Anda di halaman 1dari 19

REFRAT

SEPSIS

jamur. dan sebagainya. . DEFINISI Respon sistem inflamasi sistemik (SIRS) dengan bukti atau dugaan infeksi sebagai penyebabnya. atau protozoa. Sepsis terjadi bila bakteri yang masuk ke dalam tubuh atau sirkulasi tidak dapat dieliminasi sevara elektif oleh tubuh atau terjadi kegagalan mekanisme pertahanan tubuh secara umum. Sepsis disebabkan oleh respon imun tubuh terhadap infeksi seperti bakteri gram positif maupun gram negative. virus.

Streptococcus grup A Sedangkan pada anak yang lebih besar sepsis disebabkan : Staphylococcus pneumonia. coli. penyebab tersering : E. Neisseria Meningitidins. Haemophyllus influenza tipe B. Staphylococcus aureus. Salmonella dan Streptococcus spp .Pada neonatus.

dan (3) Tahap disfungsi bekuan darah. kerusakan jaringan. Patogenesis (1) Tahap inflamasi (2) Tahap koagulasi. .& kematian.

proses diperkuat dengan pelepasan endotoksin atau eksotoksin.Tahap Inflamasi SIRS dimulai saat muncul cedera (jejas) pada tubuh. infeksi merangsang pelepasan imunomodulator yang mempengaruhi endotel pembuluh darah Bila ada infeksi. termasuk sitokin seperti TNF dan bentuk-bentuk lainnya dari interleukin.toksin tersebut merangsang pelepasan imunomodulator proinflamasi dan substansi pengaktifan bekuan. seperti luka bakar. tergantung dari organisme yang ada. Sitokin menginflamasi lapisan dinding pembuluh darah & mengaktivasi proses pembekuan darah. Toksin. . trauma. serta merangsang pelepasan modulator inflamasi lainnya.

Tahap Inflamasi Inflamasi merangsang pelepasan faktor jaringan faktor merangsang pembentukan thrombin. yang menstimulus agar terbentuk bekuan darah. Thrombin mengawali koagulasi dengan membentuk fibrin. fungsi berantai tersebut berjalan abnormal. Pada sepsis. suatu protein yang menjalin sekumpulan bekuan darah. .

terutama dalam pembuluh darah paling kecil. .Disfungsi Bekuan Darah. Hal ini dikarenakan kadar thrombomodulin (yang diperlukan untuk konversi protein C menjadi protein C-teraktivasi) juga menurun. menghambat aliran darah & menyebabkan kerusakan jaringan Beberapa faktor biokimia yang berperan : -Peningkatan kadar PAI tipe 1 yang menyebabkan fibrinolisis -Peningkatan kadar TAFIa (Thrombin Activatable Fibrinolysis Inhibitor) -Penurunan kadar protein C Protein C endogen dalam bentuk teraktivasi. tetapi Pada sepsis. Kerusakan Jaringan. secara cepat menghambat proses pembekuan darah. Kematian Pada sepsis proses fibrinolisis ditekan. Menyebabkan bekuan darah mikroskopis pada organ vital. kadar protein C teraktivasi biasanya menurun.

000 mm3 atau penurunan jumlah leukosit < 4000 sel/mm3  Hitung jumlah leukosit normal. TANDA DAN GEJALA KLINIS Sepsis mengacu pada adanya bukti infeksi dengan ditemukannya minimal 3 dari kriteria berikut :  tubuh < 36⁰C atau >38⁰C  denyut jantung > 90x/menit  peningkatan frekuensi nafas (hiperventilasi) : > 20 x/menit PaCO2 < 32 mmHg  Peningkatan jumlah lekosit > 12. dengan > 10% bentuk sel imatur. .

pemakaian beta blocker atau penyakit jantung bawaan. . pemakaian obat-obat jangka panjang atau rangsang nyeri. atau b) Bradikardia: HR < 10 persentil sesuai umur tanpa stimulus vagal eksternal.5⁰C) atau hipotermi (< 36⁰C) • a) Takikardi yaitu peningkatan heart rate > 2 SD di atas nor - mal sesuai umur dalam keadaan tidak terdapat stimulasi eksternal. Diagnosis SIRS yang ditandai dengan ≥ 2 dari 4 kriteria sebagai berikut : • Hipertermi (> 38.

