Anda di halaman 1dari 18

UNDANG-UNDANG DASAR

NEGARA REPUBLIK
INDONESIA
UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK
INDONESIA
Sifat-sifat UUD 1945 sebagai Hukum Dasar Tertulis, yaitu :
- Rumusannya jelas, merupakan suatu hukum positif yang
mengikat pemerintah sebagai penyelenggara negara, maupun
mengikat bagi setiap warga negara.
- Bersifat singkat dan supel, memuat aturan -aturan pokok yg
setiap kali harus dikembangkan sesuai dengan perkembangan
zaman, serta memuat hak -hak asasi manusia.
- Memuat norma-norma, aturan-aturan serta ketentuan -ketentuan
yg dapat dan harus dilaksanakan secara konstitusional
- UUD 1945 dalam tertib hukum Indonesia merupakan hukum
positif yg tertinggi, disamping sebagai alat kontrol terhadap
norma-norma hukum positif yg lebih rendah dalam hierarki tertib
hukum Indonesia
CONVENSI

Hukum Dasar yg Tidak Tertulis (Convensi)


Convensi adalah Hukum Dasar yg Tidak Tertulis, yaitu aturan-
aturan dasar yg timbul dan terpelihara dalam praktek
penyelenggara negara.
Sifat-sifat Convensi :
- Merupakan kebiasaan yg berulang kali dan terpelihara dalam
praktek penyelenggara negara
- Tidak bertentangan dengan UUD dan berjalan sejajar
- Diterima seluruh rakyat
- Bersifat sebagai pelengkap, sehingga memungkinkan sebagai
aturan-aturan dasar yg tidak terdapat dalam UUD.
CONVENSI

Contoh Convensi antara lain:


- Pengambilan keputusan berdasarkan
musyawarah untuk mufakat.
- Pidato kenegaraan Presiden Republik
Indonesia setiap tanggal 16 Agustus di dalam
sidang DPR.
Sistem Pemerintahan Negara Menurut UUD 1945
setelah amandemen :
a. Indonesia ialah Negara Yang Berdasarkan Atas
Hukum (Rechstraat)
b. Sistem Konstitusional
c. Kekuasaan negara yg tertinggi di tangan rakyat
d. Presiden ialah Penyelenggara Pemerintahan
Negara yg Tertinggi di samping MPR dan DPR
e. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR
f. Menteri negara adalah pembantu presiden,
menteri negara tidak bertanggungjawab kepada
DPR
g. Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas.
NEGARA INDONESIA ADALAH NEGARA
HUKUM

Menurut Penjelasan UUD 1945, negara Indonesia adalah


negara hukum, negara hukum yg berdasarkan pancasila dan
bukan berdasarkan atas kekuasaan.
Ciri suatu negara hukum adalah :
- Pengakuan dan perlindungan Hak -hak asasi yg mengandung
persamaan dalam bidang politik, hukum, sosial, ekonomi dan
kebudayaan.
- Peradilan yg bebas dari suatu pengaruh kekuasaan atau
kekuatan lain dan tidak memihak.
- Jaminan kepastian hukum, yaitu jaminan bahwa ketentuan
hukumnya dapat dipahami, dapat dilaksanakan dan aman
dalam melaksanakannya.
UUD 1945 PASCA AMANDEMEN

Isi pokok Batang Tubuh UUD 1945 hasil


Amandemen 2002 :
UUD 1945 hasil amandemen 2002 tetap
memuat 37 Pasal akan tetapi dibagi
menjadi 26 Bab, 3 Pasal aturan peralihan
dan 2 Pasal aturan Tambahan.
BENTUK DAN KEDAULATAN

Dalam pasal 1 ayat (1) UUD 1945 ditegaskan bahwa Negara


Indonesia adalah negara kesatuan yg berbentuk republik.
Dari ketentuan pasal ini dijelaskan bahwa bentuk negara
Indonesia ialah negara kesatuan, dan bentuk pemerintahan
Indonesia adalah republik, dengan presiden sebagai kepala
negara yg dipilih dari dan oleh rakyat utk jangka waktu
tertentu.
KEDAULATAN DI TANGAN RAKYAT

Rumusan Kedaulatan di tangan Rakyat


menunjukan bahwa kedudukan rakyatlah yg
tertinggi dan sentral. Rakyat adalah sebagai asal
mula kekuasaan negara dan sebagai tujuan
kekuasaan . Oleh karena itu rakyat merupakan
paradigma sentral kekuasaan negara.
Pasal 1 ayat (2) disebutkan bahwa kedaulatan
adalah di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut
UUD. Dengan demikian negara Indonesia menganut
paham kedaulatan rakyat di seluruh negara, dan
kekauasaan tertinggi itu dijalankan sepenuhnya
oleh rakyat menurut UUD.
PANCASILA SEBAGAI
PARADIGMA KEHIDUPAN
DALAM BERMASYARAKAT,
BERBANGSA DAN
BERNEGARA
PENGERTIAN PARADIGMA

