Anda di halaman 1dari 65

STATISTIKA

By : Anita Sulistyawati
Kontrak Kuliah
Peraturan
1. Dilarang memakai kaos oblong saat
perkuliahan berlangsung
2. Dilarang memakai sandal saat
perkuliahan berlangsung
3. Kehadiran 75% total pertemuan
Penilaian
1. Tugas = 30%
2. UTS = 25%
3. UAS = 45%
Statistik ?

Statistika ?
Statistik :
Kumpulan data, bilangan maupun non bilangan
yang disusun dalam tabel dan atau diagram yang
melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan.

Statistika :
Pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara
pengumpulan data, pengolahan atau
penganalisisannya dan penarikan kesimpulan
berdasarkan kumpulan data dan analisis yang
dilakukan
PROBABILITAS
Teori Probabilitas didasarkan pada konsep dari suatu
eksperimen random

Random fenomena/eksperimen dimana keluaran


individual tidak pasti tetapi ada distribusi yg regular
dari keluaran utk jumlah pengulangan yang banyak

Probabilitas proporsi berapa kali suatu keluaran


spesifik akan muncul dlm suatu serie pengulangan
yang panjang dari suatu eksperimen
Apakah Probabiltas?
Probabilitas matematis adalah idealisasi dari
apa yg terjadi thd frekuensi relatif setelah
pengulangan sejumlah tak hingga eksperimen
random
Contoh : probabilitas munculnya angka 1 pada
percobaan pelemparan sebuah dadu,
probabilitas munculnya kartu as pada penarikan
kartu dari sekelompok kartu bridge, probabilitas
terjadinya hujan, dan seterusnya.
Ruang Sampel
Ruang sampel adalah semua hasil yang
mungkin dari suatu percobaan dalam
statistika
Lambang : S
Titik sampel : setiap hasil dalam ruang
sampel
Lambang jumlah ruang sampel : n(S)
Kejadian / Event
Kejadian adalah kumpulan dari hasil yang
muncul atau terjadi pada suatu percobaan
statistik

Perumusan Probabilitas
1. Perumusan klasik
2. Perumusan dengan frekuensi relatif
3. Pendekatan subjektif
Perumusan Klasik
Apabila suatu percobaan mempunyai ruang
sampel yang anggotanya berhingga misal n(S)
dan setiap titik sampel mempunyai
kesempatan untuk muncul yang sama
kemudian misal A, maka peluang kejadian A
adalah :
n( A )
P( A )
n(S )
Contoh 1:
Hitunglah probabilitas diperolehnya mata dadu
kurang dari 4 dari pelemparan sebuah dadu !
Jawab :
n(S) = {1, 2, 3, 4, 5, 6} = 6
A = kejadian munculnya mata dadu kurang
dari 4
n(A) = {1, 2, 3} = 3
n( A )
P( A )
n( S )
3 1
P( A )
6 2
Contoh 2 :
Dalam pelemparan tiga mata uang logam,
tentukan probabilitas munculnya :
a. Dua sisi gambar
b. Tiga sisi gambar dan tiga sisi angka

Contoh 3 :
Hitunglah probabilitas memperoleh kartu
bernomor genap berwarna hitam bila diambil
secara acak dari seperangkat kartu bridge!
Contoh 4 :
Didalam suatu pabrik ada 30 wanita dan 70
laki-laki. Sehabis makan siang yang disediakan
pabrik akan ditanyakan apakah makanan tadi
cukup baik. untuk itu akan di undi (di acak)
siapa orang yang akan ditanyakan
pendapatnya. Berapa probabilitas bila seorang
buruh wanita yang ditanya?

Contoh 5:
Hitunglah probabilitas diperolehnya bola merah
bila sebuah bola diambil dari suatu kotak yang
berisi 10 bola merah dan 10 bola putih !
Perumusan dengan frekuensi
relatif
Dirumuskan : Fr = P(A) . f

Contoh 1:
Dalam percobaan pengetosan 2 mata uang
logam sebanyak 100 kali, tentukan frekuensi
relatif munculnya mata uang yang berbeda !
Jawab :
n(S) = {AA, AG, GA, GG} = 4
A = kejadian munculnya sisi mata uang
logam yang berbeda
n(A) = {AG, GA} = 2
n( A )
P( A )
n( S )
2 1
P( A )
4 2
Fr = P(A) . f
= . 100
= 50
Contoh 2:
Pada suatu percobaan statistik, yaitu pelemparan
sebuah dadu yang diulang sebanyak 1000 kali.
Frekuensi munculnya muka dadu X adalah sebagai
berikut :
Muka dadu (X) 1 2 3 4 5 6
Frekuensi (f) 164 165 169 169 166 167

