Anda di halaman 1dari 20

Hifema Akibat Trauma Tumpul Pada

Mata kanan
Scenario 12
Seorang laki laki usia 20 tahun datang ke dokter dngan
keluhan mata kanan merah , sakit , dan berair sejak 30 menit yang
lalu.
ANALISIS MASALAH
Anamnes
is
Prognosi Pemeriks
s aan Fisik

Pemeriks
Penatala aan
ksanaan Penunjan
g

RM
Manifest Diagnosi
asi klinis s Kerja

Diagnosi
Patofisiol
s
ogi
banding

Epidemio
Etiologi
logi
Hipotesis

Berdasarkan gejala yang terlihat laki laki 20 tahun


tersebut menderita trauma pada mata kanan.
Anamnesis
Identitas
Keluhan Utama : Apa yang pasien keluhkan ?
Riwayat Penyakit sekarang
Sudah sejak kapan ? Apakah gejala mengenai salah
satu atau kedua mata? Adakah penurunan
penglihatan? Apakah disertai mata gatal dan berair?
Apakah matanya berlendir atau kotor dan belekan?
Apakah onsetnya mendadak atau berangsur-angsur?
Adakah gejala penyerta (nyeri bola mata, nyeri kepala,
sekret)? Adakah demam, mual, muntah?
Riwayat Penyakit Dahulu
Ada / tidak penyakit kronis / menahun / akut ?
Pengobatan yang sedang dilakukan ?
Pernah mengalami trauma ? Kapan?
Diabetes? Kelainan Ginjal ? Hipertensi ? Alergi?
Riwayat Pengobatan ? Konsumsi obat obatan ?
Riwayat Keluarga
Riwayat sosial
Kondisi pekerjaan pasien
Merokok ? Minum minuman beralkohol
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Umum Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Sakit Sedang Inspeksi Palpasi
Kesadaran : Compos mentis
Nadi :
Napas :
Tekanan Darah :
Suhu :

Hasil:
Pada pemeriksaan kelopak mata didapati spasme palpebral ,
konjungtiva hiperemis , kornea edema sedikit keruh , terdapat
cairan pada kamera okuli anterior , lensa dan segmen posterior
sulit dinilai
Pemeriksaan Khusus Mata
Snellen Tonometer oftalmoskopi Lapang
Chart digital Pandang

Hasil:
visus mata kanan 1/ 60 pinhole tidak
maju , visus mata kiri 6/6 . TIO N +2
Pemeriksaan Penunjang
ketika hifema menghalangi visualisasi struktur intraokular,
transcorneal B-mode ultrasound (7.5- ke 12-MHz
transducer) diindikasikan untuk menentukan apakah
terjadi ablasi retina atau terdapat tumor intraokular atau
untuk mengidentifikasi lesi mata lainnya (misalnya, luxated
lensa, benda asing pada intraocular )

Pemeriksaan radiografi Seperti Rontgen , CT- scan, dan


MRI juga dapat mengungkapkan sebuah benda asing
intraokular, tergantung pada jenis atau komposit.

Fungsi retina dapat dievaluasi menggunakan


electroretinography. Dapat juga dilakukan angiografi pada
iris untuk melihat adanya neovaskularisasi meskipun sangat
jarang dilakukan.

Pemeriksaan laboratorium jarang dilakukan, kecuali


pemeriksaan darah complete blood cells untuk melihat
adanya sickle cell disease.
WD :

Hifema OD Akibat Trauma Tumpul

DD :

Endopthalmitis OD
Uveitis Anterior OD
Gangguan Hifema Traumatik Endopthalmitis Uveitis Anterior
Definisi Terdapat darah di dalam COA, yang Peradangan berat dalam bola mata Proses radang yang mengenai uvea bagian
terjadi akibat trauma tumpul yang yang biasa disebabkan oleh infeksi. anterior, yaitu mengenai iris (iritis), badan
merobek pembuluh darah iris atau Terdapat 2 tipe endoftalmitis, silier (siklitis), atau kedua-duanya
badan siliar dan bercampur dengan endogen dan eksogen. (iridosiklitis).
humor aqueus, yang sebenarnya
berwarna jernih.

Etiologi Trauma benda tumpul, misalnya bola, Endogen : Infeksi bakteri Autoimun, infeksi, keganasan,
batu, projektil, mainan anak-anak, Eksogen : akibat trauma tembus
pelor mainan, paint ball, maupun
atau infeksi pada tindakan
tinju. pembedahan yang membuka bola
mata.
Manisfestasi Darah di COA Rasa sakit yang sangat, kelopak Nyeri , terutama di bulbus okuli, sakitnya
Klinis Mata merah Penglihatan sangat merah dan bengkak, kelopak sukar spontan atau pada penekanan di daerah
menurun dibuka, konjungtiva kemotik dan badan siliar, sakit kepala di kening yang
Nyeri disertai dengan efipora & merah, kornea keruh, COA keruh. menjalar ke temporal, fotofobia, lakrimasi ,
blefarospasme ; Selain itu akan terjadi penurunan gangguan visus dan bersifat unilateral
Pembengkakan dan perubahan tajam penglihatan dan fotofobia
warna pada palpebra ; (takut cahaya). Bila sudah
Otot sfingter pupil mengalami memburuk, akan terbentuk
kelumpuhan ; hipopion, yaitu kantung berisi cairan
Pupil tetap dilatasi (midriasis) putih, di depan iris.
Pewarnaan darah (blood staining)
pada kornea ;
Kenaikan TIO (glukoma sekunder )
Epidemiologi
Paling sering Hifema grade I.
Rerata kejadian tahunan hyphema dari semua penyebab sekitar 17 /
100,000 orang.
Mayoritas Hifemas terjadi pada laki-laki (75% -78%) dengan rata rata
usia 15,5-18,2 tahun. 10
Sebuah studi dari 238 pasien dengan trauma Hifema menunjukkan
mayoritas trauma terjadi sebagai akibat dari :
kekerasan jalanan (43%)
kecelakaan di rumah (33%).
olahraga berkontribusi 60% dari penyebab Hifemas traumatis
Olahraga berisiko tinggi di mana menyebabkan trauma antara lain
bisbol, softball, basket, sepak bola , dan paint-ball.
ETIOLOGI HIFEMA
Hifema Traumatik Trauma benda tumpul, misalnya bola,
batu, projektil, mainan anak-anak, pelor
mainan, paint ball, maupun tinju

