Anda di halaman 1dari 133

PEMICU 4

KETIKA CINTA DIKHIANATI


JESLY CHARLIES
405100171
FK UNTAR

Kelompok 3
Blok Etika, Hukum Kedokteran, dan Kedokteran Forensik
FORENSIK KLINIK
3

KEDOKTERAN FORENSIK KLINIK (CLINICAL


FORENSIC MEDICINE)
Seluruh lapangan kedokteran klinik yang berkaitan
dengan hukum, peradilan dan sistem kepolisian

Forensik Klinik adalah cabang ilmu kedokteran forensik yang


mempergunakan ilmu dan pengetahuan klinik dalam usaha
untuk pembuktian ilmiah dengan pencatatan, pengumpulan
dan interpretasi bukti medis dari korban hidup agar tetap
asli, ilmiah dan diterima di pengadilan. Pelayanan forensik
klinik bersifat komprehensif dengan mempertimbangkan
korban bukan saja sebagai barang bukti tetapi juga dilihat
sebagai pasien dengan aspek psikologis, aspek sosial dan
hukum.
4

KEDOKTERAN FORENSIK KLINIS


KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA
PENGANIAYAAN
Pengertian
Kekerasan terhadap perempuan
Segala bentuk tindak kekerasan berbasis gender yang berakibat atau
mungkin berakibat menyakiti secara fisik, seksual, mental atau
penderitaan terhadap perempuan, termasuk ancaman dari tindakan
tersebut, pemaksaan atau perampasan semena-mena kebebasan baik
yang terjadi dilingkungan masyarakat maupun dalam kehidupan
pribadi (Deklarasi PBB tentang anti kekerasan terhadap perempuan
Pasal 1 tahun 1993)
Dampak KtP
Gangguan Fisik dan Mental
Gangguan Kesehatan Reproduksi
Kehamilan yang tidak diinginkan
Penularan melalui hubungan seksual
Komplikasi Kehamilan
Gangguan Emosi dan Perilaku
Penyalahgunaan obat dan alkohol
Depressi, stress pasca trauma
Kekerasan terhadap anak
Perlakuan dari orang dewasa atau anak yang usianya lebih
tua dengan menggunakan kekuasaan atau otoritasnya,
terhadap anak yang tidak berdaya yang seharusnya berada
dibawah tanggung jawab dan atau pengasuhnya
Kekerasan anak meliputi : Kekerasan fisik, kekerasan seksual
maupun kekerasan emosional
8

UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam


Rumah Tangga (PKDRT)
Pasal 21 :
1. Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada
korban, tenaga kesehatan harus :
a. Memeriksa kesehatan korban sesuai dengan standar
profesi
b. Membuat laporan tertulis hasil pemeriksaan thd
korban dan VER atas permintaan penyidik kepolisian
atau surat keterangan medis yg memiliki kekuatan
hukum yang sama sebagai alat bukti

2. Pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat


(1) dilakukan di sarana kesehatan milik pemerintah,
pemda atau masyarakat
Bentuk dan jenis kekerasan
Bentuk kekerasan dikategorikan dalam 5 kelompok
Kekerasan seksual
Kekerasan fisik
Kekerasan psikis
Gabungan 2 atau 3 gejala diatas
Penelantaran (pendidikan, gizi, emosional)
Berdasarkan tempat terjadinya
Kekerasan di dalam rumah tangga (domestik)
Kekerasan di tempat kerja atau sekolah
Kekerasan di daerah konflik/pengungsian
Kekerasan jalanan
Berdasarkan umur
Sebelum Lahir : akibat pukulan, tendangan atau rudapaksa terhadap
perut ibu hamil
Bayi : pembunuhan dan penelantaran bayi
Pra remaja : perkawinan dibawah umur, penganiayaan fisik, seks,
psikis, inses, prostitusi
Remaja dan dewasa : penganiayaan oleh teman dekat, pemaksaan
seks, inses, perkosaan, pelecehan seks, prostitusi, perkosaan dalam
perkawinan, pembunuhan oleh pasangan, kekerasan terhadap
perempuan tidak mampu/pembantu, kawin paksa
Usia Lanjut : penganiayaan fisik, seks dan psikis
Tanda Pengenalan Korban Kekerasan
Korban Penganiayaan Fisik
Memar
Pada wajah, bibir/mulut, punggung, paha, betis, dsb
Terdapat memar/bilur baru atau sudah mulai menyembuh
Corak-corak memar menunjukkan benda tertentu
Luka lecet & luka robek
Di mulut, bibir, mata, kuping, lengan, tangan, genitalia, dsb
Luka gigitan manusia
Di bagian tubuh lain, terdapat luka baru atau berulang
Patah tulang
Setiap patah tulang pada anak < 3 tahun
Patah tulang baru dan lama ditemukan bersamaan
Patah tulang ganda/multiple
Paatah tulang spiral pada tulang-tulang panjang lengan & tungkai
Patah tulang pada kepala, rahang & hidung, serta patahnya gigi
Luka bakar
Bekas sundutan rokok
Luka bakar pada tangan, kaki atau bokong akibat kontak dengan benda panas
Bentuk luka yang khas sesuai dengan benda panas yang dipakai
Cedera Kepala
Hematoma subkutan dan atau subdural yang dapat dilihat pada foto rontgen
Bercak/area kebotakan akibat tertariknya rambut
Lain-lain
Dislokasio/lepas sendi bahu atau pinggul akibat tarikan
Tanda-tanda luka yang berulang
Tanda Kemungkinan Terjadinya
Penganiayaan Seksual
Adanya penyakit akibat hubungan seksual
Infeksi vagina rekuren pada anak < 12 tahun
Rasa nyeri, perdarahan dan atau discharge dari vagina
Gangguan dalam mengendalikan BAB/BAK
Kehamilan pada usia remaja
Cidera pada buah dada, bokong, perut bagian bawah, paha,
sekitar genital atau anal
Pakaian dalam robek dan atau ada bercak darah
Ditemukannya semen di sekitar mulut, genitalia, anus atau
pakaian
Rasa nyeri bila BAB atau BAK
Promiskuitas yang terlalu dini (praecox)
Korban datang ke polisi atau langsung ke IGD/Poliklinik RS.
Biasanya jika korban datang ke polisi terlebih dahulu, polisi
akan membuatkan Surat Permintaan Visum (SPV) ke RS.
Korban dari IGD/Poliklinik kemudian dirujuk ke Pusat
Pelayanan Terpadu (PPT) RS untuk mendapatkan pelayanan
komprehensif termasuk medikolegal. Bila korban telah
membawa SPV dari polisi maka dokter akan membuatkan
visum. Jika tidak, maka hanya akan dibuatkan Surat
Keternagan Dokter atau hanya dibuatkan rekam medic
forensic jika diduga terkait kasus pidana.
PEMERIKSAAN PADA KEKERASAN SEKSUAL
Anamnesis:
Umur Waktu kejadian.
Status perkawinan. Tempat kejadian.
Haid : siklus, terakhir. Apakah korban melawan?
Penyakit kelamin dan Apakah korban pingsan?
kandungan. Apakah terjadi penetrasi
Penyakit lain seperti ayan dan ejakulasi?
dll.
Pernah bersetubuh?
Waktu persetubuhan
terakhir? Menggunakan
kondom?
Periksa pakaian :
Robekan lama/baru /memanjang/melintang?
Kancing putus.
Bercak darah, sperma, lumpur dll.
Pakaian dalam rapih atau tidak?
Benda-benda yang menempel sebagai trace evidence
Pemeriksaan badan - Umum :
Rambut / wajah rapi atau kusut.
Emosi tenang atau gelisah.
Tanda bekas pingsan, alkohol, narkotik. Ambil contoh darah.
Tanda kekerasan : mulut, leher, pergelangan tangan, lengan,
paha bagian dalam, punggung.
Trace evidence yang menempel pada tubuh.
Perkembangan seks sekunder.
Tinggi dan berat badan.
Pemeriksaan rutin lainnya.
Genitalia :
Rambut kemaluan yang melekat jadi satu. Ambil, periksa
laboratorium.
Bercak sperma. Ambil, periksa lab.
Vulva : bekas kekerasan.Vulva : bekas kekerasan.
Bibir vagina : bekas kekerasan. Ambil bahan untuk lab.
Selaput dara.
Frenulum labia dan komisura posterior. Utuh atau tidak.
Vagina dan serviks : bila memungkinkan.
Tanda-tanda penyakit kelamin.
Alur pemeriksaan forensik klinik
Korban
+
Surat permintaan VeR