Bila E menyatakan kejadian munculnya muka-muka


dadu tersebut , E = {1}, {2}, {3}, {4}, {5} dan {6}.
Bagaimana probabilitas kejadian E untuk masing-
masing kemungkinan munculnya dadu tersebut ?
Pendekatan subjektif
Pendekatan yang didasarkan pada selera dan
keyakinan/ kepercayaan yang bersifat
individual dengan berlandaskan pada semua
petunjuk yang dimilikinya.
Aturan-aturan probabilitas
A. Probabilitas dari sembarang event P(A) hrs
memenuhi
0 < P(A) < 1
B. Complement Rule = complement dari
sembarang event A adalah event A tdk
terjadi
P(Ac) = 1 - P(A)
Contoh:
Pelemparan suatu dadu: S = {1,2,3,4,5,6};
misal A = {2,4}, Ac = {1,3,5,6}
P(A) = 1/3
P(Ac) = 1 P(A)
= 1-1/3 = 2/3
C. Dua kejadian tidak saling lepas

misal A & B suatu himpunan

AB = {xA atau xB}

AB = {xS| xA dan xB}

n(AB) = n(A) + n(B) n(AB)

maka probabilitas untuk AB :

P(AB) = P(A) + P(B) P(AB)


Contoh 1:
Pada pelemparan dua buah dadu, tentukan peluang
mata dadu berjumlah kurang dari 5 atau mata dadu
berjumlah bilangan prima !

Jawab:
n(S) = 36
A = mata dadu berjumlah kurang dari 5
n(A) = 6
B = mata dadu berjumlah bilangan prima
n(B) = 15
AB = mata dadu berjumlah kurang dari 5 dan
prima
n(AB) =3
P(AB) = P(A) + P(B) P(AB)
6 15 3

= 36 36 36

= 18 1

36 2
Contoh 2:
Kita ambil suatu kartu secara acak dari satu set kartu
brigde yang lengkap. Bila A = kejadian terpilihnya
kartu as dan B = kejadian terpilihnya kartu wajik,
Hitunglah P(A B)!

CONTOH 3:
Peluang seorang mahasiswa lulus matematika 2/3 dan
peluangnya lulus statistika 4/9. Bila peluang lulus kedua
mata kuliah , berapakah peluangnya lulus paling sedikit
satu mata kuliah ?
D. Dua kejadian saling lepas
P(AB) = P(A) + P(B)

Contoh 1:
Bila A dan B dua kejadian saling lepas, dengan
P(A) = 0,3 dan P(B) = 0,25. Tentukan P(AB) !
Jawab :
Karena A dan B saling lepas maka berlaku
P(AB) = P(A) + P(B)
= 0,3 + 0,25
= 0,55
Contoh 2 :
Pada pelemparan dua buah dadu, tentukan probabilitas
munculnya mata dadu dengan jumlah 7 atau 11 !
Jawab :
n(S) = 36
A = kejadian munculnya mata dadu berjumlah 7
n(A) = 6
B = kejadian munculnya mata dadu berjumlah 11
n(B) = 2
P(AB) = P(A) + P(B)
6 2
= 36 36
8 2
=
36 9
E. Dua kejadian saling bebas
Dikatakan bahwa dua kejadian A dan B dalam
ruang sampel S dikatakan saling bebas jika
kejadian A independen terhadap kejadian B dan
sebaliknya.
Rumus : P(AB) = P(A) x P(B)
Contoh 1:
Sepuluh kartu yang bernomor 1-10 dikocok,
apabila satu kartu diambil secara acak.
Tentukanlah terambilnya kartu kelipatan 3 dan 5!
Jawab :
n(S) = 10
A = kejadian terambilnya kartu kelipatan 3
n(A) = 3
B = kejadian terambilnya kartu kelipatan 5
n(B) = 2
P(AB) = P(A) x P(B)
= 3 2
x
10 10
= 6 3
100 50
Contoh 2:
Pada pelemparan dua buah dadu , apakah kejadian
munculnya muka dadu X 3 dadu I dan kejadian
munculnya muka Y 5 dadu II saling bebas ?
Contoh 3 :
Pada pelemparan tiga uang logam, tunjukkanlah
bahwa munculnya sisi muka angka dari tiga uang
logam saling bebas !