Hifema iatrogenik Merupakan komplikasi dari proses medis,


seperti proses pembedahan.

Hifema spontan Perdarahan bilik mata depan akibat


adanya proses neovaskularisasi,
neoplasma, maupun adanya gangguan
hematologi
Patofisologi Hifema Traumatik

Peralihan
Penaikan secara tiba2 Regangan
tekanan quos humor pada badan Sehingga
Kumpulan
Trauma Antero- dri belakng siliar dan terjadi
darah
postero bola menuju iriis dan robekan
mata depat kornea
badaan kaca
Klasifikasi Hifema

Hyphaema tk I: perdarahan mengisi


1/4 bagian bilik depan mata.

Hyphaema tk II : perdarahan mengisi


1/2 bagian bilik depan mata.

Hyphaema tk III: perdarahan mengisi


3/4 bagian bilik depan mata.

Hyphaema tk IV : perdarahan mengisi


penuh biIik depan mata.
Komplikasi
Perdarahan sekunder
Komplikasi ini sering terjadi pada hari ke 3 sampai ke 6, sedangkan
insidensinya sangat bervariasi, antara 10 - 40%. Perdarahan sekunder
ini timbul karena iritasi pada iris akibat traumanya , atau merupakan
lanjutan dari perdarahan primernya
Glaukoma sekunder
Timbulnya glaukoma sekunder pada traumatic hyphaema disebabkan
oleh tersumbatnya trabecular meshwork oleh butir-butir/gumpalan
darah .
Hemosiderosis comea
Hemosiderosis ini akan timbul bila ada perdarahan/perdarahan
sekunder disertai kenaikan tekanan intraokuler . Gangguan visus
karena hemosiderosis tidak selalu permanen, tetapi kadang-kadang
dapat kembali jernih dalam waktu yang lama (2 tahun). Insidensinya
10% .
Penatalaksanaan
Konservatif Bed rest , Melakukan penutupan mata dengan eye patch atau eye cover, Melakukan elevasi
kepala 30-45o , Memberikan sedasi , Pemberian analgesik, Pemantauan berkala

Medika Mentosa KoagulansiaGolongan obat koagulansia : Anaroxil, Adona AC, Coagulen, Transamin, vit K, dan vit
C.
Midriatika Miotika.
Ocular Hypotensive Drug. Semua sarjana menganjurkan pemberian acetazolamide (Diamox)
secara oral sebanyak 3x sehari bilamana ditemukan adanya kenaikan tekanan intraokuler.
Kortikosteroid dan Antibiotika. Pemberian hidrokortison 0,5% secara topikal akan mengurangi
komplikasi iritis dan perdarahan sekunder dibanding dengan antibiotik.pemberian prednison 40
mg/hari secara oral segera setelah terjadinya traumatic hyphaema guna mengurangi perdarahan
sekunder.
Bila ditemukan rasa sakit diberikan analgetik atau asetozalamid bila sakit pada kepala akibat
tekanan bola mata naik.

Bedah Parasentesis
Merupakan Tindakan mengeluarkan darah/nanah dari BMD .
Dilakukan bila tanda-tanda hifema tidak berkurang dalam 5 hari.
membuat insisi korena 2 mm dari limbus kearah kornea yang sejajar dengan permukaan iris .
Biasanya dilakukan penekanan pada bibir luka maka koagulum dari bilik mata depan keluar .
Bila darah tidak keluar seluruhnya maka bilik mata depan dibilas dengan garam fisiologik .
Biasanya luka insisi kornea pada parasentesis tidak dijahit.
Prognosis

Prognosa dari traumatic hyphaema sangat tergantung pada :


Tingkat hyphaema, ada/tidaknya komplikasi dari
perdarahan/traumanya, cara perawatan dan keadaan dari
penderitanya sendiri.
hifema grade I memiliki kemungkinan 80% untuk mencapai
tajam penglihatan minimal 6/12.
Hifema yang lebih tinggi, yakni grade II memiliki kemungkinan
60%,
sedangkan pada hifema total kemungkinan tajam penglihatan
minimal 6/12 relatif rendah, yakni sekitar 35%.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan diketahui bahwa pasien
20 tahun yang datang dengan keluhan mata merah , sakit dan berair
mengalami atau didiagnosis Hifema , hal ini didukung oleh hasil anamnesis
dimana pasien memiliki riwayat trauma terkena bola futsal , selain itu
didukung dengan adanya darah pada kamera okuli anterior OD , disertai
dengan penurunan penglihatan pada mata kanan dan peningkatan TIO .
dengan demikian maka hipotesis terbukti .
Sekian dan terimakasih
Semoga Bermanfaat