Anda di halaman 1dari 24

PENGUJIAN EKSTRAK ZAT WARNA DARI Hanifa Citra N

Hanny Aqmarina N
141431014
141431015

BAHAN ALAM SEBAGAI INDIKATOR p H Intan Andarissa


Mizanul Islam
141431017
141431023
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Menurut sejarah, penggunaan zat warna, telah dimulai sejak berabad
abad seiring dengan perkembangan peradaban manusia yaitu sejak masa
prasejarah hingga kini. Jenis zat warna yang digunakan berasal dari sumber
alam seperti batu batuan, mineral, hewan, mikrobia dan tumbuh tumbuhan
(Laren, 1986). Zat warna dalam tumbuhan tersebar hampir dalam semua
jaringan tumbuhan mulai dari bunga, buah, kulit, kayu, daun, akar dan biji.
Dalam hal ini dilakukan cara memperoleh zat warna yang terdapat
pada kol ungu, kulit buah naga, kulit buah manggis, ubi kuning, daun suji dan
kulit tomat dengan proses ekstraksi dan refluks yang selanjutnya dilakukan
penentuan kekuatan pewarnaan dari hasil ekstraksi dan refluks terhadap
berbagai jenis kain serta pengaplikasiannya sebagai kain indikator universal.
Tujuan Praktikum
Mempelajari cara memperoleh zat warna dari bahan alam.
Mengetahui kekuatan pewarnaan terhadap berbagai jenis
serat kain.
Mempelajari aplikasi kain sebagai kain indikator universal.
METODE PRAKTIKUM
+ Tahap Ekstraksi + Tahap Pengujian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Ekstraksi Padat Cair
Melakukan dua metode ekstraksi, yaitu maserasi (ekstraksi dingin) dan refluks
(ekstraksi panas)
Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut 1% HCl dalam Metanol
Bahan alam yang diekstraksi adalah kulit buah naga, kulit tomat merah, kol
ungu, ubi kuning, daun suji, dan kulit manggis
Setelahnya dilakukan pengukuran menggunakan spektrofotometri UV-Vis
dengan panjang gelombang 400-700 nm, untuk mengetahui panjang gelombang
maksimal.
Data pengukuran panjang gelombang maksimum ekstrak kulit
buah naga
Maserasi Refluks
Panjang Panjang
Sampel pada
Gelombang Absorbansi Gelombang Absorbansi
Maksimum Maksimum
423,0 nm 0,1275 280,5 0,8623
20 menit 307,0 nm 0,4865 - -
279,5 nm 0,4917 - -
457,5 nm 0,2938 280,5 0,7072 Sampling Maserasi Sampling Refluks Buah
40 menit Buah Naga Naga
279,0 nm 0,4981 - -
413,0 nm 0,0934 280,5 0,6180
60 menit 305,0 nm 0,6228 - -
279,0 nm 0,6938 - -
Berdasarkan pada literatur, panjang gelombang
kulitbuah naga yaitu 536,44nm (Anis, 2002).
423,0 nm 0,0648 280,5 1,0901 Sedangkan yang didapatkan saat penelitian
80 menit
279,0 nm 0,4447 - - menggunakan kulit buah naga panjang gelombang
433,0 nm 0,0313 280,5 0,6902 maksimum yang dihasilkan sebesar 457,5nm.
100 menit
335,0 nm 0,0385 - -
Data pengukuran panjang gelombang maksimum ekstrak ubi
kuning
Maserasi Refluks

