Anda di halaman 1dari 18

coy

Kapasitas Aerobik

Kapasitas aerobik adalah suatu kerja yang di laksanakan secara terus


menerus selama mungkin, suatu kerja otot yang agak bersifat umum, dalam
kondisi aerobik (Soebroto,1975:19). Olahraga yang kita lakukan ada kalanya
menggunakan sistem energi yang bersifat aerobik dan anaerobik. Aerobik
merupakan suatu sistem latihan untuk mencapai peningkatan kesegaran
jasmani. Jenis latihan aerobik apabila dijalankan dengan benar dan teratur,
akan banyak sekali pengaruhnya terhadap perkembangan tubuh manusia.
Menurut Junusul Hairy (1989 : 176) daya tahan pada banyak
kegiatan seperti sepak bola, bola basket, lari jarak jauh, renang,
bersepeda dan sebagainya, dibatasi oleh kapasitas sistem sirkulasi
(jantung, pembuluh darah, dan darah) dan sistem respirasi (paru)
untuk menyampaikan oksigen ke otot otot tersebut, kegiatan
semacam itu dikategorikan sebagai daya tahan kardiovaskuler
atau daya tahan aerobik.

Junusul Hairy (1989 : 186) juga menyatakan bahwa istilah maximal


oxygen consumtion, maksimal oxygen uptake, dan maksimal
aerobik power mempunyai pengertian yang sama, yang
menunjukan perbedaan yang terbesar antara oksigen yang
dihisap masuk kedalam paru dan oksigen yang dihembuskan keluar
paru.
Menurut Sudarno ( 1992 : 7 - 8 ) Kapasitas aerobik maksimal (VO2 max)
adalah kemampuan atau kapasitas seseorang untuk menggunakan
oksigen sebanyak banyaknya dan merupakan indikator tingkat
kesegaran jasmani seseorang.
VO2 max adalah volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh
manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Semakin banyak
oksigen yang diasup/diserap oleh tubuh menunjukkan semakin baik
kinerja otot dalam bekerja sehingga zat sisa-sisa yang menyebabkan
kelelahan jumlahnya akan semakin sedikit.
VO2Max diukur dalam banyaknya oksigen dalam liter per menit (l/min)
atau banyaknya oksigen dalam mililiter per berat badan dalam
kilogram per menit (ml/kg/min). Tentu, semakin tinggi VO2 max,
seorang atlet yang bersangkutan juga akan memiliki daya tahan dan
stamina yang istimewa.
Menurut Kathleen Liwijaya Kuntaraf dan Jonathan Kuntaraf (1992 : 34
35) Kedayagunaan tubuh dalam menggunakan oksigen pada saat
melakukan pekerjaaan, misalnya olahraga, otot harus menghasilkan
energi satu proses dimana oksigen memegang peranan penting. Lebih
banyak oksigen digunakan berarti lebih besar kapasitas untuk
menghasilkan energi dan kerja yang berarti daya tahan anda lebih
besar. Mereka yang mempunyai VO2 max yang tinggi dapat
melakukan lebih banyak pekerjaan sebelum menjadi lelah,
dibandingkan dengan mereka yang mempunyai VO2 max rendah.
Lebih sehat dan lebih tinggi kesegaran jasmani, maka lebih banyak
oksigen dalam tubuh yang dapat diproseskan. Sementara kita berlatih
paru paru didalam tubuh kita akan dapat mengambil lebih banyak
oksigen, yang berarti peredaran darah akan menjadi lebih baik.
Dengan demikian mereka yang mempunyai VO2 tinggi adalah orang
yang mempunyai kesegaran jasmani, sedangkan yang mempunyai
VO2 yang rendah, tidak mempunyai kesegaran jasmani.
Endurance

