Anda di halaman 1dari 39

PERACIKAN OBAT

DRA. HELNI, MKES, APT


PENDAHULUAN

Kombinasi obat (resep dg 2 atau lebih bahn obat)

- menguntungkan
- merugikan , dpt menimbulkan efek samping (semakin
banyak jenis obat, efek samping yang ditimbulkan
makin besar ), krn adanya interaksi antara satu obat
dg obat lainnya.
Inkompatibilitas ?

perubahan yang tidak diinginkan saat


mencampurkan satu obat dengan obat
lainnya (adanya ketidakcocokan dan ketidak
sesuaian)
PENGGOLONGAN INKOMPATIBILITAS

A. INKOMPATIBILITAS farmasetik (in vitro)


1. secara fisika
2. secara kimia

B. INKOMPATIBILITAS farmakologik dan makanan (in


vivo)
INKOMPATIBILITAS FISIKA
AKIBAT :
1. Campuran obat menjadi basah (liquifaction)
Penyebab :

a. Penurunan titik cair obat


1) Camphora dg Menthol (kadar 53-74 %)
utk bedak : menjadi basah, ( ungt tdk masalah )
R/ Camphora 1,0
Menthol 1,5
Vaselin 20
m f ungt
+ kadar menthol 1,5/22,5x100% = ?
a. Penurunan ttk cair(lanjutan.)

2) Camphora dg naphthol (kadar 32-42%)


3) Camphora dg resorsinol (kadar 56-75%)

4) R/ Efedrin 10 mg
Luminal 15 mg ; meleleh (lembab)
Asetosal 200mg
Laktosa qs
mf pulv dtd no X
+ cara mengatasi : efedrin diganti dg garam asam
(Efedrin HCl)
b. Penurunan tekanan uap relatif

Campuran obat menarik H2O dr udara karena tekanan uap


relatif campuran turun
Ex ; R/ Natrium Bromida 0,3
Kalium Bromida 0,3
Amonium Bromida 0,3
mf pulv
Akibatnya : campuran menjadi higroskopis

c. Bebasnya air kristal


camp. obat menjadi lembab krn keluarnya H2O dr camp.
ex : campuran Magnesium sulfat dg Natrium sulfat
2. Campuran obat tidak dapat larut (insolubility)
/tdk dpt bercampur (inmiscibility)

a. Bahan cair + bahan cair


ex : minyak + air ; tdk bercampur
R/ Iecoris aseli 20
Aqua ad 50
m f potio
+ cara mengatasi : tambahkan emulgator

b. Bahan padat + padat cair ( tdk larut)


ex : R/ Papav HCl 0,2
Tct Bellad 4
m f gtt
+ cara mengatasi : Papav HCl ganti dg Papav
3. Penggaraman/pembentukan endapan (precipacy)

Penambahan salah satu bahan dp mengurangi kelarutan


bahan lainnya, menyebabkan bahan lain tdk larut
(terbentuk endapan)

ex : R/ Luminal Natrium 0,2 (larut)


Aminofilin 3,5 (larut)
Kodein Fosfat 0,15 (larut)
Aqua ad 80
Proses :
Luminal Na ; berubah : Luminal + Na OH
Aminofilin; berubah : teofilin + etilendiamin
Kodein Fosfat ; berubah : kodein + as fosfat
+ Obat td bisa terdispersi secara homogen ; akibatnya dosis td
merata
4. Adsorpsi

Bahan yg mengadsorpsi bahan lain :


- Carbon aktif (norit)
- Bolus alba
- Kaolin

Bahan obat yg diabsorpsi :


- Alkaloid dan garamnya
- Pewarna yg bersifat basa
- Bahan elektropositif dan elektronegatif

Akibat yg terjadi:
- Efek obat berkurang
- Terjadi pertukaran ion (reaksi kimia)
4. Adsorpsi (lanjutan .)

