Anda di halaman 1dari 109

PEMBAHASAN THT

UKMPPD B-3 2017

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


1. Serumen Props
Keyword :
a. Otoskopi Serumen (+)
b. Telinga terasa penuh & pendengaran
berkurang

Jawaban : C. Seruminolitik

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


1. Serumen Props
Serumen Props : Sekret MK : Rasa penuh pada telinga
kelenjar sebasea, kelenjar Pendengaran berkurang
seruminosa, epitel kulit Rasa nyeri pada telinga
yang terlepas, dan
partikel debu yang Semakin memberat jika
terdapat pada bagian kemasukan air
kartilaginosa liang telinga
dan membentuk PF : Otoskopi Serumen(+)
gumpalan yang kuning kecoklatan/
menumpuk. kehitaman
Tes penala Tuli
konduktif

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


1. Serumen Props
Penatalaksanaan :
a. Lunak Kapas yang dililitkan pada pelilit kapas
b. Keras Karbogliserin 10% atau H2O2 3%
(seruminolitik) selama 3 hari kemudian
dikeluarkan.
c. Jika sudah terlalu jauh ke dalam maka
dikeluarkan dengan irigasi air hangat yang
disesuaikan dengan suhu tubuh
d. Jika setelah pengeluaran serumen terdapat
suatu trauma maka dapat diberikan antibiotik
topikal
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
1. Serumen Props
Jawaban lain :
a. Antibiotik topikal : bukan tatalaksana awal
sesuai dengan kasus, dapat diberikan jika
setelah pengeluaran serumen didapatkan
trauma untuk mencegah suatu infeksi
b. Dekongestan : untuk talak OMA stadium oklusi
d. Miringotomi : tidak terdapat keluhan dengan
MT dan untuk talak OMA stadium supurasi
e. Timpanoplasti : tidak terdapat keluhan dengan
MT dan sekret (-)

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


2. Otitis Eksterna Sirkumskripta
Keyword :
a. Nyeri pada saat membuka mulut dan
mengunyah
b. R/ trauma (mengorek kuping) trauma
R/ senang berenang infeksi
c. Otoskopi bisul (furunkel) (+) pada liang telinga,
MT normal

Jawaban : C. 1/3 telinga luar (OE sirkumskripta)

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


2. Otitis Eksterna
OE Akut OE Maligna
OE Sirkumskripta OE Maligna
1/3 luar ada adnexa kulit
furunkel Infeksi difus liang telinga dan
Etio: S.aureus & S.albus struktur lain di sekitarnya
Gejala: nyeri tekan (kartilago
telinga) atau saat membuka mulut, FR : Imunokompromais, DM
ggn pendengaran
Etio: P.aeruginosa
OE Difus Gejala: rasa gatal yang diikuti
2/3 dalam kulit liang telinga nyeri, sekret banyak,
hiperemis dan edema tidak jelas
batasnya pembengkakan liang telinga,
Etio: Pseudomonas paralisis fasial (jika N.VII
Gejala: nyeri tekan tragus, liang terkena)
telinga sempit, sekret bau

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


2. Otitis Eksterna
Tata laksana
Sirkumskripta
Aspirasi
Antibiotik topikal (polimiksin B/basitrasin) dan analgetik

Difus
Ear toilet
Tampon antibiotik yang dicampur dengan analgetik, hidrokortison (kadang
dengan antibiotik sistemik)

Maligna
Antibiotika sistemik (fluorokuinolon)
Debridement radikal

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
2. Otitis Eksterna
Jawaban lain :
a. Telinga tengah : Otitis media biasanya berkaitan
dengan R/ISPA berulang dan pada otoskopi
didapatkan MT tidak normal (sesuai dengan
stadiumnya), timpanosklerosis, otosklerosis.
b. Telinga dalam : berkaitan dengan sistem
vestibulokoklear dan keluhan yang sering terjadi
berupa vertigo (BPPV, menierre disease, labirinitis)
d. 2/3 telinga dalam tidak ada
e. Vestibulum : Keluhan tidak didapatkan di hidung

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


3. Otitis Eksterna Difus
Keyword :
a. Nyeri bertambah saat menggerakkan mulut
b. Nyeri saat aurikula ditarik
c. MAE hiperemis dan edema dan MT dalam
batas normal

Jawaban : A. Tampon antibiotik dan analgetik

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


3. Otitis Eksterna
OE Akut OE Maligna
OE Sirkumskripta OE Maligna
1/3 luar ada adnexa kulit
furunkel Infeksi difus liang telinga dan
Etio: S.aureus & S.albus struktur lain di sekitarnya
Gejala: nyeri tekan (kartilago
telinga) atau saat membuka mulut, FR : Imunokompromais, DM
ggn pendengaran
Etio: P.aeruginosa
OE Difus Gejala: rasa gatal yang diikuti
2/3 dalam kulit liang telinga nyeri, sekret banyak,
hiperemis dan edema tidak jelas
batasnya pembengkakan liang telinga,
Etio: Pseudomonas paralisis fasial (jika N.VII
Gejala: nyeri tekan tragus, liang terkena)
telinga sempit, sekret bau

