Anda di halaman 1dari 11

ROSES KEPERAWATAN

ALBER TANJUNG

TAHUN 2017

1
Asuhan keperawatan

Asuhan keperawatan: faktor penting dalam kelangsungan hidup pasien dan


aspek-aspek pemeliharaan, rehabilitatif, dan preventif perawatan
kesehatannya.

Proses keperawatan terdiri dari atas tiga tahap: pengkajian, perencanaan,


dan evaluasi yang didasarkan pada metode ilmiah pengamatan, dan
evaluasi yang didasarkan pada metode ilmiah pengamatan, pengukuran,
pengumpulan data, dan penganalisaan temuan.

Kajian selama bertahun-tahun, penggunaan dan perbaikan telah


mengarahkan proses keperawatan menjadi lima langkah yang konkret
(pengkajian, idebtifikasi masalah, perencanaan, implementasi, dan
evaluasi) memberikan metode efisien tentang pengorganisasian proses
berpikir untuk pembuatan keputusan klinis.
2
Asuhan keperawatan

Pengkajian pasien meliputi: fisik, psikologi, sosiokultural, spiritual,


kognitif, kemampuan fungsional, perkembangan, ekonomi, dan gaya
hidup.

KARAKTERISTIK PROSES KEPERAWATAN


Kerangka berpikir memberikan asuhan keperawatan pada klien,
keluarga dan komunitas.
Teratur dan sistematis
Saling bergantung satu dengan yang lain
Memberikan askep secara individual
Klien menjadi pusat dan menghargai kekuatan klien
Dapat digunakan dalam keadaan apapun

3
PENGKAJIAN

Pengkajian merupakan tahap awal dan dasar utama dari proses keperawatan.
Tahap pengkajian terdiri atas pengumpulan data, perumusan kebutuhan,
masalah klien, data yang dikumpulkan meliputi data biologis, psikologis, sosial,
dan spiritual.
Tujuan pengkajian: mengumpulkan data objektif dan subjektif dari klien. Adapun
data yang terkumpulkan mencangkup klien, keluarga, masyarakat, lingkungan
atau kebudayaan.
HAL-HAL YANG DIPERHATIKAN SELAMA PROSES PENGKAJIAN
1. Memahami secara keseluruhan situasi yang dihadapai klien,
memperhatikan kondisi fisik, psikologi, emosi, sosiokultural, dan spritual
yang mempengaruhi status kesehatannya
2. Mengumpulkan semua informasi yang bersangkutan dengan lalu bahkan
saat ini yang berpotensi menjadi masalah
3. Informasi sekunder meliputi anggota keluarga, orang yang berperan
penting dan catatan kesehatan klien.
4
Metode pengumpulan data
Melakukan interview/wawancara
Riwayat kesehatan/ Keperawatan
Pemeriksaan fisik
Pengumpulan data penunjang hasil laboratorium dan diagnostik
Catatan kesehatan (rekam medik)

5
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Diagnosa keperawatan: menganalisis data subjektif dan objektif untuk membuat


diagnosa keperawatan. Melibatkan proses berfikir kompleks tentang data yang
dikumpulkan dari klien, keluarga, rekam medik, dan pemberi pelayanan kesehatan
lainnya.

Diagnosa keperawatan yang dibuat mengambarkan tanda dan gejala yang


menunjukkan masalah kesehatan yang dirasakan oleh klien.
Perumusan diagnosa keperawatan memiliki beberapa syarat: mempunyai
pengetahuan yang dapat membedakan antara yang aktual, resiko dan potensial

TIPE DIAGNOSA KEPERAWATAN


Menuru Nanda
1. Diagnosa keperawatan aktual
2. Diagnosa keperawatan resiko
6
3. Diagnosa keperawatan kesejahteraan
PERUMUSAN MASALAH
Setelah menyelesaikan pengkajian, kemudian menyeleksi keluaran (outcome)
menggunaklan skala pengukuran dan mengidentifikasi rating yang diinginkan
untuk bisa di capai melalaui intervensi.
Tujuan dalam kriteria hasil akan memberikan petunjuk bagi perawat untuk
menentukan tindakan keperawatan dan untuk meningkatkan evaluasi dari
perawat.
INTERVENSI
Rencana tiandakan keperawatan merupakan serangkaian tindakan yang
dapat mencapai tiap tujuan khusus. Perencanaan keperawatan meliputi
perumusuan tujuan, tindakan , dan penilaian rangkaian asuhan
keperawatan pada klien berdasarkan analisis pengkajian agar masalah
kesehatan dan keperawatan klien dapat diatasi.
Rencana tindakan berupa: tindakan konseling, pendidikan kesehatan,
perawatan mandiridan aktivitas hidup sehari-hari, terapi modalitas
keperawatan, tindakan kolaborasi. Dasar tindakan keperawatan terdiri
dari tindakan observasi dan pengawasan, terapi perawatan, penkes,
tindakan kolaborasi.
7
INTERVENSI
INTERVENSI
Rencana tiandakan keperawatan merupakan serangkaian tindakan
yang dapat mencapai tiap tujuan khusus. Perencanaan keperawatan
meliputi perumusuan tujuan, tindakan , dan penilaian rangkaian
asuhan keperawatan pada klien berdasarkan analisis pengkajian agar
masalah kesehatan dan keperawatan klien dapat diatasi.

Rencana tindakan berupa: tindakan konseling, pendidikan kesehatan,


perawatan mandiridan aktivitas hidup sehari-hari, terapi modalitas
keperawatan, tindakan kolaborasi. Dasar tindakan keperawatan
terdiri dari tindakan observasi dan pengawasan, terapi perawatan,
penkes, tindakan kolaborasi.

8
IMPLEMENTASI
IMPLEMENTASI
Implementasi: pengolahan dan perwujudan dari rencana keperawatan
yang telah disusun pada tahap perencanaan. Jenis tindakan pada
impelementasi terdiri dari tindakan mandiri, saling
ketergantungan/kolaborasi, dan tindakan rujukan/ketergantungan.

Impelementasi tindakan keperawatan disesuaikan dengan rencana


tindakan keperawatan.

Sebelum melaksanakan tindakan yang sudah direncananakan, perawat


perlu memvalidasi dengan singkat apakah rencana tindakan masih
sesuai dan dibutuhkan klien sesuai dengan kondisi saat ini.

9
EVALUASI
EVALUASI
Evaluasi mengacu kepada penilaian, tahapan, dan perbaikan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalama evaluasi:
1. Menemukan reaksi klien terhadap intervensiyang telah diberikan.
2. Perencanaan merupakan dasar yang mendukung suatu evaluasi.
3. Menentapkan kembali informasi baru yang diberikan kepada klien
untuk menggantin atau menghapus diagnosa keperawatan, tujuan
atau intervensi keperawatan.
4. Menentukan target dari suatu hasil yang ingin dicapai adalah
keputusan bersama antara perawat dan klien.
5. Evaluasi berfokus pada individu klien dan kelompok dari klien itu
sendiri

10
TERIMA KASIH

11