Dr. Umum, dr. Obgyn, dr. Bedah, dr. bid. Spesialis lain

Dokter forensik

VeR
VISUM KORBAN HIDUP DAN
ETIKA
Peranan dan Fungsi
Visum et Repertum
Visum et repertum adalah salah satu bukti yg sah
sebagaimana tertulis dalam pasal 184 KUHAP.
Turut berperan dalam proses pembuktian suatu perkara
pidana terhadap kesehatan dan jiwa manusia
Menguraikan segala sesuatu tntg hasil pemeriksaan medik yg
tertuang di dalam pemberitaan, yg karenanya dpat dianggap
sebagai pengganti benda bukti
Memuat keterangan atau pendapat dokter mengenai hasil
pemeriksaan medik tsb yg tertuang di dalam bagian
kesimpulan.
Prosedur Permintaan VetR Korban Hidup
1. Permohonan harus secara tertulis, tidak dibenarkan secara lisan
melalui telepon atau pos
2. Korban adalah barang bukti, maka permohonan surat Visum et
Repertum harus diserahkan sendiri oleh petugas kepolisian
bersama: korban, tersangka, atau barang bukti lain kepada
dokter
3. Tidak disarankan mengajukan permintaan Visum et Repertum
tentang sesuatu peristiwa yang telah lampau, mengingat rahasia
kedokteran
4. Permintaan diajukan kepada dokter ahli pemerintah sipil atau
ahli kedoteran kehakiman pemerintah sipil untuk korban yang
meninggal dunia
Pembuatan VeR
Untuk membuat VeR:
Korban harus datang diantar petugas
Surat permintaan VER ditanda tangani penyidik
Dokter pemeriksa mencocokkan nama tersebut dalam surat dengan
korban, bila tidak sesuai harap dikembalikan kepada penyidik
Petugas pengantar menulis nama, pangkat dan jabatan serta tanda
tangan.

VeR dibuat berdasarkan keadaan yang ditemukan saat


permintaan diajukan.
ALUR PEMERIKSAAN
KORBAN PERKOSAAN
PENYIDIK POLRI KORBAN DOKTER

Surat SURAT KETERANGAN DOKTER


permintaan DOKTER +
visum et PENYIDIK POLRI
repertum
DOKTER
DOKTER FORENSIK

VISUM ET REPERTUM
(ALUR IDEAL PUSAT
VISUM ET REPERTUM PENANGANAN KEKERASAN PENYIDIK POLRI
TERPADU)
(ALUR NORMAL KUHP) VISUM ET REPERTUM
(ALUR DI LAPANGAN)
ALUR YANG DAPAT
DITEMPUH RELAWAN
KORBAN + RELAWAN (PENDAMPING) DOKTER SPESIALIS
FORENSIK & MEDIKOLEGAL

DOKTER :
PENYIDIK POLRI
OBTETRI-GINEKOLOGI
PSIKIATER
BIDANG SPESIALIS LAIN
UMUM

DOKTER SPESIALIS
FORENSIK & MEDIKOLEGAL
ALUR PEMERIKSAAN FORENSIK KLINIK
KORBAN + SURAT PERMINTAAN VISUM ET REPERTUM

Keterlibatan dokter
DOKTER : forensik dalam hal ini
OBTETRI-GINEKOLOGI adalah di dalam
BEDAH pemeriksaan maupun
BIDANG SPESIALIS LAIN pembuatan visum et
UMUM repertum, mengedit, agar
bahasa dalam pembuatan
visum et repertum dapat
dimengerti dan dipahami
DOKTER SPESIALIS oleh aparat penegak hukum
FORENSIK
serta pihak penasehat
hukum

VISUM ET REPERTUM
KLASIFIKASI LUKA
Traumatologi
Traumatologi : Ilmu yang mempelajari tentang luka & cedera
serta hubungannya dengan berbagai kekerasan (rudapaksa)
Luka : keadaan ketidaksinambungan jaringan tubuh akibat
kekerasan
Trauma : semua jenis kekerasan yang menimpa tubuh
sehingga terjadi kerusakan/gangguan pada struktur dan
fungsi jaringan/organ tubuh yang terkena, bahkan secara
sistemik dapat berdampak pada aspek fisiologis, kejiwaan
dan kondisi sosial insan yang bersangkutan.
Berdasarkan sifat & penyebabnya jenis
Kekerasan
Mekanik
Kekarasan oleh benda tajam
Kekerasan oleh benda tumpul
Tembakan senjata api
Fisika
Suhu
Listrik
Petir
Perubahan tekanan udara
Akustik & radiasi
Kimia : asam/ basa kuat
Menentukan Kualifikasi Luka
Untuk memenuhi UU KUHP:
Ps 351 ayat 1 dan ayat 2
Ps 352 ayat 1
Ps 353 ayat 2
Ps 354 ayat 1
Ps 360 ayat 1 dan ayat 2
3 kualifikasi luka:
Luka yg tidak mengakibatkan penyakit atau halangan dalam
melakukan pekerjaan atau jabatan
Luka yg mengakibatkan penyakit atau halangan dalam melakukan
pekerjaan atau jabatan untuk sementara waktu
Luka yg dimaksudkan dalam KUHP ps 90:
Penyakit atau luka yg tak dapat diharapkan akan sembuh dengan
sempurna atau yg dapat mendatangkan bahaya maut
Senantiasa tidak cakap mengerjakan pekerjaan jabatan atau pekerjaan
pencaharian
Tidak dapat lagi memakai salah satu panca indra
Mendapat cacat besar
Lumpuh (kelumpuhan)
Akal (tenaga paham) tidak sempurna lebih lama dari empat minggu
Gugurnya atau matinya kandungan seorang perempuan
Penentuan Umur Luka
Dilakukan atas dasar sifat-sifat yang terdapat pada luka yang
diperiksa
Memar luas dan dalam merah atau merah gelap untuk
beberapa hari atau minggu
Memar superfisial berwarna merah, merah gelap atau
hitam jika memar baru, tidak > 24 jam
Akhir minggu pertama: kehijauan berakhir sampai akhir
minggu kedua timbul warna kuning
Memar tidak besar hilang pada akhir minggu keempat
Luka akibat kekerasan benda tumpul
SEBAB KEMATIAN : BENDA TUMPUL :
Kerusakan organ vital Tidak bermata tajam
Perdarahan Konsistensi keras / kenyal
Shock Permukaan halus / kasar
Thrombosis
Emboli CARA KEMATIAN :
Infeksi / sepsis Tersering kecelakaan
Pembunuhan
Jarang bunuh diri
MENURUT JARINGAN/ORGAN KEKERASAN BENDA TUMPUL
YANG TERKENA PADA KULIT DAN JARINGAN
1. KULIT : BAWAH KULIT
L. Lecet
L. Memar 1. Luka Lecet (Abrasion)
L. Robek
2. Luka Memar (Contusion)
2. KEPALA :
3. Luka Robek, Retak, Koyak
Tengkorak
(Laceration)
Jaringan Otak
3. LEHER dan TULANG
BELAKANG
4. DADA
Tulang
Organ dalam dada
5. PERUT
Organ Parenchym
Organ berongga
6. ANGGOTA GERAK
LUKA LECET (abrasion)
Luka akibat kekerasan benda yang bepermukaan kasar
sehingga epidermis sebagian / seluruh lapisannya hilang
Petunjuk kemungkinan adanya kerusakan yang hebat pada
alat-alat dalam tubuh
Petunjuk dari arah kekerasan
Petunjuk perihal jenis dan bentuk permukaan dari benda
tumpul yang menyebabkan luka
Benda kasar : terseret di jalan aspal
Tali tampar : gantung diri
Benda runcing : duri, kuku
Meninggalkan bekas : ban mobil
Ciri LUKA LECET :
1. Sebagian/seluruh epitel hilang
2. Permukaan tertutup exudasi yang akan mengering (CRUSTA)
3. Timbul reaksi radang (Sel PMN)
4. Biasanya pada penyembuhan tidak meninggalkan jaringan parut
Memperkirakan Umur LUKA LECET:
Hari ke 1 - 3 : warna coklat kemerahan
Hari ke 4 - 6 : warna pelan-pelan menjadi gelap dan lebih
suram
Hari ke 7 - 14 : pembentukan epidermis baru
Beberapa minggu : terjadi penyembuhan lengkap