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


3. Otitis Eksterna
Tata laksana
Sirkumskripta
Aspirasi
Antibiotik topikal (polimiksin B/basitrasin) dan analgetik

Difus
Ear toilet
Tampon antibiotik yang dicampur dengan analgetik, hidrokortison (kadang
dengan antibiotik sistemik)

Maligna
Antibiotika sistemik (fluorokuinolon)
Debridement radikal

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


3. Otitis Eksterna
b. Antibiotik oral dan analgetik : analgetik dapat diberikan
namun AB oral tidak didapatkan indikasi pada pasien (tidak
adanya infeksi yang cukup berat maupun gejala sistemik)
c. Analgetik dan antipiretik : hanya menghilangkan keluhan
nyeri saja dan tidak didapatkan keluhan demam
d. Antibiotik oral dan steroid : steroid dapat diberikan dalam
bentuk topikal namun AB oral tidak didapatkan indikasi
pada pasien (tidak adanya infeksi yang cukup berat maupun
gejala sistemik)
e. Cuci telinga dengan H202 : tidak didapatkannya serumen
maupun sekret pada MAE

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


4. Otitis Media Akut
Keyword :
a. An. Xavier 7 tahun
b. Otoskopi MT bombans (bulging), pulsasi
(-) , MAE normal
c. R/ ISPA

Jawaban : E. Miringotomi

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


4. Otitis Media Akut
Peradangan sebagian atau seluruh mukosa
telinga tengah, tuba eustachius, antrum
mastoid, dan sel-sel mastoid (kurun waktu < 3
minggu)

Faktor risiko : bayi dan anak, ISPA berulang

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
4. Otitis Media Akut
Stadium Manifestasi Klinis Pemeriksaan Fisik
Oklusi tuba Telinga terasa penuh, nyeri, MT suram, retraksi, & refleks cahaya
pendengaran << positif (menurun)

Hiperemis Nyeri semakin intens, demam, MT hiperemis & timpani


rewel & gelisah, nafsu makan
<<, sering memegang telinga

Supurasi sama seperti hiperemis MT bulging


Perforasi sekret (+) MT perforasi, sekret (+)
Resolusi Keluhan mereda,jika perforasi MT tetap perforasi atau utuh
permanen maka pendengaran kembali, sekret <<
tetap <<

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


4. Otitis Media Akut
Tata laksana
Oklusi : Dekongestan topikal (Efredin HCl 0,5%)
+ antibiotik (5-7 hari)
Hiperemis: Dekongestan topikal + Antibiotik +
Analgetik
Supurasi : Miringotomi + Antibiotik
Perforasi : Ear wash (H2O2 3% 3 dd 4gtt, selama 2-
5 menit) + Antibiotik
Resolusi : Antibiotik (jika sekret tidak berhenti
dilanjutkan hingga 3 minggu)

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


4. Otitis Media Akut
Jawaban lain :
a. Antibiotik, analgetika : bukan penatalaksanaan yang
tepat untuk OMA stadium supurasi
b. Larutan H202 : tidak didapatkan serumen maupun
sekret
c. Dekongestan topikal : diberikan jika OMA stadium
Oklusi dan Hiperemis
d. Steroid topikal : Bulging yang didapatkan pada MT
bukan dikarenakan adanya suatu inflamasi pada
membran timpani namun adanya tekanan dari cairan
yang sangat banyak pada telinga tengah akibat adanya
tekanan negatif dari tuba eustachius

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


5. Otitis Media Akut
Keyword :
a. PF : MT suram + refleks cahaya menurun (masih
+)
Mukosa dan konka pucat, serta faring hiperemis (
ISPA +)
b. R/ sering batuk pilek berulang dan pendengaran
<<
c. An. Diego 12 tahun

Jawaban : B. Otitis Media Akut

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


5. Otitis Media Akut

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


5. Otitis Media Akut
Stadium Manifestasi Klinis Pemeriksaan Fisik
Oklusi tuba Telinga terasa penuh, nyeri, MT suram, retraksi, & refleks cahaya
pendengaran << positif (menurun)

Hiperemis Nyeri semakin intens, demam, MT hiperemis & timpani


rewel & gelisah, nafsu makan
<<, sering memegang telinga

Supurasi sama seperti hiperemis MT bulging


Perforasi sekret (+) MT perforasi, sekret (+)
Resolusi Keluhan mereda,jika perforasi MT tetap perforasi atau utuh
permanen maka pendengaran kembali, sekret <<
tetap <<

