Anda di halaman 1dari 65

Prof. Dr. Daulat H.

Sibuea, SpOG(K)
PERDARAHAN OBSTETRIK
(OBSTETRICAL HEMORRHAGE)

PERDARAHAN OBSTETRIK
TERDIRI DARI :
1. PERDARAHAN ANTE PARTUM PADA UMUR
KEHAMILAN < 20 MGG PERDARAHAN HAMIL
MUDA.
2. PERDARAHAN ANTE PARTUM PADA UMUR
KEHAMILAN > 20 MGG PERDARAHAN HAMIL TUA
3. PERDARAHAN INTRAPARTUM
4. PERDARAHAN POST PARTUM
PERDARAHAN HAMIL TUA

PLASENTA PREVIA (PLACENTA PREVIA)

PLASENTA MENUTUPI SEBAGIAN / SELURUH


OSTIUM UTERI INTERNA

SOLUSIO PLASENTA (ABRUPTIO PLACENTA)

PLASENTA YG LETAKNYA NORMAL LEPAS


SEBELUM JANIN KELUAR
PERDARAHAN INTRA PARTUM
VASAPREVIA
PEMBULUH DARAH DI SELAPUT KETUBAN ROBEK
( PD KASUS INSERSI VELAMENTOSA /
VELAMENTOUS INSERTION OF UMBILICAL CORD )
ABORTUS SPONTAN
DEFINISI
BERAKHIRNYA KEHAMILAN OLEH SEBAB APAPUN (
TANPA DIRENCANAKAN ) PADA UMUR KEHAMILAN
KURANG 20 MGG / SEBELUM BERAT BADAN JANIN
MENCAPAI 500 GRAM

PATOLOGI
OVUM EMBRIO MATI TERJADI PERDARAHAN
DESIDUA BASALIS, KANTUNG KEHAMILAN
( GESTATIONAL SACS ) LEPAS DARI DESIDUA
TIMBUL KONTRAKSI UTERUS KANALIS SERVIKALIS
TERBUKA DAN KONSEPSI DIDORONG KELUAR DARI KAVUM
UTERI

JANIN MATI PERDARAHAN DESIDUA, KONTRAKSI


UTERUS, KANALIS SERVIKALIS TERBUKA JANIN DAN
URI DIDORONG KELUAR DARI KAVUM UTERI

INSIDENSI
ANGKA KEJADIAN ABORTUS SPONTAN 12 26 %.

LEBIH DARI 80% ABORTUS SPONTAN TERJADI SAAT


KEHAMILAN BERUMUR 12 MGG / KURANG.
ETIOLOGI FAKTOR PREDISPOSISI
INSIDENSI DGN BERTAMBAHNYA PARITAS, UMUR IBU DAN
SUAMINYA

INSIDENSI JIKA JARAK KEHAMILAN YG BERURUTAN 3


BLN.

ETIOLOGI FAKTOR JANIN


ZYGOT, EMBRIO, JANIN, DAN PLASENTA ABNORMAL YG
SERING DITEMUI ADALAH BLIGHTED OVA, (KANTONG
KEHAMILAN BERISI EMBRIO DEGENERASI / TANPA
EMBRIO).
ABNORMALITAS INI AKIBAT KELAINAN
JLH KHROMOSOM AUTOSOMAL ABNORMAL
TRISOMY, MONOSOMY, TRIPLOIDY, TETROPLOIDY.

JLH KHROMOSOM SEKS ABNORMAL 47 XXX , 47 XXY

JLH. KROMOSOM NORMAL NAMUN ADA KELAINAN


STRUKTUR, KEJADIAN INI SERING PD IBU HAMIL UMUR >
35 THN DAN KEJADIAN ABORTUS PD UMUR KEHAMILAN
SEKITAR 13 MGG
FAKTOR MATERNAL DAPAT BERUPA :
INFEKSI (TORCH, CHLAMYDIA, UREAPLASMA
UREALYTICUM)

PENYAKIT KRONIS (TBC, KARSINOMA)

ABNORMALITAS ENDOKRIN (HIPOTIROIDI, DM, DEFISIENSI


PROGESTERON)

MALNUTRISI

PEROKOK, PEMINUM ALKOHOL, KAFEIN

RADIASI
TOKSIN LINGKUNGAN (ARSEN, TIMAH, FORMALDEHDYE,
BENZENE, ETHYLENE OXIDE).

