Anda di halaman 1dari 44

PENYUSUNAN PENILAIAN KINERJA DAN AKNOP EMBUNG AIR BAKU DAN

EMBUNG KONSERVASI (20 EMBUNG) KAB. JENEPONTO 5, BANTAENG 2,


BULUKUMBA 4, SINJAI 1, SELAYAR 4 DAN PARE-PARE 1
PENDAHULUAN

GAMBARAN LOKASI PEKERJAAN

METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN

KEMAJUAN PEKERJAAN
LATAR BELAKANG

Wilayah Sungai serta penampungan air alami maupun buatan (Waduk,


Embung dan Situ) mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan
masyarakat di Wilayah Sungai tersebut baik di sektor pertanian,
perikanan, industri, air minum serta sektor-sektor lainnya

Selama ini pelaksanaan kegiatan OP belum menyentuh langsung


pada titik-titik prasarana sungai yang sangat memerlukan
pemeliharaan dan belum tepat sasaran.

Untuk dapat terlaksananya pelestarian sumber daya air, maka perlu


dilakukan pemeliharaan terhadap penampungan air alami, maupun
buatan.

Oleh karena itu, pada Tahun Anggaran 2017 direncanakan kegiatan


Audit Teknis Kinerja dan Penyusunan AKNOP Embung pada Satuan
Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA.
MAKSUD DAN TUJUAN PEKERJAAN

Maksud : untuk melakukan evaluasi dan pemeriksaan kondisi fisik Embung beserta bangunan
pelengkapnya yang terdapat pada wilayah sungai Jeneberang.
Tujuan : Tujuannya adalah tersedianya dokumen yang berisi data-data teknis, kondisi fisik dan operasional
serta angka kebutuhan nyata operasi dan pemeliharaan (AKNOP)

LOKASI PEKERJAAN
Lokasi kegiatan pekerjaan ini adalah 20 embung
Dengan rincian sebagai berikut :
5 Embung di Kab. Jeneponto
2 Embung di Kab. Bantaeng
4 Embung di Kab. Bulukumba
1 Embung di Kab. Sinjai
4 Embung di Kab. Selayar
1 Embung di Kota Pare Pare
3 Embung di Kab. Sidrap
PETA LOKASI PEKERJAAN

Lokasi
Pekerjaan
LINGKUP PEKERJAAN

Persiapan dan pengumpulan data dasar

Inventarisasi data-data kondisi fisik dan operasional komponen embung konservasi yang ada

Inventarisasi kondisi detail bangunan utama dan fasilitasnya serta klasifikasi kerusakan
maupun klasifikasi operasi dan pemeliharaan embung beserta bangunan pelengkapnya

Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaannya

Penyusunan laporan
Draft final Laporan
RMK Pendahuluan Pertengahan Bulanan Laporan Akhir
report Penunjang
JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 6 bulan atau 180 hari kalender sejak diterbitkannya Surat
Perintah Mulai Kerja

PEMILIK PEKERJAAN
Pemilik pekerjaan adalah PPK Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air I Satker Operasi Dan Pemeliharaan
SDA BBWS Pompengan-Jeneberang

SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAPORAN PENDAHULUAN


Laporan Pendahuluan (Inception Report), berisi
Rencana kerja Penyedia Jasa secara menyeluruh
Mobilisasi Tenaga Ahli dan Tenaga lainnya
Jadwal kegiatan Penyedia Jasa.
GAMBARAN UMUM
Lokasi pekerjaan terletak pada Wilayah Sungai Jeneberang dan Saddang. Kabupaten Jeneponto, Bulukumba,
Bantaeng, Sinjai dan Selayar berada pada WS. Jeneberang, sedangkan Kabupaten Sidrap dan Kota Pare-pare
berada pada WS. Saddang
Wilayah Sungai Jeneberang (Kabupaten Jeneponto, Bulukumba, Bantaeng,
Sinjai dan Selayar)
Wilayah Sungai Jeneberang terdiri dari 9 (sembilan) Kabupaten dan 1 (satu) Kota, dalam Provinsi Sulawesi
Selatan. Sedangkan jumlah daerah aliran sungai (DAS) pada Wilayah Sungai Jeneberang berjumlah 58 DAS.
Tabel 2.1. Sebaran Kabupaten Dalam Wilayah Sungai Jeneberang
Luas Dalam Wilayah % terhadap
No. Kabupaten/Kota 2
Sungai (km ) Wilayah S. Jeneberang
1 Bantaeng 395,83 4,22
2 Bone 1.899,75 20,23
3 Bulukumba 1.154,67 12,30
4 Gowa 1.883,32 20,06
5 Jeneponto 903,35 9,62
6 Makassar 175,77 1,87
7 Maros 686,80 7,31
8 Selayar 903,50 9,62
9 Sinjai 819,96 8,73
10 Takalar 566,51 6,03
Total 9.389,47 100,00
Sumber: Rencana Pola Pengembangan SDA WS. Jeneberang Tahap I 2014
Wilayah Sungai Jeneberang
Wilayah Sungai Jeneberang

Batas Geografis
Wilayah Sungai Jeneberang, secara geografis terletak pada posisi antara 42515,6 LS 62840 LS dan
1192020,4 BT 1201912 BT. Batas-batas Wilayah Sungai Jeneberang adalah sebagai berikut

Batas-batas wilayah administratif Wilayah Sungai Jeneberang


Batas sebelah Utara : Kabupaten Pangkajene Kepulauan
Batas sebelah Timur : Teluk Bone
Batas sebelah Selatan : Laut Flores
Batas sebelah Barat : Selat Makassar

Batas-batas hidrologis Wilayah Sungai Jeneberang


Batas sebelah utara : Wilayah Sungai Walanae-Cenranae dan Wilayah Sungai Saddang
Batas sebelah timur : Wilayah Sungai Towari-Lasusua, Wilayah Sungai Poleang-Roraya dan
Wilayah Sungai Muna
Batas sebelah selatan : Laut Flores
Batas sebelah barat : Selat Makassar
Wilayah Sungai Jeneberang (Kabupaten Sidrap dan Kota Pare-pare)
Topografi
Kondisi topografi Sulawesi pada umumnya pegunungan dan berbukit, memanjang mulai dari Sulawesi Utara
ke arah selatan, timur dan tenggara.