Diagnosis • Takipneu dengan RR > 2 SD di atas normal sesuai umur atau ventilator mekanik yang akut yang tidak berhubu ngan dengan penyakit neuromuskuler atau penggunaan anestesi umum. . • Jumlah leukosit yang meningkat atau menurun (yang bu - kan akibat dari kemoterapi) sesuai umur atau netrofil imatur > 10%.

Bukti infeksi meliputi penemuan positif pada pemeriksaan klinis. atau uji PCR) infeksi disebabkan kuman pathogen atau sindrom klinis yang berhubungan dengan kemungkinan besar infeksi.Infeksi yaitu suatu kecurigaan atau bukti (dengan kultur positif. pencitraan atau test laboratorium (misalnya sel darah putih pada cairan tubuh yang normal steril. . pengecatan jaringan. perforasi usus. foto rongen dada yang menunjukkan adanya pneumonia. Diagnosis . ruam ptekiae atau purpura atau purpura .

elektrolit dan EKG . shift to the left • Urinalisis • Foto thoraks • Asam laktat. Lekosit. PEMERIKSAAN PENUNJANG • Darah rutin : Hb. LFT. granula toksik. Ht. Trombosit • GDS • CRP • Faktor koagulasi • Kultur darah berseri • Apusan darah tepi : lekopenia/lekositosis. BGA.

Pada syok septik dengan tekanan nadi sangat sempit.EGDT meliputi resusitasi cairan agresif dengan koloid dan atau kritaloid. Penatalaksanaan Early Goal Directed Therapy . pemberian obat-obatan inotropik. dan dapat diulang beberapa kali sampai lebih dari 60 ml/kgBB dalam waktu 6 jam. dan atau vasopresor dalam waktu 6 jam sesudah diagnosis ditegakkan di UGD sebelum masuk PICU. koloid lebih efektif daripada kristaloid. . .Resusitasi awal 20 ml/kgBB 5-10 menit.

Dopamine merupakan pilihan pertama. . . diberikan vasopresor.Vasopresor diberikan apabila terjadi refrakter terhadap resusi tasi volume & mAP kurang dari normal. Apabila refrakter terhadap pemberian dopamine.Dobutamin diberikan pada keadaan curah jantung yang rendah. Vasodilator diberikan pada keadaan tahanan pembuluh darah perifer yang meningkat dengan MAP tinggi sesudah resusitasi volume dan pemberian inotropik. Penatalaksanaan Inotropik/vasopresor/vasodilator . . maka dapat diberikan epinefrin atau norepinefrin.

tidak dianjurkan pada keadaan asidosis laktat dan pH > 7. . & terapi hormone. karena kapasitas residual fungsional yang rendah. Penatalaksanaan Extra corporeal membrane oxygenation (ECMO) ECMO dilakukan pada syok septik pediatric yang refrakter terhadap terapi cairan. Suplemen oksigen Intubasi endotrakeal dini dengan atau tanpa ventilator mekanik sangat bermanfaat pada bayi dan anak dengan sepsis berat atau syok septik. Koreksi asidosis Terapi bikarbonat untuk memperbaiki hemodinamik atau mengurangi kebutuhan akan vasopresor. vasodilatasi. vasopresor. inotropik.15 dengan hipoperfusi.

dikombinasikan dengan aminoglikosida. . . Penatalaksanaan Direkomendasikan untuk memberikan terapi antibiotik empiris sedini mungkin.Ampisilin 200 mg/kgBB/hari intravena dalam 4 dosis.Kombinasi lain adalah ampisilin dengan cefotaxime 100mg/kgBB/hari intravena dalam 3 dosis. garamycin 5-7 mg/kgBB/hari atau amikasin 15-20 mg/kgBB/hari iv .

Syok sepsis (sepsis dengan hipotensi arterial refraksi) .Multiple organ disfunction syndrome (MODS) atau disfungsi organ multiple dan berakhir pada kematian . KOMPLIKASI .Severe sepsis (sepsis dengan disfungsi organ akut) .

PROGNOSIS Bergantung dari: .ada tidaknya disfungsi organ multiple dan respon imun penderita. Tanda-tanda prognosis buruk bila terjadi hipotensi. trombositopenia (<100.lokasi awal infeksi . koma.patogenisitas kuman . Angka kematian mencapai 40-60% untuk penderita dengan sepsis karena kuman enteric gram negative. leukopeni ) < 500/ul).000/ul) kadar fibrinogen rendah (< 150 mg/dl) . Kematian karena sepsis utamanya disebabkan oleh syok.

Terima kasih cikgu .