Anda di halaman 1dari 63

PROSES KEHAMILAN

DR.RIDWAN HARAHAP
BAGIAN BIOLOGI
FAK.KEDOKTERAN USU
MEDAN
FERTILISASI
Fertilisasi: Adalah penembusan ovum oleh spermatozoa
dan bergabungnya kedua Pronuclei jantan dan betina.
.Fertilisasi secara normal terjadi di Ampulla dari tuba
falopii
Fertilsasi merupakan rangsangan terhadap ovum untuk
mulai membelah dan memulai perkembangan.
Sebagai hasil dari pembahan ini adalah Zygot.
Ovum hanya mempunyai kesanggupan dibuahi
beberapa waktu setelah ovulasi, Fertilisasi tidak akan
terjadi sesudah limit waktu tertentu setelah ovulasi
(Hammond 1941 ),Contohnya Rabbit (kelinci) 12 jam
dan Guinea pig ( babi ) 26 jam post ovulasi.
JALANNYA FERTILISASI
OVUM MANUSIA.
JALANNYA FERTILISASI

Bila fertilisasi terjadi ovum yang sekarang disebut


Zygot akan mengalami pembelahan selama
perjalanannya disepanjang oviduct.
Spermatozoa yang berlalu dengan cepat dari vagina
kedalam uterus. Lajunya ini mungkin disebabkan oleh:
1. Kontraksi otot otot rahim dan saluran telur.
2. Gerak dorong ekor dari spermatozoa.
Rata rata perjalanan spermatozoa ketempat fertilisasi
mengambil waktu 30 menit- 3jam.
Spermatozoa dapat hidup disaluran kelamin wanita
selama 1-3 hari.
Terjadinya zigot
Lanjutan jalan fertilisasi

Setelah tiba disaluran kelamin wanita,spermatozoa


spermatozoa belum mampu membuahi telur, untuk ini
harus terjadi perubahan padanya yang disebut
kapasitasi.Jadi kapasitasi dapat diartikan suatu proses
pembukaan reseptor atau stabilisator dari permukaan
spermatozoa.
Pada proses kapasitasi sebagian dari selubung
pelindung kepala dibuang
Kemudian terjadi Reaksi akrosom,dimana lobang
lobang kecil mulai tampak pada dinding akrosom yang
memungkinkan dikeluarkan nya enzim enzim akrosom
yang diperlukan untuk penembusan lapisan pelindung
oosit.
ENZIM ENZIM AKROSOM
1. Enzim Hialuronidase :mencairkan matriks kumulus
oophorus
2. EPK ( Enzym penetrasi korona): menghancurkan
corona radiata.
3. Akrosin : Menghancurkan zona pellucida.
4. Neuraminidase : mungkin berfungsi untuk
menginduksi reaksi zona yaitu reaksi yang
menghalang halangi terjadiny polyspemia.
Pada beberapa spesies Akrosom mengandung lysin
yaitu enfim proteolytic yang dapat menghancurkan
lapisan telur waktu spermatozoa memasuki telur.
Lanjutan enzim enzim akrosom.
Pada waktu difertilisasi telur sebenarnya dilapisi oleh 3
lapisan:
1. Cumulus oophorus dan Corona radiata
2. Zona Pellucida:
3. Vitellina membrane.Antara vitellina membrane dengan
zona pellucida terdapat ruangan yang disebut Peri
vitellina space yang berisi cairan.

Penembusan Corona Radiata


Dari 200-300 juta spermatozoa yang diletakkan dalam
Saluran kelamin wanita hanya 300-500 yang mencapai
tempat pembuahan [ 1 dari 1juta spermatozoa].
PENEMBUSAN ZONA PELLUCIDA
Lanjutan penembusan Corona radiata..