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


5. Otitis Media Akut
Jawaban lain :
a. Otitis Media Efusi : Gangguan pada tuba
eustachius karena perbedaan tekanan yang
ditandai dengan MT suram, refleks cahaya (-),
dan air bubble.
c. OMSK : didapatkan adanya otorhea > 2 bulan
disertai dengan MT perforasi
d. OE difus : MAE hiperemis dan edema dengan
batas yang tidak jelas dan 2/3 dalam liang telinga
e. OE sirkumskripta : Furunkel (+) pada 1/3 luar
liang telinga
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
6. Otitis Media Supuratif Kronik
Keyword :
a. Otoskopi MT perforasi atik
b. R/ keluar sekret hilang timbul sejak 5 tahun
yll dan berbau
c. Kelopak mata tidak dapat tertutup selama 1
minggu ini (adanya suatu komplikasi)

Jawaban : E. OMSK tipe maligna


UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
6. Otitis Media Supuratif Kronik
Infeksi kronik dengan Petunjuk diagnostik :
sekresi persisten/ hilang a. Otorea rekuren/ kronik
timbul (> 2 bulan) melalui b. Penurunan pendengaran
MT yang tidak intak c. Perforasi MT

Mekanisme perforasi
kronik mengakibatkan
infeksi persisten :
-. Kontaminasi bakteri ke
telinga tengah secara
langsung melalui celah
-. Tidak adanya MT intak
yang menghilangkan efek
gas cushion (N :
mencegah refluks sekresi
nasofaring)
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
6. Otitis Media Supuratif Kronik
OMSK Tipe
Aman/Benigna/Mukosa
Peradangan hanya di mukosa
Tipe perforasi : sentral
Kolesteatoma (-)
Th/ ear toilet dengan H2O2 3%
(3-5 hari), tetes telinga AB &
steroid, AB sistemik
OMSK Tipe
Bahaya/Maligna/Tulang
Peradangan meluas hingga ke
tulang
Tipe perforasi :marginal atau
atik
Kolesteatoma (+) sering
terjadi komplikasi
Th/ mastoidektomi
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
6. Otitis Media Supuratif Kronik
Jawaban lain :
A. Otitis Media Akut : peradangan dengan kurun
waktu < 3 minggu dan MK sesuai dengan
stadiumnya
B. Otitis Media Serosa : adanya suatu gangguan
tuba eustachius tanpa disertainya infeksi pada
telinga
C. Otitis Media Supuratif Eksaserbasi Akut : tidak
ditemukannya adanya tanda-tanda infeksi akut
D. OMSK tipe benigna : perforasi MT berada di
sentral dan jarang terjadinya suatu komplikasi
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
7. Otosklerosis
Keyword :
a. Otoskopi Schwartzes sign
b. Tes penala Tuli konduktif
c. Pendengaran <<, tinnitus

Jawaban : E. Otosklerosis

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


7. Otosklerosis
Otosklerosis : penyakit primer dari tulang
pendengaran dan kapsul tulang labirin yang
berkaitan dengan penyakit yang diturunkan
secara autosomal dominan dengan
menghasilkan tulak yang lebih lunak &
berkurang densitasnya (otospongiosis) yang
tumbuh secara abnormal.

Penyebabnya idiopatik

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


7. Otosklerosis
Predileksi : MK : Tinnitus
a. Tepi dari tempat Tuli konduktif (tanda
beradanya fenestra fase akhir otosklerotik)
rotundum
b. Dinding medial bagian PF : Schwartzes sign
apeks dari koklea (merupakan tanda fase
c. Area posterior dari awal otospongiotic)
duktus koklearis
d. Region berbatasan
dengan kanalis
semisirkularis
e. Kaki dari os stapes

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
7. Otosklerosis
Jawaban lain :
A. OMA bilateral : tidak didapatkan tampilan membran
timpani sesuai dengan stadium pada pemeriksaan,
schwartze sign (-)
B. NIHL : schwartze sign (-) dan terdapat riwayat
pajanan kebisingan dalam waktu yang lama, jenis
tulinya berupa tuli sensorineural
C. Prebiaskusis : merupakan proses degenerasi dan jenis
tulinya berupa tuli sensorineural, fenomena cocktail
deafness party
D. OMSK : otorrhea kronik > 2 bulan dengan perforasi
MT

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


8. Prebiaskusis
Keyword :
a. Tn. Gerard usia 60 tahun
b. Kurang dapat menangkap percakapan saat
suasana ramai (cocktail deafness party)
c. Audiometri tuli nada tinggi

Jawaban : A. Prebiaskusis

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


8. Prebiaskusis
Presbiakusis
Gangguan pendengaran pada lansia (biasanya pada usia
60-70 tahun) yang berkaitan dengan proses degenerasi
Manifestasi klinis :
a. Tuli sensorineural simetris
b. Sulit mendengar di lingkungan ramai (fenomena
cocktail party deafness)
Tatalaksana : Alat bantu dengar
Perbedaan dengan NIHL (Noise induced hearing loss) :
adanya suatu pajanan dalam waktu yang lama

