Anda di halaman 1dari 36

1

A. PENDAHULUAN
A. UMUM.

a. Binter TNI AD mrpkan bagian dri tugas yg harus dilaksanakan


untuk mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat dlm rangka
tercapainya tugas pokok TNI AD.

b. Disamping itu juga dlm mewujudkan sasaran pembinaan


teritorial yg dilakskan oleh TNI AD, diperlukan suatu kemampuan
dasar dari masing-2 personel & satuan Komando Kewilayahan,
sehingga pelaksanaan pembinaan teritorial lebih profesional
sesuai dngn ketentuan yg tlh digariskan & tugas pokok TNI AD dpt
tercapai serta berjln sebagaimana mestinya. Kemampuan trsbt
dikenal dgn nama Lima Kemampuan Teritorial.
2
B. PENGERTIAN
1. Binter TNI AD ( Skep Kasad No : B/ 68 / I / 2004 tgl 15 Januari
2004 ) :
Adl mrpkn usaha, tindakan & giat dlm membina hub dgn segenap
lapisan masy sehingga tercapai Kemanunggalan TNI-Rakyat untuk
didayagunakan bagi kepentingan Hanneg matra darat.

2. Binter TNI AD (Bujukin Binter Maret 2006 UT III )


Adlh segala kegiatan & usaha pemberdayaan wil yg dilaksanakan
melalui proses perencanaan, penyusunan, pengembangan,
pengerahan & pengendalian potensi wilayah pertahanan dgn segenap
aspeknya menjadi kekuatan sbgi ruang, alat & kondisi juang yg
tanguh guna kepentingan Haneg didarat.

3. 5 (lima) kemampuan teritorial Adlh Serangkaian tuntutan


kemampuan dasar yg harus dimiliki oleh setiap prajurit TNI AD
khususnya Apkowil baik scr individu maupun dlm hub satuan agar
dpt melaksanakan tugas-2 Binter scr profesional, efektif dan efisien.
3

4. Teknik Pengamalan Sikap Ter. Teknik pengamalam sikap ter


dilaksanakan dlm hub peror maupun pok/satuan dgn cara :

a. Penampilan diri jurit. mrpkan suatu sikap perilaku jurit yg


dilakukan scr fisik & lahiriah sbg wujud pencerminan hati yg tulus,
ikhlas, bersih, penuh kesungguhan, tabah, tegar & bijaksana dlm
meyakinkan pihak lain sehingga menghasilkan tanggapan/
respons yg positif. Implementasi sikap teritorial dlm penampilan
diri Prajurit TNI AD diwujudkan melalui :

1) Senyum simpatik. Dlm berkomunikasi hendaknya jurit


TNI AD tampil simpatik, murah senyum, sehingga memberikan
arti sangat menyenangkan & dpt menimbulkan rasa menawan
hati, serta rasa simpatik & memiliki daya tarik yg mendalam.
Bahasa senyum itu di kalangan Kowil sudah dikenal dgn istilah
Senyum Teritorial.
4

2) Tegur sapa. Setiap jurit TNI AD hendaknya senantiasa


membiasakan diri melakukan tegur sapa saat berjumpa dgn
siapapun & kapanpun, baik yg sudah dikenal maupun kpd yg
belum dikenal, sehingga dpt menumbuhkan keakraban antar
sesama rekan maupun dgn masyarakat. Hal ini mrpkan
penampilan budi pekerti, rasa hormat & rasa toleransi yg tinggi
serta rasa kesetiakawanan sosial yg terpuji dlm bermasyarakat.

3) Saling menghormati. Sikap jurit TNI AD dlm


berinteraksi dgn masyarakat hendaknya dpt menunjukan rasa
hormat, sehingga dpt menumbuhkan rasa persaudaraan yg
mendalam & dpt meningkatkan terwujudnya kemanunggalan
TNI-Rakyat.