Dari jumlah tersebut hanya satu yang diperlukan untuk


pembuahan telur,yang lainnya membantu 1
spermatozoa tadi dalam menembus lapisan pelindung
gamet yang disebut Corona radiata.
Semula diduga enzim Hyaluronidase adalah satu
satunya enzim yang penting dalam penghancuran sel sel
Corona radiata tetapi sekarang teori ini diragukan .
Pada saat ini diperkirakan sel sel corona radiata
dibuyarkan oleh kegiatan bersama spermatozoa dan
Ezim enzim selaput lendir tuba
PENEMBUSAN ZONA PELLUCIDA

Ketika spermatozoa menyentuh zona pellucida,ia


melekat kuat dan menembus dengan cepat.
Permeabilitas zona pellucida berubah segera setelah
pemasukan sperma I. Perubahan ini disebut Reaksi
zona dan ini mungkin ditimbulkan oleh penyentuhan
kepala spermatozoa pada permukaan oosit yang
menyebabkan dilepaskannya zat zat yang menimbulkan
perubahan sifat zona pellucida. Sperma sperma lainnya
tertimbun dalam zona pellucida.
Beberapa peneliti mengatakan bahwa reaksi zona ini
dimaksudkan untuk mencegah masuknya sperma lain
setelah sperma I masuk jadi dalam hal ini untuk
mencegah poly spermia.
Lanjutan penembusan zona pellucida

Menurut penelitian pada mammalia reaksi zona ini


terjadi oleh sebab adanya perubahan struktur Zona
pellucida yang dimulai dari tempat masuknya
sperma,kemudian meluas keseluruh zona
pellucida.Jarang sekali 2 sperma menembus gamet
wanita bersamaan pada waktu yang
sama.Seandainyapun terjadi mudigah dengan 69
kromosom ,biasanya mudigah ini (triploid) akan mati
pada awal perkembangan,walaupua pernah dilaporkan
adanya kelahiran bayi triploid.
Penembusan vitellina membran

Segera setelah spermatozoa menyentuh selaput sel sel


oosit,kedua selaput plasma bersatu.
Pada sejumlah spesies terbentuklah satu atau lebih
filamen akrosom yang menembus membran vitellina.
Bersamaan dengan itu enzim yang dikeluarkan oleh
akrosom melarutkan membran ini sehingga terjadi jalan
masuk, Jika zat dari akrosom ini mencapai membran
plasma maka permukaan telur menonjol keluar
membentuk Kerucut fertilisasi.
Lanjutan penembusan vitellina membran.

Membran plasma dari telur dan sperma kemudian


mendekat dan daerah sentuhan menjadi rusak sehingga
terbentuk jalan bagi nukleus sperma untuk masuk
kedalam sitoplasma telur. Ekor dari sperma tersebut
tertinggal diluar.
Pada waktu peristiwa berlangsung pemukaan telur
mengalami suatu reaksi cortical, Yang menyebar dari
tempat sentuhan dengan sperma.Mukopolisakarida yang
telah tertimbun dalam granula cortex dilepaskan ke
permukaan Karena zat ini menyerap air dan
membengkak maka membran vitellina terangkat dari
permukaan telur membentuk membran Fertilisasi.
Lanjutan penembusan vitellina membran

Hal ini mencegah spermatozoa lain untuk menembus sel, jadi


mencegah terbentuknya polyspermia
B. Segera setelah spermatozoa memasuki oosit, sel telur ini
menyelesaikan pembelahan pematangannya yang ke II dan
kromosom ( 22+ x ) tersusun dalam inti vesikulair yang dikenal
sebagai Pronucleus betina ( wanita ).
Pada waktu yang bersamaan ooplasma menyusut dan
terbentuk Ruang Perivitellina antara oosit dan zona pellucida.
Serupa dengan pembelahan meiosis I,salah satu anak sel
menerima seluruh sitoplasma dan yang lainnya badan kutub (
Polar body II ) hampir tidak mendapat sitoplasma sama sekali.
Lanjutan penembusan vitellina membran
C.Sementara itu spermatozoa bergerak maju hingga ia
dekat dengan Pronukleus betina ( wanita). Intinya
membengkak dan membentuk Pronucleus pria(
jantan). Ekor spermatozoa dilepaskan dari kepalanya
dan kemudian mengalami degenerasi.
D.Sebelum terjadi penyatuan pronukleus pria dan wanita
keduanya haploid dan hanya mengandung 1n
DNA,setiap pronukleus harus melipat gandakan jumlah
DNA nya sebab bila tidak individu yang terbentuk akan
berisi 1 n DNA.