PENYAKIT AUTOIMMUN (LUPUS ERYTIHEMATOSUS,


ANTIPHOSPHO LIPID ANTIBODIES).

RESPON IMMUNE ABNORMAL TERHADAP PATERNAL


ANTIGEN (REAKSI PENOLAKAN KONSEPSI).

TRAUMA LAPAROTOMI, TERUTAMA SEKITAR ORGAN PELVIK


/ TRAUMA FISIK.

KELAINAN UTERUS (MIOMA UTERUS, ADHESI INTRA


UTERIN, INKOMPETENSI SERVIK UTERI)
FAKTOR PATERNAL
SPERMA DGN KHROMOSOM TRANSLOKASI,
MENGHASILKAN ZYGOT ABNORMAL

KLASIFIKASI KLINIS ABORTUS SPONTAN :


ABORTUS IMMINENS (THREATENED ABORTION)
GEJALA KLINIS
PERDARAHAN PERVAGINAM BERUPA BERCAK
HIS MENIMBULKAN NYERI UTERUS
KONSEPSI HIDUP
KADAR SERUM HC6 1000 IU/Ml
MANAGEMEN
ISTIRAHAT (BED REST)
TERAPI PROGESTERONE ATAU hCG (JIKA ADA
DEFISIENSI PROGESTERON )

ABORTUS INSIPIENS(INEVITABLE ABORTION)


SELAPUT KETUBAN ROBEK, AIR KETUBAN
MENGALIR KONTRAKSI UTERUS
PERDARAHAN PERVAGINAM
KANALIS SERVIKALIS TERBUKA PROSES
PENGELUARAN KONSEPSI DARI KAVUM UTERI.
MANAGEMEN TERAPI
TERMINASI KEHAMILAN (DENGAN DILATASI DAN
KURETASE
ABORTUS INKOMPLETUS (INCOMPLETE ABORTION)
SEBAGIAN PLASENTA MASIH MELEKAT KE
DESIDUA BASALIS
PERDARAHAN PERVAGINAM BANYAK
KANALIS SERVIKALIS TERBUKA (JARINGAN DI
KANALIS SERVIKALIS)
MANAGEMEN TERAPI :
PERBAIKi KEADAAN UMUM IBU
KOSONGKAN ISI KAVUM UTERI ( DILATASI DAN
KURETASE )
MISSED ABORTION
DEFINISI
RETENSI KONSEPSI YG SUDAH MATI DLM
UTERUS SELAMA BEBERAPA MGG
GEJALA KLINIS
PERDARAHAN PERVAGINAM SEDIKIT / TANPA
PERDARAHAN
TANDA-TANDA KEHAMILAN MENGILANG
UTERUS MENGECIL, KANALIS SERVIKALIS
TERTUTUP
JIKA JANIN MATI PD UMUR KEHAMILAN 13
MGG DAN TERTAHAN DLM UTERUS 4 MGG,
DPT MENIMBULKAN KOAGULOPATI
(GANGGUAN PEMBEKUAN DARAH)
MANAGEMEN TERAPI :
KOSONGKAN ISI KAVUM UTERI
JIKA ADA GEJALA KOAGULOPATI, ATASI
TERLEBIH DAHULU SEBELUM MENGELUARKAN
ISI KAVUM UTERI
ABORTUS SPONTAN HABITUALIS (RECURRENT
SPONTANEOUS ABORTION)

DEFINISI

ABORTUS SPONTAN BERULANG (BERURUTAN)


3 KALI /LEBIH
ETIOLOGI ABORTUS SPONTAN HABUTALIS
ANEUPLOIDY
EUPLOIDY DGN KELAINAN PD IBU (FAKTOR
EXTERNAL)
INKOMPETENSI SERVIK UTERI

MANAGEMEN TERAPI
PEMERIKSAAN KARYOTIP
OPERASI SHIRODKAR
ABORTUS SEPTIK(SEPTIC ABORTION)
KOMPLIKASI SERIUS DARI ABORTUS ADALAH
ABORTUS SEPTIK (INFEKSI BERAT).