Antemortem Postmortem
Warna Coklat kemerahan Kekuningan
Kulit Terdapat sisa-sisa epitel Epidermis terpisah sempurna dari dermis
Tanda intravital (+) (-)
Lokasi Sembarang tempat Pada daerah penonjolan tulang
Mekanisme terjadinya luka lecet dibedakan:
Luka lecet gores: benda runcing yang menggeser lapisan
permukaan kulit.
Luka lecet serut: akibat persentuhan kulit dengan permukaan
badan yang kasar dengan arah kekerasan yang miring / sejajar thd
kulit. Arah kekerasan dilihat dari tupukan epitel
Luka lecet tekan: penekanan benda tumpul secara tegak lurus
thdp permukaan kulit. Bentuk luka umumnya sama dengan bentuk
permukaan benda tumpul tersebut. Luka tampak berupa daerah
kulit yang kaku dengan warna lebih gelap dari sekitarnya
Luka lecet geser: akibat tekanan linier pada kulit disertai gerakan
bergeser (kasus gantung dan pecut)
LUKA memar/ kontusio/ hematom
Kerusakan jaringan subkutan dimana pembuluh darah
(kapiler) pecah sehingga darah meresap ke jaringan
sekitarnya, kulit tidak perlu rusak, menjadi bengkak,
berwarna merah kebiruan.
Memperkirakan Umur Luka Memar
Hari ke 1 : terjadi pembengkakan warna merah kebiruan
Hari ke 2 - 3 : warna biru kehitaman
Hari ke 4 - 6 : biru kehijauancoklat
> 1 minggu-4 minggu : menghilang / sembuh
Luka memar Lebam mayat
Lokasi Di sembarang tempat Bagian tubuh yang terendah
Pembengkakan (+) (-)
Tanda Intravital
Penekanan Tidak hilang hilang
Pengirisan Dibersihkan dengan kapas bersih
Letak, bentuk, luas luka dipengaruhi oleh besarnya kekerasan, jenis
benda penyebab (karet, kayu, besi), kondisi dan jenis jaringan
(J.ikat longgar<mata,leher>; J. lemak), usia, jenis kelamin, corak
dan warma kulit, kerapuhan pemb.darah, penyakit
(hipertensi,diatesis hemoragik, kardiovaskuler)
Bayi J.ikat longgar dan tipisnya jar lemak subkutan
mempermudah hematom
Gravitasi lokasi hematom jauh dari lokasi benturan (benturan
pada dahi hematom di palpebra)
Saat timbul, memar berwarna merah lalu menjadi ungu atau hitam;
setelah 4-5 hari hijau; 7-10 hari kuning ; 14-15 hari hilang
Hematom ante mortem dapat dibedakan dari lebam mayat dengan
cara penyayatan kulit.Hematom ante-mortem menunjukkan
pembengkakan dan infiltrasi darah dalam jaringan; pada lebam
mayat warna merah nampak merata
LUKA robek
Kerusakan seluruh tebal kulit dan jaringan bawah kulit
Mudah terjadi pada kulit yang ada tulang di bawahnya
Biasanya pada penyembuhan, meninggalkan jaringan parut
Terjadi bila kekerasan yang terjadi sedemikian kuatnya hingga melampaui
elastisitas kulit atau otot, dan lebih dimungkinkan bila arah dari kekerasan
tumpul tersebut membentuk sudut dengan permukaan tubuh yang
terkena benda tumpul
Ciri bentuk luka:
Tidak beraturan
Tepi / dinding tidak rata
Tampak jembatan jaringan antara kedua tepi luka
Bentuk dasar luka tidak beraturan
Sering tampak luka lecet atau luka memar di sisi luka
Akar rambut tampak hancur atau tercabut bila terjadi pada daerah yang
berambut
Kekerasan Benda Tumpul Pada Kepala
1. KULIT : 3. OTAK :
L. Lecet Contusio Cerebri
L. Memar Laceratio Cerebri
L. Robek Oedema Cerebri
Commotio Cerebri
2. TENGKORAK
Fraktur Basis Cranii 4. SELAPUT OTAK
Fraktur Calvaria Epidural Haemorrhage
Sub dural Haemorrhage
Sub arachnoid
Haemorrhage
Kekerasan Benda Tumpul Pada LEHER
Patah tulang leher
Robek P. darah, otot, oesophagus, trachea/larynx
Kerusakan syaraf

Kekerasan Benda Tumpul Pada DADA


Patah os costae, sternum, scapula clavicula
Robek organ jantung, paru, pericardium

Kekerasan Benda Tumpul Pada PERUT


Patah os pubis, os sacrum, symphysiolysis, Luxatio sendi sacro
iliaca
Robek organ hepar, lien, ginjal. Pankreas, adrenal, lambung, usus,
kandung seni
Kekerasan Benda Tumpul Pada VERTEBRA
Dapat berakibat : Fraktura, dislokasi os vertebrae
Dapat karena :
1. Trauma langsung
2. Tidak langsung karena tarikan / tekukan

Kekerasan benda Tumpul Pada ANGGOTA GERAK


Patah tulang, dislokasi sendi
Robek otot, P.darah, kerusakan saraf
Patah tulang
Terjadi pada kekerasan tumpul yang cukup kua
Patah tulang jenis impresi: akibat kekekrasan benda tumpul pada
tulang dan daerah persinggungan yang kecil

A) cedera kepala
Lesi otak selain ditemukan didaerah benturan (coup), juga
ditemukan pada sisis lain dari titik benturan (contre coup), dan
diantara keduanya (intermediate coup)
Mengakibatkan perdarahan:
Perdarahan epidural: sering pada kekerasan tumpul daerah pelipis
dan belakang kepala
Perdarahan subdural: akibat robeknya sinus, vena jembatan,
a.Basilaris atau berasal dari perdarahan subarakhnoid
Perdarahan subarakhnoid: biasanya berasal dari konstusio/laserasi
jaringan otak. Dapat terjadi akibat heat stroke, leukimia, tumor,dll.
b) cedera leher (whisplash injury)
terjadi pada penumpang yang ditabrak dari belakang.
Penumpang mengalami percepatan mendadak
hiperekstensi hiperfleksi.
Cedera terutama terjadi pada tulang leher ke 4 dan ke 5 yang
membahayakan sumsum tulang belakang
Kerusakan pada medula oblongata fatal
Timbulnya cedera leher dipengaruhi:
Sandaran tempat duduk
Kelengahan korban
Luka akibat kekerasan benda tajam
Putusnya atau rusaknya continuitas jaringan karena trauma
akibat alat/senjata yang bermata tajam dan atau berujung
runcing
Ciri Luka Akibat Benda Tajam:
Tepi luka rata
Sudut luka tajam
Rambut ikut terpotong
Jembatan jaringan ( - )
Memar/lecet di sekitarnya ( - )
Cara melukis luka hendaknya ditentukan :
1. Lokalisasi : a. ordinat b. absis
2. Ukuran
3. Jumlah luka
4. Bentuk luka
5. Benda asing
6. Terjadinya intravital/post mortal
7. Luka tersebut menyebabkan kematian/tidak
8. Cara kejadian luka:kecelakaan/bunuh diri/pembunuhan
Sebab Kematian Luka Akibat Benda Tajam :
1. Perdarahan, Kerusakan organ vital, Emboli udara, Aspirasi
darah
2. Sepsis / infeksi

3 Macam Luka Akibat Benda Tajam:


Luka Iris (Incisied Wound)
Luka Tusuk (Stab Wound)
Luka Bacok (Chop Wound)
Luka Iris (Incisied Wound)
Luka karena alat yang tepinya tajam dan timbulnya luka oleh
karena alat ditekan pada kulit dengan kekuatan relativ ringan
kemudian digeserkan sepanjang kulit.
Ciri luka iris :
Pinggir luka rata
Sudut luka tajam
Rambut ikut terpotong
Jembatan jaringan ( - )
Biasanya mengenai kulit, otot, pembuluh darah, tidak sampai tulang
Cara Kematian : Bunuh diri ( tersering ), Pembunuhan,
Kecelakaan
Luka retak : Luka yang terjadi pada daerah tubuh yang ada
tulang di bawah kulitnya (misalnya : kepala/dahi) dan luka ini
terjadi akibat kekerasan dengan benda tumpul yang
mempunyai pinggiran (misalnya: tepi meja)
Perbedaan Luka iris Luka retak
Tepi luka Rata Tidak rata
Sudut luka Lancip Tak lancip
Jembatan Jaingan Tidak ada Ada
Luka Memar sekitar Tidak ada Ada
Rambut Terpotong Tidak terpotong
Lokalisasi Dimana - mana Daerah yg di bwh ada tulang
Luka iris pada bunuh diri :
Lokalisasi luka pada daerah tubuh yang dapat dicapai korban
sendiri.
leher
pergelangan tangan
lekuk siku, lekuk lutut
pelipatan paha
Ditemukan Luka Iris Percobaan
Tidak ditemukan Luka Tangkisan
Pakaian disingkirkan dahulu tidak ikut robek
Luka iris pada pembunuhan :
Sebenarnya sukar membunuh seseorang dengan irisan,
kecuali kalau fisik korban jauh lebih lemah dari pelaku atau
korban dalam keadaan/dibuat tidak berdaya
Luka di sembarang tempat, juga pada daerah tubuh yang
tidak mungkin dicapai tangan korban sendiri
Ditemukan luka tangkisan/tanda perlawanan
Pakaian ikut koyak akibat senjata tajam tsb
Luka Tusuk (Stab Wound)
Luka akibat alat yang berujung runcing dan bermata tajam
atau tumpul yang terjadi dengan suatu tekanan tegak lurus
atau serong pada permukaan tubuh.
Contoh:
Belati, bayonet, keris
Clurit
Kikir
Tanduk kerbau
Ciri Luka Tusuk (misalnya senjata pisau / bayonet)
Tepi luka rata
Dalam luka lebih besar dari panjang luka
Sudut luka tajam
Sisi tumpul pisau menyebabkan sudut luka kurang tajam
Sering ada memar / echymosis di sekitarnya
Identifikasi Senjata pada LUKA TUSUK:
1. Panjang Luka : ukuran maksimal dari lebar senjata
2. Dalam luka : ukuran minimal dari panjang senjata DADA
(Stabil)
Untuk luka tusuk di perut tidak dapat diambil kesimpulan
panjang senjatanya karena perut sangat elastis.

