Anda di halaman 1dari 94

Kimia Fisik II

Kinetika Fasa Cair


Proses Tak Reversibel
Daya Hantar Larutan
Fotokimia
Kinetika fasa cair
I. Ciri Khas Laju Reaksi Dalam Fasa Cair
* Dalam fasa cair pergerakan molekul akan
dihalangi oleh molekul tetangga terdekat
* Molekul akan bertumbukan berkali-kali dengan
tetangga terdekat sebelum mengalami
perpindahan yang cukup jauh dan mempunyai
susunan tetangga yang baru
* Supaya molekul-molekul reaktan bereaksi maka
harus berada dalam sangkar yang sama,molekul
tersebut dinamakan pasangan seperjumpaan.
Tiga tahap reaksi didalam larutan:
1. Difusi masing-masing reaktant
2. Reaksi kimia (reaktan menjadi produk)
3. Difusi produk dari reaktan

Dua tipe reaksi dalam larutan:


1. Reaksi dikontrol oleh pengaktifan (tahap 2
lambat)
2. Reaksi dikontrol oleh difusi (Tahap 1 dan 3
lambat)
A + B {AB} Hasil reaksi
{AB} dinamakan pasangan seperjumpaan
k1 adalah konstanta laju kekanan
k-1 Adalah konstanta laju kekiri
Steady state teatment tehadap {AB} sehingga:
d ( A) k1k 2
( A)( B)
dt k 1 k 2
Bila k-1>> k2 laju reaksi ?
Bila k-1<< k2 laju reaksi ?
k2>>k-1
d ( A)
k1 ( A)( B)
dt
Molekul reaktan berdifusi bersama-sama,
reaksi ini dikenal sebagai reaksi yang dikontrol
oleh difusi.
k2<<k-1
d ( A)
k K ( A)( B)
2 AB
dt
Reaksi ini adalah reaksi yang dikontrol oleh
pengaktivan karena laju reaksi sangat
ditentukan oleh energi pengaktifan untuk k2
II. Difusi mengontrol reaksi dalam larutan
Difusi : ??
Kofisien difusi : ??
Hukum Fick I :

Perubahan jumlah materi/unit luas /unit waktu= -


D x perubahan konsentrasi terhadap sumbu z (
Flux materi ~ Gradien konsentari)
Teori sederhana untuk reaksi yang dikontrol oleh
difusi dikembangkan oleh Smoluchowsky pada
tahun 1971
Smoluchowsky meninjau partikel-partikel
yang berbentuk bola dengan jari-jari R1 dan
R2

R1 R2 R1 + R2
Partikel-partikel akan bereaksi bila jarak difusi
sebesar R1 + R2 = R12
Bila satu partikel bergerak dan satu diam
Jumlah materi yang melewati gradien
konsentrasi dinyatakan sebagai konstanta laju
reaksi orde II.
k 4 N A ( D1 D2 ) R12 f
f adalah faktor elektrostatik
f = 1 untuk partikel tidak bermuatan
f > 1 untuk muatan berlawanan
f < 1 untuk muatan sama
R12f adalah jari-jari efektif
2 2
z1 z2e z1 z2e 1
f [exp( ) 1]
4o k T R12 4o k T R12
1
f x[e 1] untuk mua tan yang sama
x

x 1
f x[e 1] untuk mua tan yang berlawanan

2
z1 z2e
x
4o k T R12
z1e dan z2e : muatan ion
: tetapan dielektrik
o : permitifitas
k: tetapan Bolzman = 1,3807 x 10-23JK-1
1/4o = 0,8988 x 1010 Nm2C-2
e : muatan elementer 1,602 x 10-19 C
Soal-soal
1. Koefisien difusi untuk suatu molekul kecil(tidak
bermuatan) dalam air pada 25oC adalah 5x10-9 m2s-1, bila
jari-jari reaksi sebesar 0,4 nm berapa nilai konstanta laju
orde dua untuk reaksi yang dikontrol oleh difusi.
2. Bila A dan B (Jari-jari sama) dapat bereaksi bila
bersentuhan, buktikan tetapan laju orde II adalah ka = 8
x103 R/3 L mol-1s-1, R dalam JK-1mol-1. Untuk air pada
25oC koefisien viskositas() = 8,95 x 10-4 kg m-1s-1.
Hitunglah ka D
RT
N A 6 r