4) Menyesuaikan diri dengan lapisan masy. Setiap


Prajurit TNI AD harus dpt & mampu menyesuaikan diri dlm
bergaul dgn sesama, tdk hanya terbatas kpd segolongan /
sekelompok masy.
5

5) Tata Susila. Setiap jurit TNI AD hendaknya selalu


berperilaku baik, sopan-santun sesuai tata susila di masy,
sehingga dpt menumbuhkan kesan yg baik bagi masy bahwa
setiap jurit selalu memiliki etika yg baik dlm tata susila.
Pelanggaran dlm tata susila akan menimbulkan citra & kesan
negatif serta kurangnya respek masy terhdp jurit yg akan
berdampak kpd Orgas TNI AD.

b. Pengenalan & pendekatan terhdp tokoh masyt. Setiap jurit


TNI AD yg melaksanakan gas disuatu tempat hendaknya mengenal
tokok-tokoh yg dipercaya masy, baik tokoh formal maupun informal,
melalui kegiatan sbgi berikut :

1) Kegiatan anjangsana & silaturahmi.


2) Kegiatan pertemuan-2 resmi/tidak resmi.
3) Kegiatan acara-2 undangan.
4) Kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan.
5) Dan lain-lain
6
c. Pendekatan melalui kultur masy & keagamaan.
1) Pendekatan melalui kultur masyarakat. Setiap jurit TNI AD
yg melaksanakan gas di suatu tempat hendaknya mengenal &
memahami adat istiadat serta kebudayaan masy setempat,
sehingga jurit dpt menyesuaikan dgn kebudayaan masyarakat
& tdk melanggar aturan adat istiadat setempat.

2) Pendekatan melalui keagamaan. Sikap prajurit TNI AD


yang melaksanakan tugas di suatu tempat hendaknya
mengenal dan eribadatan masyarakat dan dapat bersama-sama
masyarakat melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran agama
masing-masing tanpa mengganggu kegiatan agama lain
7
C. PENJABARAN LIMA PUAN TER
1. PUAN TEMU CEPAT DAN LAPOR CEPAT
8
Kemampuan temu cepat & lapor cepat mrpakan kemampuan
utk memperoleh ket scr cepat (deteksi dini) & mlaporkan dgn cepat,
sehingga dpt ditindak lanjuti untuk dijadikan bahan ket dlm rangka
cegah dini. Kegiatan yg diselenggarakan dpt dilaksanakan langsung
oleh Aparat Komando Kewilayahan/secara tdk langsung dngn
menggunakan mitra karib sbgi partner kerja Aparat Komando
Kewilayahan di wilayah tugas tanggung jawabnya dngn pentahapan
kegiatan sbb :

a. Tahap perencanaan
Mbuat rencana giat pulket
Renc memilih mitra karib.
Renc penentuan wil yang akan dimonitor
Renc cara lapor & menetukan cb dlm rangka cegah dini.
Membuat rencana pam untuk personil dan materil
9
b. Tahap persiapan
Bekali apkowil dan mitra karib tentang giat
pulket
Menentukan wil yg akan diawasi/dimonitor
Menentukan cara lapor dan alat yang akan
digunakan
Menentukan jadwal giat monitoring
c. Tahap pelaksanaan
1) Giat pul ket
Melaks giat pulket secara langsung dilap
Pulket dari mitra karib

2) Ttkan wil monitor


Wil monitor apkowil
Wil monitor mitra karib
10
3) Cara laporan.
Hal-2 penting yg sifatnya mendesak sgra dilaporkan ke Komando
atas dngn formulasi laporan SIABIDIME (Siapa, Apa, Bilamana,
Dimana dan Mengapa) atau ABIDI, sebagai contoh :

SIABIDIME. Bobo pemuda asal Tegal usia 27 tahun mantan


anggota TNI berusaha menyebarkan issue propaganda tentang anti
TNI pada 170900 JUL 2003 di RT. 01 RW. 03 Kelurahan Cililitan
Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur, untuk mempengaruhi
masyarakat agar membenci TNI :

(a) SI (Siapa) : Bobo pemuda asal Tegal usia 27 tahun mentan


anggota TNI.
(b) A (Apa) : Berusaha menyebarkan issue propaganda tentang
anti TNI.
(c) BI (Bilamana) : Pada 170900 JUL 2003.
(d) DI (Dimana) : Di RT. 01 RW. 03 Kelurahan Cililitan Kecamatan
Kramat Jati Jakarta Timur.
(e) ME (Mengapa) : Untuk mempengaruhi masyarakat agar
membenci TNI.
11

d. Tahap pengakhiran
Evaluasi hasil giat oleh mitra karib
Evaluasi seluruh giat mulai perenc, persiapan, pelaksanaan &
pengakhiran.
Membuat laporan ke komando atas
12
2. KEMAMPUAN MANAJEMEN TER

