Anda di halaman 1dari 27

Sistem Kegawatdaruratan dan

Traumatologi
Modul 1 Syok Hipovolemik
Tutor : dr. Abdul Baktiansyah, Sp. OK
Kelompok 6
Ketua : Dzaki Murtadho 2014730023
Sekretaris : Amalia Grahani Prasetyo 2014730006
Anggota : Taufiq Zulyasman 2014730089
Mehdi Bennet 2014730026
Abraham Isnan 2014730001
Khilda Zakiyyah S 2014730047
Mutia Rahmawati 2014730066
Azkia Rizka Hakim 2014730014
Try Marzela Perdana Ayu 2014730092
Frylie Fremiati 2014730034
Ravena Maharawarman 2014730081
Anis Julianti 2014730010
Skenario

Laki-laki 31 tahun dengan riwayat memanjat tebing


dengan dua teman-teman di sebuah taman nasional 14
km jauhnya dari rumah sakit terdekat ketika ia tiba-tiba
kehilangan pijakan dan jatuh 10 m dari tanah. Terdapat
jejas di bagian depan dan luka terbuka yang luas di
atas paha bagian depan tepat di pangkal paha yang
berdarah-darah.
Kata atau Kalimat Sulit

-
Kata atau Kalimat Kunci

1. Laki-laki, 31 tahun
2. Riwayat jatuh 10 meter dari tanah
3. Luka terbuka yang luas diatas paha bagian depan
tepat di pangkal paha yang berdarah-darah
4. Rumah Sakit terdekat sejauh 14 km dari TKP
Data Tambahan
Kedua teman yang menyaksikan jatuhnya mengatakan bahwa ia
terjatuh hampir dalam posisi berdiri. Mereka juga mengatakan
bahwa kepalanya tidak tersentak saat slide. Korban sadar dan
orientasi baik serta bisa menggerakkan keempat ekstremitas
dengan mudah. Terdapat jejas bagian depan dan luka terbuka yang
luas diatas paha bagian depan tepat dibagian pangkal paha yang
berdarah-darah. Sudah dilakukan penekanan atau tourniket dan
memperlambat perdarahan. Kedua temannya menghubungi
ambulan dan 1 jam kemudian ambulan baru datang. Korban
dievakuasi ke RS dan dilakukan pemasangan infus dengan jarum
besar dan dengan cairan normal saline diberikan secara IV. Dalam
perjalanan pasien gelisah dan bingung.
Riwayat penyakit dahulu: korban dalam kondisi sehat sebelum
kecelakaan, tidak ada alergi, anemia, gangguan perdarahan ataupun
diabetes mellitus.
Pemeriksaan fisik:
Korban dalam kondisi letargic tetapi respon saat dirangsang nyeri.
Terdapat multiple abrasi diatas dagu, leher, dada anterior dan
abdomen. Terdapat luka terbuka luas sebesar 6 inci dan kedalaman
inci didaerah inguinal kanan yang meluas ke paha bagian depan.
Tourniket yang dipasang basah dengan darah. TB 175 cm dan BB 70 kg.

Tanda vital:
HR =112 (Supine) ; 128 (sitting)
BP = 108/60 (Supine) ; 92/52 (sitting)
RR = 32
Rectal temp = 98,4 F = 34,5 C
Kulit: panas dan dingin, kuku, palmar dan membran mukosa pucat.
Pulsasi nadi femoralis, radialis dan dorsalis pedis melemah dan
cepat, pupil simetris dan reaksi positif saat dirangsang cahaya.
Suara jantung regular, takikardi, tidak ada murmur. Paru-paru
normal, suara nafas normal tidak ada wheezing, perut jejas dan
laserasi. Terpasang urin kateter dan CVP (central venous pressure)
Pemeriksaan Laboratorium
Golongan darah A+

Hitung jenis total sel darah putih (WBC) = 7.400 Normal = 4.000 11.000
WBCs/mm3
Differential WBC count revealed 59% neutrofil Normal = 55 70%

