Anda di halaman 1dari 49

KELAINAN KELOPAK

Nama : Ni Putu Dea Pawitri Handayani


Stambuk : N 111 14 010
Pembimbing Klinik : dr. Frangky B, Sp.M

DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2016
KELOPAK MATA
Kelopak mata merupakan alat menutup mata.
Kelopak atau palpebra berfungsi:
Melindungi bola mata.
Mengeluarkan sekresi kelenjar yang membentuk air mata di
depan kornea.
Kelopak mempunyai lapis kulit yang tipis pada bagian
depan sedangkan di bagian belakang ditutupi selaput lendir
tarsus yang disebut konjungtiva tarsal.
Gangguan penutupan kelopak akan mengakibatkan
keringnya permukaan mata sehingga terjadi keratitis.
Bagian-bagian kelopak mata
Kelenjar sebasea, kelenjar Moll atau kelenjar
keringat, kelenjar Zeis pada pangkal rambut dan
kelenjar Meibom pada tarsus.
M. Orbikularis okuli
M.Levator palpebra
Septum orbita
INFEKSI KELOPAK MATA
Infeksi Kelopak atau Blefaritis
Definisi
Blefaritis merupakan radang yang sering
terjadi pada kelopak dan tepi kelopak mata
Etiologi
Infeksi: Streptococcus alfa atau beta,
Pneumococcus, Pseudomonas
Alergi: debu, asap, bahan kimia iritatif, bahan
kosmetik
Gejala umum
Kelopak mata merah, bengkak, sakit,
eksudat lengket, epifora
Blefaritis Bakterial
Infeksi bakterial pada kelopak mata
Penyebab: Streptococcus
Penanganan: antibiotik lokal (bacitracin)
Blefaritis Superfisial
Penyebab: Staphylococcus
Penanganan:
Sebelum pemberian antibiotik, krusta diangkat dengan kapas
basah
salep antibiotik (sulfasetamid dan sulfisoksazol)
Blefaritis Seboroik
Biasanya terjadi pada laki-laki usia lanjut
Tanda & gejala:
keluhan mata kotor, panas dan rasa
kelilipan
Sekret yang keluar dari kelenjar Meibom
Air mata berbusa pada kantus lateral
Hiperemia dan hipertrofi papil pada
konjungtiva
Pengobatan:
Pembersihan dengan kapas lidi hangat
Salep sulfonamid (keratolitik)
Tetrasiklin oral 4x250 mg
Blefaritis Skuamosa
Blefaritis yang disertai terdapatnya skuama
atau krusta pada pangkal bulu mata yang
bila dikupas tidak mengakibatkan
terjadinya luka kulit.
Peradangan tepi kelopak terutama
mengenai kelenjar kulit di area akar bulu
mata.
Tanda & gejala
Terasa panas dan gatal
Sisik halus dan penebalan margo palpebra
disertai madarosis
Sisik mudah dikupas tanpa mengakibatkan
perdarahan
Penanganan
Membersihkan tepi kelopak dengan sampo
bayi
Blefaritis ulseratif
Peradangan tepi kelopak disertai
tukak/ulser
Penyebab: Staphylococcus
Tanda & gejala
Keropeng berwarna kekuningan yang
bila diangkat akan terlihat ulkus kecil &
mengeluarkan darah di sekitar bulu
mata
Skuama kering dan keras, bila diangkat
akan luka disertai perdarahan
Penanganan
Memperbaiki higiene yang baik
Sulfasetamid, gentamisin atau basitrasin
Blefaritis angularis
Infeksi pada tepi kelopak di sudut kelopak mata atau
kantus.
Mengenai sudut kelopak mata (kantus eksternus dan
internus) mengakibatkan gangguan fungsi pungtum
lakrimal.
Penyebab: Staphylococcus aureus
Penanganan
Sulfasetamid, tetrasiklin
Meibomianitis
Infeksi pada kelenjar Meibom yang mengakibatkan
tanda peradangan lokal pada kelenjar tersebut.
Penanganan
Kompres hangat
Penekanan dan pengeluaran nanah
Antibiotik lokal
Hordeolum
Peradangan supuratif kelenjar kelopak mata
Penyebab: Staphylococcus
Hordeolum internum: infeksi kelenjar Meibom di dalam tarsus
Hordeolum eksternum: infeksi kelenjar Zeis atau Moll
Tanda & gejala:
Hordeolum internum: penonjolan ke area
konjungtiva tarsal
Hordeolum eksternum: penonjolan ke
area kulit kelopak, nanah dapat keluar
dari pangkal rambut
Kelopak bengkak dengan rasa sakit dan
mengganjal, merah dan nyeri bila ditekan
Hordeolum internum biasanya berukuran
lebih besar dari hordeolum eksternum
Penanganan:
kompres hangat 3x sehari selama 10
menit sampai nanah keluar
Antibiotik
Kalazion
Peradangan granulomatosa kelenjar Meibom yang
tersumbat
Penyumbatan kelenjar Meibom dengan infeksi ringan
mengakibatkan peradangan kronis kelenjar tersebut
Tanda & gejala
Benjolan pada kelopak mata
Tidak hiperemia
Tidak nyeri tekan
Ada pseudoptosis
Penanganan
Kompres hangat
Antibiotik
Blefaritis Virus
Herpes Zoster
Herpes Simpleks
Moluskum kontagiosum
Herpes Zoster
Tanda dan gejala
Rasa sakit pada daerah yang terkena
Demam
Tampak vesikel pada kelopak mata dan infiltrat pada kornea bila
mata terkena
Lesi vesikel pada cabang oftalmik saraf trigeminus superfisial
Penanganan
Steroid sistemik
Analgesik
Herpes Simpleks
Tanda & gejala
Vesikel kecil dikelilingi eritema pada kelopak mata (dapat
disertai keadaan yang sama pada bibir)
Krusta kuning basah pada tepi bulu mata
Penanganan
Asiklovir
Moluskum kontagiosum
Tanda & gejala
Benjolan dengan penggaungan di tengah yang biasanya terletak
di tepi kelopak
Konjungtivitis
Penanganan
Ekstirpasi
Antibiotik lokal (mencegah infeksi sekunder)
Alergi Kelopak
Dermatitis kontak
Penyebab: bahan yang kontak dengan kelopak
mata
Penanganan:
Pembersihan kelopak mata dengan larutan garam
fisiologik
Salep steroid

