporsional, atau eliminasi.

46
Akumulasi Penyusutan Revalution Model

Revaluation Model Akumulasi penyusutan pada tanggal


revaluasi diperlakukan dengan
metode:
proporsional
Nilai akumulasi depresiasi dan harga
perolehan dinaikkan secara
proporsional sehingga nilai bersih
aset sama dengan nilai revaluasi.
eliminasi.
Nilai akumulasi depresiai ditutup
mengurangi nilai aset. Kemudian aset
dinaikkan menjadi nilai revaluasi

47
Akumulasi Penyusutan Revalution Model

Revaluation Model Ketika entitas menggunakan model revaluasi,


jumlah tercatat aset disajikan kembali pada
jumlah revaluasiannya, sehingga jumlah tercatat
aset bruto dan akumulasi penyusutan
diperlakukan pada salah satu cara berikut:
a. Jumlah tercatat bruto disajikan kembali secara
konsisten dengan revaluasi jumlah tercatat
tersebut dan akumulasi penyusutannya di
sesuaikan untuk menyamakan perbedaan
antara jumlah tercatat bruto dengan jumlah
tercatat setelah memperhitungkan akumulasi
rugi penurunan nilai; Proporsional
b. Akumulasi penyusutan dieliminasi terhadap
jumlah tercatat bruto aset Eliminasi

48
Revaluation Model
Example

Metode Proporsional Peralatan senilai 100.000.000 diperoleh tanggal 1


Januari 2012 dengan masa manfaat ekonomis 5
tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2012
nilai wajar aset adalah 90.000.000.

1/1/2012 Aset tetap 100.000.000


Kas 100.000.000
31/12/2012 Beban Penyusutan 20.000.000
Akumulasi Penyusutan 20.000.000

31/12/ 2012 Aset Tetap 12.500.000


Akumulasi Penyusutan 2.500.000*
Surplus Revaluasi 10.000.000

*(90.000.000 - 80.000.000) / 80.000.000) x 20.000.000 = 2.500.000

49
Revaluation Model
Example

Metode Eliminasi Peralatan senilai 100.000.000 diperoleh tanggal 1


Januari 2012 dengan masa manfaat ekonomis 5
tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2012
nilai wajar aset adalah 90.000.000.
1/1/2012 Aset tetap 100.000.000
Kas 100.000.000
31/12/2012 Beban Penyusutan 20.000.000
Akumulasi Penyusutan 20.000.000

31/12/ 2012 Akumulasi Penyusutan 20.000.000


Aset Tetap 20.000.000
Aset Tetap 10.000,000
Surplus Revaluasi - OCI 10.000.000
31/12/2013 Beban penyusutan 22.500.000
Akumulasi penyusutan 22.500.000
Surplus revaluasi OCI 2.500.000
Saldo Laba 2.500.000

50
Revaluation Model
Example

Metode Eliminasi Pada 1 Januari 2014 aset direvaluasi kembali


dengan nilai 63.000.000. Buat jurnal pada 1 Jan
2014 dan 31 Desember 2014

1/1/ 2014 Akumulasi Penyusutan 22.500.000


Aset Tetap 22.500.000
Surplus Revaluasi - OCI 4.500.000
Aset Tetap 4.500.000
31/12/2014 Beban penyusutan 21.000.000
Akumulasi penyusutan 21.000.000
Surplus revaluasi OCI 1.000.000
Saldo Laba 1.000.000
1 januari 2015 Asset dijual dengan harga 50.000.000, Tunai
1/1/2015 Kas 50.000.000
Akumulasi Penyusutan 21.000.000
Asset Tetap 63.000.000
Keuntungan penjualan aset tetap 8.000.0000
Surplus Revaluasi 2.000.000
Saldo Laba 2.000.000

51
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Revaluation Model
Jika suatu aset tetap direvaluasi, maka
seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama harus Entire class
direvaluasi
Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi,
kenaikan tersebut langsung dikreditkan ke ekuitas pada
To Equity
bagian surplus revaluasi.
directly
Dikredit ke saldo laba jika sebelumnya ada penurunan
akibat revaluasi terdahulu / impairment.
Jika jumlah tercatat aset menurun akibat revaluasi,
penurunan tersebut diakui dalam laporn laba rugi.
Negative to
Didebit ke surplus revaluasi (ekuitas) sejumlah saldo P/L
kredit surplus revaluasi (jika ada) sebelum debit ke saldo
laba.