Tabel 2.3. Kelas Kemiringan Lereng Wilayah Sungai Jeneberang


2 % terhadap WS
No. Kelerengan Lahan (%) Luas (km )
Jeneberang
1 0,00 - 9,60 7.156,64 76,22
2 9,60 - 19,21 1.433,91 15,27
3 19,21 - 28,82 573,58 6,11
4 28,82- 38,43 161,75 1,72
5 38,43 - 48,04 38,77 0,41
6 48,04 - 57,64 11,86 0,13
7 57,64 - 67,25 6,24 0,07
8 67,25 - 76,86 4,13 0,04
9 76,86 - 86,46 2,59 0,03
Total 9.389,47 100,00
Sumber: Rencana Pola Pengembangan SDA WS. Jeneberang Tahap I 2014
Wilayah Sungai Jeneberang
Geologi dan Tanah
Daerah Sulawesi Selatan termasuk dalam Busur Volkanik Tersier Sulawesi Barat, yang memanjang dari Lengan
Selatan sampai ke Lengan Utara. Jenis geologi Sulawesi Selatan bagian timur dan barat sangat berbeda, di
mana keduanya dipisahkan oleh Depresi Walacae.
Tabel 2.4. Jenis Tanah di Wilayah Sungai Jeneberang
2 % terhadap WS
No. Jenis Tanah Luas (km )
Jeneberang
1 Aluvial 1,59 0,02
2 Andosol 3.682,17 39,22
3 Grumosol 49,67 0,53
4 Kambisol 58,23 0,62
5 Latosol 639,99 6,82
6 Mediterania 2.261,52 24,09
7 Nitosol 466,15 4,96
8 Podsolik 141,30 1,50
9 Regosol 3,83 0,04
10 Renzinna 340,97 3,63
11 Mediteran litosol 1.744,03 18,57
Total 9.389,47 100,00
Sumber: Rencana Pola Pengembangan SDA WS. Jeneberang Tahap I 2014
Wilayah Sungai Jeneberang
Klimatologi
Provinsi Sulawesi Selatan adalah termasuk iklim tropis basah yang dipengaruhi angin musim barat dan angin
musim timur. Curah hujan cukup tinggi dan merata setiap tahunnya dan volume curah hujan beragam antara
1.000 - 2.500 milimeter. Suhu udara bervariasi antara 24 Celsius - 33 Celsius. Pada Wilayah Sungai
Jeneberang, suhu tertinggi berada pada bulan Oktober, yaitu sebesar 27,4C sedangkan suhu terendah
berada pada bulan Desember, Januari dan Pebruari yaitu sebesar 25,9C. Curah hujan tertinggi berada pada
bulan Januari, yaitu sebesar 670 mm dan terendah pada bulan Agustus, yaitu sebesar 35,3 mm
Wilayah Sungai Saddang (Kabupaten Sidrap dan Kota Pare-pare)

Luas WS Saddang adalah sekitar 9.908,09 km2, yang terbagi seluas 8.292,30 km2 atau 83,69% di Provinsi
Sulawesi Selatan dan seluas 1.615,79 km2 atau 16,31% di Provinsi Sulawesi Barat.

Tabel 2.6 Luas Kabupaten/Kota di WS Saddang


Luas Kabupaten Prosentase Luas
No Provinsi/Kabupaten/Kota Dalam WS Kabupaten dalam WS
2
(Km ) (%)
I Prov. Sulawesi Selatan 8.292,30 83,69
1 Kab. Maros 240,06 2,42
2 Kab. Pangkajene & Kep 809,94 8,17
3 Kab. Barru 1.227,88 12,39
4 Kota Pare-Pare 88,27 0,89
5 Kab. Pinrang 1.787,00 18,04
6 Kab. Sidenreng Rappang 72,48 0,73
7 Kab. Enrekang 1.120,41 11,31
8 Kab. Tana Toraja 1.965,58 19,84
9 Kab. Toraja Utara 980,67 9,90

II Prov. Sulawesi Barat 1.615,79 16,31


10 Kab. Mamasa 1.571,68 15,86
11 Kab. Polewali Mandar 44,11 0,45

WS SADDANG 9.908,09 100,00


Sumber: Rencana Pola Pengembangan SDA WS. Saddang
Wilayah Sungai Saddang
Wilayah Sungai Saddang

Batas Geografis
Wilayah Sungai Saddang terletak di bagian barat Provinsi Sulawesi Selatan. Letak geografis WS Saddang
berada antara 1190 45 00 - 1220 45 08 Bujur Timur dan 00 50 00 - 30 45 36 Lintang Selatan. WS
Saddang mencakup 2 (dua) wilayah administrasi provinsi, yaitu Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi
Sulawesi Barat.