kemampuan seseorang melaksanakan gerak dengan seluruh


tubuhnya dalam waktu yang cukup lama dan dengan tempo sedang
sampai cepat, tanpa mengalami rasa sakit dan kelelahan berat (M.
Sajoto, 1995:121).
Endurance menyatakan keadaan yang menekankan pada kapasitas
melakukan kerja secara terus menerus dalam suasana aerobik. Jadi
dapat berlaku bagi seluruh tubuh, suatu sistem dalam tubuh, daerah
tertentu dan sebagainya.
Maximal Aerobik Power dapat dikatakan penentu yang penting pada
olahraga ketahanan (endurance). Hasil beberapa penelitian
menunjukkan bahwa olahragawan yang sukses dalam nomor
endurance secara tetap menunjukkan nilai VO2 Max yang tinggi. Nilai
VO2 Max tertinggi dicapai pada olahraga yang memerlukan
penggunaan energi yang relatif sangat besar dalam jangka waktu
yang lama.
Untuk orang awam, atlet maupun seorang pelatih yang ingin
meningkatkan daya tahan (endurance) harus mengetahui bahwa
yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan daya tahan sistem
kardiovaskuler. Dengan sistem kardiovaskuler yang baik, maka
kebutuhan biologis tubuh pada waktu kerja akan lancar. Kelancaran
tersebut dimungkinkan apabila alat-alat peredaran darah yang
mengalirkan darah sebagai media penghantar untuk memberikan zat-
zat makanan dan oksigen yang diperlukan jaringan tubuh, dapat
menjalankan fungsinya dengan sempurna.
Setiap sel membutuhkan oksigen untuk mengubah energi makanan
menjadi ATP (Adenosine Triphosphate) yang siap pakai untuk kerja tiap
sel yang paling sedikit mengkonsumsi oksigen adalah otot dalam
keadaan istrahat. Sel otot yang berkontraksi membutuhkan banyak
ATP. Akibatnya otot yang dipakai dalam latihan membutuhkan lebih
banyak oksigen. Latihan yang meningkatkan persediaan ATP-PC
dalam otot, peningkatan kadar glikogen maupun peningkatan nilai
ambang anaerobik dengan cara pembentukan asam laktat yang
lebih sedikit pada beban yang sama maupun ketahanan terhadap
keasaman yang disebabkan asam laktat. (Soekarman, 1987: 49).

VO2max adalah grafik atau ikhtiar yang memberikan fakta tentang


hal-hal khusus pada kapasitas aerobic maksimal (VO2max) adalah
tempo tercepat dimana seseorang menggunakan O2 selama
olahraga (Russel R.Pate, 1993:255).

Cooper Test (Lari 2,4 KM)


a. Kegunaan
Pengukuran kesegaran jasmani dilakukan dengan menggunakan
tes lari 2,4 km (Cooper) tujuannya untuk mengetahui daya tahan
kerja jantung dan pernapasan.
b. Prosedur Pelaksanaan Cooper Test
1) Atlet berlari menempuh jarak yang telah ditentukan, yaitu 2,4 km.
2) Alat pengukur waktu dimatikan pada saat tubuh atlet melewati
garis akhir.
3) Waktu diambil sampai dengan persepuluh detik (0,1 detik) atau
perseratus detik (0,01 detik)
Laki-Laki
Kelompok Umur dalam Tahun
Katagori
13 19 20 29 30 39 40 49 50 59 60 ke atas
Sangat kurang > 15,31 > - 16,01 > - 16,31 > - 17,31 > - 19,01 > - 20,00

Kurang 12,11-15,30 14,01-16,00 14,64-16,30 15,36-17,30 17,01-19,00 19,01-20,00

Sedang 10,49-12,10 12,01-14,00 12,31-14,45 13,01-15-35 14,31-17,00 16,16-19,00

Baik 09,41-09,48 10,46-12,00 11,01-12,30 11,31-13,00 12,31-14,30 14,15-16,15

Baik sekali 08,37-09,40 09,45-10,45 10,00-11,00 10,30-11,30 11,00-12,30 11,15-13,59

Baik sekali dan terlatih < - 08,37 < - 09,45 < - 10,00 < - 10,30 < - 11,00 < - 11,15

Perempua
n Kelompok Umur dalam Tahun
Katagori
13 19 20 29 30 39 40 49 50 59 60 ke atas
Sangat kurang > 18,31 > - 19,01 > - 19,31 > - 20,01 > - 20,31 > - 21,01

Kurang 16,55-18,30 18,31-19,00 19,01-19,30 19,31-20,00 20,01-20,30 20,31-21,00

Sedang 14,31-16,54 15,55-18,30 16,31-19,00 17,31-19,30 19,01-20,00 19,31-20,30

Baik 12,30-14,30 13,31-15,54 14,31-16,30 15,56-17,00 16,31-19,00 17,31-19,30

Baik sekali 11,50-12,29 12,30-13,30 13,00-14,30 13,45-15,55 14,30-16,30 16,30-17,30