52
Revaluation Model
Revaluation Model

Surplus revaluasi di ekuitas dapat dipindahkan langsung ke sado laba pada


saat aset tersebut dihentikan penggunaannya.
Namun, pemindahan ke saldo laba dapat dilakukan seiring dengan
penggunaan aset oleh entitas. (partially realized) saat penyusutan
Dipindahkan sebesar perbedaan penyusutan dengan revaluasian dan
penyusutan dengan biaya perolehan (atau nilai surplus revaluasi dibagi
sisa manfaat ekonomis)
Dr Surplus Revaluasi - OCI
Cr Saldo Laba
Pemindahan surplus revaluasi tidak dilakukan melalui Laporan Laba
Rugi.
Jika Entitas mengubah kebijakan akutnansi dari model biaya ke
model Revaluasi dalam pengukuran asset tetap, maka perubahan
tersebut berlaku secara prospektif

53
Revaluation Model
Example

Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan akumulasi


penyusutan Rp 3.300.000 dilakukan revaluasi dan menghasilkan
nilai Rp 3.900.000.

Dr - Akumulasi Penyusutan 3.300.000


Cr Aset Tetap 3.300.000

Dr Aset Tetap 1.200.000


Cr Surplus Revaluasi 1.200.000

54
Revaluation Model
Example

Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan akumulasi


penyusutan Rp 3.300.000 dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp
3.900.000. Sebelumnya pernah direvaluasi dengan penurunan Rp
400.000.

Dr - Akumulasi Penyusutan 3.300.000


Cr Aset Tetap 3.300.000
Dr Aset Tetap 1.200.000
Cr Keuntungan Revaluasi 400.000
Cr - Surplus Revaluasi - OCI 800.000

55
Revaluation Model
Example

Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan akumulasi


penyusutan Rp3.300.000 dilakukan revaluasi dan menghasilkan
nilai Rp 2.000.000.

Dr - Akumulasi Penyusutan 3.300.000


Cr Aset Tetap 3.300.000

Dr Rugi Revaluasi 700.000


Cr Aset Tetap 700.000.

56
Revaluation Model
Example

Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan akumulasi


penyusutan Rp 3.300.000 dilakukan revaluasi dan menghasilkan
nilai Rp 2.000.000. Sebelumnya pernah direvaluasi dengan
surplus Rp 400.000.

Dr - Akumulasi Penyusutan 3.300.000


Cr Aset Tetap 3.300.000

Dr Rugi Revaluasi 300.000


Dr Surplus Revaluasi 400.000
Cr Aset Tetap 700.000
57
Revaluation Model
Contoh

Revaluation Model
1.1.2010
PT. Kenanga membeli Dr Aset tetap 50,000
mesin dengan harga 50.000 Cr Kas 50,000
pada 1 Jan 2010 dan 31.12.2010
menggunakan metode
revaluasi Dr Beban Penyusutan 10,000
Cr Akumulasi Penyusutan 10,000
Mesin tersebut disusutkan
dengan metode garis lurus Dr Akumulasi Penyusutan 10,000
5thn.
Cr Aset tetap 2,000
Pada 31 Desember 2010
Cr Surplus Revaluasi 8,000
direvaluasi sebesar 48.000
Buat jurnal untuk tahun 31.12.2011
2010 dan 2011. Dr Beban Penyusutan ($48K/4) 12,000
Cr Akumulasi Penyusutan 12,000
Dr Surplus Revaluasi 2,000
Cr Saldo Laba 2,000

58
Penyusutan

Cost Model
Penyusutan
Revaluation Model

Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat


disusutkan (depreciable amount) dari suatu aset selama umur
manfaatnya (useful life).