ABORTUS SEPTIK UMUMNYA TERJADI PADA


ABORTUS BUATAN TRADISIONAL

GEJALA KLINIS
PERDARAHAN PERVAGINAM YG HEBAT
SEPSIS
SYOK
GAGAL GINJAL AKUT
MANAGEMEN TERAPI
KOSONGKAN ISI KAVUM UTERI
ATASI INFEKSI
ATASI SYOK
HEMODIALISIS JIKA TERJADI GAGAL GINJAL
AKUT

ABORTUS BUATAN (INDUCED ABORTION)


ABORTUS BUATAN LEGAL
TERMINASI KEHAMILAN PD UMUR
KEHAMILAN DIBAWAH 20 MGG YG TDK
MELANGGAR UU KES.
ABORTUS BUATAN ILEGAL
TERMINASI KEHAMILAN PD UMUR
KEHAMILAN DIBAWAH 20 MGG YG
MELANGGAR UU KES .

ABORTUS BUATAN LEGAL (MISALNYA)


ABORTUS BUATAN TERAPEUTIK (ABORTUS
PROVOKATUS TERAPEUTIK) KEHAMILAN
DITERMINASI (DIGUGURKAN)
UTK KESEHATAN IBU (LIFE SAVING)
HAMIL EKTOPIK / EKTOPIC
PREGNANCY

Dr. Daulat H. Sibuea, Sp.OG(K)


HAMIL EKTOPIK / EKTOPIC PREGNANCY
NORMAL BLASTOSIS NIDASI (IMPLANTASI) DI ENDOMETRIUM
KAVUM UTERI TIDAK TERMASUK SERVIK DAN KORNU UTERI.
BLASTOSIS NIDASI DILUAR LOKASI NORMAL HAMIL EKTOPIK
BLASTOSIS NIDASI DILUAR UTERUS HAMIL EKSTRA UTERIN
ETIOLOGI
FAKTOR MEKANIK.
ZYGOTE BLASTOSIS / DILUMEN TUBA FALLOPI GERAKNYA
DIHAMBAT ; SEPERTI PADA
* SALPINGITIS
* PERITUBAL ADHESI (INFEKSI TUBA, ABSES APPENDISITIS,
ENDOMETRIOSIS)
* PERNAH MENGALAMI HAMIL EKTOPIK (RESIKO BERULANG
7-15%
* PERNAH OPERASI TUBA (REKONSTRUKSI TUBA)
* SERING MELAKUKAN ABORTUS BUATAN
* TUMOR (MIOMA, TUMOR ADNEKSA) YG MENDISTORSI TUBA
FALLOPI
FAKTOR FUNGSIONAL.
ZYGOTE / BLASTOSIS DILUMEN TUBA FALLOPI GERAKNYA
LAMBAT; SEPERTI PADA
OVUM MIGRASI EKSTERNAL
MOTILITAS TUBA BERUBAH ARAH, MIS PADA
* AKSEPTOR AKDR
* AKSEPTOR MORNING AFTER PILL
(ESTROGEN DOSIS TINGGI)
REPRODUKSI YG DIREKAYASA (ASSITED
REPRODUCTION)
KEHAMILAN TUBA MENINGKAT PADA
* INDUKSI OVULASI
* GAMETE INTRAFALLOPIAN TRANSFER (GIFT)
* INVITRO FERTILIZATION (IVF)
* OVUM TRANSFER
INSIDEN HAMIL EKTOPIK (USA 1987 = 10,7 PER
1000 KELAHIRAN
INSIDEN HAMIL EKTOPIK MENINGKAT PADA
PMS MENINGKATKAN INSIDEN SALPINGITIS
AKSEPTOR AKDR (AKDR MENCEGAH KEHAMILAN
INTRA UTERIN TETAPI TIDAK HAMIL EKSTRA
UTERIN)
AKSEPTOR PROGESTASIONAL DOSIS RENDAH
POST ABORTUS BUATAN YG MENGALAMI INFEKSI
REPRODUKSI YG DIREKAYASA
PENYEBAB KEMATIAN MATERNAL KEDUA TERBESAR
DI USA (1990) ADALAH HAMIL TUBA YG TERGANGGU