3. Berapa perbandingan faktor elektrostatik f dalam air


pada 25oC bila jari-jari reaksi 0,2 nm untuk partikel
bermuatan ( berlawanan dan muatan yang sama) dengan
partikel netral. Tetapan dielektrik air adalah 80.
Metoda eksperimen mempelajari laju
reaksi dalam larutan
A. Reaksi yang berlangsung cepat sekitar 10-3 s
dipelajari dengan metoda aliran.
1. Metoda aliran terhenti : reaktan dialirkan ke
reaktor kemudian aliran dihentikan tiba-tiba
dan konsentrasi produk diukur.
2. Metoda aliran kontinu: reaktan dicampur dan
dialirkan melalui tabung yang tetap,
konsentrasi produk tergantung jarak pada
tabung.
B. Reaksi yang berlangsung sangat cepat dari
10-3 s sampai 10 -9 s, hal ini dipelajari dengan
teori relaksasi.
1. sistem dibiarkan mencapai kesetimbangan
2. kesetimbangan diganggu misalnya dengan
menaikkan suhu atau tekanan.
3. Ukur penyimpangan konsentrasi terhadap
kesetimbangan.
4. Biarkan sistem mencapai kesetimbang baru
t /
C C0 e
C0 : perubahan konsentrasi terhadap
kesetimbangan pada t = 0
C : perubahan konsentrasi terhadap
kesetimbangan pada waktu t
: waktu relaksasi
Waktu relaksasi adalah waktu yang dibutuhkan
supaya C = 1/e C0 atau C/ C0 = 1/e
d (C)/dt = k1[(A)e (C)][(B)e (C)] k-1[(C)e + (C)]
(C) sangat kecil
Dan
d (C)/dt = - { k1[(A)e + (B)e ] + k-1}(C) = - (C)/
Laju untuk mencapai kesetimbangan sebanding dengan besarnya
pergeseran dari keadaan setimbang ((C) dan waktu relaksasi
digunakan untuk mengungkapkan laju kembali kekeadaan
setimbang

{k 1 k1[( A) e ( B) e ]}1

{k 1 k1[( H ) e (OH ) e ]}1


Katalis Asam Dan Basa
Katalis adalah zat yang dapat mempercepat
laju reaksi tapi tidak ikut bereaksi dan
terbentuk kembali pada akhir reaksi.
Katalis asam dan basa adalah asam dan basa
yang digunakan sebagai katalis.
Katalis asam dan basa adalah katalis homogen
Katalis homogen adalah katalis yang
membentuk fasa homogen dengan reaktan.
Laju reaksi katalitik mengikuti laju orde satu
terhadap S (substrat)
d (S )
k (S )
dt
k adalah konstanta laju orde satu

k k0 kH ( H ) kOH (OH ) kHA ( HA) k A ( A )

k0 adalah konstanta laju orde satu bila spesi H+.


OH- ,HA dan A- berada dalam konsentrasi
yang sangat kecil.
Bila kH+(H+) saja yang besar nilainya maka
katalis dinamakan katalis asam spesifik.
Bila kOH-(OH-) saja yang besar nilainya maka
katalis dinamakan katalis basa spesifik
Bila kHA(HA) saja yang besar nilainya maka
katalis dinamakan katalis asam umum.
Bila kA-(A-) saja yang besar nilainya maka
katalis dinamakan katalis basa umum
Mekanisme katalis asam dan basa
1. S + AH+
k1
SH+ + A
k1