Blefaritis urtikaria
Urtikaria pada kelopak mata akibat masuknya zat
kimia atau bahan makanan
Penanganan
Steroid
Antihistamin
DEFORMITAS KELOPAK MATA
Entropion
Keadaan melipatnya kelopak
mata bagian tepi atau margo
palpebra ke arah dalam
sehingga bulu mata
menggesek jaringan
konjungtiva dan kornea
Penyebab:
Terbentuknya jaringan pada
trakoma
Akibat mekanik
Spasme otot orbikular
Penanganan
Tarsotomi
Ektropion
Kelainan posisi kelopak mata dimana
tepi kelopak mata mengarah keluar
sehingga bagian dalam kelopak mata
atau konjungtiva tarsal menghadap
keluar.
Penyebab: kelainan kongenital,
paralitik, spasme, atonik, senil,
mekanik dan sikatrik
Tanda dan gejala:
Epifora
Mata merah
Inflamasi
Penanganan
Bedah plastik
Koloboma kelopak
Penyebab: kelainan kongenital
Tanda & gejala:
Tampak celah kelopak pada bagian tengah setengah nasal atas
Kadang ada jaringan menghubungkan koloboma dengan kelopak
Penanganan
Bedah
Lagoftalmos
Keadaan kelopak mata tidak dapat menutup bola mata dengan
sempurna
Mengakibatkan trauma konjungtiva dan kornea
Penyebab:
Sikatrik, ektropion, paralisis m.orbikularis okuli, tumor retrobulbar
Penanganan
Air mata buatan
Lensa kontak (mempertahankan air mata di permukaan kornea)
Blefarorafi (mendekatkan kelopak mata atas dan bawah)
Ptosis
Keadaan dimana kelopak mata atas tidak dapat diangkat
atau terbuka sehingga celah kelopak mata menjadi lebih
kecil dibanding normal
Penyebab:
Kelainan M. levator palpebra
Lumpuhnya N.III
Penanganan
Bedah (memperpendek m.levator palpebra sehingga tarsus
terangkat)
Pseudoptosis
Kelainan pada kelopak sehingga
kelopak tidak mudah bergerak
Mengakibatkan tertutupnya bola
mata oleh kelopak
Penyebab: hordeolum, kalazion,
tumor kelopak mata.
Penanganan: menghilangkan
penyebab pseudoptosis
Trikiasis
Bulu mata mengarah ke bola mata
yang akan menggesek kornea/
konjungtiva
Tanda & gejala
Konjungtiva hiperemia
Erosi pada kornea
Keratopati
Ulkus
Fotofobia
Lakrimasi
kelilipan
Penanganan:
Epilasi
Distikiasis
Penumbuhan bulu mata
abnormal atau terdapat
duplikasi bulu mata di
area tempat keluarnya
saluran Meibom
Penyebab: kelainan
kongenital
Tanda & gejala:
Bulu mata lebih halus,
tipis dan pendek dan
dapat tumbuh ke arah
dalam
Penanganan
Epilasi
krioterapi
Epikantus
Epikantus dikarakteristikan dengan lipatan vertikal kulit di atas
kantus medialis
Penyebab: pemendekan vertikal kulit antara kantus dan hidung
Penanganan: Bedah (pemanjangan vertikal dan pemendekan
horizontal.) Pada anak normal lipatan epikantus menghilang
secara bertahap hingga pubertas dan jarang memerlukan
pembedahan.
Telekantus
Telekantus: jarak interkantus yang lebar
Jarak normal antara kantus medial dari tiap mata (jarak
interkantus) kira-kira 30 mm.
Penyebab: akibat disinsersi traumatik atau disgenesis
kraniofasial kongenital
Penanganan: telekantus ringan dapat dikoreksi dengan
operasi kulit dan jaringan lunak. Namun diperlukan
rekonstruksi kraniofasial besar bila orbita terpisah jauh.
Blefarokalasis
Blefarokalasis: belum diketahui penyebabnya (terkadang
familial)
Kulit palpebra tampak tipis, berkerut, dan menggelambir,
dan digambarkan mirip kertas rokok. Mata tampak cekung
akibat atrofi lemak
Penanganan: bedah terhadap ruptur levator dan eksisi
