Anda di halaman 1dari 38

Tumor Mammae

Apri Haryono Hafid
Dianita Susilo Saputri
Elva Kumalasari
Lily Raudah Putri Lubis
Luh Gede Laksmi Rahayu Handayani

Identitas Pasien
• Nama : Ny Y
• Jenis Kelamin : Wanita
• Usia : 45 tahun
• Pendidikan: SMP
• Pekerjaan : Ibu rumah tangga
• Alamat : Pandeglang, Banten
• Tanggal MRS : 18 Oktober 2016

Keluhan Utama

Benjolan di payudara kanan yang semakin
membesar sejak 3 tahun sebelum masuk
rumah sakit

semakin lama semakin membesar. Riwayat Penyakit Sekarang • Pasien mengeluh benjolan di payudara kanan sejak 3 tahun SMRS. usia kehamilan saat itu 6 bulan. awalnya sebesar kelereng di sebelah atas puting. saat ini seukuran kepalan tangan • Benjolan tidak terasa nyeri. setelah melahirkan ASI pasien keluar normal dan banyak . panas. tidak berubah dalam siklus haid • Benjolan dapat digerakkan • Tidak ada benjolan di tempat lain • Benjolan muncul saat pasien sedang hamil anak kedua. atau merah.

lama haid 6 hari . penurunan BB. anak pertama lahir saat pasien berusia 39 tahun. saat ini masih haid teratur setiap bulan.• Demam. batuk lama. nyeri tulang. anak kedua saat pasien berusia 42 tahun • Pasien tidak pernah menggunakan kontrasepsi • Menarke usia 13 tahun. memiliki 2 orang anak. sesak disangkal • Pasien menikah usia 38 tahun.

tidak dilakukan pemeriksaan patologi. bekerja sebagai ibu rumah tangga .• Riwayat penyakit dahulu – Operasi pengangkatan tumor payudara kanan sebesar kelereng di lokasi tumor yang sama pada tahun 2007 di RS Pandeglang. tidak diketahui sifat jinak/ganasnya tumor • Riwayat penyakit keluarga – Riwayat tumor payudara di keluarga disangkal • Riwayat sosial ekonomi – Pasien JKN.

5 0C • Pernapasan : 18 kali/menit • BB/TB/IMT: 68 kg/149 cm/30.62 kgm-2 . Pemeriksaan Fisis • Kesadaran : compos mentis • Keadaan umum : baik • Kesan gizi : lebih • Tekanan darah : 130/80 mmHg • Nadi : 80 kali/menit • Suhu : 36.

tidak ada deformitas. tidak ada massa dan nyeri tekan. sklera tidak ikterik Leher Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening Jantung Bunyi jantung I dan II normal. bising usus normal Ekstremitas Akral hangat. tidak ada ronki dan wheezing Abdomen Buncit. Status Generalis Kepala Tidak ada deformitas Mata Konjungtiva tidak pucat. CRT <2 detik . tidak ada murmur dan gallop Paru Suara napas vesikuler. lemas.

--- . --- --. --- --. Status Lokalis --.

terdapat bekas luka operasi di payudara kanan 2 cm dari puting di arah jam 12 sepanjang 4 cm Tampak benjolan di payudara kanan. Status Lokalis Inspeksi Payudara kanan dan kiri tidak simetris. tepi berbenjol-benjol. warna kulit sama dengan sekitar. konsistensi padat. ukuran sebesaran kepalan tangan. di sekitar areola dominan di kuadran superolateral areola. tidak teraba hangat Tidak teraba KGB aksila. infraklavikula . tidak terdapat ulkus. ukuran yang 10. tidak tampak discharge Palpasi Payudara kiri tidak teraba benjolan Teraba benjolan di payudara kanan. batas tegas. di keempat kuadran sekitar areola. supraklavikula. tidak bergerak saat otot dikontraksikan.5 x 10 x 7.2 cm. tidak terfiksir pada kulit dan dinding dada.3 tidak nyeri.

Diagnosis Kerja Tumor mammae dextra suspek ganas .