Kemampuan manaj ter mrpkan kemampuan merencanakan,


mengorganisir, melaksanakan & mengendalikan serta mengawasi
kegiatan yg berkaitan dgn Ketatalaksanaan Binter (Pengumpulan
data, Tabulasi data, Klasifikasi wil & laporan berkala Teritorial) untuk
tingkat Koramil & Sisrendal Binter untuk tingkat Kodim, sehingga
diharapkan setiap Prajurit/satuan memiliki pola pikir & pola tindak
serta landasan berpikir yg sama dlm melaksanakan penyelenggaraan
Binter di wilayah tanggung jawabnya.

a. Perencanaan. Kegiatan manaj ter yg dilaksanakan pd thp


perencanaan meliputi :
1) Membuat rencana kegiatan sementara ketatalaksanaan Binter
meliputi rencana :
a) Rencana pengumpulan data.
b) Rencana tabulasi data.
c) Rencana klasifikasi wilayah.
d) Rencana laporan berkala teritorial
13
b. Persiapan. dilaksanakan untuk menyempurnakan ren giat &
menyiapkan sarana/prasarana yg dibutuhkan, antara lain :
1) Membuat jadwal kegiatan suai alokasi waktu yg telah
direncanakan.
2) Melaksanakan koordinasi.
3) Menyempurnakan rencana kegiatan.
4) Menyempurnakan hal-2 yg berhubungan dgn tindakan
administrasi.

c. Pelaksanaan. Giat yg dilaksanakan antara lain :


1) Pul data. Giat pul data dilaks utk mendapatkan data :
a) Potensi wilayah (SDA, SDB dan SDM serta Sarana &
Prasarana) di rah bin, termasuk perubahan &
pengembangannya.
b) Kerawanan-2 yg timbul & mungkin akan timbul di rah
binnya.
c) Hambatan & kekurangan dlm plaksanaan gas pd
tahun yg sedang berjalan.
d) Kejadian / kasus-2 Ter yg timbul di daerah
14
2) Tabulasi Data.
a) Pd hakekatnya Tabulasi Data adl suatu cara
penganalisaan data dgn model tabel, terhadap data
kejadian yg dianalisa kemudian diolah dgn menggunakan
pola pikir hubungan sebab akibat terhadap kejadian
(permasalahan) yg timbul di wilayah binaannya yg diperoleh
dari kasus perkasus.

b) Tehnik analisa model tabel ini adl sederhana/trbtas krn


proses analisa tdak tertulis ttpi dgn membri tnda silang X
yg mrpkan data profil/dinamis & tanda (X) mrpk
akibat/dampak lain dri data profil/dinamis & hsl analisa benak
pikiran.

C) Jenis data yg dignkan pd tab data meliputi :


(1) Data dasar / data statis. Gmbrn umum situasi daerah
mlpti bidang SDA, SDB & SDM srta sarana & prasarana yg
scr umummnggmbrkan dinamika maupu ciri-2 daerah/wil.

(2) Data profil / dinamis /kejadian. Situasi drah yg


mliputi sifat & dinamika smpai kpd ciri-2 & perubhan-2
15

3) Klasifikasi wilayah
Merupakan tindak lanjut dari tabulasi data yang telah disusun,
digunakn untuk menentukan tingkat klasifikasi wilayah dengan
menggolong-golongkan tiap daerah ke dalam klasifikasi gawat,
rawan dan mantap dgn didasarkan jmlh tanda silang X & jmlh
tanda silang dlm kurung (X) dimasing-2 drah, smkin bnyak
jmlhnya, maka tingkt krwanannya smkin tinggi.

Kriteria yg digunakan brpdoman pd juklak Ter Kodim sesuai


Skep Kasad No Skep/505/VII/1975 tnggl 11 Agustus 1975 sbb :

GAWAT : Klasifikasi gawat kategori I. Dimana wilayah tersebut


memiliki permasalahan teritorial yg meng-hendaki kecepatan
penindakan mutlak dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut
meliputi :

(a) Disintegrasi bangsa dan golongan.