Cara Kematian : Pembunuhan ( tersering) , Bunuh diri,


Kecelakaan
Luka Tusuk pada PEMBUNUHAN:
Lokalisasi di sembarang tempat, juga di daerah tubuh yang tak mungkin
dicapai tangan korban
Jumlah luka dapat satu/lebih
Didapatkan tanda perlawanan dari korban yang menyebabkan luka tangkisan
Pakaian ikut terkoyak

Luka Tusuk pada BUNUH DIRI :


Lokalisasi pada daerah tubuh yang mudah dicapai tubuh korban (dada,
perut)
Jumlah luka yang mematikan biasanya satu
Ditemukan Luka Tusuk Percobaan
Tidak ditemukan Luka Tangkisan
Bila pada daerah yang ada pakaian, maka pakaian disingkirkan lebih dahulu,
sehingga tidak ikut terkoyak
Kadang-kadang tangan mengalami CADAVERIC SPASM
Beberapa pola luka:
1. Tusukan masuk, yang kemudian dikeluarkan sebagian, dan kemudian
ditusukkan kembali melalui saluran yang berbeda. Pada keadaan
tersebut luka tidak sesuai dengan gambaran biasanya dan lebih dari
satu saluran dapat ditemui pada jaringan yang lebih dalam maupun
pada organ.
2. Tusukan masuk kemudian dikeluarkan dengan mengarahkan ke salah
satu sudut, sehingga luka yang terbentuk lebih lebar dan memberikan
luka pada permukaan kulit seperti ekor.
3. Tusukan masuk kemuadian saat masih di dalam ditusukkan ke arah
lain, sehingga saluran luka menjadi lebih luas. Luka luar yang terlihat
juga lebih luas dibandingkan dengan lebar senjata yang digunakan.
4. Tusukan masuk yang kemudian dikeluarkan dengan mengggunakan
titik terdalam sebagai landasan, sehingga saluran luka sempit pada
titik terdalam dan terlebar pada bagian superfisial. Sehingga luka luar
lebih besar dibandingkan lebar senjata yang digunakan.
5. Tusukan diputar saat masuk, keluar, maupun keduanya. Sudut luka
berbentuk ireguler dan besar.
Luka Bacok (Chop Wound)
Luka akibat benda atau alat yang berat dengan mata tajam
atau agak tumpul yang terjadi dengan suatu ayunan disertai
tenaga yang cukup besar
Contoh : pedang, clurit, kapak, baling-baling kapal
Ciri LUKA BACOK :
Luka biasanya besar
Pinggir luka rata
Sudut luka tajam
Hampir selalu menimbulkan kerusakan pada tulang, dapat
memutuskan bagian tubuh yang terkena bacokan
Kadang-kadang pada tepi luka terdapat memar, aberasi
Cara Kematian : Pembunuhan (terbanyak), Kecelakaan
Luka Tangkis
PERBEDAAN LUKA TUMPUL DAN TAJAM

Trauma Tumpul Tajam


Bentuk luka Tidak teratur Teratur
Tepi luka Tidak rata Rata
Jembatan jaringan Ada Tidak ada
Rambut Tidak ikut terpotong Ikut terpotong
Dasar luka Tidak teratur Berupa garis / titik
Sekitar luka Luka lecet/ memar Tidak ada luka lain
Luka akibat tembakan senjata api
Senjata api : senjata yang dengan menggunakan tenaga hasil
peledakan mesiu, dapat melontarkan anak peluru dengan
kecepatan tinggi
Senjata api yang beralur dibedakan :
Senjata api dengan alur ke kiri
Senjata tipe COLT, kaliber 0.36 ,0.38 dan 0.45. Anak peluru dari senjata api
ini memiliki goresan dan alur yang memutar ke kiri bila dilihat dari bagian
basis anak peluru
Senjata api dengan alur ke kanan
Senjata tipe SMITH dan WESON (SW), dengan kaliber 0.22, 0.36, 0.38, 0.45
dan 0.46. Anak peluru memiliki ciri terdapatnya goresan dan alur memutar
ke kanan bila dilihat dari bagian basis anak peluru
Keparahan luka tembak akibat anak peluru tergantung pada :
Besar dan bentuk anak peluru
Balistik (kecepatan, energi kinetik, stabilitas anak peluru)
Kerapuhan anak peluru
Kepadatan jaringan sasaran
Vurnerabilitas jaringan sasaran
Kondisi merubah gambaran luka tembak dengan cepat
1. Luka terbuka yang sudah mengering
2. Proses pembusukan tubuh
3. Penyembuhan dari luka itu sendiri
4. Intervensi tenaga medis
5. Intervensi bedah
6. Intervensi oleh personel/ orang yang tidak profesional
7. Pencucian atau pembersihan luka setelah korban mati
Pada suatu tembakan, maka dari laras akan
keluar
Anak peluru mencapai jarak yang jauh, pada kulit anak
peluru ini akan membuat:
Lubang luka pada jangat lobang luka berukuran lebih kecil daripada
kaliber anak peluru, oleh karena jangat bersifat elastis.
Kelim lecet (kelim memar/kontusio) kulit ari dilubangi sesuai kaliber
anak peluru (sebenarnya juga sedikit lebih kecil), oleh karena kulit ari
tidak elastis. Oleh karena kulit ari hilang dan jangat masih ada, maka
akan tampak luka lecet berbentuk cincin (dengan lobang di dalam) dan
dinamakan kelim lecet.
Kelim kesat (Schmutszring) oleh anak peluru pertama dibawa
minyak dari laras dan dikesatkan pada bagian dalam lubang luka,
sedangkan anak peluru selanjutnya akan membawa jelaga dan sisa
mesiu
Mesiu yang tidak terbakar
Butir-butir mesiu akan mengenai kulit dan mebuat luka-luka kecil,
seolah-olah kulit ditatoo kelim cacat atau kelim tatoo.
Terdapat pada jarak tembak maksimal satu yard atau sekitar 90 cm.
Jika ditemukan butir-butir mesiu dapat ditentukan buatan pabrik
mana, oleh karena tiap pabrik senjata membuat mesiu dengan bentuk
serta susunan kimiawi tertentu
Kelim kesat (Schmutszring) oleh anak peluru pertama dibawa
minyak dari laras dan dikesatkan pada bagian dalam lubang luka,
sedangkan anak peluru selanjutnya akan membawa jelaga dan sisa
mesiu
Area yang Tidak Terluka Pada Kasus Luka
Tembak
1. Percikan darah (dan kadang-kadang jaringan) pada kedua tangan.
Kondisi ini sering ditemukan pada korban bunuh diri. Percikan darah
atau jaringan pada tangan terjadi ketika kontak antara senjata api
dengan tangan yang memegang pelatuk senjata. Selian itu juga sering
ditemukan percikan jaringan otak. Pada korban penyerangan atau
pembunuhan, pada tangan penyerang sering ditemukan percikan
darah/jaringan korban, namun seringkali penyerang sudah
membersihkan percikan tersebut.
2. Darah mungkin bisa turun ke bagian kaki atau bagian bawah yang lain
dari korban.
3. Residu (sisa) dari senjata api yang terdapat pada daerah luka bisa
menggambarkan posisi dan waktu korban itu ditembak. Percikan api
atau bubuk mesiu yang keluar dari lubang yang berbentuk silinder
senjata bisa menggambarkan posisi tembakan dan jenis senjata yang
digunakan. Percikan bubuk mesiu ini membentuk sebuah tatto pada
luka korban.
4. Terdapat tanda pada telapak tangan yang memegang senjata api
berupa jelaga dan bubuk mesiu korban bunuh diri.
Luka tembak tempel (contact wounds)
Terjadi bila moncong senjata ditekan pada tubuh korban dan ditembakkan.
Bila tekanan pada tubuh erat disebut hard contact, sedangkan yang
tidak erat disebut soft contact.
Umumnya luka berbentuk bundar yang dikelilingi kelim lecet yang sama
lebarnya pada setiap bagian
Di sekeliling luka tampak daerah yang bewarna merah atau merah coklat
yang menggambarkan bentuk dari moncong senjata jejas laras.
Rambut dan kulit di sekitar luka dapat hangus terbakar.
aluran luka akan bewarna hitam yang disebabkan oleh butir-butir
mesiu,jelaga dan minyak pelumas.
Tepi luka dapat bewarna merah, oleh karena terbentuknya COHb.
Bentuk luka tembak tempel sangat dipengaruhi oleh keadaan / densitas
jaringan yang berada di bawahnya
Luka di tulang bintang
Luka di organ berongga bundar
Luka tembak jarak dekat (close range wounds)
Terjadi bila jarak antara moncong senjata dengan tubuh korban
masihdalam jangkauan butir-butir mesiu (luka tembak jarak dekat),
atau jangkauan jelaga dan api (luka tembak jarak sangat dekat).
Luka berbentuk bundar atau oval tergantung sudut masuknya peluru,
dengan di sekitarnya terdapat bintik-bintik hitam (kelim tato) dan atau
jelaga (kelim jelaga).
Di sekitar luka dapat ditemukan daerah yang bewarna merah atau
hangus terbakar.
Bila terdapat kelim tato, berarti jarak antara moncong senjata dengan
korban sekitar 60 cm (50-60 cm), yaitu untuk senjata genggam.
Bila terdapat pula kelim jelaga, jaraknya sekitar 30 cm (25-30 cm).
Bila terdapat juga kelim api, maka jarak antara moncong senjata
dengan korban sekitar 15 cm.
Luka tembak jarak jauh (long range wound)
Terjadi bila jarak antara moncong senjata dengan tubuh korban di luar
jangkauan atau jarak tempuh butir-butir mesiu yang tidak terbakar
atau terbakar sebagian.
Luka berbentuk bundar atau oval dengan disertai adanya kelim lecet.
Bila senjata sering dirawat (diberi minyak) maka pada kelim lecet
dapat dilihat pengotoran bewarna hitam berminyak, jadi ada kelim
kesat atau kelim lemak.
LUKA TEMBAK MASUK (LTM)
Jenis LTM Pembentuk Bentuk
LTM jarak jauh Komponen anak peluru Lubang dengan kelim lecet dan
kelim kesat pada dindingnya