E.Sementara kromosom kromosom bergerak kekutub yang


berlawanan, timbullah alur yang dalam pada permukaan
sel,yang berangsur angsur membagi sitoplasma menjadi
2 bagian yang sama.
HASIL HASIL FERTILISASI

Pada fertilisasi baik sperma maupun ovum mempunyai


kekurangan kekurangan tetapi mereka saling
komplementer.
- Sel telur menyediakan sitoplasma dan yolk.
- Sperma membawa sentrosom.
- Sel telur dan sperma secara bersamaan memberikan
Mitchondria dan Golgi Apparatus.
Hasil hasil pokok dari Fertilisasi:
1. Restorasi ( pengembalian ) jumlah kromosom diploid.
2. Penentuan sex dari zigot atau individu baru.
3. Pengaktifan ovum supaya membelah ( clavage ).
Lanjutan hasil hasil hasil fertilisasi ..

Faktor faktor yang meyebabkan hilangnya kemampuan


membuahi dan umur yang pendek dari spermatozoa :
1. Kehilangan tenaga yang cepat bila berada lama di
tractus genitalis wanita.
2. Situasi di traktus genitalis wanita.
Gambar 3.6. A. Oosit segera sesudah ovulasi yang memperlihatkan gelendong pada pembelahan
meiotik kedua, B. Sebuah spermatozoa telah menembus oosit yang telah menyelesaikan
pembelahan meiotiknya yang kedua. Kromosom oosit tersusun dalam nukleus vesikular,
pronukleus wanita. Kepala beberapa spermatozoa tertahan di zona pelusida. C. Pronukleus
wanita dan pria, D,E. Kromosom tersusun pada gelendong, terbelah secara longitudinal,
dan bergerak ke kutub yang berlawanan. F. Stadium dua sel.
NIDASI
Termasuk Kepada istilah nidasi:
1. Attachment : Melekatnya Blastocyst ( Blastokista)
pada permukaan epitel uterus
2. Penetration ( penembusan) blastokista melalui epitel
uterus.
3. Implantation ( persarangan ): Tertanamnya blastokista
pada Compact layer dari endometrium
Perlekatan dan penembusan:
selama perjalanan ovum yang baru dilepaskanpada
waktu ovulasi di Tuba ,Corona radiata akan
mengalami dispersi dan menghilang.
Gambar 3.8. Perkembangan zigot dari stadium dua sel hingga ke stadium morula lanjut. Stadium dua sel
tercapai sekitar 30 jam setelah pembuahan ; stadium empat sel tercapai setelah sekitar 40
jam ; stadium 12 sampai 16 sel tercapai setelah sekitar 3 hari dan stadium morula lanjut
tercapai setelah sekitar 4 hari. Selama periode ini, blastomer dikelilingi oleh zona pelusida
yang lenyap pada akhir hari keempat.
Blastokista manusia
Lanjutan perlekatan dan penembusan.
Dispersi Corona radiata dipercepat oleh kerja enzim
Hyaluronidase yang diekresikan spermatozoa dan enzim
enzim selaput lendir tuba.
Sesaat sebelum nidasi dimulai Zona pellucida dari telur
juga menghilang. Hal ini memberi kemungkinan pada
Blastokista untuk berkontak dengan epitel uterus
Tibanya ovum di uterus diperkirakan pada stadium
morula dan blastokista mulai melekat pada permukaan
uterus pada hari ke 6 setelah ovulasi.
Bila diikuti jalannya penetrasi dari awal ,dilihat
permukaan blastokista yang tepat menutupi Inner cell
mass lebih liat dan bergetah dibandingkan dengan
bagian dinding yang lain,ini mungkin karena daerah ini
adalah tempat melekat mula mula di permukaan uterus.
BLASTOKISTA MANUSIA

Blastokista menembus
Epitel endometrium
Sambungan perlekatan blastokista

Daerah kontak dari perlekatan biasanya diantara mulut


dari kelenjar kelenjar.
Dinding trofoblast pada daerah ini menjadi lebih tebal
akibat adanya proliferasi
Sel sel superfisial kehilangan batas batas nya dan
menjadi bentuk Syncitium ( Syncitium trofoblast ).
Pada waktu yang bersamaan sel sel epitel uterus pada
daerah perlekatan menjadi rusak ( hancur ) dan ini
kemungkinan disebabkan pengaruh digestive enzim
yang diekresikan trofoblast.
Lanjutan perlekatan dan penembusan

