Anda di halaman 1dari 29

STATUS KEPANITERAAN

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


EVALUASI PROGRAM MTBS ( MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT) DI
PUSKESMAS MALAKA JAYA TAHUN 2016
BAB I : PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama
dalam bidang kesehatan. Derajat kesehatan anak mencerminkan
derajat kesehatan suatu bangsa, sebab anak sebagai penerus bangsa
memiliki kemampuan dalam meneruskan pembangunan bangsa.
Berdasarkan alasan tersebut, masalah kesehatan anak diprioritaskan
dalam perencanaan dan pembangunan bangsa.
Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2012 angka kematian
balita di dunia masih cukup tinggi. Setiap tahunnya 6.6 juta anak usia dibawah
lima tahun meninggal. Setiap harinya sekitar 18.000 anak meninggal dunia.
Sebagian besar kematian tersebut berada di Negara berkembang, dengan kasus
sekitar 54% dikarenakan oleh malnutrisi.
Pada tahun 1992 WHO/UNICEF mengembangkan suatu program yaitu MTBS
(Manajemen Terpadu Balita Sakit) yang merupakan salah satu bentuk strategi
pengelolaan balita sakit.
PUSKESMAS KEL. MALAKA JAYA
ALAMAT :
Jl. Teratai Putih Raya No. 1 RT. 008, RW. 06
Kel. Malaka jaya, Jakarta timur - 13460
GEOGRAFI
Puskesmas Malaka Jaya terletak dijalan Teratai
Putih Raya-1 RT 08 RW 06