Batas administrasi WS Saddang yaitu :


Sebelah Utara : WS Kalukku-Karama dan WS Pompengan-Larona
Sebelah Selatan WS Jeneberang
Sebelah Timur : WS Walanae-Cenranae
Sebelah Barat : Selat Makassar
Wilayah Sungai Saddang
Topografi
Kondisi topografi di WS Saddang di bagian utara terdiri dari pegunungan berlereng curam dengan
ketinggian berkisar 800 2.500 m, dan kawasan karst di Kabupaten Tana Toraja. Topografi bagian selatan
terdiri dari perbukitan dengan ketinggian rata-rata 1.000 m, sedangkan bagian barat sepanjang WS
Saddang didominasi oleh dataran pantai.
Geologi
Struktur geologi batuan di WS Saddang memiliki karakteristik yang kompleks. Hal tersebut dicirikan
dengan adanya jenis satuan batuan yang bervariasi akibat pengaruh struktur geologi. Formasi-formasi
geologi yang terdapat di WS Saddang terdiri dari :
vulkanik tersier
batuan volkan kwarter
kapur kerang
alluvium kwarter
sekis hablur
batuan sedimen mesozoikum
batuan sediment paleogen
Wilayah Sungai Saddang
Klimatologi
Secara umum kondisi iklim di WS Saddang merupakan iklim tropis basah yang dipengaruhi oleh angin
musim barat dan dan angin musim timur, sehingga curah hujan cukup tinggi yang merata setiap
tahunnya dan volume curah hujan berkisar antara 1.000 - 2.500 milimeter.
Suhu rerata bulanan pada WS. Saddang bervariasi. Berdasarkan hasil pengukuran di 3 stasiun
meteorologi menunjukkan nilai yang bervariasi, yaitu 29,3C pada Stasiun Banga-Banga, 34,7C pada
Stasiun Tabo-Tabo, dan 23,60C pada stasiun Bontobili.
Kelembapan relatif rerata berdasarkan hasil pengukuran di 3 stasiun meteorologi juga menunjukkan
nilai yang bervariasi, yaitu 89,5% pada Stasiun Banga-Banga, 89,9% pada Stasiun Tabo-Tabo, dan
82,9% pada Stasiun Bontobili
Lama penyinaran matahari di WS Saddang berdasarkan hasil pengukuran di 3 stasiun meteorologi,
yaitu 32,1% pada Stasiun Banga-Banga, 40,9% pada Stasiun Tabo-Tabo dan 24,6% pada Stasiun
Bontobili.
Kecepatan angin rerata tahunan di WS Saddang berdasarkan hasil pengukuran di 3 stasiun meteorologi
adalah 92,5 km/hari pada Stasiun Banga-Banga, 13,7 km/hari pada Stasiun Tabo-Tabo dan 76,8
km/hari pada Stasiun Bontobili.
Deskripsi Lokasi Pekerjaan
Lokasi Koordinat
No. Nama Embung Keadaan Umum Pemanfaatan Foto
Kabupaten Kecamatan Desa Lintang Bujur

Embung masih berfungsi


dengan baik, embung ini
sudah direnovasi sebanyak 3
1 Embung Lopi Sinjai Sinjai Tengah Barru 05011'46.06'' 120008'20.15'' kali dan terakhir awal tahun Air Baku
2017. Belum ada kerusakan
fisik yang signifikan. Masalah
utama adalah air nya kotor

Embung sudah tidak berfungsi


lagi, permasalahan utama
2 Embung Bukit Harapan Bulukumba Gantarang Kindang Bukit Harapan 05027'18.91'' 120010'01.31'' adalah kurang nya Air Baku
pemeliharaan sehingga
banyak sedimen yang
menumpuk

Embung masih berfungsi


dengan baik, permasalahan
utama adalahkurangnya pipa
3 Embung Gunturu Bulukumba Herlang Pataro 05022'09.65'' 120022'36.71'' outlet yang menuju ke sawah Air Baku
dan beberapa mengalami
kerusakan sehingga debit
yang keluar kecil
Deskripsi Lokasi Pekerjaan
No. Nama Embung Lokasi Koordinat Keadaan Umum Pemanfaatan Foto
Kabupaten Kecamatan Desa Lintang Bujur

Embung berfungsi tapi tidak


maksimal, permasalahan
utama adalah beberapa
4 Embung Bonto Tangnga Bulukumba Herlang Bonto Tangnga 05026'5.27'' 120021'20.54'' konstruksi embung Air Baku
mengalami kerusakan ringan
seperti tanggul dan kurangnya
pemeliharaan

Embung dalam keadaan baik


5 Embung Sangkala Bulukumba Herlang Pataro 05023'26.15'' 120021'06'' Air Baku
dan berfungsi dengan baik.

Embung berfungsi tapi tidak


maksimal, permasalahan
utama adalah beberapa
6 Embung Biring Erang Bantaeng Tompobulu Labbo 05024'28.03'' 120001'0.73'' Air Baku
bagian embung mengalami
kerusakan seperti mercu dan
pintu air

Embung berfungsi dengan


baik, permasalahan utama
adalah kurang terpeliharanya
7 Embung Loka Bantaeng Sinoa Bontotiro 05031'06.62'' 119056'33.13'' Air Baku
sehingga banyak sampah daun
yang menumpuk pada
embung

Embung berfungsi dengan


baik, permasalahan utama
8 Embung Bulu Jaya Jeneponto Bangkala Barana 05028'29.67'' 119033'17.57'' adalah tanggul mengalami Air Baku
beberapa kerusakan, dan jika
musim hujan air nya meluap.
Deskripsi Lokasi Pekerjaan
No. Nama Embung Lokasi Koordinat Keadaan Umum Pemanfaatan Foto
Kabupaten Kecamatan Desa Lintang Bujur

