Anda di halaman 1dari 43

Definisi

Tenosynovitis adalah
peradangan pada daerah
tendon dan selubungnya
(tendon sheath) yang
mengakibatkan
pembengkakan dan nyeri.
Tenosynovitis
Terbagi atas :
Infeksi
1. Flelxor tenosynovitis ( supuratif)
Non infeksi
1. Trigger Finger
2. Dequervain tenosinovitis
Flexor Tenosynovitis
Peradangan pada daerah
flexor tendon yang biasa
diakibatkan oleh
staphylococcus aureus,
streptococcus dan biasa
juga disebabkan oleh
peradangan kronis dari
diabetes, arthritis.
Lets look in more details on,
Etiologi
1. Infeksi
Non gonorrhea mis. Staphylococcus aureus dan
streptococcu etc. ( penetrasing trauma)
Neisseria gonorrhea ( Hematogen )

2. Non infeksi
Faktor resiko
Diabetes mellitus
Renal failure
Peripheral vascular
disease
> 45 years old
Polymicrobialinfection
Epidemiologi
Hingga saat ini belum ditemukan
adanya korelasi yang nyata antara
insiden flexor tenosynovitis.
64 95 % rheumatoid athritis
mengalami tenosynovitis dan 1/3
diabetes melitus.
Mortalitas tidak berhubungan
dengan kondisi penyakit ini.
Beberapa morbiditas yang
dilaporkan mungkin terjadi pada
pasien dengan riwayat nyeri
progresif di mana berhubungan
dengan aktivitas yang memerlukan
penggunaan tangan yang terkena
Patofisiologi

Close infeksi : staphylococcus


Gejala klinis
Tanda klinis
4 tanda dari kanavel, yaitu:
1. Jari dalam posisi sedikit
fleksi
2. Bengkak fusiform
3. Nyeri tekan sepanjang
flexor tendon sheath.
4. Nyeri pada saat dilakukan
pasif fleksi jari
Stadium
Status Infeksi Karateristik
Grade 1 . Peningkatan cairan pada
sheat tendonberupa cairanexudate

Grade II Cairan purulen, granulomatus


synovium dan tendon masih intak

Grade III Tendon nekrosis, pulley nekrosis


atau nekrosis dari tendon sheath.
Pemeriksaan Penunjang
Kultur pus dan sensitivitas
Pemeriksaan darah lengkap
USG
MRI
Biospy untuk micobakterim
USG

Tampak gambaran tendon yang


mengalami efusi atau abses ( hyperchoid )
MRI

Tampak tenosynovitis flexor


Penatalaksanaan

Non Bedah
Pada pasien yang datang dengan keadaan yang sangat
dini, pemberian antibiotik secara intraavena memberikan
hasil yang baik. Antibiotik yang diberikan antara lain:
1. Cefazolin 1-2 gram IV setia 6 atau 8 jam
2. Clindarnisis 600-900 mg IV tiap 8 jam
3. Ampicilin Surbaktam 1,5-3 gram IV tiap 8jam
Penatalaksanaan
Analgesik
Splinting posisi
Elevasi segera setelah infeksi
terkontrol
Rehabilitasi dengan digital range of
motion exercise segera setelah infeksi
terkontrol.
Safe position splinting
Penatalaksanaan
Bedah
Insisi dan drainase
Catheter irrigation
Debridment / tenosynovectomy
Amputasi
Penatalaksanaan (Michon)
Status Infeksi Karateristik Terapi

Grade1 Peningkatan ca1ran Irigasi dengan catheter


pada
.
sheat terutama exsudat
serosa
Grade II Cairan purulen, Minimal invasive
drainage
granulomatus
+/- indwelling kateter
synovium.
irigation.
Grade III Tendon nekrosis, pulley Ekstensif open
debridement
nekrosis atau nekrosis
dengan kemungkinan
dari tendon sheath.
amputasi.
Komplikasi
1. Berkurangnnya kemampuan untuk
melakukan pergerakan ( renge of
motion ) akibat adhesi
2. Necrosis soft tissue akibat dari ruptut
tendon flexor
definisi
Tendinitis Achilles adalah inflamasi tendo Achilles
akibat penekanan yang berulang-ulang pada daerah
belakang tumit
anatomy
etiologi
1. repetitive stress; juga seperti pada olahraga yang terlampau berat dan lama
2. Sepatu yang terlampau ketat
3. Bursitis sub-Achilles yang bersama-sama artritis rematoid atau inflamasi
noseptik
Ada dua tipe Achilles tendinitis berdasarkan lokasi
imflamasinya
- Non insersional Achilles
tendinitis
- Insersional Achilles tendinitis
Noninsersional Achilles
tendinitis
Terjadi pada daerah tengah dari tendon achilles
Lebih sering terjadi pada kelompok usia lebih muda dan
aktif
Noninsersional Achilles
tendinitis

Serat bagian tengah dari tendon telah mulai putus dengan robekan-
robekan kecil (degenerasi) membengkak dan menebal
Insersional Achilles Tendinitis
Insersional achilles tendinitis terjadi pada bagian bawah
dari tumit (daerah insersi dari tendo achilles)
Terdapat pembentukan bone spurs dan kalsifikasi dari
serat tendon
Dapat terjadi pada siapa
saja dan kapan saja,
walaupun orang tersebut
tidak aktif
Insersional Achilles Tendinitis

Terdapat pembentukan bone spurs dan kalsifikasi dari serat tendon


Diagnosis
Anamnesis
1. Nyeri disertai pembengkakan tendo Achilles di dekat insersinya pada
kalkaneus.
2. Nyeri bertambah bila pergelangan kaki dalam posisi dorsofleksi pasif
3. Dapat pula terjadi ketegangan pada tendo Achilles
Bengkak dan kemerahan pada daerah Bengkak dan kemerahan pada daerah pertengahan
insersi (insertional achilles tendinitis) tendon (noninsertional achilles tendinitis)

Nyeri bertambah bila pergelangan kaki dalam


posisi dorsofleksi pasif
Diagnosis
Pemeriksaan Fisis
Pembengkakan sepanjang tendon achilles atau dibelakang
tumit
Penebalan dari tendon achilles
Keterbatasan Range of Motion khususnya flexi
Diagnosis
Pemeriksaan penunjang

Terlihat penimbunan kalsifikasi pada


derah insersi tendo (insertional achilles
tendinitis)
Terapi
Nonoperatif
Pada fase akut pergerakan dibatasi
Pemakaian sepatu tumit tinggi
Fisoterapi dengan pemanasan dan ultrasound

Medikasi
Pemberian obat-obat analgetik dan anti-inflamasi
Injeksi lokal hidrokortison

Fisioterapi
Claf strecht
Heel drop exercise
Immobilisasi dan melindungi Extracorporeal shockwave therapy
daerah tendo (ESWT)
Fisioterapi
Calf stretch
Fisioterapi
Heel Drop Exercise
Terapi
Operatif
1. Reseksi gastrocnemius
2. Dbridement and repair (jika kerusakan tendon
<50%)
3. Dbridement with tendon transfer (jika kerusakan
tendon >50%)
Reseksi gastrocnemius
Dbridement and tendon repair
Dbridement and
tendon transfer
Terima kasih