Anda di halaman 1dari 33

Agnes Amelia Elim

030.12.006
Pembimbing: dr. Kabul Priyantoro, Sp.JP, FIHA

RSUD dr. Chasbullah A.M. Kota Bekasi


18 Agustus 2016
Pendahuluan

Aritmia sering ditemukan pada usia > 40 tahun akibat
adanya penyakit jantung yang mendasari.1-4
Data mengenai aritmia di Indonesia masih belum ada.5
Prevalensi AF di AS adalah 0.1% pada individu berusia
kurang dari 55 tahun, 3.8% pada usia 60 tahun dan lebih,
dan 10% pada usia 80 tahun atau lebih.6
Insidensi kematian mendadak akibat VT adalah 53 per
100000 populasi penduduk (5,6%) sedangkan untuk VF
adalah 8,5 per 100000 populasi penduduk (5%).7,8
Angka kejadian aritmia akan meningkat seiring dengan
bertambahnya usia, jenis kelamin (laki-laki:perempuan =
3:1), dan adanya komorbiditas lainnya seperti gagal
jantung, penyakit infark jantung, penyakit jantung
kongenital, hipertensi, diabetes, dan dislipidemia.6-8
Sistem Konduksi Jantung 3,4


Fisiologi Aktivitas Jantung 3,4,9

Fase 0 depolarisasi
cepat
Fase 1 repolarisasi
cepat dini
Fase 2 plateu
Fase 3 repolarisasi
akhir
Fase 4 potensial
membran istirahat
Aritmia

Definisi: variasi-variasi di luar irama normal jantung berupa kelainan
pada kecepatan, keteraturan, tempat asal impuls, atau urutan aktivasi,
dengan atau tanpa adanya penyakit jantung yang mendasari.4

Klasifikasi Aritmia

Kecepatan Laju Irama


Lokasi3,4 Sifat Bahaya10,11
Jantung3,4
Bradiaritmia Supraventrikuler aritmia Benign
HR < 60x/menit
Ventrikuler aritmia Malignant
Takiaritmia Bradiaritmia <
HR > 100x/menit 50x/menit
Takiaritmia >
150x/menit
Patofisiologi Aritmia3,4


Tipe-tipe Aritmia 4
Lokasi
Nodus SA

Bradiaritmia
Sinus bradikardi
Sick sinus syndrome

Takiaritmia
Sinus takikardi

Atrium Atrial premature beats


Atrial flutter
Atrial fibrillation (AF)
Paroxysmal supraventricular
tachycardias
Multifocal atrial tachycardia
Nodus AV Blok konduksi derajat Paroxysmal reentrant tachycardia
o Derajat 1 o AV nodal reentrant
o Derajat 2 tachycardia (AVNRT)
o Derajat 3 o Atrioventricular reentrant
Junctional escape rhythm tachycardia (AVRT)

Ventrikel Ventricular escape rhythm Ventricular premature beats

Ventricular tachycardia (VT)


Torsades de pointes
Ventricular fibrillation (VF)
Supraventrikuler Aritmia

AVNRT
AVRT
Atrial flutter
Atrial fibrillation
AV Nodal Reentrant Tachycardia
(AVNRT)

Mekanisme: proses reentry.4,12
Gambaran EKG12
sinus takikardi dengan kompleks QRS normal.
Gelombang P dapat tidak terlihat, jika terlihat maka
terjadi defleksi negatif di lead II, III, aVF.

Tatalaksana: terminasi proses reentry dengan cara


menghambat konduksi di nodus AV.4,12
Adenosin IV
Beta-blocker
Calcium channel blocker
Atrioventricular Reentrant
Tachycardia (AVRT)

Mekanisme: proses reentry akibat adanya jalur aksesoris.3,4,12
2 bentuk AVRT: ventricular pre-excitation syndrome dan
supraventrikuler paroksismal akibat jalur aksesoris yang
tersembunyi.12

Ventricular pre-
excitation
syndrome
(sindrom Wolff-
Parkinson-White
(WPW))12

Tatalaksana3,4,12
Hindari pemakaian digitalis, beta-blocker, dan beberapa jenis
calcium channel blocker.
Obat antiaritmia kelas IA (prokainamid), IC, dan III
(ibutilide).
Tidak stabil: kardioversi.
Pertimbangkan ablasi kateter.
Atrial Flutter