SH+ + H2O
k
P + H3O+
2


k1

2. S + AH+ k1
SH+ + A
SH+ + A k
P + AH+
2

Untuk mencari laju reaksi lakukan steady state


treatmen terhadap SH+
1. Untuk k2 >> k-1(A)
d ( P)
k1 ( S )( AH )
dt
( A)( H )
Dan Untuk k2 << k-1(A) dan K ( AH )

d ( P) k1k2 ( S )( AH ) k1k 2
( S )( H )
dt k1 ( A) k1 K

2. d ( P) k1k 2
k 2 ( SH )( A) ( S )( AH )
dt k 1 k 2
Katalis enzim

k1

Mekanisme: E + S ES
k 1

ES E + P
k2

Sst terhadap ES :
dES/dt = 0 = ??
k1(E)(S) (k-1 +k2)(ES) = 0 1)
(So) >> (Eo) Jadi sebahagian kecil substrat berikatan
dengan enzim
(Eo) = (E) + (ES) atau (E) = (Eo) - (ES)
Substitusi (E) ke pers. 1) Jadi: (ES) = ?
Soal:

1. Bila suatu contoh air murni dalam sel


konduktivitas yang kecil dipanaskan mendadak
maka terjadi penyimpangan dari keadaan
setimbang. Diketahui waktu relaksasi untuk
kembali pada keadaan setimbang adalah 36 s
pada 25oC dan (H2O)e = 55,5 M, hitung k1 dan
k-1
2. Mutarotasi glukosa berorde satu dikatalisis oleh
asam dan basa lemah dapat diabaikan
k= k0 + kH+(H+)
Data sebagai berikut:
(H+)x 102 M : 0,1 0,48 0,99 1,92 3 4
k x 10-4 menit-1 : 1,25 1,38 1,53 1,90 2,15 2,59
Tentukan k0 dan kH+

y m x nxy xy
c m
n n(x ) (x)
2 2
Proses tak reversibel
I. Viskositas
viskositas ??
Gejala transport adalah gejala yang diperlihatkan
oleh fluida (gas dan Zat cair) untuk memindahkan
materi, energi dan sifat lainnya dari suatu tempat
ke tempat lain. Sifat yang dapat berpindah
tersebut dinamakan sifat transport.
gejala transport ini: Difusi, hantaran termal dan
aliran kental.
Viskositas : angka kental
Jenis angka kental :
1. Angka kental dinamis: viskometer Oswald
satuan : Poise (g cm-1 s-1)
2. Angka kental kinematis : viskometer bola jatuh
Satuan : Stokes (cm2 s-1)
Hubungan angka kental dinamis dan kinematis:

(angka kental dinamis


V (angka kental kinematis)
(rapat cairan )
Pengukuran viskositas:
a. Viskometer Oswald

Diukur waktu yang dibutuhkan cairan untuk mengalir dari


batas atas ke bawah
Koefisien viskositas dapat dihitung dengan
persamaan Poiseuille:

P r t 4

8V l
: koefisien viskositas
P : tekanan
r : jari-jari kapiler
t : waktu
V : volume larutan
l : panjang kapiler
Bila dua cairan dibandingkan maka:
1 P1 t1

2 P2 t 2

P sebanding dengan (rapat cairan)

1 1 t1

2 2 t2
Kebanyakan cairan mempunyai koefisien
viskositas turun dengan naiknya temperatur
karena, naiknya temperatur menyebabkan
timbulnya kekosongan dalam cairan dan
molekul-molekul cairan akan bergerak
kontinyu mengisi kekosongan dan proses ini
melibatkan energi aktivasi.
1
Ae Ea / RT

1/ : fluiditas cairan
b. Viskometer bola jatuh

a 2r ( b ) g
2

s r
9( )(1 2,4 )
b t R
: viskositas
r : Jari-jari bola
b : rapat bola
g : grafitasi
s : jarak bola jatuh (dari a ke b)
t : waktu bola jatuh (dari a ke b)
R : jari-jari tabung viskometer
Bila dibandingkan cairan 1 dan cairan 2