HAMIL TUBA
OVUM YG DIBUAHI TUMBUH BERKEMBANG DI :
1. PARS AMPULARIS
2. PARS ISTHMIKA
3. PARS INTERSTITIALIS (CORNUAL PREGNANCY)
4. PARS INFUNDIBULARIS ATAU FIMBRIA
PERUBAHAN UTERUS PADA HAMIL TUBA
SAMA SEPERTI HAMIL MUDA

KONSISTENSI SERVIKS DAN SBR/ISTHMUS LEMBUT


UTERUS BERTAMBAH BESAR TDK MELEBIHI
KEHAMILAN 12 MINGGU
ENDOMETRIUM MENGALAMI PERUBAHAN ARIAS
STELLA REACTION (ARIAS STELLA PHENOMENA)
JIKA JANIN MATI DEGENERASI ENDOMETRIUM
(DESIDUA) TERJADI PERDARAHAN P/V DISERTAI
DECIDUAL CAST.
NASIB HAMIL TUBA
ABORTUS TUBA
RUPTUR TUBA
* KONSEPSI DI REABSORBSI
* MUMMIFIKASI ATAU LITHOPEDION
* KEHAMILAN ABDOMINAL SEKUNDER
* KEHAMILAN INTRALIGAMENTER
HETEROTYPIC ECTOPIC PREGNANCY
(COMBINED PREGNANCY)
- HAMIL INTRAUTERINE BERSAMAAN HAMIL TUBA
- INSIDENSI 1 DARI 30.000 HAMIL INTRAUTERIN

MULTIFETAL ECTOPIC PREGNANCY


- TWIN TUBAL PREGNANCY
GEJALA KLINIS HAMIL TUBA TERGANGGU

NYERI PELVIK / ABDOMEN (ETIOLOGI HEMOPERITONEUM)


NYERI DADA (PLEURITIC CHEST PAIN) ETIOLOGI IRITASI
DIAFRAGMA
AMENOREA
PERDARAHAN P/V (BERCAK)
TAHIKARDIA BRADIKARDIA
HIPOTENSI
PELVIC MASS
PELVIC HEMATOCELE
TEST LABORATORIUM
HB , HCT
ANEMIA NORMOSITIK
LEUKOSIT 5000 30.000/ML
TEST KEHAMILAN (+) / (-)

PEMERIKSAAN USG
ABDOMINAL USG
TRANSVAGINAL USG

KAVUM UTERI TANPA KONSEPSI


MASSA KONSEPSI DILUAR UTERUS
MANAGEMEN TERAPI
PERBAIKI KEADAAN UMUM (INFUS,
TRANSFUSI, O2)
LAPARATOMI
SALPINGEKTOMI
KEHAMILAN ABDOMINAL PRIMER

FERTILISASI TERJADI SEBELUM OOSIT


MEMASUKI TUBA FALLOPI

INSIDEN (USA 1987) 1-10.000 KELAHIRAN HIDUP


ETIOLOGI SAMA SEPERTI HAMIL EKTOPIK
NASIB HAMIL ABDOMINAL

KONSEPSI MATI DIREABSORBSI


JANIN MATI MENC`PAI 75 95 %
KONSEPSI MATI SUDAH CUKUP BESAR (TDK
DPT DIREABSORSI) MENGALAMI
* SUPURASI (BERNANAH) AKIBAT INFEKSI
* MUMMIFIKASI (LITHOPEDION)
* ADIPOCERE (PERLEMAKAN)
DIAGNOSA
PALPASI ABDOMEN
* BAGIAN JANIN TERABA DEKAT KULIT ABDOMEN
* HIS NEGATIF

