Anda di halaman 1dari 42

BLOK ORAL BIOMEDICS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN


PURWOKERTO

PERIAPICAL DISEASES

Oleh:
drg. Fasihul Ngibad
Tujuan Pembelajaran

Mahasiswa dapat menjelaskan pathogenesis


of periapical inflamation

Kompetensi Khusus:
Mahasiswa dapat menjelaskan gambaran umum
periapical diseases
mahasiswa dapat menjelaskan tentang abses
periapikal (acute inflamation periapical diseases)
Mahasiswa dapat menjelaskan tentang periapikal
granuloma (chronic inflamation periapical diseases)
Pulpitis Pathways
Normal pulp

injury

Acute pulpitis Chronic pulpitis

Pulp necrosis

Periapical Inflamation
Pathogenesis of periapical
inflamation
Nonvital pulp
(Necrotic tissue)

Periapical Abcess Periapical Granuloma


(acute inflammation) (Chronic Inflammation)

Periapical cyst
Periapical Inflammatory Lesions

Terjadi kerusakan tulang


disekitar apeks gigi,
karena adanya karies
yang telah meluas ke
pulpa atau karena
trauma.
Bacterial invasion of pulp
produces toxic
metabolites which escape
to the periapical bone
through apical foramen
and cause inflammation.
Periapical Abcess

Abses periapikal
adalah kumpulan pus
yang terlokalisir
dibatasi oleh jaringan
tulang yang
disebabkan oleh
infeksi dari pulpa dan
atau periodontal.
Periapical Abcess
Etiologi
Abses periapikal biasanya terjadi sebagai
akibat dari infeksi yang mengikuti dari
karies gigi dan infeksi pulpa
Terganggunya keseimbangan antara
pertahanan tubuh pasien dan virulensi
dari mikroorganisme yang
mempertahankan keadaan dari infeksi
kronis
Periapical Abcess

Debris dari jaringan necrotic pulpa,


inflammatory cells dan bakteri pyogenik,
particulary anaerobes
Periapical Abcess
Gambaran Klinis
Sakit di daerah gigi non vital
Gigi sedikit ekstrusi dari soketnya
Manifestasi sitemik dari proses infeksi (demam, malaise,
leukositosis)
Pembengkakan
Gigi yang terlibat tidak menimbulkan respon terhadap
stimulasi elektrik dan termis
Palpasi ( + ), Perkusi ( + )
Perluasan abses periapikal pada jaringan lunak akan
menunjukkan gambaran yang biasa dari inflamasi akut
(merah, bengkak, panas)
Periapical Abcess

Histopathology
Daerah supurasi disusun oleh pus yang
terdiri dari leukosit polimorfonukleus yang
didominasi oleh neutrofil, eksudat protein
dan jaringan nekrotik, kadang juga
terlihat plasma sel dan limfosit dalam
jumlah kecil
Periapical Abcess

Dilatasi pembuluh darah dan netrofil


yang berinfiltrasi pada ligamen
periodontal dan sumsum tulang yang
berdekatan dengan cairan nekrotik
Di dalam sumsum tulang terdapat sel-
sel inflamasi yang terinfiltrasi
Jaringan sekitar daerah supurasi
mengandung cairan serous
Periapical Abcess
Gambaran Rontgenologi
Pada tahap awal sebelum
terjadi resorbsi tulang, belum
terlihat adanya gambaran
rontgenologi
Radiolusent yang difuse
dengan batas yang tidak
jelas pada apek gigi
Dapat juga terjadi penebalan
ligamen perodontal
Periapical Abcess

Terapi dan prognosa


Drainase
Insisi kecil
Antibiotik
Kondisi berbahaya terjadi apabila infeksi akut
masuk ke pembuluh darah bakterimia.
Periapical Granuloma

Periapikal granuloma merupakan


lesi yang berbentuk bulat dengan
perkembangan yang lambat yang
berada dekat dengan apex dari
akar gigi, biasanya merupakan
komplikasi dari pulpitis. Terdiri dari
massa jaringan inflamasi kronik
yang berproliferasi diantara kapsul
fibrous yang merupakan ekstensi
dari ligamen periodontal.2
Periapical Granuloma

Etiologi
Iritan pada pulpa yang berlanjut hingga
ke jaringan sekitar apeks maupun yang
mengenai jaringan periapikal
Organisme: bakteri dan virus, ; dan non-
organisme seperti: iritan mekanis,
thermal, dan kimia.
Periapical Granuloma

(bakteri anaerob fakultatif dan


organisme yang tersering adalah
Veillonella species (15%),
Streptococcus milleri (11%),
Streptococcus sanguis (11%),
Actinomyces naeslundii (11%),
Propionibacterium acnes (11%), dan
Bacteroides species (10%).
Periapical Granuloma

faktor non-organisme adalah karena


iritan mekanis setelah root canal
therapy, trauma langsung, trauma
oklusi, dan kelalaian prosedur
endodontik; dan bahan kimia seperti
larutan irigasi.
Periapical Granuloma