(b) Kerusuhan yang ditimbulkan oleh kelompok militan
16

RAWAN :Klasifikasi rawan/kategori II. Dimana wilayah


tersebut memiliki permasalahan teritorial yang
menghendaki penindakan yang memerlukan koordinasi,
integrasi, sinkronisasi dan penelitian mendalam meliputi
:

(a) Sosial ekonomi (menyangkut hajat hidup orang


banyak).
(b) Kesejahteraan sosial.
(c) Kriminal berat atau konsepsional.

MANTAP : Klasifikasi mantap/kategori III.


Dimana wilayah tersebut memiliki permasalahan
teritorial dengan lingkungan terbatas, baik menurut
tempat maupun waktu, yang meliputi :

(a) Sosial budaya.


(b) Kriminal ringan
17
4) Laporan berkala Ter
a) Mrpkn lap berkala ter yg hrs dibwt olh komandan sat/kepala
stngkat Danramil kpd komandan sat atasannya yg meliputi, lap
pelaksanaan tugas, perkembangan situasi ter serta hambatan
maupun rencna kgiatn thp brktnya.

b) Macam Laporan :
(1) Lap Harian
(2) Lap Mingguan
(3) Lap Bulanan
(4) Lap Tahunan

d. Pengakhiran.
1) Mengevaluasi hsil yg tlh dicapai dlm pelaksan giatn.
2) Mengevaluasi slruh giatn yg tlh dilksankan
3) Membwt lap pelaksanaan giatn ke Komando atas.
18
3. KEMAMPUAN PENGUASAAN WILAYAH

Mrpkn kemampuan utk mengenali secara mendalam ciri-2


potensi SDA, SDB dan SDM serta sarana & prasarana suatu daerah,
sehingga dpt mengantisipasi hakekat ancaman yg mungkin timbul &
perkembangannya, serta mampu merumuskan & mengambil
langkah/tindakan utk pencegahan & penangkalan dlm rangka
menciptakan keamanan wilayah, kegiatn yg dilksanakan sbb :

a) Perencanaan Data Luas Wil, Klaswil, Ren plksn giat

b) Persiapan Jadwal Giat, Siapkan Sarana & pras

c) Pelaksanaan Mendata Geo, Demo, Komsos

d) Pengakhiran Evaluasi Giat, Lap Ko Atas


19
4. KMPUAN PEMBINAAN PERLAWANAN RKYAT

Mrpkn kemampuan menginventarisasi, penyiapan Orgas Han


Kerangka & Pelathan Belneg bgi msyrkat, shingga dhrapkan memiliki
sikap mental, motivasi, tekat & smangat yg kuat menghdapi sgla
bntuk ancaman yg timbul. Kgiatn yg dilkukan sbb :
a) Perencanaan Mrncnkn kbutuhan wanra, Mbwt Renlat
b) Persiapan Jadwal Giat, Koord dgn Pemda
c) Pelaksanaan M,lksnakn seleksi wanra, melatih.
d) Pengakhiran Evaluasi Giat, Lap Ko Atas

a. Perencanaan.
1) Memahami sas ingin dicapai dlm komunikasi yaitu :
a) Menciptkan rasa aman dgn komunikasi.
b) Merebut hati & simpati Komunikan.
c) Menanamkan rasa kepercayaan thp TNI.

2) Menyusun pokok-2 kgiatn meliputi :


a) Mmiliki pokok pembicaraan yg menarik minat.
b) Mbatasi pokok p,bicaraan pd satu bidang
c) M,ngumpulkan materi / data.
20
5. KEMAMPUAN KOMUNIKASI SOSIAL

Mrpkn kemampuan jurit AD dlm berkomunikasi dgn


komunikan (orng perorng) yg ada dlm msyrkat & aparat pemerintah
terkait. Guna terwujudnya saling pengertian & kebersmaan sehingga
timbulnya keinginan orang perorang tuk berpartisipasi pd kepntingan
bidang pertahanan. Dgn cara sbb :

b. Persiapan.
1) Menyusun materi terdiri dri 3 bagian :
a) Pendahuluan.
b) Isi.
c) Kesimpulan.

2) M,laksanakan koor dgn pok komunikan.