Aktivitas atrium yang cepat dan reguler dengan
kecepatan atrium 180-350 x/menit.3,4,12
Mekanisme: proses reentry. 4,12
Gambaran EKG khas: gelombang P yang sinusoidal
atau saw-toothed .12

Tatalaksana: kembalikan irama sinus dan
memperlambat laju ventrikel dengan meningkatkan
blok pada nodus AV. 3,4,12
Kardioversi
Obat antiaritmia: digoxin, beta-blocker, calcium channel
blocker.
Ablasi kateter
Atrial Fibrillation (AF)

Aktivitas atrium yang berantakan, cepat, dan ireguler,
dengan kecepatan atrium mencapai 300-500 x/menit. 3,4,6
Mekanisme: reentry dan fokus ektopik di atrium.6,12

Karakteristik AF:6,12
1) hilangnya kontraktilitas atrium
2) ketidaksesuaian respons ventrikel yang cepat
3) hilangnya kemampuan kontraktilitas dan pengosongan
atrium berisiko terhadap pembentukan tromboemboli.

Laju ventrikel dapat mencapai 140-160 x/menit,


meningkatkan resiko kegagalan hemodinamik dan SCD.
3,4
Gambaran EKG: gelombang fibrilasi yang dapat berbentuk
halus atau kasar.12

Tatalaksana: mengatur laju ventrikel, mengembalikan irama


sinus, dan pemberian antikoagulan untuk mencegah
tromboemboli.6,12
beta-blocker dan calcium channel blocker (diltiazem, verapamil)
Warfarin - skoring Cardiac failure, Hypertension, Age >75
years, Diabetes, prior Stroke or TIA [transient ischemic attack]
(CHADS2)
Pacemaker
Ablasi kateter
SVT with abberancy

SVT abnormal yang
mempunyai gambaran
mirip ventricular
tachycardia, yaitu
kompleks QRS yang
melebar. 3,14
Ventrikuler Aritmia

Monomorfik VT
Polimorfik VT
VF
Ventricular Tachycardia (VT)

Terdapat tiga atau lebih premature ventricular
contraction (PVC) atau ventricular extrasystole (VES),
kecepatan ventrikel lebih dari 120 kali per menit. 3,4,13
Mekanisme: fokus ektopik di ventrikel atau reentry
pada salah satu bagian dari berkas cabang. 7,13
Sustained VT = VT > 30 detik. Non-sustained VT =
VT < 30 detik.4,7
Gambaran EKG: tidak ada gelombang P, kompleks
QRS lebar (> 0,12 detik)3,4,13
Monomorfik VT 4,13 Polimorfik VT 4,13

Kompleks QRS yang sama Kompleks QRS yang


pada setiap denyutan
Depolarisasi yang berulang bervariasi
Depolarisasi yang berubah
dari tempat yang sama dari beberapa tempat
Tatalaksana Tatalaksana
Monomorfik VT 7,13 Polimorfik VT 4,7,13

Stabil Stabil
Fungsi ventrikel kiri
bagus: prokainamid IV Tidak ada pemanjangan
interval QT:
prokainamid IV atau
atau sotolol
Fungsi ventrikel kiri sotolol
buruk: amiodaron atau Ada pemanjangan
lidokain. interval QT: magnesium
sulfat, isoproterenol,
Tidak berhasil dengan pacing.
pengobatan: kardioversi Kontraindikasi:
amiodaron atau
prokainamid karena
Tidak stabil dapat memperpanjang
Kardioversi interval QT.

Tidak stabil
Kardioversi
Ventricular Fibrillation (VF)

Keadaan terminal dari aritmia ventrikel yang
ditandai oleh kompleks QRS, gelombang P, dan
segmen ST yang tidak beraturan dan sulit dikenali. 4,8
Kecepatan irama jantung bisa mencapai 300-600
x/menit. 3,4

Bradiaritmia

AV block derajat 1
AV block derajat 2
AV block derajat 3
AV block derajat 1

Impuls dari atrium dapat dihantarkan ke ventrikel
dengan waktu hantaran yang lebih lama.3,4
Gambaran EKG: PR interval memanjang (> 0,20
detik) dan konstan. 3,4
Asimptomatis, tidak perlu terapi. 3,4
AV block derajat 2
Mobitz tipe I
Mobitz tipe 2 3,4,16
(Wenckebach) 3,4,16
kegagalan konduksi AV
pemanjangan interval PR yang intermiten dan
yang progresif sebelum mendadak, tanpa adanya
terjadinya hambatan total. pemanjangan PR interval
Benign sebelumnya.
Terapi: atropin atau High grade AV block
isoproterenol Terapi: pacemaker.
Blok AV derajat 3

Hantaran impuls dari atrium sama sekali tidak dapat
mencapai ventrikel karena adanya blok total
(complete heart block).
Tidak ada hubungan antara gelombang P dan
kompleks QRS (AV dissociation).