Erosi sel sel epitel membuat celah ( lobang ) seperti


pintu pada epitel dan melalui pintu inilah trofoblast
berhubungan dengan connective tissue dibawahnya.
Pada umur 7 hari implantasi telah berjalan 24 jam atau
lebih.
Blastokista melalui lobang ini menerobos dan
menembus jaringan yang dibawahnya yang merupakan
jaringan yang lembut,oedematous dan berfluid jadi disini
trofoblast telah berhubungan dengan jaringan maternal.
2 hari kemudian ( hari ke 9 ) blstokista letaknya telah
tertimbun dalam contact layer dari endometrium.
Mulai hari ke 9 ini epitel uterus mulai menyembuh
ditempat dimana embrio muda mulai menembus mukosa
uterus.
IMPLANTASI KOMPLIT

Implantasi komplit dari embrio terjadi 4-6 hari setelah


dimulainya perlekatan.
Tempat masuk Blastokista ditutupi oleh sumbatan yang
sifatnya fibrous cellulair dikenal sebagai Clossing
coagulum.
Pada saat ini penyembuhan luka dimulai dan
penyembuhan luka dimulai dan luka menghilang dalam
waktu kurang dari 1 minggu.
Dalam penembusanya ini komplit diperlukan waktu 3-4
hari dan selama waktu ini embrio mendapat makanan
dari glikogen yang diekresikan oleh kelenjar kelenjar
uterus yang aktif.
Pembelahan sel dan perkembangan lanjut
nya
lanjutan
Implantasi komplit
Tempat implantasi bervariasi akan tetapi umumnya lokasinya
pada level yang tinggi di uterus dan frekuensinya sama pada
dinding depan atau dinding belakang.

PEMBELAHAN ( CLEAVAGE ):
Setelah zigot mencapai tingkat 2 sel, kira kira 30 jam
setelah pembuahan,ia menjalani serangkaian
pembelahan mitosis sehingga mengakibatkan
penambahan jumlah sel yang cepat. Sel sel ini menjadi
semakin kecil pada tiap tiap pembelahan dan ini dikenal
sebagai blastomer. Setelah melakukan sejumlah
pembelahan ,zigot berbentuk buah arbei dikenal sebagai
Morula,
Lanjutan cleavage

Sementara pembelahan berjalan terus,zigot bergerak


menuju tuba falopii dan apabila telah tercapai tingkat 12
sampai 16 sel,ia terdiri sekelompok sel sel yang terletak
ditengah tengah: massa sel dalam ( Inner cell mass atau
Embrioblast) dan Massa Cell luar (Trofoblast). Walau
pada tingkat perkembangan ini semua sel sel morula
tampaknya sama,namun dari penyelidikan penyelidikan
pada perkembangan selanjutnya diketahui bahwa massa
sel sel dalam menghasilkan jaringan mudigah khusus
nya, sedangkan massa sel luar membentuk trofoblast
yang kelak berkembang menjadi Uri ( Plasenta ).
Lanjutan cleavage

Morula diduga mencapai rongga rahim kira kira pada


tingkat 12-16 sel.Invitro tingkat ini dicapai kurang lebih
60 jam setelah pembuahan. Memang morula manusia
tingkat 12 sel dan berusia 3 hari pernah ditemukan
dirongga rahim.
PROSES KEHAMILAN

DR RIDWAN HARAHAP
BAGIAN BIOLOGI
FK USU
RAHIM PADA SAAT PERSARANGAN

Dinding rahim terdiri dari 3 lapisan :


1. Endometrium atau selaput lendir yang membatasi
dinding bagian dalam.
2. Miometrium : Lapisan tebal otot otot polos.
3. Perimetrium: Peritoneum yang melapisi dinding
sebelah luarnya.
Pada saat persarangan selaput lendir rahim sedang
dalam kala pergetahan atau kala Progesteron.
Tanda tanda pertama pengaruh progesteron dapat
dikenali 2-3 hari setelah ovulasi. Pada saat itu
kelenjar kelenjar rahim dan pembuluh pembuluh nadi
menjadi berkelok kelok dan jaringan mengandung
banyak cairan.
Stage pertumbuhan

stage pertumbuha dari ovum sampai implantasi


lanjutan rahim pada saat persarangan..

Sebagai akibat perubahan perubahan ini pada selaput


lendir rahim dapat dibedakan 3 lapisan terpisah, lapisan
padat pada bagian permukaan luar,lapisan spongiosa
ditengah dan lapisan dasar yang tipis.
Apabila oosit dibuahi kelenjar kelenjar selaput lendir
rahim memperlihatkan peningkatan pergetahan yang
nyata dan mengeluarkan musin dan glikogen kedalam
rongga rahim. Pembuluh pembuluh nadi yang mendarahi
lapisan padat dan spongiosa menjadi berkelok kelok dan
membentuk jalinan pembuluh rambut yang padat
dibawah permukaan rahim.
Lanjutan rahim pada saat persarangan.

