Anda di halaman 1dari 62

IV BENTUK & STRUKTUR

GUNUNG API

1. Gn.api monogenesis
2. Gn.api poligenesis
3. Masa aktif gn.api

BACKGROUND: ERUPSI G. MERAPI PADA APRIL 2006


Berdasarkan bentuk & struktur
gn.api dibagi 2 kelompok:
Gunung api monogenesis
(monogenetic volcanoes)
Gunung api poligenesis (polygenetic
volcanoes)
Gunung api monogenesis
Berukuran relatif kecil krn terbtk oleh satu
perioda kegiatan dgn waktu aktif/hidup
sangat pendek
Berupa maar, kerucut sinder (cinder cones)
& kubah/kerucut lava (lava domes/cones)
Ragam btk kerucut sinder: kerucut tuf,
cincin tuf & kerucut skoria
Dpt sbg tahap awal volkanisme (initial stage
of volcanisms)
Maars
Are small, 100 m to greater than 3000 m in
diameter, monogenetic volcanic craters excavated
below pre-existing ground surface, as a result of
phreatomagmatic and phreatic eruptions (Cas &
Wright, 1988; Lorenz, 1973; 1986)
Gn.api kecil, diameter 100 - > 3000 m, mrpk kawah
gn.api monogenesis yg tbtk di bwh permukaan
lama, sbg hasil letusan freatik & freatomagmatik
Kawah gn.api maar yg terisi air membtk danau
maar
Penampang danau kawah gn api maar
Gn.api maar/Ranu Bedali, di
kawasan G. Lamongan,
Kec. Klakah, Kab.
Lumajang, Java Timur

G. Lamongan Gn.api maar kering di


sebelah barat G.
Lamongan
G. Lamongan

Ranu Klakah di sebelah barat G. Lamongan, Lumajang, Jawa Timur

Ranu Pakis dgn latar belakang boka/kubah lava, Klakah, Lumajang, Jawa Timur
Struktur kerucut skoria
Holocene cinder cone volcano on State Highway 18
near Veyo, Utah
Kerucut sinder yg sdg tertutup salju di daerah subtropis
Kerucut sinder:
Atas: di lereng selatan G.
Tambora, daerah savana, curah
hujan rendah, tingkat erosi lemah
(Foto: T. Bachtiar)
Bawah: di dalam Kaldera
Tengger, curah hujan tinggi,
tingkat erosi kuat (G. Batok)
Penampang Kerucut Sinder, Maar,
Cincin Tuf dan Kerucut Tuf

Kerucut sinder di Iceland

Maar di Arizona

Cincin tuf di Saudi Arabia


Sumber: Wohlets & Sheridan, 1983
Herubrei, one of the tuyas in, Iceland
Gunung api monogenesis di
Indonesia, antara lain:
Di sekeliling G. Lamongan, Lumajang-
Probolinggo Jawa Timur
Di sekeliling G. Muria, Jawa Tengah
Di kaki/dataran sebelah utara gn api
Jabar Banten
Di kaki G. Gamalama, Ternate
Maar di Semenanjung
Muria
G.Genuk

1 Bambang

G. Muria

2 Gunungrowo

3 Gembong

G. Patiayam
G. Muria

Maar Gembong
G. Kromong

Gn.api maar
Setu Patok

G. Cerme
G. Ciremai

Gn.api purba Kromong

Setu Patok
Gn.api Maar Setu Patok, di dalamnya terdapat kerucut sinder G. Patok, di sebelah selatan jl. Tol
Palimanan Kanci, Cirebon, Jawa Barat
Pematang
maar

Kerucut sinder Pematang


maar

Dasar kawah maar

Gunung api maar Setu Patok, kamera menghadap ke selatan,


7 km selatan kota Cirebon
Gunung api maar Setu Patok, kamera menghadap ke utara, 7 km selatan kota
Cirebon
LETUSAN FREATIK