1 ( b 1 )t1

2 ( b 2 )t 2
Viskositas intrinsik
Molekul-molekul besar yang tersuspensi dalam
pelarut mempunyai pengaruh yang berarti
terhadap viskositas larutan, hal ini penting untuk
mempelajari makromolekul.
/ o 1
[ ]
c
[] : viskositas intrinsik
/o : viskositas relatif, perbandingan viskositas
partikel tersuspensi dengan viskositas pelarut
C : konsentrasi
Latihan
1. Dalam viskometer oswald, air mengalir 25 s dari
batas a ke b dan cairan A 38 s. Kerapatan air
pada 20 oC dan ciran A masing-masing adalah
0,9982 dan 0,78945 kg dm-3, hitung viskositas
cairan A bila viskositas air 1,005 cP.
2. Bola baja dengan berat jenis 7,86 g cm-3 dan
diameter 0,2 cm jatuh lewat cairan kental
sepanjang 10 cm selama 25 s, rapat cairan 1,5 g
cm-3. berapa jari-jari tabung bila viskositas cairan
3,46 Pa s. (1 Pa = 1 Nm-2 = 1 kg m-1 s-2)
g= 9,8 m s-2
3. Bila diketahui viskositas intrinsik suatu contoh
DNA adalah 5000 cm3g-1. berapa jumlah
molekul DNA dalam air supaya viskositas
relatif 1,1
(berat molekul DNA 6 x 106 g mol-1 )
dan berapa berat DNA yang terdapat dalam 1
liter.
Difusi
Difusi melalui membran biologis merupakan langkah
penting bagi obat untuk memasuki (absorpsi) atau
meninggalkan (eliminasi) tubuh.
Hukum Fick I : J D ( dc2 )
2 2
dx

c 2c
D( 2 )
Hukum Fick II: t x

persamaan kontinuitas: c J

t x
Dengan persamaan difusi kita dapat
menghitung jarak difusi dalam waktu tertentu.
Dt kT
x 2( ) 1/ 2 D
6 r
<x> : jarak rata-rata yang ditempuh partikel

2kT
x ( 1/ 2 1/ 2
) t
3 r
2 x (2Dt )
2 1/ 2 1/ 2

<x2>1/2 : akar jarak kuadrat rata-rata yang


ditempuh partikel
Hubungan difusi dengan sifat fisik lain
1. Dengan potensial kimia
2
J 2 L2
x
L : hantaran; : potensial kimia;
Potensial kimia dari zat terlarut :
2 RT ln c2
0
2

Potensial kimia adalah ukuran stabilitas kimia yang dapat


digunakan untuk memprediksi dan menafsirkan perubahan fasa dan
reaksi kimia. Zat kimia denganpotensi tinggi akan bereaksi atau
bergerak dari satu fase ke yang lain untuk menurunkan keseluruhan
energi bebas Gibbs dari sistem. Sebagai contoh, pertimbangkan
campuran es dan air. Jika es mencair, potensi kimia air adalah lebih
rendah daripada es. Jika air membeku, potensi kimia es adalah
lebih rendah.
2 2 c2 RT c2

x c2 x c2 x
2
J 2 L2
x
L2 RT c2 ci
J2 Li
c2 x N A fi

RT c2
J2 D2
RT
N A f 2 x N A f2
f : koefisien gesek
2. Dengan viskositas (untuk makromolekul)
f 6 r
RT
Pers.Stokes-Einstein D
NA f
RT
D 4 r 3 N A
N A 6 r M
3v

RT4 N A 1/ 3
D ( )
N A 6 3M v
3. Dengan koefisien sedimentasi (untuk
makromolekul)
Koefisien sedimentasi adalah perbandingan antara
kecepatan dan percepatan sentrifugal.
Alat yang digunakan : ultrasentrifuga.
1 dr r : percepa tan sentrifuga
2

S 2 dr
r dt dt
: kecepa tan

r: jarak partikel dari sumbu rotasi


: kecepatan sudut sentrifuga = 2 x jumlah
putaran perdetik
Bila pada saat t1 molekul berada pada jarak
r1dan pada saat t2 molekul pada jarak r2 dari
sumbu rotasi, maka:
1dr
S
2 r dt
dr
S dt
t2 r2
2
t1 r1 r
r2
S (t 2 t1 ) ln
2

r1
1 r2
S 2 ln
(t 2 t1 ) r1
Didalam medan sentrifuga molekul zat terlarut
mengalami percepatan sehingga gaya gesek
yang menahan pergerakan molekul =
percepatan medan sentrifuga x masa efektif
molekul.
Massa efektif molekul = m(1 v )
Gaya gerak molekul = f dr/dt

dr M (1 v ) r 2
f
dt NA
Koefisien sedimentasi:
M (1 v )
S
NA f

RTS
D
M (1 v )