Oleh sebab itu selaput lendir rahim menjadi sangat


sembab dan pucat dan siap menerima blastokista.
Dalam keadaan normal blastokista manusia bersarang
diselaput lendir rahim sepanjang dinding posterior atau
muara salah satu anterior badan rahim, dimana ia
terbenam di muara muara kelenjar selaput lendir rahim
atau kadang kadang pada muara salah satu saluran
keluar kelenjar.
Apabila oosit tidak dibuahi, rongga pembuluh pembuluh
balik kecil dan sinusoid sinusoid berangsur angsur
dipenuhi dengan sel sel darah merah dan putih dalam
jumlah besar kedalam jaringan.
Lanjutan rahim pada saat persarangan.

Pada permulaan haid ,mungkin sebagai akibat


penguncupan sementara arterie spiralis,darah keluar
dari pembuluh pembuluh nadi dipermukaan dan
dilepaskan pula potongan potongan kecil jaringan ikat
dan kelenjar kelenjar. Selama 3-4 hari berikutnya dari
rahim hanya lapisan dasar satu satunya bagian selaput
lendir rahim yang tertinggal
Menjelang akhir haid endometrium mungkin susut
hingga 1/5-1/10 tebal maksimalnya. Bahan yang
dikeluarkan terdiri atas : darah, sel sel epithel dan
reruntuhan reruntuhan degenerasi sel,yang dalam
keadaan normal tidak membeku karena adanya enzim
enzim proteolytic yang diperlukan untuk pembekuan drh.
Lanjutan Nidasi..

PERKEMBANGAN ABNORMAL
Cara cara pembuahan lain disamping yang normal:
1. Superfoetasi: Pembentukan janin berganda keadan ini
adalah ovulasi dan pembuahan yang terjadi pada
keadaan hamil. Dalam keadaan normal ovulasi akan
dihambat setelah adanya persarangan zigot.
2. Superfekundasi:keadaan ini dapat menyertai poly
ovulasi dimana 1 atau lebih dari satu oosit yang
dikeluarkan pada 1 daur haid,mengalami pembuahan
dari 1 pria dan oosit lainnya dibuahi oleh pria yang
lain.
3. Parthenogenesis.
MENSTRUASI

Siklus menstruasi dapat dibagi dalam 4 stadium


dihitung mulai dari saat keluar darah,disebut hari
pertama
1. Menstruasi: hari ke 1- 5.
2. Repair : Hari ke 4 6.
3. Proliferasi: Hari ke 7 15.
4. Sekresi: Hari ke 16-28.
AIR KETUBAN (LIQUOR AMNII )

Air ketuban terdapat pada ruangan yang dilapisi oleh


selaput janin ( Amnion dan Chorion ).
Volume air ketuban pada kehamilan cukup bulan 1000
1500 cc
Ciri ciri:
Berwarna putih kekeruhan,berbau khas amis dan
rasanya manis.
Reaksinya agak alkalis atau netral.BD 1,008.
Komposisinya 98% air, sisanya albumin, urea, asam
uric,kreatinin , sel sel epitel, rambut lanugo,vernix
caseosa dan garam anorganik.
Kadar proteinnya 2,6 gr/L ,terutama albumin
Lanjutan air ketuban 1.

Dijumpainya lecithin sphingomyelin dalam air ketuban,


amat berguna untuk mengetahui apakah janin sudah
mempunyai paru paru yang matang.Peningkatan kadar
lecithin pertanda bahwa permukaan paru paru (alveolus)
diliputi zat surfaktan yang merupakan syarat bagi paru
paru untuk berkembang dan bernafas.Cara
pernilaiannya dengan menghitung Ratio L/S.
Bila persalinan dengan mekonium berjalan lama atau
ada gawat janin atau pada letak sungsang akan dijumpai
warna air ketuban keruh atau kehijau hijauan, karena
telah bercampur dengan mekonium.
Lanjutan air ketuban 2.