Malaka Jaya memilikii luas 98,18 Ha dan


merupakan kelurahan dengan luas terkecil di
kec. Duren sawit

Kelurahan Malaka Jaya memiliki 134 RT dan


13 RT
BATAS WILAYAH
No. Bagian Batas Wilayah

1. Utara Berbatasan dengan rel kereta api kel. Penggilingan

2. Selatan Taman Malaka Selatan Kelurahan Pondok Kelapa

3. Timur Jalan Mawar Merah Raya, Jalan Raya Pondok Kelapa kelurahan Pondok Kopi

4. Barat Jalan Teratai Putih, Jalan Wijaya Kusuma Raya Kelurahan Malaka Sari
DEMOGRAFI
Jumlah penduduk di kelurahan malaka jaya sebesar 36,381 jiwa, laki-laki sebesar 17,851 jiwa,
perempuan sebesar 18,530 jiwa dan terdapat 12,106 KK.
DEMOGRAFI
NO UMUR / TAHUN LAKI WANITA JUMLAH
1 04 18.819 17.541 36.360
2 59 15.840 15.427 31.267
3 10 14 13.941 13.192 27.133
4 15 19 13.573 14.917 28.490
5 20 24 16.006 18.083 34.089
6 25 29 20.392 20.841 41,233
7 30 34 21.274 20.585 41.859
8 35 39 17.868 17.253 35.121
9 40 44 14.412 14.142 28.554
10 45 49 11.773 12.185 23.958
11 50 54 9.797 10.905 20.702
12 55 59 8.351 9.208 17.555
13 60 64 6.358 5.793 12.151
14 65 69 4.053 3.449 7,502
15 70 74 2.146 1.924 4.070
16 > 75 1.239 1.718 2.957
JUMLAH 195.842 197.119 392.961
Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)
MTBS merupakan suatu program yang digunakan dalam upaya pendekatan yang
terintegrasi/terpadu dalam tatalaksana balita sakit dengan fokus kepada anak
usia 0 59 bulan (balita) secara menyeluruh.
Suatu manajemen untuk balita yang datang di puskesmas, dilaksanakan secara
terpadu mengenai klasifikasi, status gizi, status imun maupun penanganan dan
konseling yang diberikan.
MTBS bukanlah suatu program kesehatan tetapi suatu pendekatan/cara
menatalaksana balita sakit.
Komponen MTBS
1. Meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam tatalaksana kasus balita sakit
2. Memperbaiki sistem kesehatan (utamanya ditingkat kabupaten/kota)
3. Memperbaiki praktik keluarga dan masyarakat dalam perawatan di rumah dan upaya
pencarian pertolongan kasus balita sakit (meningkatkan pemberdayaan keluarga dan
masyarakat) yang dikenal sebagai MTBS Berbasis Masyarakat.
TUJUAN MTBS
a) Meningkatkan keterampilan petugas
b) Menilai, mengklasifikasi dan mengetahui risiko dari penyakit yang timbul
c) Memperbaiki praktek keluarga dan masyarakat dalam perawatan di rumah
d) Sebagai pedoman kerja bagi petugas dalam pelayanan balita sakit
e) Memperbaiki sistem kesehatan
Ruang Lingkup MTBS
1. Penilaian, klasifikasi dan pengobatan bayi muda umur 1 hari- 2 bulan
2. Penilaian dan klasifikasi anak sakit umur 2 bulan- 5 tahun
3. Pengobatan yang telah ditetapkan dalam bagan penilaian dan klasifikasi
4. Konseling bagi ibu
5. Tindakan dan pengobatan
6. Masalah dan pemecahan dan pelayanan tindak lanjut
BAB II: EVALUASI HASIL PROGRAM
Input
1. Man
Petugas : 3 orang supervisor, yakni 3 orang dokter umum yang bertugas bergantian setiap
harinya membantu berjalannya poli MTBS.
Peserta : semua anak yang sakit usia 2 bulan sampai 5 tahun
2. Money
Pembiayaan Kesehatan Puskesmas Kelurahan Malaka jaya berasal dari APBN (DAK) dan BLUD.
Setiap kebutuhan sarana dan perlengkapan atau alat yang dibutuhkan untuk pelaksanaan di poli
MTBS langsung dikirimkan melalu e-catalog
3. Material
Timbangan BB/TB modern 3 buah
Alat nebulizer 2 unit
Alat peraga gizi anak 2 buah
Alat ukur panjang badan bayi 3 buah
Timbangan bayi 4 buah
Stetoskop 2 buah
Alat pengukur denyut jantung bayi 2 buah
Handschoen
Safety box
Termometer
Buku bagan MTBS tahun 2015
4. Method
Untuk mendapatkan pelayanan di poli MTBS di Puskesmas Kelurahan Malaka jaya syaratnya
adalah harus memiliki BPJS atau memiliki KTP DKI Jakarta, dan sedang sakit. Pasien juga harus
berusia 2 bulan sampai dengan 5 tahun. Untuk balita sehat dan tidak sakit tidak diperkenankan
untuk mendapatkan pelayanan di poli MTBS. Biasanya pada pasien yang mengalami demam
dengan panas >38o akan langsung diberikan obat penurun panas di poli MTBS.
Pada program poli MTBS di Puskesmas Kelurahan Malaka jaya tidak ada hal-hal yang dilakukan
selain memeriksa pasien di dalam poli
Pemeriksaan di poli MTBS menggunakan buku panduan dan formulir khusus MTBS
PROSES
Kegiatan poli MTBS diadakan setiap hari Senin Jumat dimulai pada pukul 07.30 16.00.
Alur pelayanan setelah mendaftar di loket, pasien balita sakit dibawakan kartu status dan
formulir pencatatan MTBS.
Pemeriksaan dimulai dengan melakukan penilaian yang dilanjutkan dengan pembuatan
klasifikasi yang diikuti dengan pemberian tindakan.
Konseling menjadi langkah selanjutnya dan menjadi bagian tak terpisah dari alur MTBS.
Pelayanan yang dilakukan dengan dipandu buku panduan dan formulir MTBS.
Pada prosesnya hanya ada 1 dokter yang bertugas di poli MTBS.
Pasien yang datang ke poli MTBS bukan hanya anak berusia 2 bulan 5 tahun tetapi ada anak
yang diatas 5 tahun untuk diperiksa di poli MTBS.
OUTPUT
Tujuan poli MTBS di Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya adalah
memperkuat sistem kesehatan serta meningkatkan kemampuan
perawatan oleh keluarga dan masyarakat. Hal ini merupakan suatu
bentuk strategi upaya pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk
menurunkan angka kematian, kesakitan dan kecacatan bayi dan anak
balita di negara-negara berkembang.
Pada kenyataannya di Puskesmas Keluarahan Malaka Jaya, kunjungan
poli MTBS pada tahun 2016 meningkat hampir kurang lebih 2x lipat
dari tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan masih banyak ibu yang
tidak mendapatkan pengetahuan bagaimana cara merawat anak
dengan baik di rumah sehingga banyak anak yang sakit dan datang
ke poli MTBS tersebut. Kurangnya pengetahuan ibu didukung dengan
tingkat pendidikan yang rendah dan kebanyakan dari warga
puskesmas Kelurahan Malaka Jaya adalah menengah kebawah.
Perencanaan Pelaksanaan
Sumber daya manusia Sumber daya manusia
- Petugas: 3 Supervisor - Petugas: karena kurangnya SDM dan ramainya pasien di puskesmas Kel. Malak Jaya,
supervisor di poli MTBS hanya 1 orang
- Peserta: semua anak yang sakit ( 2 bln 5 tahun )
- Peserta: terkadang terjadi kesalahan yaitu anak yang diatas 5 tahun dan atau dibawah 2
bulan terdaftar sebagai pasien di poli MTBS.
Biaya Biaya
- Biaya untuk pelayanan kesehatan di poli MTBS berasal dari pemerintah - Biaya untuk pelayanan kesehatan di poli MTBS berasal dari pemerintah. Namun pasien yang
tidak memiliki BPJS harus membayarkan semua biaya perawatan.
Sarana dan prasarana Sarana dan prasarana
- Timbangan BB/TB modern 3 buah - Timbangan BB/TB modern 3 buah
- Alat nebulizer 2 unit - Alat nebulizer 2 unit
- Alat peraga gizi anak 2 buah - Alat peraga gizi anak 2 buah
- Alat ukur panjang badan bayi 3 buah - Alat ukur panjang badan bayi 3 buah
- Timbangan bayi 4 buah - Timbangan bayi 4 buah
- Stetoskop 2 buah - Stetoskop 2 buah
- Alat pengukur denyut jantung bayi 2 buah - Alat pengukur denyut jantung bayi 2 buah
- Handschoen - Handschoen
- Safety box - Safety box
- Termometer - Termometer
- Buku bagan MTBS tahun 2015 - Buku bagan MTBS tahun 2015
Prasarana yang berupa ruang periksa di poli MTBS Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya sangat Prasarana yang berupa ruang periksa di poli MTBS Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya sangat
sempit yaitu berukuran 6x5 meter persegi untuk semua kegiatan. sempit yaitu berukuran 6x5 meter persegi untuk semua kegiatan.