Pembentukan gn api
monogenesis di selatan
Sangiran, yg dimulai dr letusan
freatik freatomagmatik s/d
pembentukan lava basal di K.
Watuburik, di utara kota Solo,
Jawa Tengah (Bronto dkk.,
2004)
Contoh gn.api monogenesis yg
terjadi pada masa sejarah
1963-1967: G. Surtsey, Iceland: new
island built in sea (Macdonald, 1972)
1943-1952: G. Paricutin, Mexico:
muncul di ladang jagung
1898: G. Anyar, kaki barat G.
Lamongan, Lumajang Jatim
(Kusumadinata, 1979)
Gunung api poligenesis
Berukuran besar krn terbentuk oleh
berulang kali (banyak perioda) kegiatan
Kegiatan satu dgn yg lain dpt dipisahkan
oleh waktu yg panjang & melibatkan
berbagai jenis magma
Tipe: gn.api komposit, gn.api jamak
(compound volcanoes), kompleks gn.api,
gn.api kaldera, gn.api tipe Soma & gn.api
perisai/tameng
GUNUNG API KOMPOSIT
(composite volcanoes)
Istilah lain/lama gunung api strato (strato
volcanoes)
Berbentuk kerucut, dpt mencapai ketinggian
> 3.000 m dan diameter dasar lk. 50 km
Tersusun oleh perselingan & penerobosan
berbagai macam batuan gn.api
Pada lerengnya dapat muncul gn.api parasit
Merupakan tahap konstruksi suatu gn.api
Sketsa penampang gn.api
komposit (Macdonald, 1972)

C
:

C: kerucut sinder
D: Retas (dikes)
F: aliran lava
L: gn.api parasit
S: sill
Cross-section through
a stratovolcano
(vertical scale is
exaggerated):
1. Large magma chamber
2. Bedrock
3. Conduit (pipe)
4. Base
5. Sill
6. Dike
7. Layers of ash emitted
by the volcano
8. Flank
9. Layers of lava emitted
by the volcano
10. Throat/volc. neck
11. Parasitic cone
12. Lava flow
13. Vent/diatreme
14. Crater
15. Ash cloud
+ 2.462 m
+1.730 m

Mayon Volcano, Philippines


Composite Cleveland Volcano, Aleutian Islands,
Alaska

G. Slamet, Jateng
+ 3.432 m +3.676 m
G. Semeru
Jawa Timur
G. Merapi, Jateng
(+ 2.911 m)

+ 2.891 m

G. Marapi, Sumatra

G. Cerme, Jabar G. Gamalama, Ternate, Maluku Utara


(+ 3.078 m) (+ 1.715 m)
Kerucut gn.api komposit bawah laut & pulau gn.api. Lokasi : Kep. Sangihe, Sulawesi Utara
Struktur Gn.api komposit dicirikan oleh adanya perlapisan
lava & breksi. Lokasi: G. Galunggung, Tasikmalaya, Jabar

Lava

Breksi

Retas
Struktur gn api komposit: perlapisan tidak
menerus breksi & lava dipotong retas.
Lokasi: G. Galunggung, Tasikmalaya, Jabar
Retas

Lava

Breksi
Tuff
Lava

Pyroclastic breccia

Dike

Massive lava

Tengger composite volcano,


Probolinggo, East Java
Dinding Kaldera Tambora. Kiri atas memperlihatkan perlapisan aliran lava, yg
membuktikan bahwa sebelum letusan 1815 G. Tambora mrpkn gn.api komposit.
Foto : T. Bachtiar.
Pada dinding Kaldera Tambora, perlapisan aliran lava & breksi gn.api diterobos oleh
retas (dike)

Retas
Compound
Volcanoes:
2 kerucut
Gn api
Komposit
Berdekatan/
Berjajar
G. Pangrango
Contoh:
G. Gede
Pangrango
Bogor G. Gede
Cianjur
Jawa Barat
Twin volcanoes G. Sindoro
3.151 m
G. Sumbing
3.371 m
G. Merbabu
G. Merapi (+ 3.145 m)
(+ 2.911 m)
G. Merapi & Merbabu
1. Kamera menghadap
NNW
2. Kamera menghadap
NNE
Dapat dipandang sbg
compound volcanoes

Tubuh G. Merbabu lebih G. Merapi

gemuk (tersusun oleh G. Merbabu

lava basal) dibanding G.