Contoh 4:
Sebuah kotak berisi 20 sikring, 5 diantaranya cacat.
Bila 2 sikring dikeluarkan dari kotak satu demi satu
secara acak tanpa pengembalian, Berapa probabilitas
sikring itu cacat ?
Latihan
1. Sebuah kotak berisi 10 kelereng merah, 18
kelereng hijau dan 22 kelereng kuning. Isi
kotak di aduk kemudian seseorang disuruh
mengambil sebuah kelereng secara acak.
Tentukan probabilitas terambilnya kelereng
merah atau kuning !
2. Setumpukan kartu brigde kita ambil satu
secara acak. Bila A = kejadian terpilihnya
kartu king dan B = kejadian terpilihnya kartu
hitam. Tentukan probabilitas terambilnya
kartu king atau hitam!
3. Seorang direktur bank mengatakan bahwa dari
1000 nasabahnya terdapat 150 orang yang tidak
puas dengan pelayanan bank. Pada suatu hari kita
bertemu dengan salah seorang nasabah. Berapa
probabilitas bahwa nasabah tersebut tidak puas?
4. Dua dadu dilempar bersama-sama. Berapa
peluang muncul jumlah mata dadu 8 atau 11?
6. Suatu survei atas 500 mahasiswa yang mengikuti satu
atau beberapa mata kuliah (matematika, statistika dan
biologi) selama satu semester mengungkapkan
banyaknya mahasiswa yang mengikuti mata kuliah
tersebut. Matematika 329, matematika dan statistika 83,
statistika 186, matematika dan biologi 217, biologi 295,
statistika dan biologi 63. Berapa peluang mahasiswa
yang mengikuti :
a) 3 mata kuliah tersebut
b) Matematika tetapi tidak biologi
c) Statistika tetapi tidak matematika
d) Biologi tetapi tidak statistika
e) Matematika atau biologi, tetapi tidak statistika
Jawab :
Misal M : Semua mahasiswa yang mengambil MK
Matematika
S : Semua mahasiswa yang mengambil MK
Statistik
B : Semua mahasiswa yang mengambil MK
Biologi
MS : Semua mahasiswa yang mengambil MK
Matematika dan Statistika
MB : Semua mahasiswa yang mengambil MK
Matematika dan Biologi
BS : Semua mahasiswa yang mengambil MK
Biologi dan Statistika
PENCACAHAN
Ilustrasi
Seorang karyawan memiliki 2 baju lengan
panjang berbagai merk dan 3 celana panjang.
Berapa banyak kombinasi pasangan pakaian
yang dapat dipakai ke kantor ?
Contoh 1:
Berapa banyak bilangan ganjil yang terdiri dari atas tiga
angka yang dapat dibentuk dari angka-angka 5, 6, 7, 8 dan 9
bila setiap angka hanya dapat digunakan sekali ?

Contoh 2:
Pengembang real estate menawarkan kepada konsumen 3
tipe rumah (tipe anggrek, dahlia dan tulip), 2 macam bentuk
garasi dan 3 macam sistem pemanas. Berapa macam
rancangan rumah yang tersedia bagi konsumen ?
Bilangan Faktorial
n ! = n(n-1)!
(n-1)! = n!
n
Contoh :
3! = 3.2.1 = 6
6! =
7!
...
3!
0! =
Permutasi
Definisi
Permutasi adalah susunan-susunan yang
dibentuk dari anggota-anggota suatu himpunan
dengan mengambil seluruh atau sebagian
anggota himpunan dan memberi arti pada
urutan anggota dari masing-masing susunan.
Jenis Permutasi
1. Permutasi atas seluruh objek
n!
Rumus :nPn = = n!
(n n )!

Contoh 1:
Berapa banyak susunan bilangan 7 angka
yang dapat dibentuk dari angka-angka 1, 2,
3, 5, 6, 8 dan 9 ?

Jawab :
7P7 = 7! = 7.6.5.4.3.2.1 = 5040
Contoh 2:
6 orang pengunjung bioskop yang terdiri atas 4 laki-laki
dan 2 perempuan duduk dikursi yang disusun
memanjang. Berapa kemungkinan susunan tempat
duduk yang berbeda bila duduknya bebas ?