Rencana Diagnosis • USG • Mamografi • Core biopsy • Darah tepi lengkap .

TINJAUAN PUSTAKA .

Anatomi Mammae .

.

Epidemiologi • Kanker payudara: Urutan pertama kanker tersering pada perempuan • Insidensi 22% .

LKB1 • Riwayat Ca mammae anggota keluarga berusia muda & (<40 tahun) • Riwayat menderita hiperplasia atipik • Riwayat menderita kanker pada salah satu payudara familial • Riwayat Ca payudara laki-laki • Riwayat Ca ovarium . Faktor Risiko • Usia lanjut Usia • Penduduk di negara maju • Status ekonomi menengah ke atas Genetik • Mutasi genetik BRCA 1. BRCA 2. NBS1. pp53. chkCHEK2. ATM.

penggunaan dietilstilbestrol pada masa kehamilan) Hormonal • Menyusui < 27 minggu seumur hidup • Asupan lemak jenuh • Berat badan (premenopause IMT <35. Faktor Risiko (2) Reproduksi • • Usia menarche <10 tahun Usia menopause >55 tahun & Usia kehamilan pertama >35 tahun • • Penggunaan hormon eksogen (kontrasepsi oral. cadmium . Gaya Hidup pascamenopause IMT >35) • Konsumsi alkohol berlebih • Merokok • Riwayat terpapar radiasi pengion >10 tahun Lingkungan • Pajanan DDT.

rokok. aktivitas fisik. Faktor Risiko (3) Usia Menarche • Tiap jeda 1 tahun usia menarche penurunan risiko 5-10% • Usia Menarche Dini  paparan hormon endogen lebih lama • Estrogen lebih tinggi sepanjang usia produktif Usia Menopause • Insidens Ca mammae berkurang pada masa menopause • Perempuan usia menopause lebih tua  risiko Ca lebih tinggi Gaya Hidup & Pola Makan • Alkohol. konsumsi fitoestrogen .

Faktor Risiko (4) Paritas • Risiko perempuan melahirkan < belum • Awal: risiko meningkat setelah kehamilan pertama (peningkatan hormon & proliferasi sel epitel payudara cepat • Menurun selama 10 tahun & efek protektif terus berjalan (diferensisasi sel epitel kurang sensitif terhadap karsinogen) • Persalinan selanjutnya menurunkan risiko Ca Mammae Usia pada kehamilan aterm pertama • Kehamilan pertama pada usia >35 tahun  risiko 40-60% > .

3% untuk setiap 1 tahun menyusui Berat badan & IMT • Berat badan berlebih • Peningkatan produksi estrogen endogen hasil konversi dari androgen oleh enzim aromatase pada lemak-lemak adiposa . Faktor Risiko (5) Menyusui • Menyusui rentang waktu lama  risiko << 4.

Faktor Risiko (6) Hormon Eksogen • Terdapat hubungan positif namun lemah kontrasepsi oral & Ca Mammae • Penggunaan hormon pasca menopause (dosis respons & durasi penggunaan)  risiko >> • Kombinasi estrogen-progestin risiko >> estrogen saja .

Patogenesis Hiperlasia Duktal • Proliferasi sel epitel poliklonal tersebar tidak merata dengan inti tumpang tindih & lumen tidak teratur  tanda awal keganasan Hiperplasia Atipik (Klonal) • Sitoplasma sel menjasi lebih jelas & tidak tumpang tindih dengan lumen duktus yang teratur  Klinis: risiko Ca Mammae >> .

dapat bilateral. Patogenesis (2) Karsinoma in situ (Duktal & Lobular) • Proliferasi sel dengan gambaran sitologi sesuai keganasan • Proliferasi belum menginvasi stroma / menembus membran basal • Karsinoma in situ lobular menyebar ke seluruh jaringan payudara. & tidak terlihat saat pencitraan • Karsinoma in situ duktal bersifat segmental. dapat mengalami kalsifikasi  gambaran bervariasi Karsinoma invasif • sel tumor telah menembus membran basal & menginvasi stoma • Sel Ca menyebar baik hematogen & limfogen  metastasis . tidak teraba saat pemeriksaan.