Gambaran Klinis
Asimptomatis
Menunjukan ketidaknyamanan yg ringan
Gigi tidak mengalami respon terhadap
stimulus termis dan elektris
Gigi sensitif terhadap palpasi
Periapical Granuloma

Histopathology
Sel-sel yang utama adalah limfosit dan
plasma sel serta polimorfonukleus
dalam jumlah tertentu
Sel makrofag dan sel raksasa dalam jml
kecil
Jaringan fibroblas dan sedikit kapiler
darah yang baru terbentuk
Terbungkus kapsul jaringan fibrous
Periapical Granuloma

Radiography
gambaran radiolusensi
berbatas jelas atau difus
dengan berbagai ukuran
yang dapat diamati
dengan hilangnya lamina
dura, dengan atau tanpa
keterlibatan kondensasi
tulang.
Bedakan!!!
Periapical Granuloma

Terapi:
Ekstraksi
Perawatan
saluran akar
Periapical Lesions (Bhaskar)

Periapical granuloma 48%


Radicular cyst 43%
Periapical abscess 1.1%
Residual cyst 3.5%
Apical scar 3.0%
Periapical cemental dysplasia 1.7%
Rare lesions 1.0%
Periapical Lesions
(LaLonde and Leubke)

Periapical granuloma 45.2%


Radicular cyst 43.8%
Periapical abscess 3.0%
Other periapical lesions 8.0%
Pola Penyebaran Infeksi
Periapikal

Infeksi periapikal dapat menyebar ke


jaringan-jaringan lain mengikuti pola
patofisiologi yang beragam yang pada
dasarnya dipengaruhi oleh : jumlah
dan virulensi mikroorganisme,
retensi dari host, dan struktur
anatomi dari daerah tersebut
Penyebaran pus ke arah
bukal, lingual, atau palatal
tergantung pada posisi gigi
dalam lengkung gigi,
ketebalan tulang, dan
jarak perjalanan pus
(Gambar 1), (Fragiskos,
2007).
Ilustrasi penyebaran infeksi odontogen (dentoalveolar
abcess) tergantung pada posisi apeks gigi penyebab.
(A) Penyebaran pus ke arah sinus maksilaris
(B) Penyebaran pus pada rahang bawah tergantung
pada posisi perlekatan otot mylohyoid.
Sumber : Fragiskos, 2007
abses dentoalveolar akut mungkin
memiliki berbagai gambaran klinis,
seperti:
(1) intraalveolar,
(2) subperiosteal,
(3) submukosa,
(4) subkutan, dan
(5) fascia migratory cervicofacial
Ilustrasi rute perjalanan pus pada penyebaran infeksi
odontogen (A) Abses intraalveolar (B) Abses
subperiosteal.
Ilustrasi rute perjalanan pus pada
penyebaran infeksi odontogen
(A) Abses submukosa
(B) Abses subkutan.
Lokasi abses dasar bibir atas
(A) ilustrasi gambaran infeksi pada jaringan ikat kendor.
(B) Oedem pada daerah di bawah rongga hidung
(A) Gambaran radiografis saluran akar penyebab
abses (tampak radiolusen pada gigi 12 RA kanan).
(B) Gambaran klinis abses (intraoral)
Insisi drainase abses
(A) pembuatan insisi sejajar tulang alveolar.
(B) penempatan rubber drain pada kavitas abses.
(A) Lokasi absess fosa kanina.
(B) Gambaran klinis abses fosa kanina, tampak
pembengkakan pada daerah infraorbital.
Atas (A/B) pembuatan insisi pada daerah abses.
Bawah (A/B) Insersi dan eksplorasi dengan hemostat
pada daerah abses.
(A) ilustrasi letak anatomi abses spasia mentalis.
(B) Gambaran klinis pasien dengan abses mental.
(A) Ilustrasi letak anatomi abses spasia
submental.
(B) Gambaran klinis pasien dengan abses
submental.
(A) Gambaran klinis abses spasia submental.
(B) Anastesi lokal pada permukaan kulit sekitar abses.
(C) Insisi drainase daerah submental
(D) Insersi hemostat ke ruang abses, pus keluar dari ruang
abses
(A) Lokasi anatomi abses spasia sublingual.
(B) Gambaran klinis berupa pembengkakan di
daerah sublingual, lidah menjadi terangkat
Atas (A) pembuatan insisi pada daerah abses.
(B) Hemostat diinsersikan ke dalam kavitas ruang
abses.
Bawah (A/B) Pemasangan rubber drain pada daerah
abses.
TERIMA KASIH