Contoh 3 :
5 orang nasabah yang terdiri atas 2 laki-laki dan 3
perempuan antre di depan customer service. Ada
berapa kemungkinan susunan antrean tersebut bila
antreannya bebas tidak beraturan ?
2. Permutasi Atas sebagian dari seluruh
objek
Rumus : nPr = n!
(n r )!

Contoh 1:
Kamar di klinik bersalin harapan ibu hanya
bisa menampung 3 pasien rawat inap dari 6
pasien yang datang. Berapa cara
kemungkinan susunan rawat inap pasien ?
Contoh 2:
Berapa jumlah permutasi yang dapat dibentuk oleh
dua huruf dari A, B dan C tanpa pengulangan ?
Gambarkan dengan diagram pohon !

Contoh 3 :
Sebanyak 3 kupon diambil dari 5 buah kupon untuk
menentukan hadiah pertama, kedua dan ketiga.
Hitunglah banyaknya cara pengambilan kupon !
Contoh 4:
Dalam kepengurusan RW akan dipilih 3 orang
untuk duduk sebagai ketua, sekertaris dan
bendahara. Bila diketahui ada 6 calon
pengurus RW yang terdiri 4 laki-laki dan 2
perempuan, ada berapa susunan
kepengurusan RW yang dapat dibentuk jika:
a. Keenam calon mempunyai kemungkinan
sama
b. Ketuanya laki-laki
c. Ketua laki-laki dan sekertaris perempuan
d. Pak Asep sebagai ketua RW
3. Permutasi dari objek dengan pemulihan
Rumus : Pn-r = nr

Contoh 1:
Akan dibuat nomor registrasi becak yang
terdiri 3 angka yang angka-angkany dipilih
dari kumpulan {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9}.
Hitunglah nomor becak yang dapat disusun
bila setiap angka boleh digunakan beberapa
kali !
Contoh 2:
Misalkan sebanyak 3 orang pedagang kaki lima (K,
L, M) akan ditempatkan masing-masing 2 orang
dengan pemulihan. Hitunglah berapa permutasi
yang dapat dibentuk ?

Contoh 3:
Akan dilakukan pengecetan 4 rumah dengan 3
macam cat (putih, biru, kuning) di mana warna cat
yang telah digunakan dapat dipilih kembali.
Hitunglah permutasi susunan pengecatan 4 rumah
dengan 3 macam warna cat !
4. Permutasi dengan beberapa unsur sama
Rumus : nPr1,r2rn = n!
r !r !... r !
1 2 n

Contoh 1:
Berapa banyak susunan yang berbeda
dapat dibentuk dari huruf-huruf pada
kata-kata:
a. MAMPU
b. AKUNTANSI
Contoh 2:
Berapa banyak susunan yang berbeda bila
akan dibuat sebuah rangkaian lampu hias
dari 4 lampu merah, 3 lampu kuning dan 2
lampu biru ?
5. Permutasi siklik
Rumus : Pn-1 = (n -1)!

Contoh:
Dari 6 orang yang sedang rapat pada meja
bundar, dalam berapa cara 6 orang itu
dapat duduk?
KOMBINASI
Definisi
Susunan yang dibentuk dari anggota-anggota
suatu himpunan dengan mengambil seluruh
atau sebagian dari anggota himpunan itu tanpa
memperhatikan urutan anggota dari masing-
masing susunan tersebut.
Rumus : C(n,r) = n!
r!(n r )!

Contoh 1:
Terdapat 12 orang calon yang akan dikirim
untuk menjadi utusan olimpiade matematika.
Banyaknya ukuran yang akan dikirim adala
5 orang.
a. Berapa cara dapat dilakukan pemilihan ?
b. Berapa cara jika ada 1 orang selalu
menjadi duta ?
Contoh 2:
Berapa macam kombinasi anggota koperasi yang terdiri
atas 5 orang yang dapat dibentuk dari 8 pria dan 4
wanita jika paling sedikit koperasi itu beranggotakan 3
pria ?