Contoh :

R/ Sulfaguanidin 6
Extr Bellad 0,02 (yg diadsorpsi)
Kaolin 5 (yg mengadsorpsi)
mf suspensi ad 60
Cara mengatasi i. fisika
Modifikasi urutan pencampuran
Penambahan pelarut
Pergantian bentuk eksipien /bahan aktif (ex:
asetosal dalam larutan terurai menjadi asam
asetat dan asam salisilat)
Memperbesar volume
Emulsifikasi
Pembuatan suspensi
Pengurangan/penambahan jumlah bahan
Pemisahan (dalam 2 bentuk sediaan)
INKOMPATIBILITAS SECARA KIMIA
Pengertian :

Bila dua bahan atau lebih dicampur akan terjadi reaksi


kimia sehingga terbentuk zat baru dg khasiat yg berbeda
dari bahan asalnya

Reaksi yg terjadi;

Pembentukan endapan krn terjadi perubahan dr kedua


bahn obat
Reaksi asam dan basa
Reaksi oksidasi dan reduksi
Perubahan warna dr campuran obat
Terurainya bahan obat
CONTOH RESEP

R/ Hydragiri Oxyd 100 mg


Cocain HCl 50 mg
mf oculenta ad 10
+ terjadi reaksi pembentukan HgCl2 (gatal)

R/ Asam salisilat 1
ZnO 2
Gliserin 6
Talk 5
mf lotio ad 40
+ terjadi reaksi : asam salisilat dg ZnO, membentuk ZnO salisilat
(keras spt semen)
1. Terbentuknya endapan

Penyebab :
a. Persenyawaan garam yg tidak larut
Bahan A + Bahan B ; membentuk bahan C( garam yg
tidak larut)
contoh :
- garam logam berat (Bi, Hg) + nitrat
- garam logam (kec : K,Na,NH4) + karbonat
- garam logam (kec : K,Na,NH4) + pospat
- garam logam (Ca,Ba,Pb,Ag) + sulfat
- garam logam ( Ag, Hg, Pb, Bi) dg Cl,Br,I
Contoh resep

R/ Kalsium Bromida 3
Natrium Salisilat 2
Aqua ad 50 ml
+ terjadi reaksi : CaBr2 + Na salisilat Ca Salisilat

R/ Nat Benzoat 1
Kalsium Klorida 1
Aqua ad 20 ml
+ terjadi reaksi : Na benzoat + CaCl2, menghasilkan
endapan Ca benzoat
Contoh garam yg tidak larut

- garam logam dari asam organik


= tartrat dg K, Mg
= oksalat dg K
= asetat dg Ag, Hg
= salisilat dg Ca, Zn, Bi, Hg
= benzoat dg Ca, Pb, Fe
b. Garam garam alkaloid menjadi sangat tdk
larut

Contoh
R/ Sulfas chinin 0,2
Nat salisilat 2,5
Aqua ad 100
+ terbentuk endapan chinin salisilat
= solusi : tambahkan asam sulfat encer, shg menjadi :

R/ Sulfas chinin 0,2


Nat salisilat 2,5
Asam sulfat encer 0,1
Aqua ad 100
c. Garam alkaloid yg sukar larut

ex : Strychnin HBr , Papaverin HI


R/ Strychnin Sulfat 0,01
Kalium Bromat 3
Aqua ad 100
+ terjadi reaksi Strychnin SO4 dg KBr; terbentuk endapan
Strych HBr
R/ Papaverin HCl 0,5
KI 5
Aqua ad 100
+ terjadi reaksi Papav HCl dg KI; terbentuk end Papav HI
2. Pengaruh bahan yang bersifat asam/basa

Contoh bahan dlm air bersifat asam /asam lemah

Chinin bisulfas
Borogliserin
Aluminium chlorida
Feri chlorida
HgCl2, ZnCl2
Coffein citras
Ca laktofosfas
Antipirin salisilat
Al,Cu,Fe,Zn sulfas
Larutan dr garam alkaloida
Contoh bahan yang bereaksi basa/basa lemah

Amonia cair
Na benzoas, Na biboras, Na bikarbonat
Na, Ca gliserofosfas
Piperazin
Natrium sulfas
K sulfoguaicolas
Aminofilin (teofilin etilendiamin)
a. Terjadi pembentukan gas

Contoh :
R/ Asetosal 0.3 * terjadi reaksi asam dan
Na bicarbonat 1 basa; timbul gas CO2,
mf pulv serbuk jadi lembab

R/ Benzocain 0,2 * terjadi reaksi Na Bic dg


Nat Bic 0,2 As salisilat, timbul gas
Asam salisilat 0,1 CO2
vaselin ad 10
b. Garam alkaloid(basa) dg asam menjadi sukar
larut

Contoh :
R/ Na BIc 1 *terjadi endapan Cocain
Cocain HCl 0,1 -tambahkan gliserin 25%
Aqua ad 100 terbntk
borogliserin(jernih)