Sampel Panjang Panjang


pada Gelombang Absorbansi Gelombang Absorbansi
Maksimum Maksimum

278,5 nm 1,2355 494,5 nm 0,3665


20 menit
- - 468,0 nm 0,3650
326,5 nm 0,5264 583,0 nm 0,5240 Sampling Maserasi Sampling Refluks Ubi
40 menit
284,0 nm 0,7563 - - Ubi Kuning Kuning
327,0 nm 0,7271 533,0 nm 0,3383
60 menit
283,0 nm 1,0820 190,5 nm 0,3511
Berdasarkan pada literature, panjang gelombang
80 menit 324,0 nm 0,6984 275,0 nm 3,999
maksimum untuk antosianin berkisar antara 475-
326,5 nm 0,6453 535,5 nm 0,3049 560nm. Sedangkan panjang gelombang maksimum
100 menit
282,0 nm 0,9762 293,5 nm 3,999 yang didapatkan saat penelitian menggunakan ubi
kuning adalah 583nm. Artinya, ubi kuning kandungan
326,0 nm 0,7001 279,0 nm 3,999
120 menit utamanya bukan antosanin.
283,0 nm 1,0239 -
Data pengukuran panjang gelombang maksimum ekstrak kulit
tomat merah
Maserasi Refluks

Sampel Panjang Panjang


pada Gelombang Absorbansi Gelombang Absorbansi
Maksimum Maksimum

535,0 0,1054 535,5 0,1943


20 menit
473,5 0,1256 403,0 0,3451
535,5 0,1179 535,5 0,2119
40 menit Sampling Maserasi Sampling Refluks Kulit
473,0 0,1402 459,0 0,2345 Kulit Tomat Merah Tomat Merah
538,5 0,2133 535,0 0,2382
60 menit
473,0 0,1442 466,0 0,0991
535,5 0,3405 535,5 0,2439 Berdasarkan pada literature, panjang gelombang
80 menit maksimum untuk antosianin berkisar antara 475-
474,0 0,1520 403,5 0,3452
560nm. Sedangkan yang didapatkan saat penelitian
535,5 0,3587 536,0 0,3892 menggunakan kulit tomat merah panjang gelombang
100 menit
473,0 0,1632 470,0 0,6831 maksimum sebesar 538,5nm. Namun, intensitas
536,5 0,3106 536,0 0,3938 warnanya tidak stabil seperti kol ungu.
120 menit
473,5 0,2172 472,5 0,2484
Data pengukuran panjang gelombang maksimum ekstrak kol ungu
Maserasi Refluks
Panjang Panjang
Sampel pada
Gelombang Absorbansi Gelombang Absorbansi
Maksimum Maksimum
529,5 nm 0,7075 529,0 nm 0,7309
20 menit 326,0 nm 0,7626 279,5 nm 1,6844
281,5 nm 1,0573 - -
530,5 nm 0,7398 529,0 nm 0,7617
40 menit 326,5 nm 0,9991 281,0 nm 1,6099
Sampling Maserasi Sampling Refluks Kulit 281,5 nm 1,3632 - -
Kol Ungu Kol Ungu
529,5 nm 0,7572 529,0 nm 0,7715
60 menit 326,0 nm 0,7098 320,0 nm 0,8297
Berdasarkan pada literature, panjang gelombang 281,0 nm 0,9872 279,5 nm 1,6910
maksimum untuk antosianin berkisar antara 475- 530, nm 0,8831 529,0 nm 1,0522
560nm. Sedangkan yang didapatkan saat penelitian 80 menit 402,0 nm 0,1433 319,0 nm 0,8673
menggunakan kol ungu panjang gelombang 280,0 nm 2,5448 279,5 nm 1,8677
maksimum sebesar 530nm. Artinya, kol ungu
530,0 nm 0,8916 529,5 nm 1,1158
kandungan utamanya yaiu antosianin. Intensitas
warnanya lebih stabil dibandingkan dengan sampel 100 menit 325,0 nm 0,7740 279,5 nm 2,1727
bahan alam lainnya yang digunakan. 281,5 nm 1,1265 - -
530,0 nm 0,9153 529,50 nm 1,1534
Data pengukuran panjang gelombang maksimum ekstrak daun suji
Maserasi Refluks
Panjang Panjang
Sampel pada
Gelombang Absorbansi Gelombang Absorbansi
Maksimum Maksimum
602,0 nm 0,0846 602,5 nm 0,3680
20 menit 567,0 nm 0,0837 566,0 nm 0,3381
533,0 nm 0,0884 531,0 nm 0,3770
602,0 nm 0,1097 602,0 nm 0,4503
40 menit 566,5 nm 0,1089 566,5 nm 0,4117
Sampling Maserasi Sampling Refluks Daun
532,5 nm 0,1155 531,0 nm 0,4631
Daun Suji Suji
602,5 nm 0,1321 602,0 nm 0,4791
60 menit 565,5 nm 0,1295 566,5 nm 0,4410
533,0 nm 0,1367 531,5 nm 0,4902
602,5 nm 0,1508 602,0 nm 0,5013
Berdasarkan pada literature, panjang gelombang
80 menit 566,5 nm 0,1478 566,5 nm 0,4641
maksimum untuk antosianin berkisar antara 475-
532,5 nm 0,1559 531,0 nm 0,5182
560nm. Sedangkan yang didapatkan saat penelitian
menggunakan daun suji, panjang gelombang 602,5 nm 0,1732 602,0 nm 0,5143
maksimum yang dihasilkan yaitu 602,5nm. 100 menit 567,0 nm 0,1705 566,5 nm 0,4778
532,0 nm 0,1809 531,0 nm 0,5323
602,5 nm 0,1899 602,0 nm 0,5305
Data pengukuran panjang gelombang maksimum ekstrak kulit
manggis (setelah pengenceran 100x)
Maserasi Refluks
Sampel Panjang Panjang
pada Gelombang Absorbansi Gelombang Absorbansi
Maksimum Maksimum
20 menit 316,5 0,6891 317 0,2210
40 menit 314,5 0,1993 312 0,1090
60 menit 311 0,1576 314,5 0,3479
Sampling Maserasi Sampling Refluks Kulit
80 menit 315,5 0,8398 318 0,3900
Kulit Manggis Manggis
100 menit 316,5 0,3383 315 0,5580
120 menit 312 0,2056 311,5 0,1832
Berdasarkan pada literature, panjang gelombang
maksimum untuk antosianin berkisar antara 475-
560nm. Sedangkan yang didapatkan saat penelitian
menggunakan kulit manggis panjang gelombang
maksimum yang dihasilkan yaitu 318nm. Artinya
bahwa kulit manggis kandungan utamanya bukan
antosianin.
Pemekatan (Penguapan pada suhu rendah)
Dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi zat warna yang terdapat
dalam pelarut
Suhu penguapan 35- 40 C
Penguapan dilakukan hingga 1/5 dari volume awal
Pengujian dengan Buffer pH
Pengujian dilakukan menggunakan tabung reaksi, dengan memasukkan
1 mL buffer pH ke masing-masing tabung reaksi, dan diteteskan hasil
pemekatan sampel
Perubahan warna tidak terlalu terlihat jelas pada pengujian ini