Contoh 3 :
Dalam sebuah kantong terdapat 5 bola merah dan 3
putih. Berapa cara untuk mengambil 3 bola dari kantong
tersebut sehingga ketiga bola tersebut terdiri dari 2
merah dan 1 putih ?
Hubungan kombinasi dengan probabilitas
Contoh :
Dalam sebuah kotak berisi 10 buah manik 6
warna kuning dan 4 warna hijau. Dari kotak
tersebut di ambil 3 buah manik sekaligus.
Berapa probabilitas jika yang diambil adalah :
a. Ketiganya berwarna hijau
b. 1 manik warna kuning dan 2 manik warna
hijau
c. 2 manik warna kuning dan 1 manik warna
hijau
d. Minimal 1 warna kuning
Contoh 2 :
Suatu kotak berisi 8 kelereng, 5 warna merah
dan 3 warna biru. Dari kotak itu diambil 3
kelereng secara acak. Tentukan probabilitas
terambilnya kelereng warna merah maksimal
1!
Contoh 3 :
Dalam sebuah kotak terdapat 5 bola hijau dan
7 bola putih. Dari kotak itu diambil 4 bola
sekaligus secara acak. Probabilitas
terambilnya sekurang-kurangnya 1 bola putih
adalah .
LATIHAN
1. Nilai n yang memenuhi nP5 = 9.(n-1)P4?
2. Jika (n+2)C5 = 2.(n+1)C4 , maka nilai n?
3. Dalam berapa carakah 5 kelereng dengan warna
yang berbeda dapat disusun sebaris ?
4. Dalam berapa carakah 10 objek dapat dipisahkan
menjadi 2 kelompok berbeda yang masing-masing
kelompok mengandung 4 dan 6 objek ?
5. Dalam berapa carakah 7 orang dapat duduk di
sekeliling sebuah meja bundar jika :
a) Mereka dapat duduk dimana saja
b) 2 orang tertentu tidak boleh duduk bersebelahan
PROBABILITAS BERSYARAT
Dalam probabilitas, suatu kejadian A yang
terjadi dengan syarat kejadian B yang terjadi
terlebih dahulu atau akan terjadi.
P( A B ) P( A B)
Rumus : P(A|B) = =
P( B ) P ( A B ) p( Ac B )
P(B) > 0
Contoh 1:
Sebuah mangkuk berisi 8 kepingan : 3 merah dan 5
biru. 2 kepingan diambil secara random tanpa
pengembalian. Berapa probabilitas bahwa pengambilan
pertama berwarna merah dan pengambilan kedua
berwarna biru?
Jawab :
Misal : C1 = kejadian terambil kepingan merah,
p(C1) = 3/8
: C2 = kejadian terambil kepingan biru,
p(C2|C1) = 5/7
Berdasarkan rumus probabilitas bersyarat diperoleh :
p(C1C2) = p(C1) . p(C2|C1)
p(C1C2) = 3/8 . 5/7
= 15/56
Contoh 2:
Sebuah dadu dilempar, B = kejadian munculnya
bilangan kuadrat murni pada dadu dan diketahui
bahwa peluang munculnya bilangan ganjil = 1/9
dan peluang munculnya bilangan genap = 2/9.
Bila diketahui A = {4,5,6} telah terjadi, tentukan
P(B|A)!
Contoh 3:
Diberikan populasi sarjana disuatu kota yang
dibagi menurut jenis kelamin dan status
pekerjaan sebagai berikut:
Bekerja Menganggur Jumlah
Laki-laki 460 40 500
Wanita 140 260 400
Jumlah 600 300 900

Misalnya diambil seorang dari mereka untuk


ditugaskan melakukan promosi barang dikota
tersebut.
Bila ternyata yang terpilih adalah orang yang
telah bekerja, berapakah probabilitasnya bahwa
dia
a. Laki-laki
b. Wanita

Contoh :
Misalkan kita mengambil 3 kartu, diambil tiga
kali. Pada sekelompok kartu brigde yang lengkap.
Setiap kali mengambil, kartu yang terpilih tidak
dikembalikan lagi pada kelompok kartu itu.
Tentukan probabilitas untuk memperoleh 3 kartu
AS!
Probabilitas Kejadian Marginal dan
Teorema Bayes
Probabilitas marginal suatu peristiwa dapat diperoleh
dari probabilitas gabungan. Misalnya A1, A2 dan A3
adalah tiga kejadian saling lepas dalam ruang sampel
S dan B adalah kejadian sembarang lainnya dalam S.
Maka probabilitas marginal dapat dirumuskan
sebagai berikut :
Rumus :

P(B) = P(B|A1). P(A1) + P(B|A2). P(A2) + P(B|A3). P(A3)