59
Sifat Penyusutan

Depresiasi fisik terjadi dari


Semua aset tetap kecuali pengausan atau perusakan
tanah kehilangan kapasitasnya saat digunakan atau karena
saat digunakan. cuaca.
Kehilangan kapasitas produksi
ini diakui sebagai Beban
Depresiasi.
Depresiasi alokasi biaya Depresasi fungsional terjadi
perolehan saat aset tetap tidak lagi
dapat digunakan pada tingkat
yang diharapkan.

60
Sifat Penyusutan

Faktor yang Mempengaruhi


Beban Depresiasi

Biaya Perolehan - Nilai Sisa = Biaya didepresiasi

Masa Manfaat

Beban Depresiasi
Periodik

61
Penyusutan
Penyusutan
Setiap bagian aset tetap yang
memiliki biaya perolehan cukup
signifikan terhadap total biaya
perolehan seluruh aset harus
disusutkan secara terpisah.
Contoh : rangka dan mesin
pesawat
Beban penyusutan untuk setiap
periode harus diakui dalam
laporan laba rugi kecuali jika
beban tersebut dimasukkan dalam
jumlah tercatat aset lain.

62
Penyusutan
Penyusutan aset dimulai pada saat aset Penyusutan
tersebut siap digunakan
Pada saat aset berada di lokasi dan
kondisi yang diinginkan agar aset siap Implikasinya,
digunakan sesuai dengan keinginan dan penyusutan tidak
maksud manajemen. dihentikan sekalipun
Penyusutan aset dihentikan lebih awal aset:
ketika: tidak digunakan
atau
Diklasifikasikan sebagai aset dimiliki
dihentikan
untuk dijual; dan
penggunaannya
Aset dihentikan pengakuannya.
Tanah dan bangunan diperlakukan
sebagai aset terpisah walaupun
diperoleh sekaligus.
63
Penyusutan

Nilai residu dan umur manfaat suatu aset


harus di-review minimum setiap akhir
tahun buku
Jika hasil review berbeda dengan estimasi
sebelumnya maka perbedaan tersebut harus
diperlakukan sebagai perubahan estimasi
akuntansi.

64
Penyusutan

Paragraf 60 PSAK 16 menyatakan bahwa metode penyusutan


harus mencerminkan pola pemakaian manfaat ekonomik masa
depan aset
Paragraf 62 PSAK 16 menyatakan mengenai berbagai metode
penyusutan yang dapat digunakan untuk mengalokasikan jumlah
tersusutkan dari aset secara sitematis selama umur manfaatnya,
diantaranya:
Garis lurus;
Metode saldo menurun; dan
Metode unit produksi.
Metode penyusutan yang didasarkan pada pendapatan yang
dihasilkan oleh aktivitas yang meliputi penggunaan suatu aset
adalah tidak tepat

65
Penyusutan

Umur Manfaat

Seluruh faktor berikut diperhitungkan dalam menentukan umur


manfaat suatu asset:
a) Perkiraan daya pakai;
b) Perkiraan tingkat keausan fisik;
c) Keusangan teknis atau keusangan komersial.
Dimana pengurangan yang diperkirakan terjadi di masa yang akan datang
atas harga jual suatu produk yang diproduksi menggunakan suatu aset
merupakan suatu indikasinya. (2015)
d) Pembatasan hukum atau yang serupa.

66
Penyusutan

Metode penyusutan yang Metode Penyusutan


digunakan:
Harus mencerminkan ekspektasi pola
konsumsi manfaat ekonomis masa
depan atas aset oleh entitas.
Harus di-review minimum setiap
akhir tahun buku, dan
Perubahan metode diperlakukan
sebagai perubahan estimasi.