Hematokrit = 46% Normal = 42 - 54%

Hemoglobin = 8 gm/dl Normal = 14-18 gm/dl

Sodium = 138 mEq/ L Normal = 136-145 mEq/L

Potassium = 5,1 mEq/L Normal = 3,5 5,1 mEq/L

Chloride = 104 mEq/L Normal = 96-106 mEq/L

BUN = 27 mg/dl Normal = 6 23 mg/dl

Creatinin = 1,9 mg/dl Normal = 0,7 1,5 mg/dl

Glukosa = 165 mg/dl Normal = 0,7 1,5 mg/dl


Pemeriksaan Laboratorium
SGPT = 41 IU/ L Normal = 0 33 IU/L

SGOT = 48 IU/L Normal = 0,41 IU/L

pH darah = 7,28 Normal = 7,35-7,45

pCO2 = 31 mmHg Normal = 40 mmHg

pO2 = 78 mmHg Normal = 90-100 mmHg

Hb O2 Saturation = 88% Normal = 94 100%

HCO3- = 14 mEq/L Normal = 22 26 mEq/L

Output urin pada 60 menit pertama 20 ml dengan warna kuning tua.

CVP antara 1-3 cm H2O (Normal = 5.5-13 cm H2O)

EKG = ST Depresi
Identifikasi masalah
1. Jelaskan definisi dan macam-macam syok!
2. Jelaskan penyebab dan patofisiologi syok!
3. Jelaskan derajat syok dan tanda gejala syok!
4. Jelaskan apa saja cairan resusitasi pada syok
5. Jelaskan bagaimana penanganan awal syok hipovolemik!
6. Jelaskan bagaimana cara memberikan tindakan lanjutan pada skenario!
7. Jelaskan bagaimana cara memonitor keberhasilan tatalaksana!
8. Jelaskan bagaimana cara menstabilisasi pemeriksaan syok hipovolemik
karena trauma!
9. Jelaskan bagaimana penanganan syok hipovolemik sesuai derajatnya!
10. Jelaskan bagaimana syarat-syarat melakukan transportasi pada skenario!
11. Jelaskan interpretasi data tambahan pada skenario!
12. Jelaskan bagaimana cara pemakaian obat-obatan darurat!
13. Jelaskan bagaimana cara melakukan diagnosis pada skenario!
14. Jelaskan komplikasi dari syok hipovolemik!
Definisi dan Macam-macam Syok
1. Syok Kardiogenik

2. Syok Anafilaktik

3. Syok Hipovolemik

4. Syok Neurogenik

5. Syok Sepsis
Etiologi
1. PERDARAHAN
Trauma: Fraktur pelvis, trauma tulang panjang
(trauma femur), trauma vascular, perdarahan
retroperitoneal, trauma organ padat.
Perdarahan saluran Cerna: Varises esophagus,
robekan Mallory-Weiss, esofaginitis, ulkus
peptic, IBD dan keganasan.
Vaskular: Aneurisma
Kehilangan melalui traktus reproduksi:
Keguguran, KET, plasenta previa dan keganasan.
2. DEHIDRASI atau kehilangan cairan (muntah diare,
asupan yang tidak memadai)
3. INTRAVASKULER (pankreatitis, syndrome nefrotik,
gangguan fungsi hati, infark usus)
Syok
Hipovolemik
Patofisiologi
Perfusi jaringan dan
oksigenasi yang
tidak adekuat

Berkurangnya
peningkatan
Vasokontriksi
curah jantung
volume dan Hipoperfusi
sirkulasi

Suplai oksigen ke
Takikardi Hipotensi
sel tidak adekuat

Metabolisme
anaerobik

Peningkatan
laktat & defisit
basa
DERAJAT/KELAS SYOK HIPOVOLEMIK
PARAMETER GOLONGAN 1 GOLONGAN 2 GOLONGAN 3 GOLONGAN 4