Metode Metode
- Poli MTBS dan MTBS berbasis Masyarakat - Tidak ada program poli MTBS yang dilakukan di luar puskesmas
BAB III: PEMBAHASAN
Identifikasi masalah
Masalah yang dihadapi mengenai Input yang digunakan untuk menjalankan poli MTBS di
Puskesmas. Masalah tersebut berkaitan dengan
Man : Methode :

Pelaksanaan program masih Metode yang digunakan pada dasarnya


kurang SDM karena seharusnya sudah ada dan terorganisir dari
MTBS di kerjakan secara tim pemerintah. Tetapi pada kenyataannya
bukan 1 orang saja dilapangan masih banyak program
Tidak adanya petugas program yang tidak berjalan sesuai
pendukung diluar dokter dengan metode yang sudah ada. Seperti
(perawat, non dokter, bidan) MTBS berbasis masyarakat yang tidak
yang sudah dilatih mengenai berjalan, sehingga belum maksimal
program MTBS dalam mengurangi angka kesakitan anak
Pendataan kunjungan pasien
yang belum tertata rapi karena Pendataan terhadap kunjungan pasien
kurangnya SDM yang belum tertata rapi, padahal metode
sudah ada dan disiapkan.
PAHO SCORING
No Variabel penelitian Masalah 1 Masalah 2

1 M(Magnitude) 3 2

2 I(Importancy) 5 3

3 V(Vulnerability) 3 3

4 C(Cost) 1 1

Total 12 9
BAB IV: KESIMPULAN DAN SARAN
Money Man

Kurang SDM Tidak


optimalnya
Tidak ada ruang program
Kurang berjalannya
tunggu khusus
MTBS Berbasis MTBS
Tidak nyamannya ruangan poli Masyarakat yang
karena sempit menjadi komponen
MTBS
Pemeliharaan alat alat yang Belum ada rencana
kegiatan MTBS di luar
kurang sehingga alat alat poli
yang ada kurang dijaga dan
sudah banyak yang rusak Method

Material
Saran
Bagi Dinas Kesehatan Kota DKI Jakarta agar dapat meningkatkan kualitas
Sumber Daya Manusia (SDM) petugas kesehatan melalui pelatihan-pelatihan
yang berhubungan dengan penanganan balita sakit sehingga semua balita
sakit yang berkunjung di puskesmas dapat ditangani dengan efektif dan
efisien.

Perlunya diadakan kegiatan tambahan di luar puskesmas seperti penyuluhan


untuk mencapai tujuan MTBS dan MTBS berbasis Masyarakat