Anda di halaman 1dari 23

REFERAT

DIABETES MELITUS TIPE II

PEMBIMBING :
KOMBES POL DR. DASRIL NIZAM, SP.PD-KGEH, FINASIM

OLEH :
DEWA AYU BULAN NABILA
ANATOMI PANKREAS
FISIOLOGI PANKREAS
1. Fungsi endokrin
sel alfa glukagon (merangsang hati untuk mengubah glikogen glukosa
(glikogenolisis) dan meningkatkan penggunaan lemak dan asam amino untuk
produksi energi.)
sel beta insulin (menurunkan kadar glukosa darah dengan meningkatkan
penggunaan glukosa untuk produksi energy)
2. Fungsi eksokrin
pankreatik amilase (karbohidrat maltose)
Lipase (lemak teremulsi asam lemak dan glliserol)
Tripsinogen (polipeptida asam amino rantai pendek)
bikarbonat (netralisasi HCl lambung)
DIABETES MELITUS
TIPE II
DEFINISI

penyakit atau gangguan metabolisme yang ditandai dengan


tingginya kadar gula darah akibat insufisiensi fungsi insulin.
Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau
defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar
pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh
terhadap insulin
DM tipe ini terjadi hiperinsulinemia tetapi insulin tidak bisa
membawa glukosa masuk ke dalam jaringan karena terjadi resistensi
insulin, pada akhirnya mengakibatkan berkurangnya sekresi insulin
pada adanya glukosa sehingga sel beta pankreas akan
mengalami desensitisasi terhadap adanya glukosa.
MANIFESTASI KLINIK

Keluhan klasik DM
Poliuria Polidipsia Polifagia Berat badan
turun

Keluhan Lain
Badan Kesemutan Gatal Mata Disfungsi Pruritus
Lemah Kabur ereksi pada vulvae pada
pria wanita
KRITERIA DIAGNOSIS DM

1. Gejala klasik DM + glukosa plasma sewaktu 200 mg/dL (11,1


mmol/L)

2. Gejala klasik DM + Kadar glukosa plasma puasa 126 mg/dL (7.0


mmol/L)

3. Kadar gula plasma 2 jam pada TTGO 200 mg/dL (11,1 mmol/L)

4. HbA1c (>6.5%)
KRITERIA GANGGUAN TOLERANSI GLUKOSA

Apabila hasil pemeriksaan tidak memenuhi kriteria normal atau DM,


maka dapat digolongkan pada gangguan toleransi glukosa

1. GDPT ditegakkan bila GDP antara 100-125 mg/dL (5,6-6,9 mmol/L)


dan pemeriksaan TTGO gula darah 2 jam < 140 mg/dL.
2. TGT ditegakkan bila pemeriksaan TTGO didapatkan glukosa plasma
2 jam setelah beban antara 140 199 mg/dL (7,8-11,0 mmol/L)
LANGKAH DIAGNOSTIK
DM DAN GANGGUAN
TOLERANSI GLUKOSA
PEMERIKSAAN PENYARING

Bertujuan untuk mengidentifikasi mereka yang tidak bergejala namun mempunyai resiko DM

Pemeriksaan penyaring dikerjakan pada kelompok dengan salah satu resiko DM:
a) Usia >45 tahun.
b) Berat badan lebih : BBR> 110% BB idaman atau IMT > 23 kg/m2.
c) Hipertensi ( 140/90 mmHg).
d) Riwayat DM dalam garis ketunan.
e) Riwayat abortus berulang, melahirkan bayi cacat atau BB lahir bayi >4000 gram.
f) Kolestrol HDL 35 mg/dl dan atau triglisera 250 mg/dl.
TATALAKSANA - 4 pilar penatalaksanaan DM

Intervensi
Terapi Gizi Latihan
Edukasi Farmakol
Medis Jasmani
ogis
Edukasi

Tujuan dari edukasi diabetes adalah mendukung usaha pasien


penyandang diabetes untuk mengerti perjalanan alami penyakitnya
dan pengelolaannya.

Edukasi pada penyandang diabetes meliputi pemantauan glukosa


mandiri, perawatan kaki, ketaatan pengunaan obat-obatan,
berhenti merokok, meningkatkan aktifitas fisik, dan mengurangi
asupan kalori dan diet tinggi lemak.
Terapi Gizi Medis karbohidrat
45%-65%
Pemanis
alternative
lemak 20%- aman bila
25% tidak melebihi
accepted daily
3 porsi besar: intake
Pagi (20%), siang
(30%), sore (25&)
2-3 porsi ringan
(10-15%)
protein 10%- serat sekitar
20%, 25g/hari

Natrium
kurang dari 3g
Terapi Gizi Medis rumus Brocca

Berat Badan Idaman : (TB cm - 100) -10%


Kebutuhan Basal:
Laki-laki = BB idaman (kg) x 30 kal
Perempuan = BB idaman (kg) x 25 kal

Koreksi atau penyesuaian:


Umur diatas 40 tahun : -5% Berat badan gemuk : -20%
Aktivitas ringan : +10% Berat badan lebih : -10%
Aktifitas sedang : +20% Berat badan kurus : +10%
Aktifitas berat : +30%
Latihan Jasmani

teratur 3-4 kali seminggu, masing-masing selama kurang lebih 30 menit.


Latihan jasmani dianjurkan yang bersifat aerobic seperti berjalan santai,
jogging, bersepeda dan berenang.
Jangan olah raga bila gula darah >250 mg/dL
Target denyut nadi saat olahraga :
60% (220-umur) sampai dengan 70% (220-umur)
OBAT EFEK SAMPING CONTOH
Pemicu sekresi insulin
Sulfonilurea BB, hipoglikemia Glibenclamide,
Glimepiride
Glinid Repaglinid
Peningkat sensitivitas insulin
Intervensi Biguanid Dispepsia, diare, asidosis laktat Metformin
Farmakologis
Tiazolidindion edema Rosiglitazone,
Pioglitazone
OBAT
Penghambat glukoneogenesis
HIPOGLIKEMIK
Biguanid Dispepsia, diare, asidosis laktat
ORAL (OHO) (Metformin).
Penghambat glukosidase alfa (menghambat absorbs glukosa)
Acarbose Kembung, flatulens Acarbose

Inhibitor DPP-4 Sitagliptin


Analogue GLP-1 (rangsang insulin, hambat glucagon) Exanatide
a. Insulin kerja cepat/ rapid = NovoRapid
Intervensi b. Insulin kerja pendek/ short = Actrapid NovoLet
Farmakologis
c. Insulin kerja menengah/ intermediate = Insulatard NovoLet
d. Insulin kerja panjang/ long = Lantus
INSULIN
e. Insulin campuran tetap
Target glukosa darah dewasa dengan diabetes:

HbA1c <7.0%

Gula Darah Puasa Kapiler 80-130 mg/dL

Gula Darah Post Prandial Kapiler <180 mg/dL


KOMPLIKASI

Akut Kronik

Ketoasidosis Metabolik Makroangiopati


Hiperosmolar non ketotik (pembuluh darah jantung,
Hipoglikemia perifer, otak)
Mikroangiopati (retinopati
dan nefropati diabetic)
Neuropati perifer ulkus
kaki
TERIMA KASIH