Anda di halaman 1dari 39

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

PENGERJAAN DINGIN LOGAM

.Learning Outcomes
Mahasiswa dapat menerangkan proses pengerjaan
dingin logam

Outline Materi :
Prinsip Pengerjaan Dingin
Proses Pengerjaan Dingin
Proses Pembentukan Berenergi Tinggi
Proses-proses Lain

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

PRINSIP PENGERJAAN DINGIN


Pengerjaan dingin adalah pembentukan logam secara
plastis pada suhu di bawah suhu rekristalisasinya.

Akibat pengerjaan dingin :


Pada pengerjaan dingin akan terjadi perpecahan butir,
pergeseran atom-atom, dan distorsi kisi sehingga
menyebabkan terjadinya perubahan sifat fisik, seperti :

suhu rekristalisasinya pada umumnya meningkat,


kekuatan dan kekerasannya meningkat,
keuletan menurun.

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Keuntungan pengerjaan dingin :


Pengendalian dimensinya lebih baik;
Permukaan tidak teroksidasi dan mulus;
Kekuatan dan kekerasannya meningkat.

Kerugian pengerjaan dingin :


Diperlukan tekanan dan peralatan dengan kapasitas yang
lebih tinggi;
Struktur butir mengalami distorsi atau perpecahan,
sehingga bila mengalami pengerjaan dingin secara berle-
bihan bahan menjadi rapuh; Pada umumnya pengerjaan
dingin dilakukan untuk perubahan dimensi yang tidak
terlalu besar.
Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

PROSES PENGERJAAN DINGIN


Penyelesaian Tabung :
Tabung yang dibentuk dengan
pengerolan panas pada umum-
nya dilanjutkan dengan penari-
kan dingin untuk memperoleh
dimensi yang lebih akurat dan
penyelesaian permukaan yang
lebih baik.

Tahapan proses :
Permukaan tabung dibersih-
kan dengan larutan asam
untuk menghilangkan kerak;

Figure 8.1 Process of cold-drawing tubing


Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

PROSES PENGERJAAN DINGIN


Penyelesaian Tabung
Penyelesaian Tabung ::
Diameter pada salah satu sisi
tabung direduksi sehingga
dapat masuk ke dalam die
(lubang die < tabung);
Tabung diberi pelumas untuk
mengurangi gesekan dan
meningkatkan kehalusan
permukaan;
Ujung tabung dimasukkan ke
dalam die dan dijepit dengan
penjepit yang dihubungkan
dengan rantai mesin penarik
dengan daya berkisar antara
Figure 8.1 Process of cold-drawing tubing
Bina Nusantara 200 hingga 1300KN;
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

PROSES PENGERJAAN DINGIN


Penyelesaian Tabung :
Permukaan dan diameter da-
lam tabung ditentukan oleh
mandrel yang dipasang di
dalam tabung (bila ketelitian
diameter dalam tidak menja-
di masalah, mandrel ini da-
pat ditiadakan).
Dengan penarikan ini dapat
dihasilkan tabung berdiame-
ter kecil atau tabung tipis,
sebagai contoh jarum suntik
dengan luar < 0,13 mm.
Figure 8.1 Process of cold-drawing tubing
Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Pereduksi tabung :

Tabung hasil penarikan


panas, ditarik sambil di-
putarkan melalui die se-
mi lingkaran beralur tirus;
Reduksi dan ukuran akhir
tabung ditentukan oleh
mandrel tirus yang ada
di dalam tabung;
Die bergoyang maju-mun-
dur ketika tabung mela-
Figure 8.2 Schematic of a tube reducer
luinya.

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Penarikan kawat :

Batang kawat dibuat dari bilet yang dirol panas, kemudian


ditarik melalui beberapa die dan dibersihkan dengan
larutan asam untuk menghilangkan kerak dan karat;

Selanjutnya dilapisi dengan lapisan pelindung untuk men-


cegah terjadinya oksidasi dan menetralkan sisa-sisa asam.

Cara penarikan kawat :


Penarikan kawat bertahap, dan
Penarikan kawat kontinu.