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


8. Prebiaskusis
Jawaban lain :
b. Tuli sensorineural : hanya merupakan suatu hasil
dari pemeriksaan fisik (tes penala) maupun
audiometri yang masih bersifat umum
c. Tuli bilateral : bukan suatu diagnosis
d. OME : Gangguan tuba eustachius dengan adanya
pendengaran << tanpa disertai suatu infeksi pada
telinga
e. OMA : Peradangan pada telinga bagian tengah
dengan MK sesuai stadiumnya

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


9. Tuli Campuran
Keyword :
a. Tes penala :
-. Rinne : (+) telinga kiri Tuli sensorineural
(-) telinga kanan Tuli konduktif
-. Weber : lateralisasi ke telinga kiri (telinga sehat) Tuli sensorineural
-. Swabach : memanjang Tuli konduktif
b. Tn. Rooney, 40 tahun dengan keluhan penurunan pendengaran (pada
kedua telinga) dan telinga kanan berdenging (yang
sedang sakit)
c. R/ pajanan kebisingan yang lama (20 tahun)

Jawaban : E. Tuli Campuran

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
9. Tuli Campuran
Jawaban lain :
a. Tuli konduktif telinga kiri : salah karena seharusnya
tuli konduktif telinga kanan
b. Tuli sensorineural telinga kanan : salah karena
seharusnya tuli sensorineural telinga kiri
c. Tuli sensorineural telinga kiri : benar namun kurang
tepat
d. Tuli konduktif telinga kanan : benar namun kurang
tepat

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


10. Rinitis Akut
Keyword :
a. Keluar lendir encer dari hidung sejak 2 hari (rinore
(+) oleh infeksi virus dan bersifat akut)
b. PF : Konka hiperemis dan edema, sekret mucous
serous Menyingkirkan Rinitis Alergi
c. R/ menggunakan obat sebelumnya
Menyingkirkan Rinitis Medikamentosa

Jawaban : B. Steroid

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


10. Rinitis Akut
Rinitis Akut adalah peradangan PF : -. Kavum nasi sempit
pada mukosa hidung yang -. Mukosa konka udem
berlangsung akut (< 12 dan hiperemis
minggu) -. Terdapat sekret serous
Etiologi : mikroorganisme atau mukopurulen
(virus, bakteri),
pajanan iritan
Th/ Non medikamentosa dan
MK : Rinorea medikamentosa
Hidung tersumbat (disesuaikan dengan
Panas atau gatal pada etiologi dan
hidung simptomatiknya)
Bersin-bersin
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
10. Rinitis Akut
A. Antihistamin : untuk pengobatan rinitis alergi
C. Antibiotik : untuk infeksi bakteri dan pada
rinitis akut karena infeksi bakteri maka
sekretnya bersifat mukopurulen atau purulen
D. Analgetik : pasien tidak ada keluhan nyeri
E. Antipiretik : pasien tidak ada keluhan
demam

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


11. Rinitis Alergi
Keyword :
a. MK : Hidung tersumbat , sering berulang jika terkena debu,
gatal, rinore (+), R/ atopi pada keluarga (alergi makanan),
frekuensi > 4x per minggu dalam 1 tahun (kronik)
b. PF : Tanda-tanda alergi
Sekret (+)
Mukosa, kavum nasal, dan konka udem &livid
c. Merupakan pekerja kantoran yang masuk setiap pagi

Jawaban : B. Loratadin

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


11. Rinitis Alergi
Inflamasi mukosa hidung Berdasarkan WHO 2011
yang disebabkan oleh reaksi Initiative ARIA :
alergi. a. Intermitten ( <4
hari/minggu atau < 4
Keyword : rinore, bersin > minggu)
5x/hari terutama pagi hari
dan berulang, hidung b. Persisten ( > 4
tersumbat, dan mata terasa hari/minggu dan/atau
gatal & banyak air mata, > 4 minggu)
R/atopi Berdasarkan tingkatan :
Ringan
Sedang atau berat (gg.
tidur, gg. Aktivitas harian)

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


Tanda Alergi
Allergic shiners Allergic salute
Dark circles under the The way that many
eyes are due to swelling children use the palm of
and discoloration from their hand to rub and
congestion raise the tip of their
nose to relieve nasal
itching and congestion

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


Allergic crease Dennie morgan lines
A line across the bridge Crease-like wrinkles that
of the nose usually the form under the lower
result of allergic salute eyelid folds (double skin
folds)

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


Mouth breathing Allergic (adenoidal) face
Akibat kongesti nasal (long face syndrome)
disertai dengan Akibat pembesaran
development of a high, adenoid
arched palate, an menyebabkan tired and
elevated upper lip, and droopy appearance
an overbite

