Anda di halaman 1dari 10

HUKUM PEMANTULAN DAN

BAYANGAN PADA CERMIN


DATAR
A. Alat dan bahan
Cermin datar
Kotak cahaya
Busur derajat
Kertas hvs

B. Posedur kerja
Kegiatan 1
Letakkan cermin datar diatas kertas HVS
Buat garis sepanjang pinggir permukaan
cermin
mengarahkan sinar yang keluar dari kotak cahaya
(sinar datang) kepermukaan cermin dengan sudut
tertentu (sudut datang)
menandai jejak-jejak sinar datang kecermin dan
sinar yang dipantulkan cermin masing-masing 2
titik
Mematikan sumber cahaya dan singkirkan cermin
datar
menarik garis untuk sinar datang dan sinar pantul.
Apakah kedua garis ini berpotongan pada garis
cermin disatu titik? (titik 0)
Dengan busur derajat buat garis tegak lurus
terhadap garis cermin (garis ini disebut garis
normal)
mengukur sudut yang dibentuk oleh garis normal
dengan sinar datang! (disebut sudut datang). Dan
sudut yang dibentuk oleh garis normal dengan sinar
pantul (sudut pantul)
Catat hasil pengukuran data pada table berikut!
No Sudut datang Sudut pantul

1 25,0 24,0

2 28,0 26,0

3 15,0 14,0

4 20,0 16,0

5 25,0 26,0
mengulangi percobaan dengan sudut
datang yang berbeda-beda
memperhatikan sinar datang, garis
normal, dan sinar pantul. Apakah
ketiganya terletak pada satu bidang
datar?
Jawab : ya, terletak pada satu bidang datar.
Apakah bidang datar itu adalah bidang
permukaan cermin atau bidang kertas?
Jawab : permukaan kertas
Perhatikan table hasil pengukuran!
Apakah besar sudut datang sama dengan
sudut pantul?
Jawab: ya
Dengan melakukan kegiatan 1, kamu telah
menemukan hokum pemantulan. Hokum
pemantulan cahaya mengikuti hukum snellius
yaitu:
a. Sinar datang, garis normal dan sinar pantul
terletak pada satu bidang datar
b. Sudut datang (i) sama dengan sudut pantul (r)

Kegiatan 2

1
A
2
Metakkan cermin datar diatas kertas HVS. Buat garis
sepanjang pinggir permukaan cermin dan sebuah
titik (agak tebal) seperti pada gambar. Anggaplah
titik A adalah benda yang berada di depan cermin
Mengarahkan rahkan sinar datang (1) melalui titik A
menuju ke cermin! Tandai jejak sinar datang dan
sinar pantul masing-masing dua titik!
Megarahkan sinar datang (2) melalui titik A
kecermin! Tandai jejak sinar datang dan sinar
pantulnya masing-masing 2 titik!
menyingkirkan cermin dan Tarik garis sinar datang
dan sinar pantulnya!
memperpanjang sinar pantul (1) dan (2) sehingga
berpotongan pada satu titik dibelakang cermin!
Tandai titik tersebut dengan A
A merupakan bayangan dari A. jarak A kecermin
disebut jarak benda (s) sedangkan jarak A ke
cermin disebut jarak bayangan (s)
Ukur jarak benda dan bayangannya.
Apakah jarak keduanya sama?
Jawab: ya, sama
Pasang kembali cermin, amati besarnya
titik A dan A!
Jawab : ya, sama
Bayangan yang terjadi pada cermin datar
dapat disimpulkan?
Jawab :
a. Bayangan sama besar
b. Jarak sama panjang
c. Bayangan maya atau tidak nyata
EVALUASI
1. Sudut datang adalah sudut yang
terbentuk antara sinar datang dan garis
normal
2. Sudut pantul adalah sudut yang
terbentuk antara sinar pantul dan garis
normal
3. Sinar datang, garis normal dan sinar
pantul terletak pada satu bidang datar.
Bidang datar yang di maksud adalah
permukaan kertas.
KAJIAN TEORI
Hukum pemantulan cahaya menurut Snellius
adalah sebagai berikut :
1. Sinar datang, garis normal dan sinar pantul
terletak pada bidang datar
2. Sudut datang sama dengan sudut pantul.
Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh
cermin datar adalah :
1. Jarak bayangan ke cermin (s') = jarak
benda ke cermin (s)
2. Tinggi bayangan (h') = tinggi benda (h)
3. Sama besar dan berlawanan arah
(perbesarannya = 1 kali)
4. Bayangan bersifat maya (di belakang
cermin)