Kehilangan darah (mL) <1000 1000-1500 1500-2000 >2000

Kehilangan darah (%) <15 15-30 30-40 >40

Tekanan darah Normal Normal Menurun Menurun nyata

Tekanan nadi (mmHg) Normal Menurun Menurun Menurun nyata

Frekuensi pernapasan 14 - 20 20 30 30 40 > 40

Denyut nadi <100 > 100 >120 > 140

Produksi urin (mL/jam) >30 20-30 5-20 0-5

Status mental Normal Teragitasi Bingung Obtunded


Gejala dan tanda-tanda syok
Aliran darah Pernapasan cepat
Kulit dingin
(syok Denyut Jantung > 100
x/menit
Hipovolemik, Tekanan sistolik < 100 mmHg
syok Penurunan kesadaran
Oliguria
kardiogenik)
SYOK
Vasodilatasi Pernapasan cepat
Kulit hangat
Syok Denyut Jantung > 100
x/menit
anafilaktik, Tekanan sistolik < 100 mmHg
syok, syok Penurunan kesadaran
Oliguria
septik
Penatalaksanaan awal kasus skenario
Pre-Hospital
Melihat keadaan sekitar
apakah berbahaya?
D Danger Contoh: adakah aliran
listrik, ditengah kobaran
Untuk kasus
apisyokrespon
hipovolemik:
R Respon Melihat si pasien.
Setelah ABC clear
Buka jalan nafas
Lakukan peninggian
Memeriksa tungkai sekitar
ada/tidaknya
8-12 inchi
sumbatan jalan nafas
A Airway Cegah hipotermi (misal: memakaikan
Kontrol servical (cervical
selimut.
Periksa
spine control)- untuk
pernafasan
Periksamelihat
kembaliada pernafasan,
tidaknya nadi,
B Breathing Kontrol perdarahan
korban
suhu tubuh setiap
( hemorrhage
5 menit sampai
trauma cervical.
control)
bantuaneg:medis
1. Volume
beridarah
nafas
tibadanbuatan
cardiac
C Circulation Panggiloutputt
bantuan medistingkat
( menilai
kesadaran, warna kulit, nadi)
2. Perdarahan: apakah ada
perdarahan luar atau dalam?
Hospital

A Airway Menjaga airway

B Breathing Kontrol perdarahan (


Menjaga pernafasa.
hemorrhage control)
1. Volume darah dan cardiac
C Circulation outputt (tingkat kesadaran,
Status neurologis
warna kulit, nadi)
1. GCS.
2. Perdarahan: apakah ada
2. Ukuran dan reaksi pupil.
D Disability pendarahan dalam?
3. Tanda-tanda lateralisasi
dan
Menjaga
4. Tingkatpasien
cederanagar tidak
spinal.
E Exposure hipotermi
Untuk mengurangi distensi
Dilatasi Lambung-Dekompresi lambung dan mengurangi
Memudahkanmuntah.
kemungkinan penilaian
urin akan adanya
Pemasagan kateter urin hematuria dan evaluasi
dari perfusi ginjal dengan
memantau produksi urin.
Akses Pembuluh
Terapi Awal Cairan
Darah
In-take darah diberikan Riger
Laktat (RL)
NaCl 0.9% (efek
samping: asidosis
hiperkhloremik, jika
fungsi ginjal kurang
baik)
cairan kristaloid
TINDAKAN LANJUT APABILA TERJADI KEGAGALAN PADA
TINDAKAN AWAL SYOK HIPOVOLEMIK

Tindakan lanjut untuk pasien ditentukan melalui


responnya terhadap resusitasi cairan awal

Pasien merespon cepat dengan pemberian cairan


Respon awal, dan bolus cairan dapat diturunkan perlahan
Cepat Tetap perlu konsultasi

Pasien membaik setelah diberi cairan awal, namun


ketika pemberian dikurangi, keadaan pasien kembali
Respon memburuk
Sementara Pemberian cairan diteruskan
Transfusi darah dengan tipe spesifik (ABO dan Rh)

Tanpa Pasien tidak merespon stelah pemberian cairan


awal
respon Perlua tindakan operasi segera
Monitoring Tatalaksana Syok Hipovolemik