Embung berfungsi tapi tidak


maksimal, permasalahan
utama adalah beberapa
konstruksi embung
9 Embung Buludoang Jeneponto Bangkala Buludoang 05031'26.22'' 119030'29.35'' mengalami kerusakan seperti Air Baku
tanggul dan pintu air. Dan juga
tidak terpeliharanya embung
sehingga banyak sedimen
yang menumpuk

Embung berfungsi tapi tidak


maksimal, permasalahan
utama adalah kering pada
10 Embung Pattiro Jeneponto Bangkala Pattiro 05033'21.27'' 119032'56.44'' Air Baku
musim kemarau, lantai
embung mengalami
kerusakan ringan

Embung berfungsi,
permasalahan utama adalah
beberapa konstruksi embung
11 Embung Garasikang Jeneponto Bangkala Garasikang 05034'24.76'' 119032'04.33'' Air Baku
mengalami kerusakan seperti
tanggul yang retak dan lantai
dasar embung yang hancur

Embung berfungsi tapi tidak


maksimal, permasalahan
utama adalah kurang nya
12 Embung Tabuakang Jeneponto Bontoramba Tabuakang 05033'40.05'' 119039'33.24'' debit sehingga pada musim Air Baku
kemarau airnya kering,
beberapa konstruksi embung
mengalami kerusakan
Deskripsi Lokasi Pekerjaan
No. Nama Embung Lokasi Koordinat Keadaan Umum Pemanfaatan Foto
Kabupaten Kecamatan Desa Lintang Bujur

Embung berfungsi dengan


baik, permasalahan utama
adalah konstruksi embung
13 Embung Alabong Sidrap Watangpulu Bangki 03055'44.30'' 119043'41.3'' Air Baku
mengalami kerusakan ringan
seperti lantai dan dinding
embung.

Embung berfungsi dengan


baik, konstruksi embung
14 Embung Datae Sidrap Watangpulu Datae 03055'03.1'' 119042'35.6'' mengalami kerusakan ringan Air Baku
seperti lantai embung yang
hancur.

Embung berfungsi hanya pada


musim hujan, permasalahan
utama adalah kurangnya debit
sehingga mengalami
kekeringan. Selain itu
15 Embung Bingkulu Sidrap Pancalautang Bapangi 04005'45.5'' 119050'11.0'' konstruksi embung Air Baku
mengalami kerusakan, seperti
dinding yang retak dan bocor,
lantai embung yang hancur
dan pintu air yang sudah tidak
berfungsi

Embung sudah tidak


berfungsi. Permasalahan
utama adalah konstruksi
16 Embung IPA Karajae Pare-Pare Bacukiki Lappa Anging embung yang mengalami Air Baku
kerusakan, dinding embung
yang retak, bocor dan lantai
embung yang sudah hancur.
Deskripsi Lokasi Pekerjaan
No. Nama Embung Lokasi Koordinat Keadaan Umum Pemanfaatan Foto
Kabupaten Kecamatan Desa Lintang Bujur

17 Embung Bonto Jaya Selayar Bontoharu Tabang

18 Embung Losong Dua Selayar Bontoharu Bangun

19 Embung Malelang Selayar Bonto Te'ne Onto

20 Embung Lembang Lembang Selayar Bontomanai Bonea Makmur


Metodologi

Pekerjaan Persiapan/ Pendahuluan


Administrasi, Perijinan dan Fasilitas
Mobilisasi Personil dan Peralatan
Survey Pendahuluan
Pengumpulan Data
Data Sekunder
Data Primer : Inventarisasi Kondisi Fisik, Pemanfaat dan Fasilitas O&P Embung
Pekerjaan Analisis
Pengolahan Data
Penilaian Kinerja
Penyusunan AKNOP
Rencana Rehabilitasi, Operasi dan Pemeliharaan
Perhitungan Volume
Penyusunan AKNOP
Penyusunan Laporan
Diskusi
Metodologi
A
Peta Lokasi Embung
Ga mbar As Built
Dra wi ng
Da ta Teknis Embung

Survei Inventarisasi Kondisi Pemeriksaan Kondisi Aspek Inventarisasi Kondisi Operasi


Fisik Embung Pemanfatan Embung dan Pemeliharaan Embung

Tidak
Hasil Survei Siap Hasil Survei Siap Hasil Survei Siap
Tidak Tidak

Diperiksa
Diperiksa Diperiksa
Ya
Ya Ya

Penggambaran Hasil
Pengukuran

Gambar Siap
Tidak

Diperiksa

Ya Laporan Hasil
Invenarisasi Embung

Penilaian Kinerja Embung

Hasil Penilaian Siap


Tidak

Diperiksa

Ya

Evaluasi Kinerja Embung dan


Danau

Tidak Hasil Evaluasi


Siap

Diperiksa
La poran Hasil
Ya Peni laian Kinerja
Embung
B
Referensi Pustaka
Satker Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan, 2014, Studi Penilaian Kinerja Bendungan, Laporan
Akhir, Jakarta.
Ditjen SDA, 2016, Pedoman Tata Cara Perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan
(AKNOP) Bendungan, Draft Rapermen, Jakarta
Studi terdahulu mengenai AKNOP Embung