LTM jarak dekat Komponen anak peluru dan Lubang dengan kelim lecet,
butir-butir mesiu yang tidak kelim kesat, kelim tatoo
habis terbakar dan jelaga dan/atau kelim jelaga
LTM jarak sangat Komponen anak peluru, butir Lubang dengan kelim lecet,
dekat mesiu, jelaga, dan panas/api kelim kesat, kelim tatoo
dan/atau kelim jelaga, dengan
kelim api di tepi lubangnya

LTM tempel Seluruh komponen tersebut Saluran luka akan berwarna


(yang akan masuk seluruhnya hitam dan jejas laras akan
atau sebagian ke dalam tampak mengelilingi di luar
saluran luka) dan jejas laras LTM sebagai luka lecet tekan
Akibat api (flame effect) : Luka bakar (kulit kering, hangus, dan
kaku pada perabaan)
Akibat asap (smoke effect) : Jelaga, klaim jelaga tampak kelabu
kehitaman disekitar lubang luka, mudah dihilangkan dengan cara
dihapus
Akibat butir-butir mesiu (gun powder effect)
Tattoo/ stippling
Klem tatoo tampak sebagai bintik hitam yang bercampur dengan luka
lecet dan perdarahan
Tidak dapat dihilangkan karena butir mesiu masuk ke kulit
Akibat anak peluru (bullet effect)
Luka terbuka yang dikelilingi kelim lecet
Bila senjata yang dipakai sering dibersihkan dinding luka dan kelim lecet
ada kelim kesat/ kelim lemak
Akibat partikel logam (metal effect)
fouling tampak sebagai luka-luka lecet atau luka robek kecil-kecil
disekitar lubang luka
Et : partikel logam yang terbentuk akibat goresan antara anak peluru
dengan laras yang beralur, partikel logam dapat masuk kedalam kulit
atau menempel pada pakaian
Akibat moncong senjata (muzzle effect)
Jejas laras luka tembak tempel dan tampak sebagai luka lecet tekan
atau memar yang bentuknya sesuai moncong senjata
Jejas dipengaruhi ada tidaknya tulang dekat permukaan kulit, tebalnya
tulang dan posisi senjata terhadap tubuh korban
Kelainan pada tulang : Kerusakan pada bagian luar (tabula
externa) < kerusakan dalam (tabula interna) lubang
bentuk corong
Yang mengenai kulit secara tegak lurus
Jarak dekat sekali (close shot, a bout portant) di sini akan tampak :
Lubang luka
Kelim kesat
Kelim lecet
Kelim cacat
Kelim jelaga
Daerah yang terbakar
Jarak dekat (near shot) di sini akan tampak :
Lubang luka
Kelim kesat
Kelim lecet
Kelim cacat
Kelim jelaga
Jarak jauh di sini akan tampak :
Lubang luka
Kelim kesat
Kelim lecet
Yang mengenai kulit secara tangensial (miring)
Di sini akan terdapat kelim lecet yang berbentuk seperti sayap
disebabkan karena anak peluru menggesek kulit dulu sebelum masuk
ke dalamnya.
Bentuk sayap menunjukkan arah tembakannya.
Yang memantul (ricochet luar)
Sebelum mengenai tubuh anak peluru itu telah mengenai sasaran lain
dan memantul.
Biasanya anak peluru itu sudah berubah bentuknya (peyot) dan masuk
ke dalam tubuh dalam bermacam posisi (melintang, miring, dsb)
bentuk luka tembak masuknya tergantung dari bentuk dan posisi ini.
Yang menempel (contact shot, a bout touchant)
Pada umumnya akibat bunuh diri lokasi tertentu : pelipis, dahi, leher,
dalam mulut, dada kiri
Yang di bawahnya langsung ada rongga
Yang keluar dari laras anak peluru, mesiu yang tidak terbakar, mesiu
yang setengah terbakar, gas-gas, serta api masuk ke dalam rongga tubuh.
Pada kulit akan tampak lubang luka dan kelim lecet serta jejak laras berupa
luka bakar berbentuk cincin.
Laras telah menjadi panas seolah-olah kulit ditempeli logam panas.
Yang di bawahnya tidak langsung ada rongga
Pada daerah pelipis terdapat otot (daging) yang keluar dari laras tidak
dapat langsung masuk ke dalam rongga tengkorak.
Terutama gas-gas akan masuk di antara otot-otot dan kemudian sebagian
keluar lagi dengan membuat luka seperti bintang.
Anak peluru yang pertama : Setelah senjata api dipakai menembak,
maka larasnya harus dibersihkan dan diberi minyak agar tidak
berkarat anak peluru yang pertama kali ditembakkan setelah
diberi minyak, akan dilumuri minyak pada permukaannya
minyak ini akan menempel pada pinggir lubang luka dan pinggir
luar kelim lecet kelim kesat
Tandem bullets
Suatu anak peluru mungkin macet dalam laras karena kerusakan
pada senjata apinya atau amunisinya yang tidak baik.
Jika pelatuk ditarik lagi, mungkin anak peluru kedua mendorong
anak peluru yang macet tadi bersama-sama keluar dari laras
kedua anak peluru : tandem bullets.
Biasanya hanya terdapat satu luka tembak masuk, tapi di dalam
tubuh kedua anak peluru ini dapat memisahkan diri dan mengenai
dua sasaran.
Kelim
Kelim lecet : bagian yang kehilangan kulit ari yang
mengelilingi lubang akibat anak peluru yang menembus kulit
Kelim kesat : usapan zat yang melekat pada anak peluru
(pelumas, jelaga, dan elemen mesiu) pada tepi lubang
Kelim tatoo : butir-butir mesiu yang tidak habis terbakar yang
tertanam pada kulit di sekitar kelim lecet
Kelim jelaga : penampilan jelaga/asap pada permukaan kulit
di sekitar lubang luka tidak masuk
Kelim api : daerah hiperemi / jaringan yang terbakar yang
terletak tepat di tepi lubang luka
LTM Akibat Senjata Api Tak Beralur
Disebut juga : Entrance Shotgun Wound
Tampak kelainan yang disebabkan oleh komponen-komponen
yang keluar sewaktu penembakan, yaitu :
Mesiu
Api
Asap
Pellet
Sumbat peluru (wad)
Membantu dalam menentukan arah tembakan
Membantu dalam menentukan sikap korban sewaktu penembakan
Dapat memberikan gambaran yang variabel
Umumnya lukanya berbentuk bundar atau oval dengan tepi yang
terangkat keluar (elevated margins)
Pemeriksaan Mikroskopis dari LTM
Untuk kasus-kasus yang meragukan, yang pada dasarnya
akibat dari trauma mekanis dan thermis
Ditemukan :
Kompresi dari epitel, elongasi, distorsi
Tampak perdarahan serta butir-butir mesiu
Nekrosis koagulatip
Sembabnya epitel
Vakuolisasi sel-sel basal
Menjadi piknotiknya inti sel
Pada pewarnaan HE > banyak mengambil warna biru (basophilic
staining)
Pemeriksaan Kimiawi dari LTM
Dapat dideteksinya unsur-unsur yang terdapat dalam mesiu
Misalnya :
Pada smokeless goundpowder dapat dideteksi nitrit dan cellulosa
nitrate
Black powder black goundpowder dapat dideteksi karbon, nitrit,