Keadaan Keseimbangan Produksi


Umum Asam/Basa Urine
Sistem Transportasi
Transportasi Transportasi darat : ambulance, pick up,
truck, gerobak, dll.
Do not further
Transportasi udara : pesawat terbang,
harm dan helicopter.
Transportasi air : kapal.
Yang harus di monitor selama Tanda vital dan pulse oximetry
perjalanan Kesadaran
Daerah perlukaan
Menjaga komunikasi dengan dokter dan
RS yang dituju
Syarat melakukan rujukan
1. Airway Pasang airway atau intubasi jika perlu
Suction bila perlu
Pasang NGT untuk mencegah aspirasi

2. Breathing Tentukan frekuensi napas dan berikan suplemen oksigen


Berikan ventilasi mekanik jika diperlukan
Pasang chest tube jika diperlukan

3. Circulation Kontrol pendarahan eksternal


Pasang dua akses vena danmulai berikan cairan kristaloid
Pasang kateter urin untuk monitor output urin
Monitor irama dan denyut jantung

4. Telah tersedia transportasi yang memadai


5. Tempat rujukan yang dituju sudah diberitahu, sehingga team emergency
rumahsakit yang dituju telah siap
Analisa Data Tambahan
No Hasil Normal
Laboratorium

Hemoglobin 8,0 mg/dl 14-18 mg/dl Tanda Tanda


adanya
kerusakan pada
BUN 27 mg/dl 6-23 mg/dl
Ginjal.

Creatinine 104 mEq/L 96-106


mEq/L

Glucose 165 mg/dl 70-160


mg/dl

SGPT 41 IU/L 0-33 IU/L


Analisa Data Tambahan
No Hasil Normal
Laboratorium Curiga terhadap
gangguan
Blood PH 7.28 7.35 7.45 keseimbangan
metabolic nya. Contoh
Alkalosis respiratorik

pCO2 31 mmHg 40 mmHg


pO2 78 mmHg 90-100 mmHg

Hipoksemia.
Bisa juga O2 Saturation 88% 94-100%
karena anemia

HCO3 14 mEq/L 22-26 mEq/L


KOMPLIKASI SYOK
RESPIRASI RENAL GIT HEMATOLOGI MULTI ORGAN

Meningkatnya Kerusakan Kerusakan DIC MODS (Multiple


RR dan ringan bila mukosa oleh (Disseminated Organ
hipoksemia iskemia <15-20 karena iskemia Intravaskular Dysfunction
Meningkatnya menit Luka mukosa Coagulation) Syndrome)
permeabilitas Nekrosis tubular lambung,
kapiler paru ginjal duodenum
terhadap air dan Oleh karena dalam beberapa
protein plasma iskemia jam
ADRS Biasanya Perdarahan dari
reversible luka 2-10 hari
setelah Translokasi
beberapa bakteri dari GIT
minggu bulan ke pembuluh
Gagal ginjal akut darah
KESIMPULAN
Berdasarkan skenario dan data
tambahan, kelompok kami mendiagnosis bahwa
pasien mengalami syok hipovolemik akibat
perdarahan pada trauma, maka tindakan awal /
pre hospital (DR-ABC) sangat penting untuk
menolong pasien dan sarana transportasi yang
memadai juga penting untuk mobilisasi pasien.
Sangat dibutuhkan penatalaksanaan
kegawatdaruratan yang cepat dan tepat agar
dapat menyelamatkan nyawa pasien.
Referensi
Advance Trauma Life Support edisi 9
Baron BJ, Scalea TM. Acute blood loss. EmergMed Clin
North America 1996; 14:35-55
C. M Jeffrey, K. Scott. Master Plan Kedaruratan Meedik.
Binarupa Aksara: Tangerang Selatan
Greenberg, Michael I Ect. Teks-Atlas Kedokteran
Kedaruratan jilid 1. Penerbit Erlangga : Jakarta
IEMED PAPDI 1 Kegawatdaruratan Penyakit Dalam
IPD Jilid 3 hal 4126
__. 2014. Buku panduan BT & CLS basic trauma and cardiac
life support. Jakarta. RS islam jakarta pondok kopi
Stone, Keith C. 2004. Current Emergency Diagnosis and
Treatment. 5th Ed. United States Of America: The McGraw
Hill inc.