KINERJA AKNOP

BENDUNGAN DISESUAIKAN EMBUNG


Pendekatan Teknis
Komponen yang perlu diperhatikan dalam audit teknis embung, yaitu :
Fisik Struktur dan manfaat embung
Kegiatan OP
Organisasi
Personel
Pelatihan
Pelaporan
Perbaikan/rehabilitasi
Tabel Penilaian Aspek Fisik Embung dan Danau
Nilai (%)
NO NAMA BANGUNAN
>90 - 100 >80 - 90 60 - 80 <60
1 2 3 4 5 6
I Tampungan Embung
1) Sedimentasi volume sedimentasi <10% volume sedimentasi 10-<20% volume sedimentasi 20-40% volume sedimentasi >40%
2) Daerah Sempadan Embung
- Penetapan daerah sempadan embung ada tidak jelas tidak ada tidak ada
- Kondisi daerah sempadan embung ada tidak jelas tidak ada tidak ada
3) Daerah Sabuk Hijau ada tidak jelas tidak ada tidak ada
4) Tidak ada kebocoran / luweng Tidak ada volume tampungan hilang 10-20% volume tampungan hilang 20-40% volume tampungan hilang >40%
5) Tidak ada sampah bersih volume sampah/tumbuhan 10-20% volume sampah/tumbuhan 20-40% volume sampah/tumbuhan >40%
6) Kejernihan air agak jernih agak berwarna / keruh berwarna / keruh keruh sekali
II Tanggul Embung
1) Struktur tanggul
- Fondasi volume kerusakan <10% volume kerusakan 10-<20% volume kerusakan 20-<40% volume kerusakan >40%
- Keretakan ada retakan dengan volume <10% ada retakan dengan volume 10-<20% ada retakan dengan volume 20-<40% ada retakan dengan volume >40%
- Penurunan volume penurunan <10% volume penurunan 10-<20% volume penurunan 20-<40% volume penurunan >40%
- Lendutan / Penggelembungan volume lendutan <10% volume lendutan 10-<20% volume lendutan 20-<40% volume lendutan >40%
- Lubang Binatang volume lubang binatang <10% volume lubang binatang 10-<20% volume lubang binatang 20-<40% volume lubang binatang >40%
- Tumbuhan Luas tumbuhan <10% Luas tumbuhan 10-<20% Luas tumbuhan 20-<40% Luas tumbuhan >40%
- Kotoran / sampah ( debris ) volume sampah <10% volume sampah 10-<20% volume sampah 20-<40% volume sampah >40%
- Longsoran volume longsor <10% volume longsor 10-<20% volume longsor 20-<40% volume longsor >40%
2) Puncak
- Retakan Permukaan volume keretakan <10% volume keretakan 10-<20% volume keretakan 20-<40% volume keretakan >40%
- Penurunan ( gerak vertikal ) volume penurunan <10% volume penurunan 10-<20% volume penurunan 20-<40% volume penurunan >40%
- Kelurusan ( gerak horisontal ) volume ketidak lurusan <10% volume ketidak lurusan 10-<20% volume ketidak lurusan 20-<40% volume ketidak lurusan >40%
III BANGUNAN OPERASIONAL
1) Bangunan Pengambilan
- Menara volume kerusakan <10% volume kerusakan 10-<20% volume kerusakan 20-<40% volume kerusakan >40%
- Pintu-pintu volume kerusakan <10% volume kerusakan 10-<20% volume kerusakan 20-<40% volume kerusakan >40%
- Jembatan Pelayanan volume kerusakan <10% volume kerusakan 10-<20% volume kerusakan 20-<40% volume kerusakan >40%
- Fasilitas Pendukung Operasi volume kerusakan <10% volume kerusakan 10-<20% volume kerusakan 20-<40% volume kerusakan >40%
2) Bangunan Pengeluaran
- Pintu - pintu volume kerusakan <10% volume kerusakan 10-<20% volume kerusakan 20-<40% volume kerusakan >40%
- Bangunan Outlet volume kerusakan <10% volume kerusakan 10-<20% volume kerusakan 20-<40% volume kerusakan >40%
- Fasilitas Pendukung Operasi volume kerusakan <10% volume kerusakan 10-<20% volume kerusakan 20-<40% volume kerusakan >40%
3) Bangunan Pelimpah
- Saluran Pengarah volume kerusakan <10% volume kerusakan 10-<20% volume kerusakan 20-<40% volume kerusakan >40%
- Mercu volume kerusakan <10% volume kerusakan 10-<20% volume kerusakan 20-<40% volume kerusakan >40%
- Saluran Spillway volume kerusakan <10% volume kerusakan 10-<20% volume kerusakan 20-<40% volume kerusakan >40%
- Stilling Basin volume kerusakan <10% volume kerusakan 10-<20% volume kerusakan 20-<40% volume kerusakan >40%
IV INSTRUMENTASI EMBUNG