Merapi (tersusun oleh
lava andesit)
Gunung api Kaldera
Kaldera yaitu kawah besar yang terbentuk
oleh letusan/amblesan gunung api hingga
membentuk cekungan berdiameter > 2 km
Ledakan tsb menghilangkan kerucut
komposit sebelumnya shg dipandang sbg
fase destruksi/penghancuran
Salah satu kaldera terbesar di dunia adl.
Yellowstone di National Park, USA,
terbentuk pada 630.000 tyl; : 70 km. Di
Indonesia: Kaldera Toba (panjang:100 km)
Kaldera Toba
(100 km long, N. Sumatra)

Kaldera Tambora
(+ 2.850 m) 1815 Tambora Caldera, Sumbawa (: 6-9 km)
Citra satelit G. Tambora
Batas-batas:
W Selat Batahai
S Teluk Saleh
N Laut Flores
Kaldera Tambora E G. Doro Labumbun
Letusan kaldera pd 10-11
P. Satonda
April 1815
Diameter kaldera bawah : 6
km, bag. Atas : 9 km
Puncak tertinggi skr + 2.851
m dml, sebelumnya diduga
+ 4.300 m dml.
Pd awalnya kaldera kering
ttp skr mulai membtk danau.
Pd 1847-1913 lahir anak
gn.api Doro Afi Toi, yg pd
Sept. 2013 setinggi 15 m,
ukuran tubuh 105 m x 148
m. Suhu tubuh Doro Afi Toi
98oC, di bag lain (Doro Afi
Bou) 77oC. Di dasar kaldera
jg ada mataair panas (92-
96oC). Pulau kecil di seb.
Barat: P. Satonda
(T. Bachtiar, 2015).
Dasar kaldera Tambora 2014
Foto: T. Bachtiar
Gn.api anak Doro Afi Toi, yg lahir pd 1847-1913 di dasar Kaldera Tambora.
Pd Sept. 2013 berukuran 148 m x 105 m x 15 m. Fumarola kiri 98oC, kanan (Doro Afi Bou) 77oC.
Foto: Wahibur Rahman, PNS di Dinas Pertanahan Kab. Bima (T. Bachtiar, 2015)
Danau kawah Satonda, berair asin (Foto: T. Bachtiar)
Gn.api Tipe Somma: Rinjani
(: 4,5 km x 3,5 km; di dalam kaldera terdapat
kerucut gn.api Barujari)

3.726 m

G. Barujari
Tipe Somma: Kerucut Gn. api Batur
di dalam Kaldera Batur, Bali

G. Batur
Dinding Kaldera Batur

D. Batur
Tipe Soma: Kaldera Tengger,
G. Bromo & G. Batok, Probolinggo, Jatim

G. Semeru
+3.676 m

+2.329 m

G. Bromo
G. Batok
Sand sea caldera
Kaldera Gunung api di New Zealand
Gunung api aktif dan Kaldera Dano di Jawa Barat - Banten

Dano SERANG
JAKARTA
Caldera

SALAK T. PARAHU

CIREME
GEDE-PANGRANGO
BANDUNG

GUNTUR

PAPANDAYAN
GALUNGGUNG
G. Gede-Merak

Kaldera Ijen
(+ 2.386 m)

Bt. Meramang ? G. Pinang

G. Tenjolaut

G. Gede G. Payung

KALDERA DANO G. Raung


G. Parakasak (+3.332 m)

G. Karang
G. Congcot G. Seupang

G. Pulasari

Kaldera Ijen di ujung timur P. Jawa

Gunung api Gede-Merak dan Kompleks


Kaldera Dano di Provinsi Banten
Sanggabuana
(5.35 0.15 Ma) Jatiluhur
(2.0 0.10 Ma)

Tangkuban
Perahu Tampomas
Cupunagara

Cimahi
(4.08 Ma) Bukit Tunggul Kareumbi
Saguling BANDUNG
Soreang
Baleendah Cakrabuana
(2.62-3.24 Ma) Mandalawangi
Patuha
Kendeng Sadakeling
Malabar
Guntur E. Randa
Kuda Wayang- Kamojang Telagabodas
Windu
4.36 Ma Karacak
Galunggung
Papandayan Cikurai

Kompleks Gn.api di daerah Bandung dan sekitarnya (Bandung Raya).