3) M,lakukan uji coba / praktek.
4) M,lakukan pengcekan terakhir.
5) M,nyiapkan administrasi yg diperlukan dlm
menukung giat bkomunikasi.
21
c. Pelaksanaan.
1) Tehnik berbicara dilaksanakan dgn cara :
a) B,bicara yg jelas serta keras, s,suaikan ruang.
b) Mngatur irama suara pd kata-2 tertentu yg
memerlukan p,htian kusus & jgn monoton.
c) B,tindaklah sbg pembimbing.
d) Kemukakanlh fakta & kebenaran

2) Tindakan tdk diperblhkan dlm brkomunikasi sos sbb :


a) Jgn b,bhong
b) Jgn b,spekulasi jika tdk dpt menjawab p,tanyaan

3) M,mpedomani sikap ter.


4) Hasil yg diperoleh dicatat agar dpt dijadikan bahan ket
selanjutnya.

d. Pengakhiran.
1) Mengevaluasi & mengidentifikasi.
2) Membuat rencana selanjutnya.
3) Membuat lap kpd komando atas sbgi
pertanggung jawaban thdp pelaksanaan kgiatn
KOMANDO RESORT MILITER CONTOH PETA WILAYAH
ANGGREK BULAN 22
KOMANDO DISTRIK MILITER
PETA WILAYAH
0609-05

0609-01
0609-01
0609-01
0609-01

I
MAWAR 0609-03

MELATI

0609-08
I
I

0609-01

KAMBOJA FLAMBOYAN

0609-01

KETERANGAN 0609-02

: JLN ASPAL KOMANDAN RAYON MILITER


: JLN DESA (PENDEKAT) _______________________
: SUNGAI
: REL KERETA API
KOMANDO RESORT MILITER CONTOH PETA DISLOKASI 23
ANGGREK BULAN
KOMANDO DISTRIK MILITER
PETA DISLOKASI
0609-05
I
KI-A
0609-01 YONIF 310
BABINSA
RATIH
4 0609-01
1
I
MAWAR 0609-03
MELATI
BABINSA
RATIH

I
I KORAMIL BABINSA
0609-01 POLSEK RATIH
KECAMATAN

PLAMBOYAN
KETERANGAN KAMBOJA
1. POS BABINSA & RATIH 2 3
2. KANTOR RAMIL, POLSEK
DAN KECAMATAN 0609-01
I
3. BABINSA DAN RATIH 0609-02
4. KI YONIF 310
KOMANDAN RAYON MILITER
_______________________
KOMANDO RESORT MILITER 1624 CONTOH PETA GEOGRAFI 24
ANGGREK BULAN
KOMANDO DISTRIK MILITER 001
PETA GEOGRAFI
0609-05
I

0609-01

0609-01

I
MAWAR 0609-03
MELATI
4
1

0609-08
I
I

0609-01

FLAMBOYAN
KAMBOJA
KETERANGAN 2 3
1. DATARAN RENDAH
2. DAERAH BERBUKIT-BUKIT 0609-01
3. DATARAN TINGGI I
4. DAERAH PEGUNUNGAN 0609-02

KOMANDAN RAYON MILITER


_______________________
KOMANDO RESORT MILITER 1624 CONTOH PETA DEMOGRAFI 25
ANGGREK BULAN
KOMANDO DISTRIK MILITER 001
PETA DEMOGRAFI
0609-05
I

0609-01
(+) 0609-01
WNI
I
MAWAR 0609-03
MELATI

1 (+)
3
DTG

0609-08
I
I

0609-01

FLAMBOYAN
KAMBOJA
(+)
4 ASLI
KETERANGAN 2
1. MAYORITAS WNI (-)
ARAB 0609-01
2. ARAB I
3. MAYORITAS PENDATANG 0609-02
4. PENDUDUK ASLI

KOMANDAN RAYON MILITER


_______________________
KOMANDO RESORT MILITER 1624 CONTOH PETA IDIOLOGI 26
ANGGREK BULAN
KOMANDO DISTRIK MILITER 001
PETA IDIOLOGI
0609-05
I

0609-01
NAS 0609-01

I
MAWAR 0609-03
MELATI
4
1
NAS

0609-08
I
I
3
0609-01
KETERANGAN FLAMBOYAN
1. NASIONAL KAMBOJA RAKA
2. RAKI 2
3. RAKA RAKI
4. NASIONAL 0609-01
I

0609-02

KOMANDAN RAYON MILITER


_______________________
KOMANDO RESORT MILITER 1624 CONTOH PETA POLITIK 27
ANGGREK BULAN
KOMANDO RAYON MILITER 001
PETA POLITIK
0609-05
I