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


11. Rinitis Alergi
Penatalaksanaan :
A. Non medikamentosa : Hindari alergen spesifik, pemeliharaan
dan peningkatan kebugaran jasmani
B. Medikamentosa :
1. Dekongestan topikal untuk hidung tersumbat (< 2 minggu
untuk mencegah rinitis medikamentosa)
2. Kortikosteroid jika gejala hidung tersumbat tidak membaik
dengan pengobatan lainnya
3. Antikolinergik topikal untuk keluhan rinore
4. Antihistamin (generasi 1 dan 2) bisa dikombinasikan
dengan dekongestan oral
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
11. Rinitis Alergi
Antihistamin generasi 1 memiliki efek mengantuk yang lebih
besar dibandingkan antihistamin generasi 2

Antihistamin generasi 2 yang sering digunakan yaitu cetirizin dan


loratadin. Namun, menurut penelitian Salmun LM dkk (2000)
yang melihat perbedaan efek penggunaan cetirizin dan loratadin
terhadap orang dewasa dengan tingkat aktivitas yang tinggi
maka cetirizin cenderung menurunkan motivasi beraktifitas dan
masih didapatkan efek mengantuk walaupun minimal

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


11. Rinitis Alergi
Jawaban lain :
A. Cetirizin : masih didapatkan efek mengantuk
sehingga dapat mempengaruhi aktivitas
pasien sebagai pekerja kantoran
C. Prednison : merupakan kortikosteroid
D. CTM : merupakan antihistamin generasi I
yang sangat besar efek mengantuknya
E. Amoxicilin : Antibiotik
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
12. Rinitis Alergi
Keyword :
a. Sering bersin pagi hari, pajanan (+) (saat
membuka buku)
b. Di sekitar mata tampak kehitaman

Jawaban : A. Allergic shiners

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


12. Rinitis Alergi

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


12. Rinitis Alergi
Jawaban lain :
B. Allergic crease : garis yang terbentuk pada hidung
dikarenakan kebiasaan menggosok hidung dengan
tangan
C. Allergic salute : kebiasaan menggosok hidung
dengan tangan dikarenakan keluhan gatal
D. Dennie morgan lines : lipatan di bawah bola mata
E. Post nasal drips : cairan yang mengalir di belakang
hidung ke tenggorokan akibat akumulasi cairan yang
berlebihan sehingga terdapat sensasi adanya cairan
yang tertelan UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
13. Rinitis Alergi
Keyword :
a. Selalu bersin bersin setiap membersihkan
kamarnya
b. PF : rinore (+), konka sedikit udem
c. Datang ke dokter (kemungkinan ke klinik
dokter atau layanan primer)

Jawaban : B. Skin prick test


UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
13. Rinitis Alergi
Skin Prick Test adalah salah satu jenis tes kulit untuk
membuktikan adanya IgE spesifik yang terikat pada sel
mastosit kulit.

Terikatnya IgE pada mastosit ini menyebabkan keluarnya


histamin dan mediator lainnya yang dapat menyebabkan
vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas pembuluh darah
akibatnya timbul flare/kemerahan dan wheal/bentol pada kulit
tersebut.

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


13. Rinitis Alergi
Kelebihan Skin Prick Tidak terlalu sakit
Test dibanding Test dibandingkan suntik intra
dermal
Kulit yang lain :
Resiko terjadinya alergi
Karena zat pembawanya
sistemik sangat kecil, karena
adalah gliserin maka lebih
volume yang masuk ke kulit
stabil jika dibandingkan
sangat kecil.
dengan zat pembawa
berupa air. Pada pasien yang memiliki
alergi terhadap banyak
Mudah dialaksanakan dan
alergen, tes ini mampu
bisa diulang bila perlu.
dilaksanakan kurang dari 1
jam.
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
13. Rinitis Alergi
Jawaban lain :
B. Hitung eosinophil darah : Kadang kurang bermakna secara
klinik.
C. Hitung eosinophil sekret hidung : harus dilakukan oleh tenaga
yang terlatih dan biasanya hanya untuk penelitian,
pemeriksaan ini dilakukan saat bergejala kuat.
D. Nasal challenge test : dilakukan jika pada tes primer (tes kulit)
hasilnya tidak sesuai dengan klinisnya, resiko lebih tinggi
untuk terjadinya syok anafilatik
E. IgE Spesifik dengan RAST : pemeriksaan yang sangat akurat
dengan menggunakan sistem scoring namun diperlukan biaya
yang mahal, lama, dan tidak tersedia di layanan primer
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
14. Rinitis Medikamentosa
Keyword :
a. R/ pilek dan hidung buntu sejak 10 hari yll
b. R/ penggunaan obat tetes hidung
(dekongestan topikal)
c. Keluhan saat ini : hidung kembali tersumbat

Jawaban : C. Rinitis medikamentosa

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


14. Rinitis Medikamentosa
Rhinitis medikamentosa Mekanisme penurunan
adalah rhinitis non- sensivitas reseptor alfa
alergi yang disebabkan adrenergik di pembuluh
oleh penggunaan lama darah yang
vasokonstriktor topikal. menyebabkan
vasokonstriksi hilang
sehingga merusak
struktur mukosa hidung