Pengujian pada hasil ekstraksi kol ungu secara maserasi Pengujian pada hasil ekstraksi kol ungu secara refluks
Pewarnaan Kain dan Uji Ketahanan Daya Ikat Warna
Ekstrak sampel yang telah dipekatkan digunakan untuk pewarnaan kain
Kain yang digunakan ada tiga jenis: Kain Katun, Kain Tetoron Poliester,
dan Kain Tetoron Katun
Pewarnaan dilakukan dengan cara perendaman selama 36 jam
Uji ketahanan daya ikat warna pada kain dilakukan dengan cara
pencelupan kedalam air selama 10 detik, dan dilihat perubahan warna
pada kain sebelum pencelupan kedalam air dan sesudah pencelupan
kedalam air
Kain setelah pencelupan (Maserasi Buah Naga) Kain setelah pencelupan (Refluks Buah Naga)

Kain setelah pencelupan (Maserasi Ubi Kuning) Kain setelah pencelupan (Refluks Ubi Kuning)
Kain setelah pencelupan (Maserasi Kulit Tomat) Kain setelah pencelupan (Refluks Kulit Tomat)

Kain setelah pencelupan (Maserasi Kol Ungu) Kain setelah pencelupan (Refluks Kol Ungu)
Penentuan Trayek pH Kain Indikator
Pengujian ini dilakukan dengan mencelupkan kain, yang telah dipotong-
potong kecil, ke dalam buffer pH dan didiamkan selama 2 menit.
MASERASI REFLUKS

