Anda di halaman 1dari 22

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 7

Membangun Kampung Livable Sesuai


Perkembangan Kota
DISUSUN OLEH :
HENDRY HARTONO 315120158
CECILIA TANIA 315130118
SONNY SURYA S 315130120
Latar Belakang
Kampung adalah ciri kehidupan bermukim di Indonesia yang dianggap sebagai tatanan permukiman
tradisional Indonesia sebelum adanya perencanaan permukiman perkotaan.

Tingkat urbanisasi yang tinggi membuat kota tidak mampu menampung lagi kegiatan penduduk.

Kampung menjadi ruang hidup sebagian masyarakat kota.

Seiring dengan perkembangan, kampung menjadi semakin tergeser.

Pembangunan perumahan vertikal sebagai salah satu solusi keterbatasan lahan hunian.
Landasan Teori
Kampung merupakan kawasan hunian masyarakat berpenghasilan rendah dengan kondisi fisik kurang
baik (Budiharjo, 1992)

Kampung merupakan kawasan permukiman kumuh dengan ketersediaan sarana umum buruk atau tidak
ada sama sekali, kerap kawasan ini disebut slum atau squarter (Turner,1972)

Kampung merupakan lingkungan khas tradisional Indonesia, ditandai ciri kehidupan yang terjalin dalam
ikatan kekeluargaan yang erat (Herbasuki, 1984)

Ciri-ciri kampung kota menurut Budiharjo.

Dalam stigma masyarakat modern, kampung dinilai sebagai kawasan tempat tinggal masyarakat
berpendidikan rendah yang kumuh dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi dan rata-rata
berpenghasilan rendah.

Kota adalah leburan dari bangunan dan penduduk, sedangkan bentuk kota pada awalnya adalah netral
tetapi kemudian berubah sampai hal ini dipengaruhi dengan budaya yang tertentu (Kostof, 1991)
Teori kekuatan dinamis menurut Colby, karena adanya persepsi terhadap lingkungan dari penduduk yang
berbeda-beda, sehingga timbulah kekuatan-kekuatan yang menyebabkan pergerakan penduduk yang
mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan di luar kota atau daerah pinggiran kota.

Alasan tumbuhnya daerah pinggiran kota, menurut Hammond.

Teori mobilitas menurut Turner ada 3 yaitu bridgeheads, consolidators, status seekers.

Eksistensi kampung sebagai pemukiman yang berdiri sendiri dibangun dengan kekuatan penduduknya
memiliki kemampuan untuk mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan perkotaan
modern. (Putra, 2013)

kampung sebagai permukiman pemerintah tidak hanya memberikan arti terhadap identitas perkotaan,
namun juga memberikan dampak kehidupan sosial ekonomi bagi penduduk perkotaan.
STUDI KASUS
Endless Vertical City

Sure Architecture
Shoreditch, London, Inggris

Asian Cairns

Vincent Callebaut
Shenzhen, China

Londons Canary Wharf

Herzog & de Meuron


Endless Vertical City SURE Architecture
ASIAN CAIRNS Vincent Callebaut
Axonometri Atap Asian Cairns
London Canarys Wharf - Herzog & de Meuron
Title and Content Layout with Chart
Series 1 Series 2 Series 3
6

0
Category 1 Category 2 Category 3 Category 4
Two Content Layout with Table
Class Group A Group B First bullet point here
Class 1 82 85 Second bullet point here
Class 2 76 88 Third bullet point here
Class 3 84 90
Two Content Layout with SmartArt
First bullet point here
Group A
Second bullet point here Task 1
Task 2
Third bullet point here
Group B

Task 1
Task 2

Group C

Task 1
Add a Slide Title - 1
Add a Slide Title - 2
Add a Slide Title - 3
Add a Slide Title - 4
Add a Slide Title - 5