1) Instrumen pengukur rembesan ada & terbaca monitoring 80-90% monitoring 60-<80% tidak ada
2) Instrumen pengukur tekanan pori ada & terbaca monitoring 80-90% monitoring 60-<80% tidak ada
3) Instrumen pengukur pergerakan ada & terbaca monitoring 80-90% monitoring 60-<80% tidak ada
4) Sumur Pengamatan ada & terbaca monitoring 80-90% monitoring 60-<80% tidak ada
5) Peil schale ada & terbaca ada, warna pudar tetapi terbaca ada, warna pudar tetapi pembacaan tidak ada
perlu pengamatan lebih
Tabel Penilaian Aspek Fisik Embung dan Danau
Nilai Bobot Nilai Presentasi
No. Nama Bangunan Bobot NKF NKB Keterangan
(%) (%) (%)
1 2 3 4 5 6
I. Tampungan Embung 40.00 33.85 NKF = Nilai Kondisi Fisik
1). Sedimentasi 15.00 85.00 12.75
2). Daerah Sempadan Embung NKB = Nilai Kondisi Bobot
- Penetapan Daerah sempadan embung 2.00 80.00 1.60 Penilaian Nilai Kondisi Fisik (NKF)
- Kondisi Daerah sempadan embung 2.00 80.00 1.60 1. Kondisi baik jika
3). Daerah Sabuk Hijau 2.00 80.00 1.60 Nilai Kondisi > 90 - 100 % dan
4). Tidak ada kebocoran 15.00 90.00 13.50 Nilai Tingkat Kerusakan = 10 %
5). Tidak ada sampah 2.00 80.00 1.60
6). Kejernihan Air 2.00 60.00 1.20 2. Kondisi rusak ringan jika
Kondisi Rusak Jika 80 - 90 % dan
II. Tanggul Embung 40.00 35.95 Nilai Tingkat Kerusakan = 20 %
1) Struktur Tanggul
- Pondasi 10.00 90.00 9.00 3. Kondisi rusak sedang jika
- Keretakan 2.00 90.00 1.80 Kondisi Rusak Jika 60 - <80 % dan
- Penurunan 2.00 90.00 1.80 Nilai Tingkat Kerusakan = 20 % - < 40 %
- Lendutan / Penggelembungan 2.00 90.00 1.80
- Lubang Binatang 1.00 90.00 0.90 4. Kondisi rusak berat jika
- Tumbuhan 0.50 80.00 0.40 Nilai Bobot < 60 % dan
- Kotoran/Sampah (debris) 0.50 90.00 0.45 Nilai Tingkat Kerusakan > 40 %
- Longsoran 10.00 90.00 9.00
2) Puncak
- Retakan Permukaan 2.00 90.00 1.80
- Penurunan (gerak vertikal) 5.00 90.00 4.50
- kelurusan (gerak Horizontal) 5.00 90.00 4.50
III. BANGUNAN OPERASIONAL 12.00 5.40
1) Bangunan Pengambilan
- Pengambilan 6.00 10.00 0.60
- Fasilitas Pendukung Operasi
2) Bangunan Pengeluaran
- Bangunan Outlet
- Fasilitas Pendukung Operasi
3) Bangunan Pelimpah
- Saluran Pengarah
- Mercu 4.00 80.00 3.20
- Saluran Spilway 2.00 80.00 1.60
- Stilling Basin
IV. INSTRUMENTASI WADUK 8.00 0.00
1) Peil Scale 8.00 0.00 Patok geser, ektensometer, Inklinometer
JUMLAH NILAI 100.00 75.20 KONDISI RUSAK SEDANG
Tabel Penilaian Aspek Manfaat Embung dan Danau
Nilai (%)
NO NAMA BANGUNAN
>90 - 100 >80 - 90 60 - 80 <60
1 2 3 4 5 6
I Tampungan Embung
1) Ada air di musim kemarau ada air sepanjang musim kemarau tidak ada air sampai dengan 4 bulan tidak ada air selama 4-6 bulan tidak ada air
2) Ada air di musim hujan ada air sepanjang musim hujan ada air selama 80-90% musim hujan ada air selama 60-80% musim hujan tidak ada air
3) Penyimpanan air > 6 bulan ada air selama 12 bulan ada air selama 8-<12 bulan ada air selama 6-<8 bulan ada air < 6 bulan
II Pemanfaatan Air
1) Air minum pemanfaat 90-100% warga pemanfaat 80-90% warga pemanfaat 60-80% warga pemanfaat <60% warga
2) Konservasi Konservasi 90-100% dan pemanfaatan Konservasi 80-90% dan pemanfaatan Konservasi 60-<80% dan pemanfaatan tidak ada
lain <10% lain 10-20% lain 20-40%
3) Pertanian mengairi areal irigasi 90-100% mengairi areal irigasi 80-<90% mengairi areal irigasi 60-<80% mengairi areal irigasi <60%
4) Perikanan dimanfaatkan sekali jika ada air dimanfaatkan jika ada air agak dimanfaatkan jika ada air tidak ada
5) Mandi Cuci pemanfaat 90-100% warga pemanfaat 80-90% warga pemanfaat 60-80% warga pemanfaat <60% warga
6) Ternak untuk mandi & minum dimanfaatkan sekali jika ada air dimanfaatkan jika ada air agak dimanfaatkan jika ada air tidak ada
7) Wisata potensi kunjungan wisata 90-100% potensi kunjungan wisata 80-<90% potensi kunjungan wisata 60-<80% potensi kunjungan wisata <60%
Tabel Penilaian Aspek Manfaat Embung dan Danau