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Penarikan kawat bertahap :


Gulungan kawat dipasang
kan di mesin dan salah
satu ujungnya dimasukkan
kan ke lubang penarik/die.
Kawat ditarik melalui lu-
bang die dengan memutar
ril penarik dan digulung;
Langkah ini diulang bebe-
rapa kali menggunakan die
dengan lubang lebih kecil
hingga diperoleh ukuran
Figure 8.3
Section through a die used for
kawat yang diinginkan.
drawing wires.
Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Penarikan kawat kontinu :

Kawat ditarik melalui


beberapa die dan ril
penarik yang disusun
secara seri;
Die umumnya dibuat
dari karbida tungsten
atau dari intan.

Figure 8.4
A continuous wire-drawing machine.

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Proses putar tekan (spinning) :


Lembaran logam tipis ditekan
kan dengan penekan tangan
sambil diputar pada cetakan
sehingga terbentuk benda
mengikuti bentuk cetakan
(bentuk simetris);
Cetakan dibuat dari kayu ke-
ras atau dari baja yang licin
bila digunakan untuk produk
massal;
Untuk mengurangi gesekan
Figure 8.5 antara bahan dengan alat penekan digu-
Metal spinning operation
nakan pelumas seperti sabun, malam,
timah putih dan minyak cat;
Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Proses putar tekan (spinning) :


Kelebihan :
Peralatan lebih murah dari
pada peralatan proses pres;
Produk baru dapat dihasil-
kan lebih dini.
Kekurangan :
Diperlukan tenaga terlatih
upah lebih tinggi;
Laju produksi lebih rendah.
Penggunaan :
reflektor,
Figure 8.5 bejana besar untuk proses-
Metal spinning operation proses,
alat-alat dapur, dll.
Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Proses putar tekan-geser (shear spinning) :

Figure 8.6
Metal spinning operation

Rol ditekankan pada pelat sehingga pelat terdesak mengi-


kuti bentuk mandrel;
Pada proses ini logam menipis secara merata, deformasi
yang terjadi merupakan kombinasi dari pengerolan dan
ekstrusi.

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Proses putar tekan-geser (shear spinning) :

Figure 8.6
Metal spinning operation

Keuntungan :
bahan/benda lebih kuat,
menghemat bahan,
murah biayanya,
penyelesaian permukaan mulus.

Penggunaan : pembuatan bejana bentuk konis.


Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Proses tekan-tarik (stretch forming) :


Figure 8.7
Progressive
forming in a shear
spinning operation
in which a conical
shape is formed
from a flat plate.

Lembaran logam dijepit dan die yang dipasang digerakkan


dalam arah vertikal sehingga menekan lembaran logam;
Kemudian penjepit ditarik dalam arah horisontal, hingga
lembaran mengalami tegangan yang melampaui batas
elastis, sementara itu die memberikan bentuk pada
lembaran.
Bahan die : kayu, plastik, atau baja.
Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Proses tekan-tarik (stretch forming) :


Figure 8.7
Progressive
forming in a shear
spinning operation
in which a conical
shape is formed
from a flat plate.

Keuntungan :
Lembaran menipis secara merata;
Deformasi tidak terlokalisir setempat.
Kerugian :
Pemakaian bahan boros karena bahan harus dijepit dan
tepi harus dipotong;
Bahan menjadi ductile bila diregang 2 s/d 4%.
Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Proses tekan-tarik (stretch forming) :


Figure 8.7
Progressive
forming in a shear
spinning operation
in which a conical
shape is formed
from a flat plate.

Penggunaan :
Bagian pesawat terbang;
Panel baja;
Pada industri kendaraan bermotor :
- penutup mesin,
- tutup bagasi,
- pintu.

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Penempaan dingin (cold forging) :


Penempaan dingin adalah pengerjaan logam yang
dilakukan pada suhu di bawah suhu rekristalisasinya
dengan gaya tekan atau gaya kejut (impact) sehingga
dapat mengubah bentuk logam mengikuti bentuk
cetakannya.

Jenis penempaan dingin :


Penempaan ukuran (sizing);
Penempaan dingin putar (rotary swaging);
Pembuatan kepala baut, paku keling, dll.

Penempaan ukuran (sizing), meliputi penekanan benda


tempa, benda cor, atau potongan baja bentuk tertentu de-
ngan tujuan memperoleh toleransi ukuran yang ketat dan
permukaan yang rata;
Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Penempaan dingin putar (rotary swaging) :


Digunakan untuk mengura-
ngi ukuran ujung batang
dan tabung dengan ceta-
kan putar yang dapat dibu-
ka tutup dengan cepat.