sulfid, sulfat, karbonat, tiosianat, tiosulfat
Senjata yang lebih modern : timah hitam, antimon, merkuri
Dapat ditemukan unsur dari laras senjata dan anak peluru :
timah hitam, antimon, nikel, tembaga, bismut, perak, dan
thalium
Pemeriksaan Radiologis
Sinar X :
Mencari anak peluru dan partikel logam dalam tubuh korban
Menentukan apakah korban merupakan korban penembakan senjata
api yang tidak beralur dan pada kasus khusus, yaitu dimana jumlah
anak peluru > jumlah luka tembak, pada penembakkan dengan senjata
api yang beralur (tandem bullet injury)
Internal Ricochet
Terjadi bila kekuatan anak peluru tidak cukup untuk
menembus jaringan tubuh
Misalnya saat anak peluru mengenai kepala
Dapat terjadi variasi dari perjalanan anak peluru yang perlu
diketahui :
Single ricochet
Double ricochet
Inner tangantial at contralateral side
Inner tangantial at contralateral side and ricochet
Inner tangential at entrance side
LUKA TEMBAK KELUAR (LTK)
Luka tembak yang terjadi akibat peluru meninggalkan tubuh
korban
LTK umumnya lebih besar dari LTM akibat terjadinya deformitas
anak peluru, bergoyangnya anak peluru dan terikutnya jaringan
tulang yang pecah keluar dari LTK.
LTK mungkin lebih kecil dari LTM dari LTM bila terjadi pada luka
tembak tempel/kontak, atau pada anak peluru yang telah
kehabisan tenaga pada saat akan keluar meninggalkan tubuh
Bentuk LTK tidak khas, tidak beraturan dan tidak memiliki kelim
Di sekitar LTK mungkin pula dijumpai daerah lecet bila pada
tempat keluar tersebut terdapat benda yang keras, misalnya ikat
pinggang, atau korban sedang bersandar pada dinding
Memberikan informasi :
Arah tembakan
Sikap dari korban pada saat penembakan
Jumlah peluru yang masih terdapat di tubuh korban
Faktor-faktor yang berpengaruh dalam terjadinya perbedaan
besarnya luka tembak luar :
Velocity (kecepatan)
Luas permukaan anak peluru pada tempat keluar
Yawing dan tumbling of the bullet (pergerakan anak peluru yang tidak
beraturan dalam tubuh dan pergerakan berputar menurut poros
penunjang
Ada tidaknya fragmen tulang yang ikut keluar
Ada tidaknya tulang dibawah kulit tempat luka tembak keluar
Ada tidaknya benda yang menekan kulit pada tempat keluarnya anak
peluru
JENIS LTK
Jika anak peluru tidak terbentur pada tulang luka
menyerupai bintang, tanpa kelim lecet.
Jika tenaga/kekuatan anak peluru itu sudah hampir habis
luka berupa suatu celah, anak peluru ditemukan di dekatnya.
Jika anak peluru membentur tulang bentuknya berubah
(peyot), lukanya akan sesuai dengan bentuk ini serta
posisinya sewaktu keluar dari tubuh
Adakalanya tulangnya pecah dan pecahan tulang ikut keluar
lukanya menjadi besar karena disebabkan oleh anak
peluru ditambah dengan pecahan tulang itu.
Mungkin juga anak peluru tertahan oleh tulang yang
keluar hanya pecahan tulang saja.
Tangan Si Penembak
Tangan si penembak selalu akan kecipratan mesiu (nitrat)
dapat dibuktikan dengan zat yang disebut diphenylamine
jika terdapat nitrat akan tampak warna biru.
Untuk memudahkan pemeriksaan biasanya dibuatkan
paraffin glove dari tangan si penembak.
Pemeriksaan dapat dilakukan terhadap:
Tangan seorang tersangka
Tangan korban bunuh diri
Bunuh Diri dengan Senjata Api
Perlu diperhatikan letak senjata itu di tempat kejadian.
Kemungkinannya ialah:
Terlempar oleh daya tolak tembakan
Tetap digenggam oleh si korban terbentuk cadaveric spasm
Tembakan Melalui Tulang Gepeng (tulang tengkorak,
tulang dada, tulang iga, dan tulang panggul) mempunyai
bentuk yang khas yaitu berbentuk corong yang melebar
sesuai dengan arah tembakannya.
Jadi pada lubang tembak masuk bagian luar lebih kecil dari
bagian dalam, sedangkan pada luka tembak keluar bagian
luar > daripada bagian dalam.
Luka akibat suhu/ temperatur
Luka akibat suhu tinggi
Heat exhaustion primer : Temperatur kulit yang tinggi & rendahnya
penglepasan panas kolaps ketidakseimbangan antara darah
sirkulasi dengan lumen pembuluh darah terjadi pada :
Pemaparan terhadap panas, kerja jasmani berlebihan, pakaian
terlalu tebal
Heat exhaustion sekunder : kehilangan cairan tubuh yang
berlebihan (dehdrasi)
Heat stroke : kegagalan kerja pusat pengatur suhu akibat terlalu
tingginya temperatur pusat tubuh
Suhu lethal eksogen : 43C
Penglepasan panas tubuh secara konduksi & radiasi : 30 C
Panas tubuh dikeluarkan melalui penguapan keringat : >35
Sun stroke : akibat panas sinar matahari hipertermia
Heat cramps : akibat menghilangnya NaCl darah dengan cepat
akibat suhu tinggi
Luka bakar : akibat kontak kulit dengan benda bersuhu tinggi
Kerusakan kulit bergantung : tinggi suhu & lama kontak
Kontak kulit dengan uap air panas selama 2 detik suhu
kulit pada kedalaman 1 mm 66C
Ledakan bensin waktu singkat 47C
Luka bakar : 43 -44 C jika kontak cukup lama
Derajat luka bakar
I. Eritema 35 C 120 detik
II. Vesikel dan bullae 55-57 C 30-120 detik
III. Nekrosis koagulatif
IV. karbonisasi
Derajat luka 1/ superficial 2/ dermis 3
bakar Dangkal Dalam
Mengenai Lapisan epidermis Lap. Atas Seluruh lap. Seluruh lapisan kulit
dermis Dermis
Tanda
Warna kulit Hiperemik (eritem) Pucat/ coklat
Nyeri -
Bulla - -
Eskar -
Penyembuhan 5-7 hari 10-14 hari > 1bulan Lama
Jaringan parut -

KLASIFIKASI Ringan Sedang Berat


Derajat 2 Anak < 10 % 10-20 % 20 % / > (merah)
Derajat 2-Dewasa <15 % 15-25 % 25 % / > (merah)
Derajat 3 <2% < 10 % 10 % / > (biru)
Lain - lain (hijau) (merah) Tangan, wajah, telinga, mata, kaki dan
genitalia/perineum (biru)
Cedera inhalasi, listrik, trauma lain (biru)
DERAJAT LUKA BAKAR
Derajat 1 & 2 : nyeri (ujung saraf sensorik teriritasi)
Derajat 2 berupa reaksi inflamasi & proses eksudasi bula berisi
cairan eksudat dari pembuluh permeabilitas dindingnya meninggi
A. Derajat II dangkal/superficial (IIA) : organ kulit (folikel rambut, kelenjar sebecea)
masih banyak
B. Derajat II dalam / deep (IIB) : sisa jaringan epitel & organ kulit tinggal sedikit
Derajat 3 : organ kulit mengalami kerusakan, tidak ada lagi sisa elemen
epitel & tidak mengalami epitalisasi spontan