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


14. Rinitis Medikamentosa
Petunjuk diagnostik : Penatalaksanaan :
a. Tidak dipengaruhi musim 1. Non medikamentosa :
ataupun keadaan luar / hentikan segera
dalam ruangan (tidak
dekongestan topikal
adanya pajanan yang
signifikan)
b. R/ penggunaan 2. Medikamentosa :
dekongestan topikal yang Kortikosteroid
berlebihan dan dalam
waktu yang lama

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


14. Rinitis Medikamentosa
Jawaban lain :
A. Rinitis akut belum perbaikan : kurang tepat
B. Rinitis alergi : tidak terdapat rinore, bersin, gatal,
serta tidak adanya pajanan yang signifikan
D. Rinitis kronik : keluhan baru berlangsung selama 10
hari yang lalu
E. Rinitis vasomotor : penyebabnya idiopatik dan non
alergi, keluhan utamanya yaitu hidung tersumbat
yang bergantian

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


15. Rinosinusitis Akut
Keyword :
a. PF : Nyeri tekan pada pipi (mengenai sinus
maksilaris)
Post nasal drip (+)
b. Sekret yang berbau dan kehijauan
c. Onset sejak 2 minggu yang lalu
d. R/ gigi berlubang

Jawaban : C. CT Scan
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
15. Rinosinusitis Akut
Peradangan pada mukosa sinus paranasal dan rongga
hidung

Onset :
Akut < 12 minggu
Kronik 12 minggu

Sinus dentogenik :
a. Salah satu rongga hidung berbau busuk
b. Keluar ingus kental
c. Gigi rahang atas yang berlubang/ rusak
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
15. Rinosinusitis Akut
Pemeriksaan Penunjang :
a. X-Ray : Hanya dapat menilai sinus maksila
dan frontal
b. CT Scan : Gold standar, dapat menilai secara
keseluruhan anatomi hidung dan sinus
c. Sinuskopi : pungsi menembus dinding medial
sinus maksila atau meatus inferior dengan
alat endoskop

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
15. Rinosinusitis Akut
Jawaban lain :
A. Foto waters : dapat melihat sinus maksilaris namun
bukan gold standar
B. Foto caldwel : hanya melihat sinus frontal, inferior
dan posterior orbital rim, bukan gold standar
D. Foto schedel : hanya melihat sinus frontal, sphenoid,
dan etmoidal , bukan gold standar
E. Foto Schuller : Hanya melihat mastoid bagian lateral
, bukan gold standar

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


16. Epistaksis
Keyword :
a. R/ mengorek hidung
b. Post nasal drip (-)

Jawaban : C. Pleksus kieselbach

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


16. Epistaksis
Merupakan gejala dari suatu kelainan yang berupa
perdarahan yang mengalir keluar dari hidung yang
berasal dari rongga hidung atau nasofaring.

Klasifikasi
a. Epistaksis anterior : berasal dari pleksus
kiesselbach, a. Etmoidalis anterior, dapat berhenti
spontan.
b. Epistaksis posterior : berasal dari a. Sfenopalatina,
a. Etmoidalis posterior, lebih sering karena
kardiovaskular, dan jarang
UKMPPD berhenti
FKUNMAL BATCH 3 2017 spontan
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
16. Epistaksis
Jawaban lain :
A. Arteri etmoidalis anterior : dilihat secara
anatomis dengan R/mengorek hidung
tersebut maka bukan kemungkinan
pembuluh darah yang pecah.
B. A. etmoidalis posterior : epistaksis posterior
D. A. Spenopalatina : epistaksis posterior
E. A. Rinonasal : tidak ada
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
17. Epistaksis
Keyword :
a. Perdarahan hebat dari lubang hidung
tenggorokan
b. R/hipertensi lama dan NSAID rutin
c. PF : bekuan darah & perdarahan di rongga
hidung
Terdapat darah ditenggorokan
Jawaban : E. Tampon Belloq
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
17. Epistaksis
Jawaban lain :
A. Tampon anterior + adrenalin 1/10.000 : tidak menghentikan
perdarahan, hanya untuk epistaksis posterior
B. Tampon anterior : : tidak menghentikan perdarahan, hanya
untuk epistaksis posterior
C. Ligasi A. Maxilaris interna : tidak ada berkaitan dengan
epistaksis
D. Ligasi A. Etmoidalis anterior : A. Etmoidalis anterior
merupakan sumber perdarahan untuk epistaksis anterior,
sedangkan dalam kasus merupakan epistaksis posterior

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


18. Angiofibroma Nasofaring Juvenile

Keyword :
a. An. Indra, 15 tahun
b. R/ sering mimisan sejak kecil, hidung
tersumbat yang semakin parah
c. PF : benjolan merah kehitaman