Baik sekali dan terlatih < -11,50 < - 12,30 < - 13,00 < - 13,45 < - 14,30 < - 16,30
Balke Test (Lari 15 menit)
a. Kegunaan
Hasil tes jenis ini dapat menunjukkan prosentase penggunaan O2 dalam kerja maksimal; atau
dengan kata lain hasil tes ini dapat memprediksi berapa banyak seseorang memerlukan oksigen
untuk melakukan kerja maksimal. Untuk mengukur kapasitas aerobik maksimal (VO2max), dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1) (tes balke) dengan lari 15 menit untuk mengetahui daya tahan kerja jantung dan
pernapasan;
2) (tes bleep) untuk mengetahui kemampuan maksimal kerja jantung dan paruparu.

b. Prosedur Pelaksanaan Tes Balke


1. Atlet siap berdiri di belakang garis start.
2. Begitu bendera start dikibaskan, pencatat waktu dinyalakan dan atlet lari secepat mungkin
selama 15 menit.
3. Jarak yang dapat ditempuh selama 15 menit dicatat oleh petugas.
Latihan Sirkuit (Circuit Training)

Pengertian latihan Bompa (1994: 3) latihan merupakan suatu kegiatan


olahraga yang sistematis dalam waktu yang panjang, ditingkatkan
secara bertahap dan perorangan, bertujuan membentuk manusia
yang berfungsi fisiologis dan psikologisnya untuk memenuhi tuntutan
tugas. Menurut pendapat Fox (1993: 693) bahwa latihan adalah suatu
program latihan fisik untuk mengembangkan seorang atlit dalam
menghadapi pertandingan penting. Peningkatan kemampuan
ketrampilan dan kapasitas energi diperhatikan sama.
Dosis latihan
Penentuan dosis latihan adalah menetapkan tentang ukuran beban latihan yang
harus dilakukan oleh atlet untuk jangka waktu tertentu. Ada dua bentuk dosis
latihan yaitu dosis ekternal dan dosis internal.
Beban latihan dapat dikatakan sebagai dosis latihan fisik. Yang dimaksud dosis
latihan antara lain:
a) Intensitas latihan dapat diartikan sebagai kualitas beban (ringan, sedang, berat
atau low moderate, sub maximal, maximal, super maximal).
b) Frekuensi latihan merupakan jumlah kejadian/ ulangan.
c) Durasi latihan diartikan sebagai lamanya latihan dilaksanakan. Durasi latihan
juga akan mempengaruhi perubahan adaptasi tubuh.
d) Jenis latihan atau bentuk latihan. Yang dimaksud jenis adalah karakteristik
latihan dari intensitas, frekuensi dan durasi latihan (Fox, 1993).
Daya Tahan Aerobik

Olahraga aerobik (dengan oksigen) melibatkan kelompok-


kelompok otot besar dan dilakukan dengan intensitas yang cukup
rendah serta dalam waktu yang cukup lama, sehingga sumber-
sumber bahan bakar dapat diubah menjadi ATP dengan
menggunakan siklus asam sitrat sebagai jalur metabolisme
predominan. Olahraga aerobik dapat dipertahankan dari lima belas
sampai dua puluh menit hingga beberapa jam dalam sekali latihan.
(Sherwood, 2001: 34).
Menurut M. Sajoto (1995: 8) daya tahan aerobik adalah satu
kesatuan utuh dari komponen-komponen kondisi fisik yang tidak dapat
dipisahkan, baik peningkatan maupun pemeliharaannya. Artinya
dalam meningkatakan kondisi fisik seluruh komponen harus
dikembangkan walaupun dilakukan dengan sistem prioritas sesuai
keadaan atau status yang dibutuhkan.
Komponen-komponen kondisi fisik

a.Kekuatan (strength)
b. Daya tahan (endurance)
c. Daya otot (muscular power)
d. Kecepatan (speed)
e. Daya lentur (flexibility)
f. Kelincahan (agility)
g. Koordinasi (coordination)
h. Keseimbangan (balance)
i. Ketepatan (accuracy)
j. Reaksi (reaction)
Hubungan Latihan Daya Tahan
Aerobik dengan VO2 Max