Faal air ketuban:


Untuk proteksi janin.
Mencegah perlekatan janin dengan amnion.
Janin dapat bergerak dengan bebas.
Regulasi terhadap panas dan perubahan suhu.
Mungkin untuk menambah suplai cairan dengan cara
ditelan atau diminum yang kemudian dikeluarkan melalui
kencing janin.
Meratakan tekanan intra uterin dan membersihkan jalan
lahir bila ketuban pecah.
URI( PLASENTA )
Bentuk dan ukuran:
Uri berbentuk bundar atau oval,ukurannya diameter
15-20 cm,tebal 2-3 cm dan berat 500 600 gram.
Biasanya plasenta atau uri berbentuk lengkap, terjadi
pada kehamilan kira kira 16 minggu,dimana ruang
amnion telah mengisi seluruh rongga rahim.
Letak uri dalam rahim: Normal umumnya pada corpus
uteri ( bagian atas)
Pembagian uri: Uri terdiri atas dua bagian:
1. Bagian janin ( foetal portion ).
2. Bagian ibu ( Maternal portion )
Lanjutan bagian uri 1..

Bagian janin: terdiri dari Chorion frondosum dan Villi.


Villi dari uri matang terdiri dari:
1. Villi Chorialis
2. Ruang ruang interviller. Darah ibu yang berada dalam
ruang interviller berasal dar arteria spiralis yang
berada di decidua basalis.Pada sistol darah
dipompakan dengan tekanan 70-80 mm Hg kedalam
ruang interviller sampai pada lempeng khorionik (
chorionic plate ), pangkal dari kotiledon
kotiledon.Darah tersebut membanjiri villi khorialis dan
kembali perlahan lahan ke pembuluh balik di desidua
dengan tekanan 8 mm Hg.
Uri permukaan atas
Lanjutan bagian janin1.

3. Pada bagian permukan janin, uri yang diliputi amnion


kelihatan licin. Dibawah lapisan amnion ini berjalan
cabang cabang pembuluh darah tali pusat. Tali pusat
akan bersinersi pada uri permukaan janin.
Bagian maternal:
Terdiri dari desidua kompakata atas beberap lobus
dan kotiledon ( 15-20 buah ). Desidua basalis pada uri
matang disebut lempeng khorionik ( basal ) dimana
sirkulasi utero plasental berjalan keruang ruang
intervilli via tali pusat. Jadi sebenarnya peredaran
darah ibu dan janin adalah terpisah,Penukaran terjadi
melalui sinsisial membran secara osmosis dan altero
fisiko kemikal.
Uri manusia
Kotiledon pd permukaan
bawah janin.
Sambungan pembagian uri .

TALI PUSAT:
Merentang dari pusat janin ke uri bagian permukaan
janin.
Panjangnya rata rata 50-55 cm, sebesar jari dengan
diameter 1-2,5 cm.
Tercatat pernah dijumpai tali pusat terpendek cm
dan terpanjang 200 cm.
Struktur tali pusat terdiri atas:
1. 2 arteri umbilikalis.
2. 1 vena umbikalis dan selei Wharton.
Lanjutan tali pusat 1.

Jenis jenis tali pusat:


1. Insersi sentralis ( ditengah plasenta).
2. Insersi lateralis ( para sentralias ).
3. Insersi marginalis.
4. Insersi Vilamentosa.

Tali pusat pada manusia


Tali pusat pada embrio manusia adalah organ
pembantu, berasal dari mesoderm dan bukan berasal
dari dinding badan embrio.
Lanjutan tali pusat 2

Didalam tali pusat ditemukan: (1) tangkai kunir. (2) arteri


umbilikalis 2 buah. (3) vena umbilikalis 1 buah dan (4)
Allantois,
Jelli wharton yang mengisi tali pusat berasal dari
jaringan mesenchim. Mukus ini tersusun dari bahan
mukoid,sedikit serat dan tanpa serabut syaraf.
Tali pusat pada fetus yang cukup umur berdiameter +/- 4
cm. dengan panjang kurang lebih 60 cm.
Setelah blastosis bernidasi di endometrium,stroma
endometrium itu mengalami perubahan yaitu selnya
bertambah besar,mengandung lebih banyak glikogen
serta butir butir lipid.
Lanjutan tali pusat 3

Perubahan ini disebut reaksi desidua.