Jawaban : B. Pembedahan

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


18. Angiofibroma Nasofaring Juvenile

Angiofibroma juvenile:
Tumor jinak pembuluh darah di nasofaring
Etiologi: masih belum diketahui, namun diduga berasal dari dinding
posterolateral atap rongga hidung
Ciri-ciri: laki-laki, usia 7-19 tahun, jarang >25 tahun
Gejala klinis: hidung tersumbat yang progresif & epistaksis berulang yang
masif
Obstruksi sekret tertimbun rinorea kronik gangguan menghidu

Bila menutup tuba tuli, otalgia, bila ke intrakranial sefalgia hebat


Rinoskopi posterior:
Massa tumor kenyal, warna abu-abu, merah muda, kebiruan
Mukosa tumor hipervaskularisasi, dapat ulserasi

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


Sifat: secara histologi jinak, secara klinis ganas karena dapat mendestruksi tulang
18. Angiofibroma Nasofaring Juvenile
Pemeriksaan penunjang :
a. Pemeriksaan radiologis konvensional
b. CT Scan
c. Arteriografi arteri karotis

Terapi :
a. Terapi hormonal
b. Radioterapi
c. Pembedahan
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
18. Angiofibroma Nasofaring Juvenile

Jawaban lain :
A. Elektrokateurisasi : biasanya pada veruka dan pada
angiofibroma tetap dibutuhkan pembedahan agar
dapat lebih leluasa dalam pengangkatan tumor
C. Kemoterapi : angiofibroma masih bersifat jinak
sehingga aman untuk dilakukan pengangkatan
D. Vasopresin : tidak didapatkannya indikasi dan tidak
menghentikan pendarahan
E. Beta bloker : tidak didapatkannya indikasi dan tidak
menghentikan pendarahan
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
19. Corpus Allienum di Hidung
Keyword :
a. An. Kevin, usia 4 tahun
b. R/ kemasukan manik-manik
c. MK : hidung buntu, sekret kuning kehijauan
kental & berbau pada hidung kiri
d. PF : CA (+) warna putih di konka inferior

Jawaban : D. Korpus Allienum


UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
19. Corpus Allienum di Hidung
Keyword PF : Rhinoskopi anterior

S : Hidung tersumbat,
Komplikasi : rinolit, epistaksis,
onset tiba-tiba, obstruksi
umumnya unilateral,
rinore, nyeri, Tatalaksana
Non medikamentosa
biasanya pada anak Ekstrasi benda asing:
< 5 tahun a. Benda mati (sesuaikan pengait
dengan bentuk bendanya)
b. Benda hidup dengan
O : Benda asing (+) (mati meneteskan pantokain,
atau hidup) c. xylokain lalu keluarkan dengan
pengait.

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
19. Corpus Allienum di Hidung
Jawaban lain :
A. Sinusitis maksilaris : Nyeri tekan pada pipi
(+), R/ gigi rahang atas rusak atau berlubang
B. Otitis media : R/ ISPA berulang, keluhan
pasien terdapat di hidung
C. Polip nasi : massa pucat di meatus medius
yang mudah digerakkan
E. Ozaena : adanya atrofi progresif pada mukosa
dan tulang konka dan pembentukan krusta
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
20. Tonsilitis Akut
Keyword :
a. Nyeri menelan 3 hari yang lalu
b. PF : tonsil membesar, kripta melebar (-),
hiperemis

Jawaban : A. Tonsilitis Akut

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


20. Tonsilitis Akut
Peradangan tonsil palatina
yang merupakan bagian
dari Cincin Waldeyer, lebih
sering pada anak-anak

Keyword : Nyeri saat


menelan, nafsu makan <<,
referred pain ke telinga,
plummy voice/hot potato
voice, halitosis

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
20. Tonsilitis Akut
Tonsilitis Akut Tonsilitis Kronik

Etiologi EBV atau streptococcus hemolitikus Streptococcus hemolitikus, dengan risk


factor: perokok berat, higien mulut,
makanan tertentu, pengaruh cuaca,
kelelahan fisik, pengoabtan tonsilitis akut
yang anadekuat
Gejala nyeri tenggorokan, odinofagia, demam, Mengganjal ditenggorokan, rasa kering,
lesu, nyeri sendi, otalgia napas berbau
PF Tonsil bengkak, hiperemis, detritus Tonsil membesar, permukaan tidak rata,
(leukosit PMN): folikel/lakuna, membran kriptus melebar, kripti yang terisi detritus
semu, KGB Submandibula teraba, nyeri
tekan (+)
Terapi Viral: istirahat, minum cukup, analgetik or Menjaga higien mulut, tonsilektomi jika:
antivirus jika berat. infeksi berulang, gejala sumbatan, curiga
Bakteri: penisilin, eritromisin, antipiretik neoplasma
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
dan obat kumur.
20. Tonsilitis Akut
Jawaban lain :
B. Tonsilitis kronis : didapatkan kripta melebar
C. Tonsilitis folikuler : tonsilitis akut dengan detritus
yang terlihat jelas
D. Tonsilitis lakunaris : tonsilitis akut dengan bercak-
bercak detritus yang menyatu dan membentuk alur-
alur
E. Tonsilitis difteri : pseudomembran putih keabuan
yang jika diangkat akan mudah berdarah