RTS
M
D(1 v )
Pola percobaan ultrasentrifuga.

dr / dt

r
soal
1. Pola ultrasentifuga furmarase seperti gambar diatas,
jarak dari sumbu ultrasentifuga foto I adalah 5,949 cm
dan untuk foto III 6,731 cm pada saat 70 menit
setelah foto I, kecepatan rotor = 50.400 rpm. Hitung
koefisien sedimentasi furmarase.
2. Diketahui koefisien difusi hemoglobin
adalah 6,9 x10-11 m2s-1, koefisien sedimentasi adalah
4,6x10-13s. Hitung BM hemoglobin pada 20oC.
Bila terdapat 1 mol besi per 17.000 g hemoglobin,
berapa jumlah atom besi dalam tiap molekul
hemoglobin. (1 J= 1 kgm2s-2 )
bila: v 0,749cm g 3 1
0,9982 g cm 3
3. Koefisien difusi CCl4 dalam heptana pada 25oC
adalah 3,17x10-9m2s-1, perkirakan waktu yang
diperlukan supaya akar jarak kuadrat rata-rata
= 5 mm.
4. Hitung koefisien sedimentasi dari virus
tembakau bila diketahui kecepatan bergerak
0,454 cm jam-1 didalam ultrasentrifuga yang
berputar 10.000 rpm pada jarak 6,5 cm dari
sumbu rotasi.
DAYA HANTAR LARUTAN
*Perpindahan muatan listrik dapat terjadi bila
terdapat beda potensial antara satu tempat
terhadap yang lain.
*Arus listrik akan mengalir dari tempat yang
memiliki potensial tinggi ke tempat potensial
rendah.
*Di dalam suatu larutan, terjadinya arus
listrik dikarenakan adanya ion yang bergerak
HANTARAN ELEKTROLIT
Bila arus listrik dialirkan ke suatu
larutan melalui dua elektroda,
maka daya hantar listrik
berbanding lurus dengan luas
bidang elektroda dan berbanding
terbalik dengan jarak kedua
elektroda .
Tahanan dari suatu konduktor yang seragam
berbanding lurus dengan panjangnya (L) dan
berbanding terbalik dengan luas penampang
(A).
rL L
R
A A
Tetapan r disebut resistivitas dan tetapan
1
disebut konduktivitas ( m )
-1 -1
r
Daya hantar listrik (D) berbanding terbalik
dengan tahanan (ohm) sehingga mempunyai
satuan ohms (ohm-1) atau Siemens (S).
1
D
R

1A A
D
r L L
Hantaran (konduktivitas) listrik mempunyai
harga antara:
108 -1m-1 untuk konduktor dan 10-15 -1m-1
untuk isolator.
Hantaran (konduktivitas) dari suatu elektrolit
berbanding terbalik dengan tahanan sel yang
diukur.
K sel C

R R
K sel (C) : tetapan sel = L /A
Konduktivitas (hantaran listrik) larutan
bergantung pada jumlah ion yang ada.

m
c
m : konduktivitas molar
c : konsentrasi molar elektrolit
Elektrolit kuat
Elektrolit kuat adalah zat yang terionisasi sempurna dalam larutan
meliputi:
Asam-asam kuat, seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-
lain.
Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali
tanah, seperti: NaOH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain.
Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3
dan lain-lain.
Konduktivitas elektrolit kuat mentaati hukum Khlrausch.
Konduktivitas sebanding dengan akar konsentrasi,

m om Kc1/ 2
om : konduktivitas molar pembatas yaitu konduktivitas dalam
batas konsentrasi nol
K adalah koefisien yang bergantung pada
stoikiometri elektrolit.
dan
om v v
v dan v : jumlah kation dan anion
persatuan rumus elektrolit
v+ dan v- = 1 untuk HCl, NaCl dan CuSO4
v+ = 1 dan v- = 2 untuk MgCl2
+ : konduktivitas kation dan - konduktvitas
anion
Elektrolit lemah
Elektrolit lemah adalah zat yang tidak terionisasi
sempurna dalam larutan
Meliputi :
- Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3,
H2S dan lain-lain
- Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-
lain
- Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4,
PbI2 dan lain-lain
Konduktifitas molar adalah: m m
'