Data umur: Soeria-Atmadja dkk., 1994; Sunardi dan Kusumadinata, 1999.
CITRA SATELIT KOMPLEKS G. SUNDA: kerucut komposit G. Sunda,
G. Burangrang, Kaldera Sunda & G. T. Perahu, utara Bandung

G. Sunda
Dinding Kaldera Sunda

Upas crater
D. Lembang

Ratu crater
Old crater

G. Burangrang

G. T.perahu
G. Rogojembangan
G. Dieng

Citra satelit Kompleks Gunung api Dieng & Rogojembangan, Jawa Tengah.
Tipe gunung api Perisai atau Tameng
(Shield Volcanoes)

Skjaldbreiur, a shield volcano whose name means "broad shield


The Wolf volcano at Isabella Island, the biggest island at Galapagos Islands,
Equador, erupts May 25, 2015, for the first time in 33 yrs
Penampang 3 tipe gn.api perisai (Williams & McBirney, 1979).
a. Skjalbreidur, di Eslandia (Iceland) Samudera Atlantik
b. Mauna Loa, di Hawaii, Samudera Pasifik Tengah
c. Fernandina, di Kepulauan Galapagos, Samudera Pasifik
Timur

Muka air laut


(sea level)
Gn.api Perisai Tubuhnya tersusun atas perlapisan
(tameng/shield volcanoes) lava yang mengalir ke segala arah,
atau dari kelompok kepundan yang
bergerak ke samping.
Bermorfologi seperti perisai/tameng
dengan kemiringan lereng kecil -
landai
Tubuhnya dibangun secara bertahap
dari pertumbuhan ribuan aliran lava
sangat encer (basal) yang tersebar
dalam radius sangat panjang
Lava mendingin dan membeku
sebagai lapisan lava tipis-tipis secara
berulang.
Beberapa gn api perisai besar, a.l.: di
Kalifornia bag. utara dan Oregon, :
5-6,5 km dan h: 500-600 m, Iceland,
G. Mauna Loa dan Kilauea di Hawaii,
yang dikenal sbg gn api perisai
teraktif di dunia.
Kaldera Kilauea, Hawaii
Ringkasan bentuk-bentuk gn.api
(Simkin dkk. 1981)
Tipe-tipe Gunung api
Tipe/ bentuk Gunung Api
Duration of life time & repose interval of
volcanoes in the world (Ferari, 1995)

Volcano Duration (x 1,000 yrs.) Repose Interval Time (yrs)


Type
Average Maximum Average Maximum Minimum

Multi Caldera 3,778 14,000 673,714 1,000,000 85,000


Single Caldera 846 3,800 130,751 850,000 1,467

Strato (S-I) 600 1,800 309 5,300 3

Strato (I-M) 240 1,300 15 50 <1

Monogenesis 2,987 5,700 2,750 - -

Shield 647 6,200 <1 - -


Latihan Soal-4
1. Jelaskan terbentuknya gunung api monogenesis!
2. Mengapa para ahli gunung api sekarang lebih
senang menyebut gunung api komposit daripada
gunung api strato?
3. Terangkan bagaimana gambaran suatu kompleks
gunung api!
4. Mengapa terbentuk gunung api perisai?
5. Mengapa kompleks kaldera mempunyai masa hidup
yang paling panjang?
6. Jelaskan pengertian tahap konstruksi dan destruksi
suatu gunung api!
7. Apa perbedaan kaldera letusan dengan kaldera
amblesan?