Anda di halaman 1dari 43

Case Report

Demam Tifoid

Panji Dwi Utomo


case report .
STATUS PASIEN

An. RK

1 tahun 8 bulan

laki-laki

Jl. Kamp. Makasar 11/03 no 23 Jakarta- Timur

Kristen

Batak
Identitas
orangtua

Ayah Ibu
Nama Tn. D Ny. S
Umur 39 tahun 29 tahun
Alamat Jl. Kamp. Makasar Jl. Kamp. Makasar
11/03 no 23 11/03 no 23
Jakarta Timur Jakarta- Timur
Pekerjaan Karyawan IRT
Pendidikan STM SMA
Agama Kristen Kristen
Suku Batak Batak
Keluhan Utama
Demam 1 minggu

Keluhan Tambahan
tidak BAB pasca mencret, muntah, nafsu
makan turun, lemas
disangkal

disangkal

Pasien lahir ditolong oleh dokter, cukup bulan, sectio sesaria,langsung


menangis dengan berat badan lahir 3200 gram dan panjang lahir 50
cm. Kelainan bawaan disangkal
Pemeriksaan Umum
Keadaan umum :Tampak sakit sedang
Kesadaran :Compos Mentis
Frek. Nadi :110 x/ menit (reguler, kuat angkat,
isi cukup)
Fek. Nafas : 26 x/menit (reguler, adekuat)
Suhu : 38,20C (Axila)
BB : 10 kg
Pemeriksaan Sistem

Kepala : Bulat, normocephali, distribusi rambut merata, tidak


mudah dicabut

Mata : Kelopak mata tidak cekung, konjungtiva tidak anemis,


sclera tidak ikterik

Hidung : Bentuk biasa, cavum nasi lapang/lapang, sekret -/-,


pernafasan cuping hidung (-)

Telinga : Normotia, liang telinga lapang /lapang, serumen -/-

Mulut :Mukosa bibir kering, sianosis (-), lidah kotor tepi


Hiperemis, tonsil T2-T2 tenang, faring tidak hiperemis.
Leher :Kelenjar getah bening tidak teraba membesar
Thoraks I :Pergerakan dinding dada simetris,retraksi (-)
Pal : Vokal fremitus ka=ki
P : Sonor, ka=ki
A : Paru-paru BND vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -./-
jantungBJ I/II normal,gallop (-), murmur (-)
Perut I : Perut datar
A : Bising usus (+)
Pal : Supel, hepar dan lien tidak teraba membesar
P : Tympani
Anggota gerak : Akral hangat, sianosis (-), capiliary refil < 2
Kulit : Petechi spontan (-)
HEMATOLOGI
Hb 12.4 g/dl
Ht 36 %
Trombosit 316 rb/uL
Leukosit 15.6 rb/uL
Eritrosit 5 juta/uL
MCV 73 fL
MCH 24 pg
MCHC 33 %
HEMATOLOGI KIMIA KLINIK
LED 21 GDS 94mg/dl
Hb 12 g/dl Na 128 mmol/L
Ht 36.4 % K 2.6 mmol/L
Trombosit 244 rb/uL Cl 83 mmol/L
Leukosit 12.8 rb/uL
Eritrosit 4.75 juta/uL WIDAL
MCV 76.6 fL S. Typhi-O 1/320
MCH 25.2 pg S. Paratyphi- AO -
MCHC 32.9 % - BO 1/160
Basofil 0
- CO -
Eosinofil 0
Neutrofil Batang 2 S. Typhi-H -
Neutrofil Segmen 40 S. Paratyphi- AH -
Limfosit 55 - BH -
Monosit 3 - CH -
DEMAM DEMAM
DENGUE TIFOID

FIMOSIS
DIET IVFD Medikamentosa
Lunak Tridex 27B Ceftriaxone
tanpa serat 16 tpm 2x500mg
RL 16 tpm Dexametason 3
+ KCL 20 x1,5 mg (1 hari)
mEq/kolf Microlax supp
PCT 3x1 cth
Ad vitam bonam

Ad
fungsionum bonam

Ad
sanationum bonam
2-11-2012 3-11-2012 4-11-2012
S Demam (+), belum BAB 3 hari pasca Demam (+), lemas (+), BAB biasa Demam (+)
diare, lemas (+), tidak nafsu
makan
O Keadaan umum : Tampak sakit sedang Keadaan umum : Tampak sakit ringan Keadaan umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Composmentis Kesadaran : Composmentis Kesadaran : Composmentis
FN : 98 x/menit (reguler, isi cukup, kuat FN : 90 x/menit (reguler, isi cukup, kuat FN : 92 x/menit (reguler, isi cukup, kuat
angkat) angkat) angkat)
RR : 24 x menit (reguler, adekuat) RR : 24 x menit (reguler, adekuat) RR : 26 x menit (reguler, adekuat)
Suhu : 37,60C (axilla)
Suhu : 37,80C (axilla) Suhu : 37,30C (axilla)
Mulut : Mukosa bibir kering, lidah kotor tepi
Mulut : Mukosa bibir kering, lidah kotor hiperemis, tonsil T2-T2 tenang, faring tidak Mulut : Mukosa bibir kering, lidah tdk
tepi hiperemis, tonsil T2-T2 tenang, hiperemis kotor, tonsil T2-T2 tenang, faring tidak
faring tidak hiperemis hiperemis