Koagulasi protein pada epidermis dan dermis dermis yang terbakar


mengering/ menciut eskar eskar melingkar menekan arteri, vena,
dan syaraf perifer rasa kesemutan (sayatan longitudinal ;lapisan
dermis tanpa memotong vena membebaskan penekanan) minggu
ke-2 eskar mulai lepas jaringan granulasi (th/ skin graft) menebal
jaringan parut yang tebal & menyempit/ kontraktur
Tidak nyeri dan hilang sensasi (ujung sensorik rusak)
Klasifikasi Menurut Etiologi
Luka Bakar Lepuh (Scald Burns) kontak dgn air panas
pada temperatur tertentu
Pada temperatur 60C terjadi luka bakar dalam (deep partial dan full
thickness burns) dalam 3 detik, pada 69C kerusakan terjadi dalam 1
detik
Dapat juga terjadi akibat kontak dgn minyak panas
Luka Bakar Api (Flame Burns) terbakarnya baju, korban
biasanya menderita full thickness burns
Luka Bakar Ledakan (Flash Burns) ledakan gas-gas alami,
propana, butana, distilat petroleum, alkohol dan cairan lain
serta kejutan listrik
Bersifat epidermal / partial thickness
Luka akibat listrik dan ledakan gasolin biasanya full thickness dan
memerlukan graft kulit
Luka Bakar Kontak (Contact Burns) menyentuh logam,
plastik, kaca dan bara panas
Tidak meluas, tetapi mengakibatkan kerusakan yg cukup dalam
Pada orang yang mati terbakar ditemukan :
Lebam mayat berwarna merah terang (pink) darah mengandung CO
dipastikan dengan alkali dilution test terhadap darah.
Oleh karena telah menghirup udara yang panas karena kebakaran, maka
selaput lendir saluran napas:
Menjadi merah
Menjadi sembab
Mengeluarkan banyak lendir
Dan padanya menempel banyak butir-butir arang yang halus.

Sebaliknya pada orang yang mati terbakar ada hal-hal yang sering dikira
karena kekerasan, padahal ini adalah bagian dari terbakar yaitu:
Pugilistic attitude
Patah tulang karena tulang menjadi rapuh oleh kebakaran
Celah-celah pada kulit karena tekanan gas dari dalam
Adanya pseudo-hematom epiduralis
Penyebab kematian pada luka bakar
CO poisoning dan smoke inhalation
Trauma mekanik (tertimpa gedung)
Anoxia dan Hypoxia
Luka bakar 30 50 % (lokasi, derajad dan luas luka bakar)
Excessive Heat (tubuh tereksposure pada gas panas,air panas / ledakan
panas shock + kolaps kardiovaskuler mematikan)
Syok neurogen; commotio neuro vascularis
Gangguan permeabilitas akibat penglepasan histamin dan kehilangan NaCl
kulit yang cepat (dehidrasi)
Identifikasi pada luka bakar
Finger prints
Dental identification/ dental charts gigi relatif tahan terhadap api
Membandingkan x-ray yang diambil antemortem dan postmortem korban
Pemeriksaan DNA
Luka akibat suhu rendah
Pemaparan terhadap suhu rendah (puncak gunung)
kematian mendadak Akibat kegagalan pusat pengatur suhu/
rendahnya disosiasi Oxy-Hb
Kurang tanggap dingin : bayi, orang tua, kelelahan,
alkohlism, hipopituitarism, myoedema, steatorrhoea
Derajat luka
I. Hiperemia
II. Edema & vesikel
III. Nekrosis
IV. Pembekuan disertai kerusakan jaringan
Luka akibat trauma listrik
Faktor yang berperan
Tegangan (volt)
Tegangan rendah (< 65 V) tidak berbahaya
Tegangan sedang (65 1000 V) mematikan
Kuat arus (ampere) Banyaknya arus listrik yang mengalir
menentukan fatalitas seseorang
Tahanan kulit (ohm)
Luas permukaan & lama kontak
50 cm2 (telapak tangan) mematikan tanpa menimbulkan arus listrik
Kuat arus letal (100 mA), kepadatan arus pada daerah telapak tangan
hanya 2 Ma/cm2 tidak cukup besar jejas listrik
Kuat arus yang memungkinkan bagi tangan untuk melepaskan diri
Let Go Current (besarnya berbeda beda tiap orang)
Gambaran makroskopis jejas listrik pada daerah kontak
kerusakan lapisan tanduk kulit sebagai luka bakar dengan
tepi yang menonjol, disekitarnya terdapat daerah pucat &
hiperemi (bentuk sesuai benda penyebab)
Metalisasi dapat ditemukan pada jejas listrik
Gambaran serupa jejas listrik akibat persentuhan kulit
dengan benda/ logam panas (membara) dibedakan
dengan pemeriksaan makroskopis
Jejas listrik # tanda intravital dapat ditimbulkan pada kulit
mayat/ pasca mati (tanpa daerah hiperemi)
Kematian terjadi karena : fibrilasi ventrikel, kelumpuhan otot
pernapasan, kelumpuhan pusat pernapasan
Kematian akibat tegangan rendah dan tinggi
tegangan yang <1000 volt dapat dikatakan arus bertegangan
rendah, tegangan yang lebih >1000 volt dapat dikatakan arus
bertegangan tinggi.
1. Arus bertegangan rendah
Sebab kematian kadang tidak jelas
Harus ada konyak langsung antara korban dengan arus listrik
Kematian utama karena fibrilasi ventrikel
Jika arus rendah tapi kontak lama masih dapat menyebabkan kematian
tapi mekanisme kematian biasanya karena paralysis otot dengan asfiksia
sekunder
2. Arus tegangan tinggi
Kontak langsung dengan sumber tidak diperlukan.
Arus listrik dapat menimbulkan temperature tinggi, setinggi 4000 C
Arus listrik dapat loncat dan mengenai korban
Kematian akibat arus tegangan tinggi karena respiratory arrest atau
eletrothermal injuris yang disebabkan oleh arus dengan suhu
tinggi.elektrotermal injuris biasanya ireversibel.
RESISTENSI (TAHANAN) DAN ARUS LISTRIK
Karena besarnya tegangan dipertahankan konstan, perubahan resistensi
(tahanan) menjadi factor penting dalam menentukan besarnya aliran yang
melewati tubuh.
Kulit manusia mempunyai derajat resistensi paling tinggi terhadap listrik/elektrik
dibandingkan organ tubuh lain, diikuti oleh tulang, lemak, saraf, otot dan
resistensi yang paling rendah yaitu darah dan cairan tubuh
Perbedaan jenis kulit menyebabkan perbedaan derajat resistensi
Jumlah resistensi yang timbul tergantung dari jenis pakaian yang terkontak
dengan aliran listrik tersebut. Sepatu boot karet dapat melindungi kaki dari tanah,
sedangkan sarung tangan karet dapat melindungi tangan dari konduktor

Jenis Kulit Resistensi


Kering,kalus,kulit tebal 1 juta
Kering tanpa kalus 100.000
Lembab 1000
Lembab,tipis 100
Arus Listrik Yang Melewati Tubuh
Arus listrik yang melewati tubuh, melewati jalur yang terpendek,
tapi tidak selalu melewati jalur organ yang terkecil resistensinya.
Arus dapat melewati jalur yang berbeda-beda pada tubuh,
tergantung dari tempat masuk atau keluarnya listrik. Contohnya
jalur dari tangan ke kaki, tangan ke tangan melewati dada, kepala
ke kaki atau dada ke tangan. Jika arus melewati jantung atau otak,
hasil yang didapatkan akan lebih parah dibandingkan bila arus
hanya melewati kaki menuju ke tanah.
Perbedaan jumlah arus yang melewati tubuh dapat menyebabkan
perbedaan efek pada tubuh. Efek-efek yang paling mungkin
terjadi dalam 1 detik kontak dengan listrik pada jumlah arus yang
berbeda.
Jika arus yang sangat tinggi (2 Amps atau lebih) menyebabkan
ventrikel arrest, jantung akan kembali berdetak setelah arus
kontak terhenti, tidak ditemukan trauma elektro thermal yang
reversible.
Arus (dalam mA) Efek terhadap tubuh
1 Ambang batas persepsi,sensasi tingling pada lidah
5 Tremor otot
15 Kontraksi otot
40 Hilang kesadaran
75-100 Fibrilasi ventrikel
2000(2 Amps) Ventrikel berhenti berkontraksi (Ventrikel arrest)
Luka akibat petir
Petir : loncatan arus listrik tegangan tinggi antar awan
dengan tanah
Tegangan dapat mencapai 10 mega V & kuat arus mencapai
100.000 A
Kematian terjadi karena : efek arus listrik (kelumpuhan SSP,
fibrilasi ventrikel), panas dan ledakan gas paas yang timbul
Tanda
Aboresent mark (kemerahan seperti percabangan pohon)
Metalisasi (pemindahan partikel metal dari benda yang dipakai ke
dalam kulit)
Magnetisasi (benda metal yang dipakai berubah menjadi magnet)
Pakaian terbakar & robek karena ledakan/ panas
Luka akibat perubahan tekanan udara
Peningkatan tekanan udara & perubahan volume gas dalam
tubuh trauma fisik
Barotrauma aural : rasa nyeri ringan yang berdengung pada
telinga yang sering dijumpai pada pesawat lepas landas/ akan
mendarat/ waktu menyelam (gejala lbih berat : retraksi
gendang telinga, hieremi, kongesti telinga tengah, pecahnya
gendang telinga)
Barotrauma pulmoner emfisema, pneumotoraks,
kerusakan jaringan paru, & emboli udara
Kelainan lain : nyeri pada gigi kavitas, vertigo, gangguan
penglihatan, pendengaran, keeimbangan
Perubahan volume gas dalam SSP tremor, konvulsi,
somnolen, pusing, mual
Perubahan gas pada persendian atralgia hiperbarik
Penyakit dekompresi (disbarisme) : reaksi fisiologik terhadap
tekanan tinggi
Tekanan tinggi kelarutan gas tubuh (Nitrogen)
Tekanan mendadak kelarutan gas pembebasan gas
gelembung gelembung mikro dalam pembuluh darah
(emboli udara) & jaringan
Gejala utama : nyeri, pusing paralisis, napas pendek,
kelelahan ekstremitas, dan kolaps
Emboli udara
Luka akibat trauma bahan kimia
Efek korosi asam/ Basa kuat
Asam kuat mengkoagulasikan protein luka korosi
kering, keras seperti kertas perkamen
Basa kuat reaksi penyabunan intra sel luka basah, licin,
kerusakan akan terus berlanjut samapai dalam

