Anda di halaman 1dari 14

Presentation Title

My name
contact information
or project description

1% usia 10 kematian akibat konsumsi rokok tahun ke atas. Di Aceh nasional yang hanya 12. prevalensi merokok orang dewasa di merokok di indonesia Indonesia sebesar 34. menunjukan prevalensi Organization (WHO).3%. Setiap tahun angka dan perempuan 3.3% per 100.7% tertinggi di dunia laki-laki 46.8% terbagi merupakan salah satu yang atas 67% laki-laki dan 2.8% perempuan.3% berada di atas rata-rata 100.7% per 15. Prevalensi penyakit paru Menurut (RESKESDAS) perokok obstruksi kronik (PPOK) di aktif di Provensi Aceh mencapai indonesia sebanyak 3.000 besar resiko mengalami penyakit penduduk. sebanyakan 225. paru obstruksi kronik (PPOK) . Rata- angka kejadian penyakit paru rata perokok mengisap 14 hingga 15 obstruksi kronik (PPOK) batang rokok per hari.000 orang.000 penduduk. BAB LATAR RUMUSAN TUJUAN MANFAAT BELAKANG MASALAH PENELITIAN PENELITIAN I Data Global Adult Tobacco Survey Berdasarkan data World Healt (GATS). maka semakin sebanyak 4.

Khusus • Melihat sejauh mana distribusi frekuensi. . lama perilaku merokok menyebabkan penyakit paru obstruksi kronik. BAB LATAR RUMUSAN TUJUAN MANFAAT BELAKANG MASALAH PENELITIAN PENELITIAN I Apakah ada hubungan perilaku merokok dengan Penyakit paru obstruksi kronik (PPOK) di RSUD Meuraxa? Tujuan Mengetahui hubungan perilaku merokok dengan Penyakit paru Umum obstruksi kronik (PPOK) di RSUD Meuraxa • Melihat sejauh mana perilaku merokok menyebabkan Tujuan penyakit paru obstruksi kronik.

BAB LATAR RUMUSAN TUJUAN MANFAAT BELAKANG MASALAH PENELITIAN PENELITIAN I Bagi Peneliti Manfaat Penelitian Bagi Dokter Bagi Peneliti Klinis Selanjutnya .

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ROKOK Rokok adalah cacahan tembakau yang dibungkus kertas yang panjangnya berukuran 7-10 cm. Zat kimia yang Terkandung Dalam Asam Rokok Nitrous Sulfide oxide Formalde Tar hid Amoniak Nikotin Methanol Metil Piridin Klorida Karbon Asam monoksida N-nitrosamine Formaldehid sianida .

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perilaku Merokok Perilaku merokok adalah sesuatu yang di lakukan seseorang berupa membakar tembakau yang kemudian dihisap asapnya. dan ringan yaitu menghisap 1-4 batang rokok dalam sehari. . Faktor – Faktor Penyebab Dampak Perilaku Perilaku Merokok merokok • Faktor Psikologis • Dampak positif • Faktor Biologis • Dampak Negatif • Faktor Lingkungan Derajat Merokok Seseorang dapat dikatakan perokok berat apabila ia menghisap 15 batang rokok dalam sehari. sedang yaitu menghisap 5-14 batang rokok dalam sehari.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) gangguan progresif lambat kronis yang ditandai oleh obstruksi saluran pernafasan yang menetap atau sedikit reversible. Faktor Resiko Patogenesis Gejala Klinis • Asap Rokok • Bronkitis Kronik • Dispnea • Polusi di dalam ruangan • Emfisema • Batuk • Infeksi Saluran Pernafasan • Sputum • Genetik • Suara wheezing • Sosial Ekonomi • Sesak nafas Diagnosis Anamnesis Penatalaksanaan Komplikasi Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang .tidak seperti obstruksi saluran pernafasan yang reversible seperti asma.

BAB II KERANGKA TEORI Rokok Faktor penyebab Derajat Merokok perilaku merokok Berat Psikologis Perilaku Merokok Sedang Biologis Ringan Lingkungan Dampak Positif Dampak negatif GangguanPernafasan Perbaikan Mood PPOK .

Instrumen Pengumpulan Data Kuesion Foto rontgen thorax . BAB KERANGKA PENELITIAN III Kerangka Konsep Variable Independen Variabel Dependen Perilaku Merokok Penyakit Paru Obstruksi Kronik(PPOK) Hipotesis Penelitian Ha = Ada hubungan perilaku merokok dengan dengan Penyakit Paru Obstuksi Kronik (PPOK).

Variabel Dependen B Penyakit Gangguan progresif lambat Data Foto Nominal Ya Paru kronis yang ditandai oleh Sekunder Rontgen Tidak Obstruksi obstruksi saluran pernafasan thorax Kronik yang menetap atau sedikit reversible. BAB DEFENISI OPERASIONAL III N Variabel Definisi operasional Cara ukur Alat ukur Skala Hasil o ukur Ukur 1 2 3 4 5 6 7 Variabel Independen A Perilaku Sesuatu yang dilakukan Wawancara Kuesioner Ordinal Berat merokok seseorang berupa membakar Ringan tembakau yang kemudian Tidak dihisap asapnya . .

Populasi dan seluruh pasien laki-laki yang Sampel mengidap penyakit PPOK di 60 Penelitian RSUD Meuraxa Banda Aceh metode purposive sampling dalam Cara pengumpulan data penelitian. Pada bulan Januari sampai Penelitian Juli. Dengan Pengambilan memberikan kuesioner dan melihat foto sempel rontgen thorax pasien . BAB METODE PENELITIAN IV Jenis dan Rancangan Kuantitatif Cross sectional Penelitian Tempat dan Akan dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Waktu Meuraxa Banda Aceh.

BAB METODE PENELITIAN IV Kriteria Penelitian Kriteria Kriteria Inklusif Eksklusif • Pasien bersedia mengisi kuesioner • Pasien tidak bersedia mengisi • Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik kuesioner (PPOK) usia 40-60 tahun • Pasien yang didiagnosis tidak • Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik mengalami Penyakit Paru Obstruksi (PPOK) yang didiagnosis oleh dokter Kronik (PPOK) spesialis radiologi berdasarkan foto • Ketidak akuratan foto rontgen atau rontgen kualitas X-ray .

BAB METODE PENELITIAN IV Pengolahan Data Editing Coding Transfering Tabulating Analisa Data Univariat Bivariat .