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


21. Tonsilitis Kronik
Keyword :
A. R/ batuk dan nyeri menelan berulang
B. PF : tonsil membesar + kripta melebar +
detritus
C. Gangguan tidur dan mengorok bila tidur
(obstruksi pernapasan)

Jawaban : B. Gangguan tidur


UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
TONSILEKTOMI
Indikasi Absolut Indikasi Relatif
a) Pembengkakan tonsil yang a) Terjadi 3 episode atau lebih
infeksi tonsil per tahun dengan
menyebabkan obstruksi saluran terapi antibiotik adekuat
napas, disfagia berat, gangguan b) Halitosis akibat tonsilitis kronik
tidur dan komplikasi yang tidak membaik dengan
kardiopulmoner pemberian terapi medis
b) Abses peritonsil yang tidak c) Tonsilitis kronik atau berulang
pada karier streptokokus yang
membaik dengan pengobatan tidak membaik dengan
medis dan drainase pemberian antibiotik -
c) Tonsilitis yang menimbulkan laktamase resisten
kejang demam Jawaban: A. Kesulitan tidur
selama 1 bulan
d) Tonsilitis yang membutuhkan
biopsi untuk menentukan
patologi anatomi
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
22. Tonsilitis Difteri
Keyword :
A. Anak usia 2 tahun
B. PF : Tonsil T2-T2 hiperemis dengan membran
warna putih yang mudah berdarah jika
diangkat, faring hiperemis, demam (+)

Jawaban : B. 2 bulan

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


22. Tonsilitis Difteri
Merupakan kelompok tonsilitis membranosa
yang disebabkan oleh Corynebacterium
diphteriae

Petunjuk diagnosis :
a. Sering pada anak < 10 tahun
b. Bullneck/burgemeesters hals
c. Pseudomembran pada tonsil yang mudah
berdarah jika diangkat
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
22. Tonsilitis Difteri
Penatalaksanaan :
1. ADS 20.000 100.000
unit
2. Antibiotik Penicilin
atau Eritromicin 25-50
mg/kg dibagi 3 dosis
selama 14 hari
3. Simptomatis
(antipiretik)
4. Isolasi dan tirah baring
selama 2-3 minggu UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
23. Abses Peritonsil
Keyword :
a. Nyeri tenggorokan dan napas berbau
b. PF : terdapat detritus pada tonsil, ukuran T3-
T2, palatum molle membesar, uvula
terdorong ke kiri, fluktuasi (+)

Jawaban : C. Abses Peritonsil

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
24. Laringitis Akut
Keyword :
A. Nyeri di daerah tenggorok sejak 2 hari yll
B. Awalnya serak suaranya hilang
C. Seorang guru di sebuah sekolah

Jawaban : C. Laringitis akut

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


24. Laringitis Akut
Peradangan laring akibat d. Penggunaan suara berlebihan
mikroorganisme, pajanan e. Berlangsung < 3 minggu
eksogen, penggunaan suara
berlebihan. Penatalaksanaan :
Non medikamentosa : istirahat suara

Petunjuk diagnosis :
Medikamentosa :
a. Suara parau/serak yang Antipiretik, analgetik
lama-kelamaan hilang Antibiotika untuk infeksi ec/ bakteri
karenan gg. getaran Kortikosteroid untuk laringitis berat
b. Nyeri tenggorokan
c. Gejala radang umum dan
common cold
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
24. Laringitis Akut
Jawaban lain :
A. Tonsilitis akut : Nyeri tenggorokan terutama saat
menelan, referred pain ke telinga, hot potato voice,
dan halitosis, lebih sering pada anak-anak.
B. Faringitis akut : lebih utama keluhannya yaitu nyeri
tenggorokan, jarang menyebabkan suara hilang.
D. Epiglotitis akut : gejala obstruksi pernapasan sangat
berat sehingga didapatkan tripod position
E. Laringotrakeobronkitis akut : nama lainnya berupa
croup (batuk rejan) dengan MK-nya batuk kering
dan kasar sepertiUKMPPD
menggonggong
FKUNMAL BATCH 3 2017
25. Karsinoma Nasofaring
Keyword :
A. Benjolan di leher sebelah kanan sebesar bola
sejak 2 bulan lalu.
B. Terdapat keluhan hidung, telinga, dan mata
C. R/ penurunan berat badan dalam 1 bulan
terakhir

Jawaban : A. Fossa Rosenmuler


UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017