Bila blastosis sudah tertanam seluruhnya didalam
stroma endometrium,maka bagian endometrium
disekitar blastosis tersebut dibedakan menjadi :
1. desidua Kapsularis,yaitu endometrium yang
membungkus embrio.diluar embrio
2. Desidua parietalis,yaitu endometrium yang berada
diluar embrio.
3. Desidua basalis, yaitu bagian endometrium yang
berhadapan langsung dengan embrio.
decidua
Lanjutan tali pusat 4
Pembuluh darah dari ibu dialirkan pada desidua basalis.
Dengan bertambah besarnya embrio, akan bertambah
besar pula regangan terhadap desidua kapsularis,
sehingga khorion yang ada pada daerah tersebut
mengalami gangguan pertumbuhan. Lama kelamaan
terjadi atrofi dan akhirnya tanpa vili kecuali jaringan
khorion yang disebut khorion leave( khorion gundul ).
Amnion yang bertumbuh semakin membesar mendesak
desidua kapsularis sampai mendekati desidua
parietalis.Akhirnya kedua desidua ini akan berdempetan
dan menyatu.
Lanjutan tali pusat 5.

Sementara itu pada desidua basalis mengalami


pertumbuhan menjadi lebih besar.Khorion yang dengan
desidua basalis juga berkembang, disebut khorion
frondosum.Dengan demikian plasenta embrio
manusia dibentuk oleh khorion frondosum (plasenta
fetus) dan desidua basalis ( plasenta
materna).Diantara kedua bagian plasenta ini ada rongga
yang dibatasi oleh epitel khorion dan stroma desidua
disebut Rongga intervillus. Rongga inter villus ini berisi
cairan darah dan bahan nutrisi lainnya untuk
pertumbuhan embrio.
Tipe tipe plasenta

I. Menurut bentuknya:
1. plasenta normal
2. Plasenta membranasea ( tipis ).
3. Plasenta suksenturiata.
4. Plasenta spuria
5. Plasenta bilobus
6. Plasenta trilobus
Gambar placenta suksenturiata

Plas.suksent.
Lanjutan tipe plasenta ..

II.Menurut perlekatan pada dinding rahim:


1. Plasenta adhesiva (melekat).
2. Plasenta akreta (lebih melekat).
3. Plasenta increta ( sampai keotot polos).
4. Plasenta perkreta ( sampai keserosa).
FAAL URI
Supaya janin dapat tumbuh dengan sempurna
dibutuhkan penyaluran darah yang membawa baik zat
asam, asam amino, vitamin dan mineral dari ibu
kepada janin.
Begitu pula pembuangan karbon dioksida dan limbah
metabolisme janin ke sirkulasi ibu.
Oleh sebab itu faal uri adalah:
1. Nutrisasi : yajtu alat pemberi makanan pada janin.
2. Respirasi: yaitu alat pengangkut zat asam dan
pembuang CO2/
3. Eksresi: Yaitu alat pengeluar sampah metabolisme.
Lanjutan faal uri

4 Produksi yaitu alat yang menghasilkan hormon hormon.


5 . Imunisasi yaitu alat penyalur bermacam anti bodi ke
janin.
6 . Pertahanan ( barier) : yaitu alat yang menyaring obat
obat dan kuman kuman yang bisa atau tidak melewati
uri.
7 . Mungkin banyak lagi faal lain yang belum diketahui.
Hormon yang dihasilkan uri antara lain :
1. Human chorionic gonadotophin ( HCG )
2. Estrogen.
3. Progesteron.
Lanjutan faal uri .

4. Chorionic somato=mamotropin (placental lactogen)


5. Chorionic thyrotropin dan relaxin.
6. Hormon hormon lain.

Sirkulasi plasenta
Fungsi utama plasenta adalah untuk menyiapkan bahan
bahan untuk ditukarkan antara ibu dan fetus.
A. Sirkulasi plasenta fetus:
Darah yang mengandung kurang O2 dari fetus
mengalir dari badan fetus melalui arteria umbilikalis ke
plasenta.
Sirkulasi plasenta
Sirkulasi plasenta
Lanjutan sirkulsi plasenta .

Kemudian menyebar kepembuluh pembuluh darah


chorion sampai ke vili dengan sistem arteri-kapiler-vena
yang sangat berdekatan dengan sirkulasi darah ibu.
Setelah darah fetus mendapat O2 ( pertukaran), Lalu
kembali ke v. umbilikalis sampai badan fetus,