A - Demam tifoid - Demam Tifoid - Demam Tifoid

P - Diet lunak tanpa serat - Diet : lunak tanpa serat - Diet lunak
IVFD : RL 16 tetes / menit IVFD : RL 16 tetes / menit - IVFD habis off
- Mm/ - Mm/ - Therapi diteruskan
- Ceftriaxone 2x500 mg - Ceftriaxone 2x500 mg
- Dexamethasone 3x1,5 mg - PCT 3x1 cth
- Microlax supp
5-11-2012 6-11-2012 7-11-2012

S Demam (-) Demam (-) Demam (-)

O Keadaan umum : Tampak sakit ringan Keadaan umum : Tampak sakit ringan Keadaan umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Composmentis Kesadaran : Composmentis Kesadaran : Composmentis

FN : 120 x/menit (reguler, isi cukup, kuat FN : 100 x/menit (reguler, isi cukup, kuat FN : 104 x/menit (reguler, isi cukup, kuat
angkat) angkat) angkat)
RR : 28 x menit (reguler, adekuat) RR : 26 x menit (reguler, adekuat) RR : 28 x menit (reguler, adekuat)
Suhu : 36,20C (axilla) Suhu : 36,10C (axilla) Suhu : 36,30C (axilla)

Mukosa bibir lembab, lidah tdk kotor tonsil Mukosa bibir lembab, lidah tdk kotor, tonsil Mukosa bibir lembab, lidah tdk kotor,
T2-T2 tenang, faring tidak hiperemis T2-T2 tenang, faring tidak hiperemis tonsil T2-T2 tenang, faring tdk hiperemis

A -Demam tifoid dengan bebas demam hari-1 - Demam tifoid demam bebas demam hari- - Demam tifoid bebas demam hari-3
2

P - Terapi diteruskan - Terapi diteruskan - Terapi diteruskan


- Jika tidak panas, rencana pulang
Demam tifoid merupakan masalah kesehatan yang sering

ditemukan di negara berkembang

Terutama pada daerah tropis dan subtropis yang kesehatan

lingkungan, sumber air dan sanitasi yang buruk


Penyakit infeksi akut pada usus halus yang
biasanya terdapat gejala :
Demam > 1 minggu

Gangguan saluran pencernaan

Dengan atau gangguan kesadaran


e Salmonella Typhi
t kuman gram negatif

I aerob

o tidak membentuk spora

l
o
g
i
Insidens (Indonesia) 760-810 pasien/100.000 penduduk/tahun

Di daerah endemik, insidens tertinggi usia 5-19 tahun

anak < 5 tahun ( jarang )

cara penularan

menelan makanan dan minuman yang terkontaminasi tinja manusia yang terdapat
kuman Salmonella Typhi
sporadic outbreaks

medium endemicity

high endemicity
Masa inkubasi

5-40 hari (1014 hari)


Demam
Nyeri kepala
Malaise
Mialgia
Anoreksia
Mual, muntah,
Konstipasi/diare
Demam
Bradikardi relatif
Coated tongue
Hepatomegali MINGGU GEJALA
Splenomegali II
Meteorismus
Roseolae (jarang)
KLINIS
GI Track
Demam
Mulut nafas bau tidak
- 3 minggu bersifat sedap, bibir kering, coated
continue, meningkat tongue (lidah tertutup
perlahan, remiten selaput putih kotor, ujung Kesadaran
dan tepi hiperemis)
minggu I : meningkat, apatis sampai somnolen
pagi hari , sore/malam Abdomen perut
kembung (meteorismus),
minggu II : demam terus anoreksia, mual, muntah,
hati dan limpa membesar,
minggu III : suhu diare, konstipasi
berangsur-angsur turun
dan normal
Pemeriksaan Darah Tepi
anemia, leukopeni, trombositopeni, aneosinofilia, limfositosis relatif

Pemeriksaan Bakteriologi
isolasi dan biakan kuman Salmonella Typhi

Uji serologi
Widal test

Tubex test

ELISA

EIA

Pemeriksaan dipstik
Reaksi aglutinasi yang terjadi bila serum penderita dicampur denga suspensi antigen
Salmonella Typhi

Diagnosa : zat anti terhadap antigen O bernilai 1/320 atau lebih ( positif)

Hasill dapat negatif apabila:


Bukan infeksi oleh Salmonella typhi
Hasil dapat positif apabila :
Keadaan sebagai karier
Titer O dan H karena infeksi
Respon pembentukan antibody yang tidak adekuat
basil Coli patogen dalam usus karena jumlah inokulum yang masuk tidak mencukupi
Pada neonatus, diperoleh dari ibunya Kesulitan dan kesalahan teknis saat melakukan uji widal
melalui tali pusat Pengobatan antibiotik sebelumnya
Imunisasi secara alamiah karena Gangguan imunologi

masuknya basil peroral Sediaan antigen yang bervariasi


Uji aglutinasi kompetitif
semi kuantitatif yang mudah,
sederhana dan cepat (<2
menit) menggunakan partikel
berwarna untuk sensitivitas