kelebihan kulit.
Dermatokalasis
Dermatokalasis: kulit palpebra yang menggelambir dan
menurun elastisitasnya, akibat penuaan
Penanganan: blefaroplasti
Blefarospasme
Kontraksi otot involunter yang tidak lazim, yang ditandai
dengan spasme musculus orbicularis oculi yang persisten
atau repetitif.
Hampir selalu bilateral
Penyebab: belum diketahui, tetapi disfungsi ini diduga
berasal dari ganglia basalis
Faktir pencetus: stres emosional dan kelelahan
Tanda & gejala: spasme cenderung progresif sehingga
timbul ekspresi meringis dan penutupan mata involunter.
Penanganan : psikoterapi dan obat-obatan psikoaktif.
TUMOR PALPEBRA
Tumor Jinak Palpebra
Nevus
Papiloma
Xantelasma
Keratoakantoma
Hemangioma
Nevus
Nevus melanositik: tumor jinak yang umum dengan
struktur patologik yang sama dengan nevus di tempat lain
Tanda & gejala: awalnya relatif tidak berpigmen dan
menunjukkan pembesaran dan peningkatan pigmentasi
selama masa remaja
Penanganan: eksisi
Papiloma
Papiloma adalah tumor palpebra yang paling umum
Papiloma: berupa lesi seperti daun pada kelopak dengan
inti fibrovaskular dan penebalan epitel skuamosa
Xantelasma
Xantomatosis kutan dengan terdapatnya penonjolan
ringan kulit kelopak bulat atau lonjong berwarna kuning
dekat kantus internus
Degenerasi lemak pada kulit kelopak nasal bawah dan atas
sehingga memberi gambaran kupu-kupu berwarna kuning
jingga pada pangkal hidung
Penyebab: hiperlipidemia
Penanganan
Ekstirpasi
Keratoakantoma
Tumor peradangan jinak yang terdapat pada kulit orang
dewasa yang terpajan matahari
Banyak yang mengalami involusi spontan, tetapi biopsi
eksisional sering dilakukan untuk alasan kosmetik atau
untuk menyingkirkan kemungkinan karsinoma sel
skuamosa, yang mirip secara klinis maupun histologis.
Hemangioma
Tumor vaskular yang paling umum di palpebra adalah
hemangioma kapiler
Hemangioma kapiler, warnanya merah terang
Hemangioma kavernosa, berupa saluran-saluran vascular
besar berlapiskan endotel dengan otot polos pada
dindingnya
Tumor Ganas Palpebra
Karsinoma sel basal
Karsinoma sel skuamosa
Karsinoma kelenjar sebasea
Melanoma
Karsinoma Sel Basal
Umumnya tumbuh lambat dan tanpa sakit, berupa nodul
yang tidak atau dapat berulkus
Karsinoma ini secara perlahan menyusup ke jaringan
sekitar namun tidak bermetastasis
Penanganan: radioterapi
Karsinoma Sel Skuamosa
Karsinoma sel skuamosa juga tumbuh lambat dan
tanpa rasa sakit, seringkali berawal sebagai sebuah
nodul hiperkeratotik, yang dapat berulkus
tumor ini dapat menyisip dan mengkikis jaringan
sekitarnya, dapat pula menyebar ke limfonodus regional
melalui sistim limfatik.
Karsinoma kelenjar sebasea
Karsinoma ini lebih agresif dari karsinoma sel skuamosa,
sering meluas kedalam orbita, memasuki pembuluh limfe,
dan bermetastasis.
Melanoma
Melanoma ganas palpebra serupa dengan melanoma kulit
dibagian lain
Prognosis melanoma kulit tergantung kedalaman invasi
atau kedalaman lesi. Tumor dengan kedalaman kurang dari
0,76 mm jarang bermetastase.
Trauma Kelopak
Tanda & gejala:
Edema
Ekimosis.
Warna ekimosis kelopak berubah perlahan dari coklat-hijau dan
kuning
Jaringan fibrosis sehingga terjadi kelumpuhan otot penggerak mata
Penanganan
Kompres dingin 48 jam pertama, kemudian kompres hangat
Terima Kasih