Tatalaksana: pemasangan pacemaker
Indikasi4
terdapat bradikardi yang simptomatis
laju ventrikel < 40 kali per menit, sekalipun tidak
bergejala
blok AV pasca pembedahan yang diperkirakan tidak
dapat pulih kembali
pasca ablasi nodus AV.
1. Chow G, Marine J, Fleg J. Epidemiology of Arrhytmias and Conduction Disorders in Older Adults. Clin Geriatr Med
2012;28(4):539-53.
2. Laslett L, Alagona P, Clark B, Drozda J, Saldivar F, Wilson S, et al. The Worldwide Enviroment of Cardiovascular Diseases:
Prevalence, Diagnosis, Therapy, and Policy Issues. J Am Coll Cardiol 2012;60:1-49.
3. Lilly LS. Pathophysiology of Heart Diseases. 5th ed. China: Lippincott Williams & Wilkins; 2011.p.261-99.
4. Setiati S, Alwi I, Sudoyo A, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam A. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 6th ed. Jakarta:Interna
Publishing; 2014.p.1334-98.
5. Delima, Mihardja L, Siswoyo H. Prevalensi dan Faktor Determinan Penyakit Jantung di Indonesia. Bul Penelit Kesehat
2009;37:142-59.
6. Rosenthal L. Atrial Fibrillation [Internet]. 2016. Available at: http://emedicine.medscape.com/article/151066-overview.
Accessed at August 3, 2016.
7. Compton S. Ventricular Tachycardia [Internet] 2016. Available at: http://emedicine.medscape.com/article/159075-
overview#a1. Accessed at August 5,2016.
8. Goyal S. Ventricular Fibrillation [Internet] 2016. Available at: http://emedicine.medscape.com/article/158712-overview#a3.
Accessed at August 6,2016
9. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Ed 6. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2009.p.321-27.
10. Yang K, Kyle J, Makielski J, Dudley S. Mechanisms of Sudden Cardiac Death: Oxidants and Metabolism. Circ Res
2015;116(2):1937-55.
11. Fukuda K, Kanazawa H, Aizawa Y, Ardell J, Shivkumar K. Cardiac Innervation and Sudden Cardiac Death. Circ Res
2015;116(12):2005-19.
12. Colucci L, Silver M, Shubrook J. Common Types of Supraventricular Tachycardia: Diagnosis and Management. Am Fam
Physician 2010;8:1-11.
13. Gatzoulis K, Archontakis S, Dilaveris P, Tsiachris D, Arsenos P, Sideris S, et al. Ventricular Arrhythmias: From the
Electrophysiology Laboratory to Clinical Practice. Hellenic J Cardiol 2011:52:525-35.
14. Brenes-Salazar JA. The Forgotten Lead: Distinguishing VT from SVT with Abberancy Using aVR. Cardiol Med 2014;17(3):88-
90.
15. Advanced Cardiac Life Support. Pulseless Arrest Algorithm for Managing VF and Pulseless VT [Internet]. Available at:
https://www.acls.net/pulseless-arrest-algorithm-vf-pulseless-vt.htm. Accessed August 5, 2016.
16. Singh S, Fitzgerald G, Yan A, Brieger D, Fox K, Lopez-Sendon J, et al. High-grade Atrioventricular Block in Acute Coronary
Syndromes: Insights from the Global Registry of Acute Coronary Events. Eur Heart J 2014; doi:10.1093/eurheartj/ehu357.
17. Advanced Cardiac Life Support. ACLS Tachycardia Algorithm for Managing Stable Tachycardia [Internet]. Available at:
https://www.acls.net/acls-tachycardia-algorithm-stable.htm. Accessed August 5, 2016.
18. Advanced Cardiac Life Support. ACLS Bradycardia Algorithm [Internet]. Available at: https://www.acls.net/acls-
bradycardia-algorithm.htm. Accessed August 9, 2016.