0609-01
PARPOL 0609-01

I
MAWAR 0609-03
MELATI

4
1 LSM

0609-08
I
I

0609-01

KETERANGAN FLAMBOYAN
KAMBOJA LSM
1. PARPOL a
2. LSM pd 2 3
3. LSM ip
0609-01
I

0609-02

KOMANDAN RAYON MILITER


_______________________
KOMANDO RESORT MILITER 1624 CONTOH PETA EKONOMI 28
ANGGREK BULAN
KOMANDO DISTRIK MILITER 001
PETA EKONOMI
0609-05
I

0609-01

0609-01
1
I
MAWAR 0609-03
MELATI

0609-08
I
I

0609-01

FLAMBOYAN
KETERANGAN KAMBOJA
1. PERTERNAKAN
2. PERIKANAN LAUT 2 3
3. PERIKANAN DARAT
0609-01
4. KEBUN BINATANG
I

0609-02

KOMANDAN RAYON MILITER


_______________________
KOMANDO RESORT MILITER 1624 CONTOH PETA SOSBUD 29
ANGGREK BULAN
KOMANDO DISTRIK MILITER 001
PETA SOSBUD
0609-05
I

0609-01

WTS 0609-01

I
MAWAR 0609-03
MELATI

1 4

0609-08
I
I

0609-01

KETERANGAN FLAMBOYAN
KAMBOJA
1. TEMPAT WTS
2. SEKOLAH/DIK 2 3
3. PUSAT OLAH RAGA
4. PUSAT KESENIAN 0609-01
I

0609-02

KOMANDAN RAYON MILITER


_______________________
KOMANDO RESORT MILITER 1624 CONTOH PETA PERTAHANAN 30
ANGGREK BULAN
KOMANDO DISTRIK MILITER 001
PETA HANKAM
0609-05
I

0609-01
TNI AL 0609-01

I
MAWAR 0609-03
MELATI

1 TNI AU 3

0609-08
I
I

0609-01

KETERANGAN KAMBOJA
FLAMBOYAN

1. SATUAN TNI AL
2. RATIH RATIH 2 3
3. DAERAH PENERJUNAN
0609-01
4. SATUAN TNI AU
I

0609-02

KOMANDAN RAYON MILITER


_______________________
KOMANDO RESORT MILITER 1624 CONTOH PETA SITUASI 31
ANGGREK BULAN
KOMANDO DISTRIK MILITER 001
PETA SITUASI
0609-05
I

0609-01 4
0609-01

I
MAWAR 0609-03
MELATI
1

0609-08
I
I
EK 3
0609-01

2 FLAMBOYAN
KETERANGAN KAMBOJA
1. TEMPAT ANGKER
2. EROSI o
3. RAWAN EKONOMI 0609-01
4. RAWAN PEMBUNUHAN I

0609-02

KOMANDAN RAYON MILITER


_______________________
KOMANDO RESORT MILITER 1624 CONTOH PETA KLASIFIKASI WIL 32
ANGGREK BULAN
KOMANDO DISTRIK MILITER 001
PETA KLASIFIKASI WILAYAH
0609-05
I

0609-01

0609-01

I
MAWAR 0609-03
MELATI

2
1

0609-08
I
KETERANGAN I

1. DAERAH RAWAN 0609-01


2. DAERAH MANTAP
FLAMBOYAN
KAMBOJA

2 1
0609-01
I

0609-02

KOMANDAN RAYON MILITER


_______________________
KOMANDO RESORT MILITER 1624 CONTOH PETA BENCANA ALAM 33
ANGGREK BULAN
KOMANDO DISTRIK MILITER 001
PETA BENCANA ALAM
0609-05
I

0609-01

0609-01

MAWAR I
0609-03
MELATI
1

0609-08
I
I
3
0609-01

2
KETERANGAN KAMBOJA
1. RAWAN LONGSOR
2. RAWAN BANJIR
3. RAWAN . . . . . . 0609-01
I

0609-02

KOMANDAN RAYON MILITER


_______________________