Kol Ungu Kol Ungu

Kulit tomat
Kulit tomat

Ubi kuning Ubi kuning


MASERASI REFLUKS

Buah Naga Buah Naga

Kulit Manggis
Kulit Manggis

Daun Suji Daun Suji


Pengujian Kain Indikator untuk Titrasi Asam Basa
Titrasi yang dilakukan yaitu titrasi asam kuat-basa kuat, titrasi asam
kuat-basa lemah, dan titrasi asam lemah-basa kuat
Indikator kain yang diuji dengan metode titrasi hanya hasil ekstraksi kol
ungu, baik yang hasil maserasi dan hasil refluks
Hasil titrasi indikator kain dibandingkan dengan indikator sintetis, yaitu
phenolptalein dan metil merah
Perubahan warna indikator kain kol ungu : Asam Basa
Merah Biru
Titik Akhir (ml)

Penitran Analit Titrasi Ke- Indikator Kain Indikator Kain


Indikator Sintetis*
Maserasi Kol Ungu Refluks Kol Ungu

1 10,15 10,20 10,40


NaOH 0,0910 10,00 ml HCl 2 10,20 10,20 10,40
Rata-rata 10,18 10,20 10,40
1 9,60 9,60 10,10
NaOH 0,0910 10,00 ml CH3COOH 2 9,60 9,60 10,00
Rata-rata 9,60 9,60 10,05
1 10,20 12,20 12,10
HCl 10,00 ml NaOH
2 10,25 12,20 12,10
0,0985
Rata-rata 10,23 12,20 12,10
1 7,00 8,60 9,40
HCl 10,00 ml
2 6,95 8,60 9,35
0,0985 NH4OH
Indikator Sintetis : Phenolptalein atau MetilRata-rata
Merah 6,98 8,60 9,38
Uji Reversible Indikator Kain
Sampel Kain Refluks Kol Ungu
Kain : Katun
Kain masih dapat berubah warna (basa: biru, asam: merah) hingga 68
kali pencelupan ke dalam larutan asam dan basa, pencelupan terus
dilakukan hingga warna pada kain memudar dan tidak terjadi
perubahan lagi.
Sampel Kain Maserasi Kol Ungu
Kain : Katun
Kain masih dapat berubah warna (basa: biru, asam: merah) hingga 70
kali pencelupan ke dalam larutan asam dan basa, pencelupan terus
dilakukan hingga warna pada kain memudar dan tidak terjadi
perubahan lagi.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa
Ekstraksi bahan alam dari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), ubi jalar (Ipomoea
batatas L.) kuning, tomat (Lycopersicum esculantum Mill.), kubis ungu (Brassica oleraceae), daun
suji (Pleomale angustifolia), dan manggis (Garcinia mangostana L.) dapat menggunakan
pelarut HCl 1% dalam metanol selama 2 jam dengan metode maserasi dan refluks.
Range panjang gelombang maksimum dari beberapa sampel yang dideteksi cocok dengan
range panjang gelombang maksimum antosianin yaitu kol ungu dan daun suji.
Ekstrak kol ungu cocok untuk digunakan sebagai pewarna kain katun (serat kain alami).
Trayek pH kain indikator ekstrak kol ungu tampak terbagi menjadi 4 kelompok warna, yaitu
pada pH 1-5 menunjukkan warna merah muda, pH 6-8 menunjukkan warna biru muda, pH 9-
12 menunjukkan warna hijau dan pada pH 13 menunjukkan warna kuning.
Kain indikator memiliki sifat reversible sehingga dapat digunakan berulang kali.
Kain indikator dapat digunakan sebagai indikator titrasi asam-basa.
SARAN
Pada setiap pengerjaan agar bisa lebih difokuskan lagi dalam
satu bahasan sehingga dapat dicari segala aspek yang lebih
mendetail dari setiap aplikasi berbagai bahan alam.
Untuk mengkonfirmasi kandungan yang terdapat pada daun suji
dilakukan pemisahan menggunakan kromatografi kolom atau
teknik lainnya.
TERIMA KASIH