Bila konsentrasi ion dalam larutan rendah


Maka:
m m
o
: derajad ionisasi
Hukum pengenceran Oswald:

1 1 m c
0
m m K a (0m ) 2

Kurva antara 1/m vs c berupa garis lurus dan


intersep = 1/0m
KEMOBILAN LISTRIK ()
Kemobilan listrik suatu ion adalah kecepatan
dorong dalam medan listrik dibagi kuat
medan listrik (E).
dx
dt
E
Kecepatan dorong ion adalah kecepatan rata-
rata dalam arah medan.
Kuat medan listrik adalah rapat arus (I/A)
dikali tahanan jenis (1/)
I
E
A
Mobilitas ion
Mobilitas ion(u) melibatkan kecepatan hanyut
(s)
Kation begerak menuju elektroda negatif dan
anion akan ke elektroda positif.
Kecepatan hanyut (s)

s
zeE
s uE f 6a
f
a : jari-jari ion
Hubungan hantaran dengan Kemobilan
listrik

Fci
Fci
K sel C

R R
dx I
dt E m
E A c
Soal
1. Kalium klorida 0,1M dengan batas gerak 4,64cm selama
67 menit, arus yang digunkan 5,21 x 10-3 A dan luas
penampang tabung 0,23 cm2. Hitung kuat medan listrik
dan kemobilan listrik bila = 1,29 -1m-1

2. Konduktivitas molar 0,1 M KCl pada 298K adalah 129 S


cm2 mol-1, tahanan dalam sel konduktivitas 28,44 .
Tahanan sebesar 31,6 jika sel yang sama berisi 0,05 M
NaOH, Hitung konduktivitas molar untuk NaOH.
3. Hantaran jenis air murni adalah 5,5x10-6
ohm-1m-1, berapa konsentrasi ion H+ atau OH-
Bila F (tetapan Faraday) = 96.485Cmol-1 dan
kemobilan listrik H+ dan OH- adalah
36,25x10-8 dan 20,62x10-8 m2V-1s-1
4. Hitung hantaran jenis 0,1 M NaCl pada 25oC dan
kemobilan ion Na dan Cl pada konsentrasi ini
masing-masing 4,26x10-8 da 6,8x10-8 m2
V-1s-1
Fotokimia
Fotokimia adalah ilmu yang mempelajari reaksi-
reaksi kimia yang diinduksi oleh sinar secara
langsung maupun tidak langsung.
Reaksi fotokimia menerima energi pengaktifan
dari penyerapan foton oleh molekul-molekul
Reaksinya mempunyai selektivitas yang tinggi,
energi kuantum cahaya hanya sesuai untuk reaksi
tertentu.
Pengaktifan dalam reaksi fotokimia berbeda dari
reaksi biasa.
Stark dan Einstein:
A + hv A*
Molekul yang menyerap satu kuantum akan berubah
menjadi bentuk teraktifkan.