VT
UTERUS TDK MELEBIHI KEHAMILAN 12 MINGGU
FOTO RONSEN
RANGKA JANIN DILUAR KAVUM UTERI
USG
JANIN DILUAR KAVUM UTERI
PENANGANAN
LAPAROTOMI
PLASENTA PREVIA
(PLACENTA PREVIA)

PLASENTA YG LOKASINYA DISEGMEN BAWAH


RAHIM (SBR) MENUTUPI OSTIUM UTERI INTERNA
(OUI) SEBAGIAN LEPAS DARI (DESIDUA),
MENIMBULKAN PERDARAHAN DARI UTERUS YG
MENGALIR KANALIS SERVIKALIS SBLM
PERSALINAN (UMUR KEHAMILAN 20 MGG)
KLASIFIKASI PLASENTA PREVIA

PLASENTA PREVIA TOTALIS (TOTAL PLACENTA


PREVIA) : PLASENTA MENUTUPI TOTAL (SELURUH)
OUI.

PLASENTA PREVIA PARTIALIS (PARTIAL PLACENTA


PREVIA) : PLASENTA MENUTUPI SEBAGIAN OUI.

PLASENTA PREVIA MARGINALIS (MARGINAL


PLACENTA PREVIA) : BAGIAN PINGGIR PLASENTA
BERADA DI PINGGIR OUI.
PLASENTA LETAK RENDAH (LOW-LYING PLACENTA) :
BAGIAN PINGGIR PLASENTA DEKAT KEPINGGIR OUI.
EPIDIOMOLOGI
INSIDENSI 0,3 0,5 % PERSALINAN
ETIOLOGI : BELUM DIKETAHUI.
FAKTOR PREDISPOSISI / FAKTOR RESIKO.

INSIDENSI BERTAMBAHNYA UMUR IBU


HAMIL.
PERNAH SEKSIOSESAREA
PERNAH INDUKSI ABORTUS
PEROKOK
ERYTHROBLASTOSIS FETALIS
HAMIL GANDA
PERNAH MENGALAMI PLESENTA PREVIA
DIAGNOSA
DITEGAKKAN BERDASARKAN GEJALA KLINIS

PERDARAHAN PERVAGINAM UMUR


KEHAMILAN 20 MGG
TANPA SEBAB (CAUSE LESS)
TANPA NYERI (PAINLESS)
PERDARAHAN BERULANG (RECURRENT)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
TRANS ABDOMINAL ULTRA SOUND
TRANSVAGINAL USG
TRANS PERINEAL USG
MAGNETIC RESONANCE IMAGING(MRI)
VT DI KAMAR BEDAH (JIKA TDK ADA USG)
PERNAH MENGALAMI PLASENTA PREVIA
BERESIKO MENJADI
PLACENTA ACCRETA
PLACENTA INCRETA
PLACENTA PERCRETA
MANAGEMEN TERAPI

CEGAH/ATASI SYOK DAN ANEMIA


TERMINASI KEHAMILAN TERGANTUNG PADA
KEADAAN UMUM (KU) IBU DAN KUALITAS
PERDARAHAN PERVAGINAM (P/V)

KU JANIN (UMUR KEHAMILAN, KEGAWATAN


JANIN)
UMUR KEHAMILAN < 37 MGG
KONDISI JANIN TANPA KEGAWATAN (FETAL
DISTRESS)
KONDISI IBU BAIK TANPA ANEMIA BERAT
PERDARAHAN PERVAGINAM SEDIKIT
TERMINASI DITUNDA UMUR KEHAMILAN 37
MGG (TERAPI EKSPEKTATIF)
UMUR KEHAMILAN < 37 MGG
PERDARAHAN P/V BANYAK
KEADAAN JANIN GAWAT ATAU MATI

