Anda di halaman 1dari 27

Muhammad Ario Bagus Baskoro

03007168
Kesadaran merupakan fungsi utama susunan
saraf pusat
Untuk mempertahankan fungsi kesadaran
yang baik, perlu suatu interaksi yang konstan
dan efektif antara hemisfer serebri yang intak
dan formasio retikularis di batang otak
. Gangguan pada hemisfer serebri atau
formasio retikularis dapat menimbulkan
gangguan kesadaran
gangguan kesadaran dapat berupa
apati
delirium
Somnolen
sopor
koma

Koma sebagai kegawatan maksimal fungsi


susunan saraf pusat memerlukan tindakan
yang cepat dan tepat
batang otak berfungsi mengendalikan tingkat
kesadaran dan secara ritmis merangsang otak
untuk terjaga dan siaga
Kesadaran bisa di nilai secara kualitatif dan
kuantitatif
Koma merupakan penurunan kesadaran yang
paling rendah tidak ada reaksi sama sekali,
baik dalam hal membuka mata, bicara,
maupun reaksi motorik.
S : Sirkulasi
E : Ensefalitis
M: Metabolik
E : Elektrolit
N : Neoplasma
I : Intoksikasi
T :Trauma
E : Epilepsi
KORTEKS
SEREBRI
KESADARAN

ASCENDING Bertindak
RETICULAR Sebagai on/off
ACTIVATING switch
SYSTEM
Lesi
supratentorial
Terletak di
Lesi supratentorial,
KOMA infratentorial infratentorial

Gangguan
metabolik
Tujuan pemeriksaan untuk menentukan
letak proses patologi
apakah di hemisfer
batang otak atau dikeduanya
penyebabnya.

Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan neurologis
Bisa ditanyakan:
1) Kejadian terakhir
2) Trauma
3) Riwayat medis pasien
4) Riwayat psikiatrik
5) Obat-obatatan
Tanda vital
Kulit
Nafas
Kepala
THT
Leher
Pemeriksaan neurologis
Observasi posisi tidur - Menguap, menelan,
berarti batang otak masih utuh
Derajat kesadaran Ditentukan oleh PCS dan
Infant Face Scale
Pola pemafasan
Cheyne-Stokes dan central hyperventilation -
dapat dilihat pada gangguan metabolik dan
lesi struktural di beraneka ragam tempat di
otak
Ataxia dan gasping - lesi pontomeduler
Apneustic breathing - kerusakan pons
Depressed - pola pernafasan tidak efektif, lesi
medula oblongata, atau diakibatkan obat-
obatan.
Cluster breathing - kerusakan pons dan
cerebelar
Posisi kepala dan mata - lesi hemisfer, kepala
dan kedua mata melirik ke arah lesi dan
menjauh dari hemiparesis, lesi di pons
kebalikannya
Funduskopi - Papil edema menandakan
peninggian tekanan intrakranial.
Pupil
Midposition (3--5 mm) dan refleks cahaya
negatif -- kerusakan mesensefalon (pusat
refleks pupil di mesensefalon).
Refleks pupil normal, refleks kornea dan
gerakan bola mata tidak ada -- koma metabolik
dan obat-obatan seperti barbiturat
Dilatasi pupil unilateral dan refleks cahaya
negatif penekanan N.III
Pupil kecil dan refleks cahaya positif -
kerusakan pons, opiat dan pilokarpin.
Dolls head maneuver (refleks okulosefalik)
Bila tidak normal, lesi mesensefalon-pons.

Tes kalori (refleks okulovestibular).


Refleks muntah
Refleks kornea - menandakan intaknya batang
otak setinggi CN 5( aferen)
dan CN 7 (eferen)
Respons motoris.
Respon sensoris
Refleks
CT atau MRI scan Kepala : pemberian kontras
diberikan apabila kita curigai terdapat tumor
atau abses
Punksi Lumbal : dilakukan untuk
menyingkirkan kemungkinan meningitis,
encephalitis, atau perdarahan subarachnoid
EEG : bisa saja diperlukan pada kasus serangan
epileptik tanpa status kejang, keadaan post
ictal, koma metabolik
Penatalaksanaan Umum
1) Proteksi jalan nafas : adekuat oksigenasi dan ventilasi
2) Hidrasi intravena : gunakan normal saline pada pasien dengan
edema serebri atau peningkatan TIK
3) Nutrisi : lakukan pemberian asupan nutrisi via enteral dengan
nasoduodenal tube,
4) Kulit : hindari dekubitus dengan miring kanan dan kiri tiap 1
hingga 2 jam, dan
5) Mata : hindari abrasi kornea dengan penggunaan lubrikan atau
tutup mata dengan plester
6) Perawatan bowel : hindari konstipasi dengan pelunak feses
7) Perawatan bladder : indwelling cateter urin dan intermiten kateter
tiap 6 jam
8) Mobilitas joint : latihan pasif ROM untuk menghindari
kontraktur
Penatalaksanaan Khusus:
Bila terjadi Peningkatan TIK:
Elevasi kepala
Intubasi dan hiperventilasi
Sedasi jika terjadi agitasi yang berat ( midazolam 1
2 mg iv )
Diuresis osmotik dengan manitol 20% 1 g/kg BB iv
Dexametason 10 mg iv tiap 6 jam pada kasus edema
serebri oleh tumor atau abses setelah terapi ini
monitor ICP harus dipasang
Kasus encephalitis yang dicurigai oleh infeksi
virus herpes acyclovir 10 mg/kg iv tiap 8
jam
Kasus meningitis ceftriaxon 2x1 g iv dan
ampicillin 4x1 g iv sambil menunggu hasil
kultur