A + 2hv A**
Hasil kuantum () dapat dihitung:
jumlah molekul yg mengalami proses

jumlah kuanta yang diserap
Energi dalam molekul (E):
NA hc
E

c : kecepatan cahaya dalam vakum
(2,998x108ms-1)
: pajang gelombang cahaya
I x (bgn cahaya yg diserap ) x t
jumlah kuanta yg diserap
E
Fluorisensi
Fluorisensi adalah emisi foton yang spontan
pada saat molekul kembali dari keadaan
tereksitasi ke keadaan dasar.
1 1
0
Amn k f
0 : waktu hidup radiatif
Amn : tetapan Einstein
kf : tetapan laju orde satu fluorisensi
4 1 1
(10 Lmol cm s)
0 ~

: indeks serapan molar dinyatakan dengan L
mol-1 cm-1
bila = 105Lmol-1cm-1 (senyawa penyerap kuat)
maka waktu hidup radiatif = ??
bila = 10-2Lmol-1cm-1(senyawa penyerap
rendah) maka waktu hidup radiatif = ??
S1
penyilangan antar sistem (kisc)
T1
konversi dalam (kic)
eksitasi fluorisensi(kf) fosforisensi penyilangan
(kp) antar sistem
(kisc)

s0
1
S1
k f kic kisc
s1: waktu hidup teramati mempunyai nilai lebih
kecil dari 0
Hasil kuantum untuk fluorisensi =
perbandingan kecepatan pemancaran
fluorisensi dengan kecepatan penyerapan
cahaya k (S ) I
f f 1 S1
I k f kic kisc

Jadi : f ?
Fosforisensi
Fosforisensi adalah pemancaran foton dari
keadaan triplet (T1) ke keadaan dasar (S0).
Waktu dari sistem menyerap energi ke waktu
mengemisikan cahaya lebih lama.
1 k p (T1 )
T1 p
k P k 'isc I

T1
kisc I
(k 'isc k p )(kic k f kisc )
p ?
Hasil kuantum untuk fluorisensi (f)
kf
f
k f kic kisc

Hasil kuantum untuk fosforisensi (p)


k p kisc
p
(k 'isc k p )( k f kic kisc )
Fotosintesis
Fotosintesis adalah proses perubahan CO2 dan
H2O menjadi glukosa (pati).
Reaksi:
CO2 + H2O 8foton
(CH2O) + O2
CH2O adalah 1/6 dari unit glukosa
LATIHAN SOAL

Dalam fotobrominasi asam sinamat menjadi asam


dibromisinamat yang menggunakan sinar biru =
435,8 nm pada 30,6oC. Intensitas cahaya 1,4x10-3 Js-1
menyebabkan berkurangnya 0,075 milimol Br2
selama waktu penyinaran 1105 s. Larutan tersebut
menyerap 80,1% dari sinar masuk. Hitung hasil
kuantumnya. E
NA hc

I x (bgn cahaya yg diserap ) x t
jumlah kuanta yg diserap
E

jumlah molekul yg mengalami proses



jumlah kuanta yang diserap
Diketahui bahwa perubahan energi Gibbs
untuk reaksi fotosintesis = 477 kJmol-1 dan
energi sinar yang diserap dengan panjang
gelombang 575 nm berapa efisiensi energi
maksimum.
G
NA hc efisiensi
E 8E

Suatu reaksi fotokimia membutuhkan energi
pengaktifan = 126 kJmol-1 berapa;
Dalam kkalmol-1, frekwensi cahaya, bilangan
gelombang, panjang gelombang (nm)
E 1

h c
Latihan ujian

1. Suatu bejana dengan volume 100 cm3 yang berisi


hidrogen dan khlor diradiasi oleh sinar (panjang
gelombang 400 nm). Energi sinar yang diserap
sebesar 11x10-7Js-1, penyinaran berlansung 1 menit
dan tekanan parsial khor turun dari 27,3 menjadi
20,8 kPa. Berapa hasil kuantumnya.

2. Koefisien difusi serum globulin pada 20oC adalah


4x10-11 m2s-1, hitung berat molekul globulin bila
viskositas = 0,001005 Pa s dan v = 0,75 cm3g-1
3. Hitunglah mobilitas ion Cs+ (radius=170pm) dalam
air pada 25oC bila viskositas 1 cP.

4. I + B- II + HB
II P (lbt)
B- + H2O H2O
Tentukan laju reaksi dan jenis katalis basa
dS k 2 ( E0 )( S )

dt (S ) K m
RT 4 N A 1/ 3
D ( )
1 Ea / RT
N A 6 3M v
Ae

zeE s uE f 6a
s
f