TERMINASI KEHAMILAN
(TERAPI AKTIF)
UMUR KEHAMILAN 37 MGG
PERDARAHAN P/V MENETAP
KESELAMATAN IBU TERANCAM


TERMINASI KEHAMILAN
(TERAPI AKTIF)
CARA PERSALINAN
SELURUH KASUS PLASENTA PREVIA SEBAIKNYA
DITERMINASI DGN SEKSIOSESAREA

PROGNOSE
PROGNOSE IBU DAN JANIN LEBIH BAIK JIKA
TERSEDIA :

DARAH UTK TRANSFUSI


FASILITAS KAMAR BEDAH DAN
PERSONALIANYA
FASILITAS ANESTESIA DAN PERSONALIANYA.
FASILITAS PERINATOLOGI DAN PERSONALIANYA
SOLUSIO PLASENTA

NAMA LAIN :
PLACENTA ABRUPTION
ABRUPTIO PLACENTAE
ACCIDENTAL HEMORRHAGE
PREMATURE SEPARATION OF THE NORMALLY
IMPLANTED PLACENTA

LEPASNYA PLASENTA YG LETAKNYA


(IMPLANTASINYA) DI SEGMEN ATAS RAHIM
SEBELUM PERSALINAN (PD UMUR KEHAMILAN
20 MGG)
KLASIFIKASI KLINIS
PERDARAHAN DARI UTERUS MENGALIR
MELALUI KANALIS SERVIKALIS KEVAGINA
(SOLUSIO PLASENTA TIPE EXTERNAL
HAEMORRHAGE / REVEALED BLEEDING), TIPE INI
LEBIH SERING DITEMUI

PERDARAHAN DARI UTERUS, BEKUAN DARAH


MENUMPUK DI ANTARA PLASENTA DGN
MIOMETRIUM (RETROPLACENTER HEMATOOM) ;
(SOLUSIO PLASENTA TIPE CONCEALED
HEMORRHAGE), LEBIH BAHAYA KARENA TERJADI
KOAGULOPATI KOMSUMTIP, DAN DIAGNOSA
TERLAMBAT DITEGAKKAN
EPIDIOMELOGI
FREKUNSI KEJADIAN : 0,4 0,66% PERSALINAN
ANGKA KEMATIAN PERINATAL : 20 35%
ETIOLOGI PRIMER : BELUM DIKETAHUI
FAKTOR PREDISPOSISI / FAKTOR RESIKO :
INSIDEN MENINGKAT PADA :

HIPERTENSI DLM KEHAMILAN

KETUBAN PECAH DINI PD UMUR KEHAMILAN


< 37 MGG (PRETERM PREMATURELY RUPTURED
MEMBRANES).
TRAUMA EKSTERNAL
PEROKOK
PEMAKAI KOKAINE
MIOMA UTERI (RETROPLACENTAL MYOMAS)
BERTAMBAHNYA UMUR IBU HAMIL

DEFISIENSI ASAM FOLAT


RESIKO BERULANG (RECURRENT) PD
KEHAMILAN BERIKUTNYA (ANGKA REKURENSI)
1 DARI 6 25 KEHAMILAN YG PERNAH
MENGALAMINYA
PATOLOGI
AWALNYA TERJADI PERDARAHAN DESIDUA (ARTERI
SPIRALIS DESI DUA PECAH), TERBENTUK
HEMATOMA RETROPLASENTA.