Figure 8.8
Illustrating the operation of dies in a swaging
machine.

Penggunaan :
peralatan rumah tangga,
pensil mekanis,
ujung payung.

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Pembentukan kepala baut, paku keling, dll. :


Batang (kawat) dimasuk-
kan ke dalam rol pelurus
sampai titik tertentu,
kemudian dipotong;
Potongan tersebut dima-
sukkan ke dalam die, ke-
mudian dikempa dengan
pemukul (punch) secara
bertahap;
Benda jadi dikeluarkan
dari die.
Figure 8.9
Types of cold-header dies.

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Pembentukan kepala baut, paku keling, dll. :

Penggunaan :

pembuatan kepala paku


keling,

pembuatan kepala baut,


pembuatan kepala se-
krup, dll.

Figure 8.10 Typical parts made by cold


heading from wire stock.

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Hobbing :

Hobbing adalah suatu teknik


pembuatan rongga cetakan
yang dilakukan dengan cara
menekankan sepotong baja ke-
ras (hob) ke dalam baja lunak.

Penggunaan :

cetakan untuk industri


plastik,
cetakan untuk cetak tekan
(die casting).
Figure 8.11 Die hob producing a mold
cavity by pressing into soft steel.

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Hobbing :
Keuntungan :

dapat diperoleh rongga se-


jenis secara ekonomis,
permukaan rongga mulus.
Kekurangan :

diperlukan beberapa kali


penekanan dan anil secara
bergantian,
diperlukan tenaga terlatih
upah tenaga kerja mahal.
Figure 8.11 Die hob producing a mold
cavity by pressing into soft steel.

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Stempel (coining) dan cetak timbul (embossing) :

Figure 8.12 Illustrating the


difference between coining
and embossing.

Stempel :
Dilakukan dalam cetakan sedemikian sehingga logam
(benda tebuk) tidak dapat mengalir dalam arah lateral.
Benda tebuk harus lebih lunak daripada die dan punch.

Penggunaan : pembuatan mata uang logam.

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Stempel (coining) dan cetak timbul (embossing) :

Figure 8.12 Illustrating the


difference between coining
and embossing.

Cetak timbul :
Punch yang digunakan mempunyai lekukan sehingga hanya
menyentuh sebagian dari bahan tebuk. Disini terjadi proses
penarikan atau peregangan dan tidak memerlukan tekanan
yang tinggi.
Penggunaan : pelat nomor kendaraan.

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Cetak timbul putar (rotary embossing) :


Digunakan cetakan

berupa silinder untuk


lembaran dan foil;

Logam diumpankan

di sela rol yang ber-


putar.

Figure 8.13 Rotary embossing.

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Keling (riveting) dan tagan (staking) :

Figure 8.14 Illustrating the


difference between riveting
and staking processes.

Keling :
Bagian yang akan disambung digurdi (drilled) terlebih
dahulu, kemudian dipasangkan paku keling. Kepala paku
keling ditahan dengan penahan dan pada bagian yang lain
ditekan dengan punch.
Penggunaan : - penyatuan kulit (skin) dengan rib pesawat
terbang,
Bina Nusantara - peralatan rumah tangga, dll.
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Keling (riveting) dan tagan (staking) :

Figure 8.14 Illustrating the


difference between riveting
and staking processes.

Tagan :
Bagian yang satu dengan bagian yang lainnya ditekan
dengan punch tangan yang berbentuk tajam atau berbentuk
cincin dengan tepi yang tajam sehingga kedua bagian
tersebut tersambung dengan erat.
Penggunaan : pemasangan roda gigi pada poros putar.

Bina Nusantara
8-28
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Pembentukan rol :
Mesin ini terdiri dari beberapa pa-
sangan rol yang secara progresif
memberi bentuk pada lembaran
logam yang diumpankan secara
kontinu dengan kecepatan 18 s/d
90 m/menit;
Disamping pasangan rol horison-
tal, terdapat rol pembantu yang
dipasang dalam arah vertikal dan
rol pelurus;
Strip logam, berasal dari gulungan
masuk ke dalam mesin, dan dirol
Figure 8.15 Cold roll tube-forming
machine. Strip enters machine from coil
sehingga berbentuk pipa oleh lima
(not shown) and is bent to tubular shape pasang rol sebelum dilas.
by five pairs of rolls before being
Bina Nusantara
welded.
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Profil yang dapat dibuat dengan proses rol dingin :

A. Berbagai profil dari


gulungan strip logam;

B. Urutan tahap pembua-


tan rangka jendela.