67
Penyusutan

Metode Penyusutan

Menghasilkan pembebanan yang tetap sepanjang


Garis Lurus
umur manfaat selagi nilai residu tidak berubah

Menghasilkan pembebanan yang menurun


Saldo Menurun
sepanjang umur manfaat

Menghasilkan pembebanan berdasarkan


Jumlah Unit
penggunaan

68
Penyusutan

Sebagian besar perusahaan


di USA menggunakan
metode garis lurus / Lainnya
straight line Unit Produksi
8% 5%
4%
Saldo Menurun

83%
Garis Lurus
Sumber: Accounting Trends & Techniques, edisi 56, American Institute of
Certified Public Accountants, New York, 2002.

69
Penurunan Nilai PSAK 48

PSAK 48 tentang Penurunan Nilai Aset, yang membahas:


1. Bagaimana entitas melakukan review atas nilai tercatat aset,
2. Bagaimana menentukan recoverable amount suatu aset, dan
3. Kapan mengakui atau membalik rugi penurunan nilai.
Penurunan nilai terjadi jika nilai tercatat aset lebih tinggi dibandingkan nilai
terpulihkan (recoverable amount)
Recoverable amount adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya
penjualan dengan nilai kini penggunaan aset.
Penurunan nilai diakui di laporan laba rugi
Revew penurunan nilai dilakukan setiap pelaporan. Pertama dilakukan
review apakah terjadi indikasi penurunan nilai, jika tidak ada maka aset tidak
perlu dihitung nilai dapat diperoleh kembali. Jika terdapat indikasi penurunan
nilai entitas baru melakukan perhitungan nilai dapat diperoleh kembali.
Penurunan dapat dibalikkan sebesar yang telah terjadi

70
Pengakuan Rugi Penurunan Nilai

nilai terpulihkan aset < dari nilai tercatatnya


PSAK 48
nilai tecatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai Par 59-60-61
terpulihkan.
Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai

Rugi penurunan nilai segera diakui dalam laporan laba rugi,


Kecuali aset disajikan pada jumlah direvaluasi sesuai dengan standar lain
(Contoh PSAK 16: Aset Tetap)

71
Pengakuan Rugi Penurunan Nilai

Setiap rugi penurunan nilai aset tetap revalusian


(PSAK 16) diperlakukan sebagai penurunan
revaluasi.

diakui dalam pendapatan komprehensif lain,


sepanjang kerugian penurunan nilai tidak
melebihi jumlah surplus revaluasi untuk aset
yang sama

rugi penurunan nilai atas aset revaluasian


mengurangi surplus revaluasi untuk aset
tersebut

72
Ilustrasi Penurunan Nilai 1
Contoh: Misalkan PT Anggrek melakukan uji penurunan nilai terhadap peralatan yang
dimilikinya. Nilai tercatat dari peralatan sebesar Rp 400 juta, nilai wajar dikurangi
biaya untuk menjual Rp360 juta dan nilai pakainyaRp 410 juta.

Rp 400 juta Rp 410 juta

Tidak ada
penurunan nilai

Rp 360 juta Rp 410 juta

73
Ilustrasi Penurunan Nilai 2
Contoh: Misalkan infromasi PT Mawar yang tersedia sama kecuali nilai
pakai dari peralatan sebesar Rp 350 juta.
Dr. Kerugian Penurunan Nilai Rp 40 juta
Rp40 juta Rugi Penurunan Nilai
Cr. Akulumasi Depresiasi Peralatan Rp 40 juta

Illustration 11-15
Rp 400 juta Rp 360 juta

Rp 360 juta Rp 350 juta

74
Penghentian Pengakuan

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan


pengakuannya pada saat:
a) dilepaskan; atau
b) Tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang
diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset tetap harus dimasukkan dalam
laporan laba rugi pada saat aset tersebut
dihentikan pengakuannya (kecuali transaksi jual-
sewa balik).
Laba tidak boleh diklasifikasikan sebagai
pendapatan.