Grading .

Anamnesis • Pencatatan Identitas • Keluhan : – massa/pembengkakan – nyeri – cairan dari puting susu – retraksi puting susu – Perubahan warna kulit payudara .

Kecenderungan penyakit payudara sesuai usia .

2 nd ed. . Jakarta. II dan III • Paliatif  kanker payudara stadium IV Suyatno. Tata Laksana • Kuratif  kanker payudara stadium I.Sagung Seto:2014. Pasaribu ET. Bedah onkologi diagnosis dan terapi.

2 nd ed. Operasi • Classic radical mastectomy • Modified radical mastectomy • Skin sparing mastectomy • Nipple sparing mastectomy • Breast conserving treatment Suyatno. . Jakarta. Bedah onkologi diagnosis dan terapi.Sagung Seto:2014. Pasaribu ET.

high grade. high thymidin index) Suyatno. Jakarta. Bertujuan untuk mengendalikan occult microsmetastic disease. Bedah onkologi diagnosis dan terapi. Pasaribu ET. • Kemoterapi adjuvan : terapi tambahan setelah terapi utama. invasi limfatik atau vaskular. Kemoterapi • Penggunaan obat anti kanker (sitostatika) untuk menghancurkan sel kanker • Bekerja menghambat sintesa DNA. . 2 nd ed.Sagung Seto:2014. ER/PR negatif. • Indikasi : – Penderita dengan KGB aksila positif – Penderita dengan KBG negatif tetapi pasien high risk (usia < 40 tahun.

Suyatno. Bertujuan mempertahankan kualitas hidup. kontrol progresi tumor dan memperlama harapan hidup. Jakarta. 2 nd ed. Bedah onkologi diagnosis dan terapi. . • Kemoterapi primer : Diberikan pada stadium lanjut (IV) untuk mengendalikan gejala yang timbul.Sagung Seto:2014. Bertujuan untuk memperkecil ukuran tumor dan kontrol mikrometastasis. Pasaribu ET. • Kemoterapi neoadjuvan : Pemberian kemoterapi pada penderita kanker dengan high grade malignancy dan belum pernah mendapat tindakan bedah atau radiasi.

Radioterapi • Mengganggu proses replikasi DNA sehingga menyebabkan kematian sel. • Indikasi : – Setelah tindakan BCS – Tumor letak sentral atau medial – KGB positif dengan ekstensi ekstra kapsular – Batas sayatan tidak bebas tumor (T> 5cm) Suyatno. Bedah onkologi diagnosis dan terapi. Pasaribu ET. . Jakarta. 2 nd ed.Sagung Seto:2014.

• Contoh : Tamoxifen. Pasaribu ET.Sagung Seto:2014. . Bedah onkologi diagnosis dan terapi. Anastrozole Suyatno. • Bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi estrogen dalam sel tumor. Terapi Hormonal • Adjuvan hormonal. diindikasikan jika payudara menunjukan ekspresi positif dari ER atau PR. Jakarta. 2 nd ed.

. Terapi Target • Ditujukan untuk menghambat proses pertumbuhan sel kanker. Pasaribu ET. 2 nd ed.Sagung Seto:2014. • Trastuzumab – Antibodi monoklonal bekerja langsung pada reseptor HER2 • Bevacizumab – Antibodi monoklonal yang memblock VEGF • Lapainib ditosylate – Antibodi monoklonal yang menghambat HER 1 dan HER 2 Suyatno. Bedah onkologi diagnosis dan terapi. Jakarta.

Panduan nasional penanganan kanker payudara. 2015 .Kemenkes RI.

2015 . Panduan nasional penanganan kanker payudara.Kemenkes RI.

2015 .Kemenkes RI. Panduan nasional penanganan kanker payudara.

Prasetyono TOH. 3rd Ed. Buka Ajar Ilmu Bedah. 2010. Sjamsuhidajat R. Rudiman R. Jakarta: EGC. Karnadihardja W. Referensi 1. .