Figure 8.16 Cold-rolled formed parts. A.


Miscellaneous parts formed from coiled strip. B.
Sequence of forming operation for window screen
section.
Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Pelengkungan pelat (plate bonding) :


Terdiri dari 3 buah rol, dua
buah tetap dan sebuah
dapat diatur tempatnya;

Lembaran logam dimasuk-


kan diantara ketiga rol ter-
sebut, kemudian rol yang
tidak tetap ditekan sehing-
Figure 8.17 Plate-bending rolls.
ga terjadi pelengkungan.

Penggunaan : untuk membuat benda silindris.

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Kampuh (seaming) :
A. Kampuh sambungan luar
memanjang;
B. Kampuh sambungan da-
lam memanjang

C. Kampuh gabungan;
D. Kampuh ganda untuk
kemasan dengan alas rata;
E. Kampuh ganda untuk ke-
masan dengan alas mele-
kuk ke dalam;
Figure 8.18 Seams used in container F. Kampuh atas dengan ba-
manufacture.
han perekat;
G. Kampuh las tahanan.

Penggunaan : pada pembuatan drum, ember, kaleng, dll.


Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

PROSES PEMBENTUKAN BERENERGI TINGGI


Pembentukan dengan ledakan :

A. Pembentukan dengan pe-


nekanan cairan secara
langsung;
B. Operasi pengembangan;
C. Pembentukan dengan te-
kanan gas secara lang-
sung;
D. Palu yang digerakkan
dengan gas.
Figure 8.19 Cara pembentukan berenersi tinggi

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Pembentukan magnetik :
Mula-mula kondensor yang
dirangkaikan secara para-
lel diberi tegangan E;
Saklar tegangan tinggi di-
on-kan, energi listrik yang
terhimpun mengalir mela-
lui kumparan, menghasil-
Figure 8.20 Skema suatu rangkaian elektro- kan medan magnit yang
magnetik sangat kuat;
Medan ini menimbulkan arus induksi dalam bendakerja
yang konduktif yang terletak di dalam atau dekat
kumparan, dan menghasilkan gaya pada bendakerja;
Bila gaya ini melebihi batas elastis bendakerja akan
mengakibatkan terjadinya deformasi permanen.
Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Berbagai cara kemungkinan perubahan bentuk :


A. Kumparan dipasang dise-
keliling tabung, gaya
yang timbul mendorong
bahan menyatu dengan
erat disekeliling tabung;
B. Kumparan ditempatkan di
dalam bendakerja, gaya
Figure 8.21 Berbagai cara pembentukan
yang timbul akan men-
magnetik desak bahan mengikuti
bentuk kelapak (collar)
C. Bendakerja (pelat datar) diletakkan diantara kumparan
dan cetakan, gaya yang dihasilkan mendorong pelat
tesebut ke dalam rongga cetak sehingga menghasilkan
cetak timbul atau dipotong.
Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

PROSES-PROSES LAIN
Ekstrusi Impak :
Bahan tebuk diletakkan dalam
rongga cetak kemudian ditekan
dengan pons;
Karena gaya cukup besar, logam
tertekan ke atas disekitar
penekan (pons).

Penggunaan :
kemasan tapal gigi,
selongsong peluru, dll.
Figure 8.22 Seams used in container
manufacture

Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

Penumbukan Peluru (Shot Peening) :

Peluru halus disemburkan dengan


kecepatan tinggi mengenai per-
mukaan meninggalkan jejak halus
sehingga terjadi aliran plastik
pada permukaan sedalam seper-
ratusan mm;
Regangan plastik ini dihalangi
lapisan di bawahnya, yang cen-
drung kembali kekeadaan mula,
sehingga lapisan luar dengan
Figure 8.23 Poros gandar yang tekanan dan lapisan dibawahnya
mengalami shot peening dengan tegangan;
Pengaruh adanya tekanan pada lapisan luar menyebabkan
daya tahan fatiknya meningkat.
Bina Nusantara
PENGERJAAN DINGIN LOGAM

SELESAI
TERIMA KASIH

Bina Nusantara