R/ Diuretin 1,5 *terbentuk end Teobromin


Ammonium klor 2 (reaksi diuretin dg
Aqua ad 50 Ammonium klor)

c. Basa kuat (sulfonamida, Luminal Na, Veronal Na), dg


garam garam alkaloid membentuk endapan
3. Reaksi Oksidasi reduksi

Zat yg dapat direduksi (oksidator)


- asam nitrat - asam pikrat
- bromium - Ca Kloras
- Hipoklorit - Iodium
- garam Fe, Hg - Ag,Na,K Nitrat
- Permanganat

Zat yg dapat dioksidasi (reduktor)


- Vit C - Asam Bromida, Asam iodida
- Eter, alkohol, Laktat - Alkaloid dan garamnya
- Amilum - Gliserin, formaldehid
- Sulfida, sulfur - Nitrit, Hipofosfit
Contoh

R/ Asam Pikrat 0,1 *campuran digerus dlm


Sulfur 0,1 mortir terjadi letupan
Vaselin ad 10

R/ Pasta Zinc Oleosa 100 * terjadi panas krn ada


Gentian Violet 20 K permanganas
K Permanganas 10 (oksidator)
4. Terjadi perubahan warna

Contoh 1: terbentuk campuran berwarna kuning

R/ Teofilin 0,1 R/ Extr Bellad 0,05


Efedrin 0,05 Efedrin 0,01
mf pulv mf pulv

R/ Kodein 0,02
Luminal 0,01
Asetosal 0,3
mf pulv
Cara mengatasi : - Efedrin diganti dg Efedrin HCl
- Kodein diganti dg Kodein HCl
Contoh 2 :

R/ Naftol 1%
Fenol 1%
Vaselin ad 10

Reaksi naftol dan fenol menghasilkan warna putih abu-


abu
Cara mengatasi : Fenol dikeluarkan
5. Terurainya bahan obat

Bahan obat terurai bila dilarutkan dlm air

Contoh :
- Luminal Na; terurai menjadi Fenil asetil ureum (racun)
- Veronal Na(Barbital Na), terurai menjadi Dietil asetil
ureum (racun)
Cara mengatasi : gunakan sediaan basa
Contoh ( untuk dianalisa?)
R/ Cefat 500 mg 4
CTM 2 tb
Ephedrin 1 tb
B complex 4 tb
Vit C 200 mg
Progesic 4 tb
Toplexyl sirup fls I 60 cc
mf sirup
S3 dd 7,5 cc
Pro : Samuel (4,5 tahun)
FARMASETIKA
PULVERES
Pulveres adalah bentuk sediaan padat yang berupa
serbuk halus dan kering , dalam bentuk terbagi
untuk satu kali pemakaian

Mengandung satu atau lebih bahan berkhasiat

Syarat : halus, kering, homogen ( jika lebih dari satu


bahan obat. Pengujian homogenitas digunakan
corrigensia coloris (zat warna) spt : carmin (merah)
serta keseragaman bobot
Keuntungan :
penyerapan oleh GIT cukup baik
dapat menyusun kombinasi dosis obat sesuai
kebutuhan

Kerugian :
- rasa pahit bahan obat tidak dapat disembunyikan
- tidak semua bahan obat dapat diberikan dalam
bentuk ini
Bentuk sediaan cair

Solutio
Sirup
Suspensi
Emulsi
SALEP
Adalah adalah sediaan setengah padat, digunakan
untuk kulit sehat, sakit atau terluka atau pada selaput
lendir (hidung, mata).
Dasar salep :
1.Kel. Hidrokarbon : vaselin, parafin
2. Minyak nabati : ol sesami, ol olivarum, ol arachidis,
ol cocos , dll
3. Lemak dan lilin asal hewani : adeps lanae/ lanolin,
cera
4. Dasar salep emulsi (cream)
- Cetil alkohol
- Stearil alkohol
- Asam stearat
- Polietilen glikol
- Gliseril monostearat
- Isopropil myritas
- Adeps lanae
- Cetaceum/spermaceti
- Kel. Polisorbat : tween dan span
KRIM

Adalah sediaan setengah padat berupa


emulsi mengandung air tidak kurang dari
60%
- Menurut USP dasar krim yaitu emulsi tipe
A/M atau M/A
- Penggunaan untuk terapi lokal
SELESAI