Nilai Bobot Nilai Presentasi


No. Nama Bangunan Bobot NKF NKB Keterangan
(%) (%) (%)
1 2 3 4 5 6
I. Tampungan Embung 40.00 26.00 NKF = Nilai Kondisi Fisik
1). Ada Air Di Musim Kemarau 20.00 60.00 12.00 1. Kondisi baik jika
2). Ada Air Di Musim Hujan 5.00 100.00 5.00 Nilai Fungsi > 90 - 100 %
3). Penyimpadan Air > 6 Bulan 15.00 60.00 9.00
2. Kondisi bermanfaat jika
II. Pemanfaatan Air 60.00 40.00 Nilai Fungsi 80 - 90 %
1) Air Minum 5.00 0.00
2) Konservasi 40.00 100.00 40.00 3. Kondisi agak bermanfaat jika
3) Pertanian 3.00 0.00 Nilai Fungsi Jika 60 - <80 %
4) Perikanan 3.00 0.00
5) Mandi Cuci 3.00 0.00 4. Kondisi kurang bermanfaat jika
6) Ternak 3.00 0.00 Nilai Fungsi < 60 %
7) Wisata 3.00 0.00

JUMLAH NILAI 100.00 66.00 KONDISI KURANG BERMANFAAT


Organisasi
Syarat utama agar O&P suatu embung dapat dilaksanakan secara layak, efektif dan efisien adalah adanya wadah berupa
organisasi yang dapat mengatur pemberian tugas dan tanggung jawab yang jelas serta prosedur pelaporan yang
teratur. Organisasi O&P juga harus didukung oleh staf pelaksana yang memadai secara kuantitas maupun kualitas. Di
bawah ini adalah tipikal struktur organisasi O&P bendungan tetapi disesuaikan dengan O&P Embung.
Personil

Selain struktur organisasi yang memadai,


kebutuhan minimal serta kualitas personil
merupakan hal penting yang perlu diperhatikan
dalam menyusun organisasi O&P yang efektif dan
efisien. Kebutuhan personil berikut ini merupakan
kebutuhan untuk bendungan tipikal, sehingga
bendungan yang lebih kompleks mungkin
membutuhkan staf yang lebih banyak, terutama
untuk pekerjaan khusus yang dalam setiap halnya
memerlukan pertimbangan yang seksama
Pelatihan
Pelatihan bagi tenaga atau personil O&P merupakan kebutuhan mutlak-yang harus diprogramkan dan dilaksanakan
secara konsekuen. Selain untuk meningkatkan kemampuannya, sekaligus dapat merupakan sarana penyegaran bagi
personil O&P yang bersangkutan. Materi yang disampaikan jika disamakan dengan materi bendungan akan lebih baik
karena O&P Bendungan lebih lengkap daripada O&P embung.

Pelaporan
Data penting hasil pengamatan dan pemantauan (instrumentasi dan Visual). Kegiatan operasi dan pemeliharaan harus
dicatat di dalam format yang telah ditentukan. Dokumen tersebut selain harus disimpan dan tersedia di kantor juga
harus segera didistribusikan ke semua pihak yang berkepentingan. Data/laporan kegiatan O&P tersebut harus segera
dikirimkan ke kantor atau unit yang menangani pemantauan sebagai bahan analisa untuk kegiatan inspeksi yang akan
datang.

Perbaikan
Dua kegiatan pokok pemeliharaan adalah perawatan atau pemeliharaan rutin dan pekerjaan perbaikan. Kedua kegiatan
tersebut perlu direncanakan dengan baik mencakup sistem pemeliharaan/perbaikan, kebutuhan biaya, ketersediaan
personil dan kebutuhan peralatannya. Sistem atau cara-cara perbaikannya tergantung kepada situasi, kondisi dan jenis
kerusakannya
Rekapitulasi Penilaian Fisik Struktur & manfaat Embung

PENANGANAN EMBUNG di GK
100 100
Pemeliharaan
Pemeliharaan Rutin Pemeliharaan
PemeliharaanRutin
90 90

80 80
Rehabilitasi Rehabilitasi
Pemeliharaan
Perbaikan Ringan
Kinerja Prasarana Embung

70 Sedang Ringan
Berkala
70

60 60

50 50

40 40
Rehabilitasi Rehabilitasi
Pemeliharaan
Rehabilitasi
Berat
30 Sedang
Khusus 30

20 20

10 10

0 0
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Kinerja Fungsi Embung
AKNOP EMBUNG
Operasi Rutin

Pemeliharaan Pemeliharaan
Rutin
AKNOP Berkala

Rehabilitasi
AKNOP EMBUNG

Total Biaya AKNOP Embung :


1. Biaya Operasi Rutin
(Biaya pelaksanaan operasi embung termasuk didalamnya intensif
tenaga pendukung pelaksana operasi embung)
2. Biaya Pemeliharaan
(Biaya pemeliharaan embung dan instrument pendukung)
3. Biaya Operasi dan Pemeliharaan Khusus
(Biaya operasi dan pemeliharaan berkala & Rehabilitasi)
4. Biaya Pemantauan, Pemeriksaan dan Evaluasi
Rencana Kerja
Rencana Kerja Bulan Pertama
Pekerjaan Persiapan
Administrasi dan perijinan (1,50 %)
Mobilisasi personil dan Peralatan (2,00 %)
Survei Pendahuluan (2,50 %)

Pengumpulan Data
Data Sekunder (8,70 %)

Pelaporan
Laporan RMK (1.17 %)
Laporan Bulanan (0,19 %)
Laporan Pendahuluan (1,17)

Diskusi
Laporan RMK (1,00 %)
Laporan Pendahuluan (1,00)
Progres/Kemajuan Pekerjaan

Rencana Kerja Bulan Depan


Pekerjaan Persiapan
Administrasi dan perijinan (1,50 %)
Mobilisasi personil dan Peralatan (2,00 %)
Survei Pendahuluan (1,88 %)
Pengumpulan Data
Data Sekunder (8,70 %)
Pelaporan
Laporan RMK (1.17 %)
Laporan Bulanan (0,19 %)
Laporan Pendahuluan (1,17)
Diskusi
Laporan RMK (1,00 %)
Laporan Pendahuluan (1,00)

Kemajuan yang dicapai adalah 19,28 %, dari rencana kerja 19,28 %


Rencana Kerja Selanjutnya

Pengumpulan Data
Data Primer
Inventarisasi Bangunan (9,18%)
Survey Pemanfaatan Embung (2,88%)
Survey Fasilitas O&P Embung (3,87%)