Sehingga
P(B) = P(B|Ai).P(Ai)
Bila A1, A2, A3,, An kejadian saling lepas
dalam ruang sampel S dan B kejadian lain
yang sembarang dalam S, probabilitas
kejadian bersayarat Ai|B dirumuskan:
P(Ai|B) = P(B A ) i

P( B )
Contoh 1:
Ada 3 kotak yang masing-masing berisi bola
merah dan putih sbb :
KOTAK 1 KOTAK 2 KOTAK 3 Jumlah
Merah 5 7 8 20
Putih 4 3 6 13
Jumlah 9 10 14 33

Mula-mula satu kotak dipilih secara acak, kemudian


dari kotak yang terpilih diambil satu bola juga secara
acak. Tiap kotak mempunyai kesempatan yang sama
untuk terpilih.
a. Berapa peluang bahwa bola itu merah?
b. Berapa peluang bahwa bola itu putih?
c. Berapa peluang terpilihnya bola merah
dari kotak 1?
d. Berapa peluang terpilihnya bola putih dari
kotak 2?
Contoh 2:
Ada 10 perusahaan yang menawarkan mesin
pabrik anti polusi kepada seorang pemilik pabrik.
Tanpa memperhatikan isi usulan tawaran,secara
acak pemilik pabrik akan memilih 3 perusahaan
yang masing-masing mempunyai probabilitas
yang sama untuk dipilih. Kalau Toni mempunyai
saham di 4 perusahaan, berapakah probabilitas
terpilihnya 2 perusahaan dengan saham Toni
didalamnya ?
Contoh 3:
Misalkan terdapat 2 mangkok yang berisi bola, sebut C1,
dan C2. Mangkok C1 berisi 3 bola merah dan 7 bola biru.
Mangkok C2 berisi 8 bola merah dan 2 bola biru.
Pemilihan mangkok C1 dan C2 tergantung dari hasil
pelemparan sebuah dadu. Apabila hasil pelemparan
dadu muncul muka 5 atau 6, maka mangkok C1 yang
terpilih.Kalau yang muncul muka yang lain maka
mangkok C2 yang terpilih. Setelah mangkok terpilih
selanjutnya dilakukan pengambilan secara acak sebuah
bola dari mangkok tsb. Hitung probabilitas mangkok C1
yang terpilih apabila diketahui bola merah yang terambil
atau probabilitas mangkok C2 yang terpilih apabila
diketahui bola merah yang terambil.
Latihan
1. Misalkan ada tiga kotak masing-masing berisi 2 bola.
Kotak 1 berisi 2 bola merah, kotak 2 berisi 1 bola
merah dan 1 bola putih, dan kotak 3 berisi 2 bola putih.
Dengan mata tertutup, anda diminta mengambil 1
kotak secara acak dan kemudian mengambil 1 bola
secara acak dari kotak yang terambil itu. Anda
diberitahu bahwa bola yang terambil ternyata berwarna
merah. Berapakah peluang terambilnya bola dari kotak
1 bila yang terambil harus bola merah?
Berapakah peluang terambilnya bola dari kotak 2 bila
yang terambil harus bola merah?
Berapakah peluang terambilnya bola dari kotak 3 bila
yang terambil harus bola merah?
2. Misalkan kita mengambil 3 kartu, diambil tiga kali
pada sekelompok kartu bridge lengkap. Setiap kali
mengambil kartu yang terpilih tidak dikembalikan
pada kelompok kartu itu. Tentukan probabilitas untuk
memperoleh tiga kartu As!

3. Terdapat sebuah kotak berisi 5 bola merah dan 3


bola kuning. Jika akan diambil sebuah bola secara
acak berturut-turut sebanyak dua kali tanpa
pengembalian. Tentukan peluang terambilnya
keduanya bola merah !
4. Suatu mata kuliah statistika diikuti oleh 50
mahasiswa pada tahun ke-2. 15 mahasiswa pada
tahun ke-3 dan 10 mahasiswa pada tahun ke-4.
diketahui mahasiswa yang mendapat nilai A adalah
10 orang dari mahasiswa tahun ke-2, 8 orang dari
mahasiswa tahun ke-3 dan 5 orang dari mahasiswa
tahun ke-4. Bila seorang mahasiswa dipilih secara
acak berapakah peluang dia :
a) Mendapatkan nilai A
b) Mahasiswa tahun ke-2 bila diketahui dia mendapatakan
nialai A