Sensitivitas dan spesifitas : 78


% dan 89 % (> 95%)

Hanya mendeteksi antibodi Ig


M dan tidak mendeteksi
antibodi Ig G dalam waktu
beberapa menit
Penetesan Brow n Penetesan Specimen- Inkubasi 2 menit Penetasn Blue Reagent Homogenisasi Separasi Magnetic
Reagent 45 l control 45 l 90 l 2 menit 5 menit dan
pembacaan hasil

Score Interpretation guide


2 Negatif - Tidak diidentifikasikan sebagai Demam Thypoid.
Tubex TF negatif
3 Borderline-Score meragukan,analisa ulang jika masih meragukan
ulang pada hari berikutnya
4 Positif lemah-Diindikasikan sebagai Demam Thypoid
6 10 Positif-Indikasi yang kuat untuk Demam Thypoid
Tubex TF positif
Inderteminate Score yang diamati tidak muncul :
1: hasil yang kurang,analisa ulang
2 :kualitas spesimen yang kurang,ulang sampel dan analisa
ISK

DEMAM DENGUE

INFLUENZA
Perdarahan
Perforasi USUS HALUS

Peritonitis

KOMPLIKASI
Bronchitis
BRONCHITIS
Bronkopneumonia
BRONKOPNEUMO
DI LUAR Ensefalitis
NIA
USUS HALUS Kolesistitis
ENSEFALITIS
KOLESISTITIS
Meningitis
MENINGITIS
Miokarditis
MIOKARDITIS
Kronik
KRONIK KARIER
karier
Bedrest Diet Medikamentosa

Kloramfenikol
50- 100 mg/kgbb/hari,oral atau iv dibagi
dalam 4 dosis selama 10-14 hari
Amoksisilin
Cukup cairan,
100mg/kgbb/hari,oral atau iv selama 10hari
protein Kotrimoksasol
6 mg/kg bb/hari,oral,selama 10 hari
Rendah serat, Seftriakson
80mg/kgbb/hari iv atau im selama 5 hari
tidak merangsang Sefiksim
10 mg/kgbb/hari,oral,dibagi dalam 2 dosis
selama 10 hari.
Kasus berat (penurunan kesadaran) :
Deksametason 1-3mg/kgbb/hari iv dibagi 3
dosis sampai kesadaran membaik
Umumnya baik

Prognosis kurang baik atau buruk bila


:
hiperpireksia
kesadaran menurun sekali (sopor, koma atau
delirium)
komplikasi yang berat
keadaan gizi yang buruk.
Syarat :
Pembuangan kotoran manusia yang higienis
Pemberantasan lalat
Pengawasan terhadap penjual makanan

MANUSIA
Imunisasi
Menemukan dan mengobati karier
Pendidikan kesehatan masyarakat
Vaksin oral: Ty21a (vivotif Berna)

Vaksin yang dibuat dari strain Salmonella yang dilemahkan

(oral perlindungan 87 95 % selama 36 bulan)

Vaksin parenteral: ViCPS ( Typhim Vi / Pasteur Merieux )

Vaksin kapsul polisakarida


ANALISA KASUS
Pasien seorang anak laki-laki, usia 1 tahun 8 bulan dengan
BB 10 kg, datang ke RSU FK UKI sejak tanggal 27
Desember 2011 dengan diagnosa kerja Demam tifoid
Dari anamnesa:

Data mengenai demam 1 minggu, perlahan-lahan, meninggi


pada malam hari

Mencret lalu konstipasi, muntah, penurunan nafsu makan,


lemas

Dari anamnesa ini diagnosa Demam Thypoid dapat


ditegakkan
Dari pemeriksaan fisik:

Ditemukan suhu yang tinggi, lidah kotor dengan tepi hiperemis

Pemeriksaan fisik khas, tidak menutup kemungkinan untuk


mendiagnosa demam thypoid karena pasien sudah minum obat
sehingga tanda khas tersebut menjadi hilang
Dari laboratorium:
Pemeriksaan laboratorium untuk mendukung diagnosa
penyakit tersebut masih kurang, karena tes widal
mempunyai sensitivitas yang rendah

Pada pasien ini juga seharusnya diperiksa isolasi dan biakan


S.Thyphi untuk lebih memastikan Demam Thypoid
Dari diagnosa kerja:
Pada kasus ini diagnosa kerja memang demam tifoid
walaupun hasil pemeriksaan fisik yang kurang mendukung
tetapi dengan anamnesis dan pemeriksaan widal tidak
menutup kemungkinan untuk mendiagnosa demam tifoid

Dari terapi:
Terapi yang diberikan pada pasien: jenis dan dosisnya sudah
sesuai.
Terima
Kasih

43