Pelaporan
Laporan Bulanan (0,19%)
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
Bobot (%) Bulan Ke - Minggu Ke-
No. Uraian Pekerjaan 3 April - 2 Mei 2017 3 Mei - 2 Juni 2017 3 Juni - 2 Juli 2017 3 Juli - 2 Agustus 2017 3 Agustus - 2 September 2017 3 Sept. - 2 Okt 2017 Ket
Rencana Realisasi
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
I Persiapan / Pendahuluan 6.00
1 Administrasi, Perijinan dan Fasilitas 1.50 1.50
1.50 1.50
2 Mobilisasi Personil dan Peralatan 2.00 2.00
2.00 2.00
3 Survei Pendahuluan 2.50 1.25 1.25
2.50 1.25 1.25

II Pengumpulan Data 30.00


1 Data Sekunder 8.75 4.38 4.38
8.75 4.38 4.38
2 Data Primer
- Inventarisasi Kondisi Fisik Embung 12.25 3.06 3.06 3.06 3.06

- Survey Pemanfaatan Embung 3.85 0.96 0.96 0.96 0.96

- Survey Fasilitas O&P Embung 5.15 1.29 1.29 1.29 1.29

III Analisa Data 17.00


1 Pengolahan Data Hasil Inventarisasi 10.00 5.00 5.00

3 Penilaian Kinerja 7.00 3.50 3.50

IV Penyusunana AKNOP 36.00


1 Rencana Rehabilitasi, Operasi dan Pemeliharaan Embung 11.00 5.50 5.50

2 Perhitungan Volume Pekerjaan Operasi Dan Pemeliharaan Embung 10.00 5.00 5.00

3 Penyusunan AKNOP Embung 15.00 3.75 3.75 3.75 3.75

VI Pelaporan 7.00
1 Laporan RMK 1.17 1.17
1.17 1.17
2 Laporan Bulanan 1.17 0.19 0.19 0.19 0.19 0.19 0.19
0.19 0.19
3 Laporan Pendahuluan 1.17 1.17
1.17 1.17
4 Laporan Antara 1.17 1.17

5 Laporan Akhir 1.17 1.17

6 Laporan Penunjang 1.17 1.17

VII Diskusi/ Presentasi 4.00


1 Rencana Mutu Kontrak 1.00 1.00
1.00 1.00
2 Draft Laporan Pendahuluan 1.00 1.00
1.00 1.00
3 Draft Laporan Sisipan 1.00 1.00

4 Draft Laporan Akhir 1.00 1.00

Jumlah Rencana 100.00 3.7 2.0 5.6 5.8 2.2 5.3 5.3 5.5 5.3 5.0 5.0 0.2 3.5 3.5 2.2 5.7 5.5 5.0 5.0 3.9 3.8 3.8 5.9 1.4
Komulatif Rencana 0.00 3.67 5.67 11.29 17.11 19.28 24.59 29.90 35.41 40.72 45.72 50.72 50.92 54.42 57.92 60.08 65.78 71.28 76.28 81.28 85.22 88.97 92.72 98.64 100.00

Jumlah Realisasi 3.7 2.0 5.6 5.8 2.2


Komulatif Realisasi 0.00 3.67 5.67 11.29 17.11 19.28

Deviasi 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00


Jadwal Penugasan Personil
Pekerjaan : Penyusunan Penilaian Kinerja dan AKNOP Embung Air Baku dan Embung Konservasi (20 Embung)

Bulan Ke - Minggu Ke -
Orang
No Nama Personil Posisi 3 April - 2 Mei 2017 3 Mei - 2 Juni 2017 3 Juni - 2 Juli 2017 3 Juli - 2 Agustus 2017 3 Agustus - 2 September 2017 3 September - 2 Oktober 2017
Bulan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Ary Kurniawati, ST Ketua Tim/ Team Leader 6

2 Ir. Chaeril Anwar Ahli Operasi dan Pemeliharaan 6


3 Ir. I.G.M. Puja Witara Ahli Bangunan Air 6
4 Tania Edna Bhakti, ST Ahli Estimasi Biaya 6
5 Yulandaru Gama Siswanto, ST Asisten Ahli Operasi dan Pemeliharaan 4
6 Denik Sri Krisnayanti, ST Asisten Ahli Bangunan Air 4
7 Ernas Sundarawan Asisten Ahli Estimasi Biaya 3
8 Shabirin, ST Juru Gambar / CAD Operator 3
9 Muh. Basri, S.Kom Operator Komputer 6
10 Muh. Nur. Taufik, ST. Imran Surveyor 8
11 Disies Abdi, SE Administrasi 6
12 To Be Name (3 Orang) Tenaga Lokal 12
Struktur Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan
SATUAN KERJA OPERASI DAN
PEMELIHARAAN SDA BBWSPJ
PPK OPERASI DAN PEMELIHARAAN
SDA I

KONSULTAN
PT.TRIDAYA BANGUN NUSA DIREKSI PEKERJAAN

Team Leader/ Ketua Tim


INSTANSI TERKAIT
Ary Kurniawaty, ST

Ahli Operasi dan Pemeliharaan Ahli SDA/ Bangunan Air Ahli Estimasi Biaya
Ir. Chairil Anwar Ir. I.G.M. Puja Witara Tania Edna BHakti, ST.

Ass. Ahli Operasi dan Ass. Ahli Bangunan Air Ass Ahli Estimasi Biaya
Pemeliharaan Denik Sri Krisnayanti, ST Ernas Sundrawan, ST
Yulandaru G. Siswanto, ST

TENAGA PENDUKUNG

Surveyor
Muh. Nur Taufik, ST
Imran Hasan, ST

Juru Gambar/ CAD Operator


Shabirin, ST

Operator Komputer
Muh. Basri, S.Kom

Administrasi
Disies Abdi, SE

Tenaga Lokal Survey


To Be Name (3 Orang)