PLASENTA MATERNAL ASPEK RUSAK DAN LEPAS


DARI DESIDUA BASALIS

HEMATOMA SEMAKIN LUAS DARAH MEREMBES


DIANTARA DESIDUA SELAPUT KETUBAN, DAN
DARAH MENGALIR KELUAR MELALUI KANALIS
SERVIKALIS (REVEALED BLEEDING).
DARAH YG MENEMBUS DIANTARA DESIDUA
SELAPUT KETUBAN, MERUSAK SELAPUT
KETUBAN, DARAH BERCAMPUR AIR KETUBAN

HEMATOMA RETROPLASENTA TIDAK MEREMBES


DARAH TIDAK MENGALIR KELUAR KE KANALIS
SERVIKALIS (CONCEALED BLEEDING), DARAH
MEREMBES KE MIOMETRIUM.

(UTERO PLACENTA APOPLEXY / COUVELAIRE


UTERUS). MERUSAK MIOMETRIUM, KONTRAKSI
UTERUS TERGANGGU, MENIMBULKAN POST
PARTUM HEMORRHARE.
HEMATOMA YG LUAS MENYEBABKAN KEMATIAN
JANIN
DIAGNOSA
DITEGAKKAN BERDASARKAN GEJALA KLINIS :

PERDARAHAN PERVAGINAM PD UMUR


KEHAMILAN > 20 MGG
NYERI PUNGGUNG (BACK PAIN)
GAWAT JANIN (FETAL DISTRESS)
KONTRAKSI UTERUS HIPERTONIK SERING
DISERTAI PEMBUKAAN SERVIK UTERI (INPARTU)
JANIN MATI (KJDK)
SYOK DAN ANEMIA
OLIGOURIA
KOAGULOPATI KONSUMTIP
KOAGULOPATI KONSUMTIP
HIPOFIBRINOGENEMA (KADAR FIBRINOGEN
PLASMA DARAH IBU < 100 MG/dL).
KADAR SERUM FIBRINOGEN FIBRIN
DEGRADATION PRODUCTS IBU > 100 g / mL.
TROMBOSITOPENIA (KADAR TROMBOSIT
PLASMA DARAH IBU < 100.000/L)
PROTROMBIN TIME MEMANJANG
PARTIAL TROMBOPLASTIN TIME MEMANJANG

CLOT OBERVATION TEST BEKUAN DARAH TDK


ADA
PEMERIKSAAN PENUNJANG
TRANSABDOMINAL USG MENGIDENTIFIKASI HEMATOMA
RETROPLASENTA SEKALIGUS MENDETEKSI KEADAAN
UMUM JANIN

CARDIOTOCOGRAPHY ( KARDIOTOKOGRAFI = KTG)


MENDETEKSI KEADAAN UMUM JANIN
MANAGEMEN TERAPI

PERBAIKAN KU (TRANSFUSI DARAH + CAIRAN


ELEKTROLIT)

SEGERA TERMINASI KEHAMILAN (MENGENDALIKAN


PERDARAHAN, MENYELAMATKAN IBU DAN MUDAH-
MUDAHAN JUGA MENYELAMATKAN JANIN)
PERDARAHAN PERVAGINAM SEDIKIT, KU IBU DAN
JANIN BAIK, TINDAKAN TERGANTUNG KEADAAN
JANIN (TANPA SYOK DAN TANPA ANEMIA)
JANIN IMMATUR (UMUR 20-26 MGG) TERMINASI DI
TUNDA DAN PENGAWASAN DIPERKETAT.
CARA PERSALINAN

PERSALINAN HARUS DIPERCEPAT PADA JANIN


GAWAT SEKSIOSESAREA
PERTIMBANGKAN PERSALINAN PERVAGINAM
PADA JANIN MATI DAN PADA KOAGULOPATI
KONSUMTIP
KOAGULOPATI KONSUMTIP DENGAN PPH
PERTIMBANGKAN HISTEREKTOMI SUBTOTAL
(SUPRASERVICAL).

PROGNOSE :
PROGNOSE IBU DAN JANIN BAIK JIKA TERSEDIA

DARAH UTK TRANSFUSI


FASILITAS KAMAR BEDAH DAN PERSALINANNYA
FASILITAS ANESTESIA DAN PERSONALIANYA
FASILITAS PERINATOLOGI DAN PERSONALIANYA