Paradigma adalah suatu asumsi-asumsi dasar


dan asumsi-asumsi yg umum (merupakan
suatu sumber nilai), sehingga merupakan
suatu sumber hukum,metode, serta
penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga
sangat menentukan sifat, ciri, serta karakter
ilmu pengetahuan itu sendiri.
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA
PEMBANGUNAN

Pancasila sbg paradigma pembangunan nasional mengandung


suatu konsekuensi bahwa dalam segala aspek pembangunan
nasional kita harus mendasarkan pada hakikat nilai-nilai sila-
sila pancasila.
- Pancasila sbg paradigma pengembangan IPTEK, hakikatnya
merupakan suatu hasil kreativitas rohani manusia. Tujuan yg
esensial dari Iptek adalah demi kesejahteraan umat manusia,
sehingga Iptek pada hekekatnya tidak bebas nilai namun
terikat oleh nilai.
- Iptek adalah sebagai hasil budaya manusia yg
beradab dan bermoral. Sila Persatuan Indonesia,
mengkomplementasikan universalia dan
internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yg
lain.
- Pengembangan Iptek hendaknya dapat
mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran
bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari
umat manusia di dunia.
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA
PEMBANGUNAN POLEKSOSBUDHANKAM

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN


POLITIK
Pembangunan pada hakekatnya membangun manusia
secara lengkap, secara utuh meliputi seluruh unsur
hakikat manusia monopluralis, atau membangun martabat
manusia.
Pancasila sbg paradigma pengembangan bidang politik
harus mendasarkan pada tuntutan hak dasar kemanusiaan
(Hak asasi manusia). Dalam sistem politik negara harus
mendasarkan pd kekuasaan yg bersumber pd penjelmaan
hakikat manusia sbg individu-makhluk sosial yg terjelma
sbg rakyat.
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA
PEMBANGUNAN EKONOMI

Pancasila sbg Paradigma Pengembangan ekonomi.


Mubyarto mengembangkan ekonomi kerakyatan,
yaitu ekonomi humanistik yg mendasarkan pada
tujuan demi kesejahteraan rakyat secara luas. Maka
sistem ekonomi Indonesia mendasarkan atas
kekeluargaan seluruh bangsa.
Tujuan ekonomi adalah untuk memenuhi
kebutuhan manusia, agar manusia menjadi lebih
sejahtera.
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA
PEMBANGUNAN SOSIAL BUDAYA

Pancasila sbg paradigma pengembangan


sosial budaya, dimana mengangkat nilai-nilai
yg dimiliki bangsa Indonesia sbg dasar nilai
yaitu nilai-nilai pancasila itu sendiri.
Prinsip etika pancasila pd hakikatnya bersifat
humanistik, artinya nilai-nilai pancasila
mendasarkan pada nilai-nilai yg bersumber
pada harkat dan martabat manusia sebagai
makhluk yg berbudaya.
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA
PEMBANGUNAN HANKAM
Pancasila sebagai peradigma pengembangan
Hankam Pertahanan dan Keamanan negara harus
mendasarkan pada tujuan demi tercapainya
kesejahteraan hidup manusia sebagai makhluk
T YME.
Pertahanan dan keamanan negara harus menjamin
hak-hak dasar, persamaan derajat serta kebebasan
kemanusiaan dan Hankam diperuntukan demi
terwujudnya keadilan dalam masyarakat agar negara
benar-benar meletakan pd fungsi yg sebenarnya
sebagai suatu negara hukum dan bukannya suatu
suatu negara yg berdasarkan kekuasaan.
AKTUALISASI PANCASILA

Aktualisasi pancasila dibedakan menjadi 2, yaitu :


- Aktualisasi pancasila objektif : aktualisasi pancasila
dalam berbagai bidang kehidupan kenegaraan yg
meliputi kelembagaan kegara antara lain legislatif,
eksekutif maupun yudikatif. Selain itu meliputi
bidang lainnya : politik, ekonomi, hukum, dll
- Aktualisasi pancasila subjektif : aktualisasi
pancasila pada setiap individu terutama dalam
aspek moral dalam kaitannya dengan hidup negara
dan masyarakat.