75
Penghentian Pengakuan

Penghentin pengakuan pada saat penggantian sebagian aset tetap


Entitas mengakui biaya perolehan dari penggantian dalam jumlah tercatat
aset,
Kemudian menghentikan pengakuan jumlah tercatat bagian yang
digantikan tanpa memperhatikan bagian yang digantikan telah disusutkan
secara terpisah. Jika tidak praktis, biaya perolehan penggantian = biaya
perolehan yang digantikan .
Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan suatu aset
tetap harus ditentukan sebesar perbedaan antara :
Jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dan
Jumlah tercatat dari aset.

76
Penghentian Pengakuan

Penghentian pengakuan aset dapat dilakukan dengan beberapa


cara :
1. dibuang,
2. dijual, atau
3. ditukar tambah dengan aset serupa.
Jurnal yang diperlukan tergantung pelepasan dan kondisi,
namun secara umum terdiri dari:
Akun aset dikredit untuk mengeluarkan aset dari pembukuan
Akun Akumulasi Penyusutan terkait harus didebit untuk mengeluarkan
saldonya dari buku besar.
Tambahkan aset yang diterima dari proses penghentian jika ada
Selisih akan diperhitungkan dalam keuntungan atau kerugian

77
Ilustrasi Penjualan Aset

Penjualan Aset
PT. Kelud memilik mesin yang dibeli 1 Juli 2X07 dengan harga 20.000.000.
Depresiasi sebesar 2.400.000 per tahun, jurnal depresiasi dilakukan setiap
akhir tahun. Pada 1 September 2X11 mesin dijual dengan harga 10.000.000.
Buatlah jurnal untuk mencatat penjualan tersebut.
Mencatat depresiasi 3 bulan
Beban depresiasi 1.600.000
Akumulasi depresiasi 1.600.000
Jurnal penjualan
Akumulasi depresiasi 10.000.000
Kas 10.500.000
Mesin 20.000.000
Akumulasi depresiasi 5.000.000
Nilai akumulasi depresiasi 1 September 2X11
4.167 tahun x 2.400.000 = 10.000.000

78
PSAK 58 - Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual dan operasi
dihentikan

Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual dan operasi dihentikan


Kriteria :
aset (atau kelompok lepasan) harus berada dalam keadaan yang dapat
dijual dengan segera
penjualan tersebut dapat dikatakan sangat mungkin terjadi, manajemen
pada hirarki yang memadai harus mempunyai komitmen terhadap
rencana penjualan aset.
Diukur pada nilai yang lebih rendah antara jumlah
tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk
menjual, dan penyusutan atas aset tersebut dihentikan
Aset Yang Dimiliki Untuk Dijual disajikan sebagai aset lancar
dan terpisah dari pos lainnya.

79
Pengungkapan

Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan jumlah


tercatat bruto
Metode penyusutan yang digunakan
Masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan
Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan awal dan akhir
periode.
Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode
Keberadaan dan jumlah restriksi atas hak milik karena
penjaminan utang
Jumlah pengeluaran yang diakui dalam pembangunan
Jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan
Jumlah kompensasi pihak ketiga untuk aset yang mengalami
penurunan nilai, hilang / dihentikan.
Pemilihan metode akuntansi
Perubahan estimasi

80
Pengungkapan Revaluasi

Tanggal efektif revaluasian


Apakah melibatkan penilai independen, bila ada
Untuk setiap kelas aset yang direvaluasi: jumlah
tercatat aset seandainya aset dicatat dengan
menggunakan model biaya
Surplus revaluasi yang mengindikasikan perubahan
selama periode dan setiap pembatasan distribusi
kepada pemegang saham

81
Akuntan

Profesi untuk
Mengabdi padamu
TERIMA KASIH Negeri
Dwi Martani
081318227080
martani@ui.ac.id atau dwimartani@yahoo.com
http://staff.blog.ui.ac.id/martani/

82