Karena biasanya bahan kimia berbentuk cair bentuk luka


sesuai dengan mengalirnya bahan cair tersebut
Kekerasan kimiawi
Jenis kekerasan kimiawi Luka bakar pada Hubungan dengan cara
kulit/mukosa kematian
Asam organik
1. As. Karbol (phenol) Abu-abu keputihan Bunuh diri, kecelakaan
2. As. Oksalat Abu-abu kehitaman Bunuh diri, kecelakaan
Asam anorganik
1. As. Sulfat, As. Klorida Abu-abu kemudian Bunuh diri, kecelakaan,
menjadi hitam pembunuhan
2. As. nitrat Coklat Bunuh diri, kecelakaan
Kaustik alkali Abu-abu keputihan Bunuh diri, kecelakaan,
pembunuhan
Garam logam berat
1. Zinc-clorida Keputihan Bunuh diri, kecelakaan
2. Mercury-clorida Biru keputihan, Bunuh diri, kecelakaan
pendarahan
Intravitalitas/ reaksi vital terhadap luka
Trauma tubuh manusia yang masih hidup reaksi tubuh
Tujuan : saat terjadi trauma, yang bersangkutan masih hidup/ luka
terjadi intravital
Reaksi vital umum : Perdarahan ekimosis, Petechiae, Emboli
Perdarahan ekimosis
Penilaian teliti (terutama luka di daerah hipostasis)
Luka pada korban diperhatikan seksama, termasuk saluran luka, kerusakan
jaringan di bawah kulit
Petechiae
Emboli lemak patah tulang & trauma tumpul jaringan lemak
Emboli udara vena superfisial terbuka
Emboli jaringan alat dalam
Kadar laktat darah reaksi adrenergik parameter terjadinya
suatu situasi stres premortal (kecelakaan pesawat)
Reaksi radang, sepsis, & ulcus duodeni/ ventrikulus (curlings ulcer)
Luka bakar intravital Eritema di sekieliling vesikel/ bullae &
pemeriksaan mikroskopik : pelebaran kapiler, sebukan lekosit
PMN, perdarahan, & edema
Jelaga pada saluran napas & lambung & CO-Hb darah (10%),
cyanida orang masih hidup waktu terbakar
Peningkatan histamin bebas & serotonin pada jaringan yang
mengalami trauma
Perubahan aktivitas enzymatik LDH pada jaringan yang mengalami
perlukaan
Reaksi penyembuhan, granulasi, & sebukan sel radang (akut/
kronik)
ASPEK MEDIKOLEGAL
Aspek medikolegikal dari
kekerasan mekanik
Jenis kekerasan Jenis luka Aspek medikolegikal
Tajam Iris, sayat Pembunuhan, Bunuh Diri
Tusuk Pembunuhan, Bunuh Diri
Bacok Pembunuhan
Tumpul Lecet Kecelakaan, Pembunuhan,
Bunuh Diri
Memar Kecelakaan, Pembunuhan
Robek Kecelakaan, Pembunuhan
Senjata api tembak Pembunuhan, Bunuh Diri,
Kecelakaan
Aspek medikolegikal dari
kekerasan fisik
Jenis kekerasan Jenis luka Aspek medikolegikal
Listrik Electric mark Kecelakaan, Pembunuhan
Joule burn Kecelakaan, Pembunuhan
Exogenous burn Kecelakaan
petir Surface burns Kecelakaan
Linear burns Kecelakaan
Arborescence filigree burn Kecelakaan
Suhu tinggi Luka bakar (dry heat) Kecelakaan, Bunuh Diri,
Pembunuhan
Luka bakar (scald) Kecelakaan, Pembunuhan
Suhu rendah Frostbite Kecelakaan
Immersion foot Kecelakaan
hypotermia Kecelakaan
Aspek medikolegikal dari
kekerasan kimiawi
Jenis kekerasan Jenis luka Aspek medikolegikal
Asam organik
Asam karbol (Phenol) Abu abu keputihan Bunuh Diri, Kecelakaan
Asam oksalat Abu a bu kehitaman Bunuh Diri, Kecelakaan
Asam anorganik
Asam sulfat/ klorida Abu abu hitam Bunuh Diri, Kecelakaan,
Pembunuhan
Asam nitrat Coklat Bunuh Diri, Kecelakaan
Kaustik alkali Abu abu keputihan Bunuh Diri, Kecelakaan,
Pembunuhan
Garam logam berat
Zinc chloride Keputih putihan Bunuh Diri, Kecelakaan
Mercury chloride Biru keputihan + Bunuh Diri, Kecelakaan
perdarahan
PROSEDUR MEDIKOLEGAL
KEWAJIBAN DOKTER MEMBANTU PERADILANPasal 133 KUHAP
1) Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani
seorang korban baik luka,keracunan ataupun mati yang diduga
karena peristiwa yang merupakan tindak pidana, ia berwenang
mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran
kehakimanatau dokter dan atau ahli lainnya.
2) Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) dilakukan secaratertulis, yang dalam surat itu disebutkan
dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat
dan atau pemeriksaan bedah mayat.
3) Mayat yang dikirim kepada ahli kedokteran kehakiman atau
dokter pada rumah sakitharus diperlakukan secara baik dengan
penuh penghormatan terhadap mayat tersebut dandiberi label
yang memuat identitas mayat, dilak dengan cap jabatan yang
dilekatkan padaibu jari kaki atau bagian lain badan mayat.
Pasal 179 KUHAP
1) Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli
kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib
memberikan keterangan ahli demi keadilan.
2) Semua ketentuan tersebut di atas untuk saksi berlaku juga
bagi mereka yang memberikanketerangan ahli, dengan
ketentuan bahwa mereka mengucapkan sumpah atau janji
akanmemberikan keterangan yang sebaik-baiknya dan
sebenanr-benarnya menurut pengetahuan dalam bidang
keahliannya
BENTUK BANTUAN DOKTER BAGI PERADILAN DAN
MANFAATNYAPasal 183 KUHAP
Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali
apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia
memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar
terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannnya

Pasal 184 KUHAP


1) Alat bukti yang sah adalah:
-Keterangan saksi
-Keterangan ahli
-Surat
-Pertunjuk
-Keterangan terdakwa
2) Hal yang secara umum sudah diketahui tidak perlu dibuktikan
Pasal 186 KUHAP
Keterangan ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakan di sidang
pengadilan.
Pasal 180 KUHAP
1) Dalam hal diperlukan untuk menjernihkan duduknya
persoalan yang timbul di sidang pengadilan, Hakim ketua
sidang dapat minta keterangan ahli dan dapat pula minta
agar diajukan bahan baru oleh yang berkepentingan.
2) Dalam hal timbul keberatan yang beralasan dari terdakwa
atau penasihat hukum terhadaphasil keterangan ahli
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Hakim memerintahkan
agar hal itu dilakukan penelitian ulang.
3) Hakim karena jabatannya dapat memerintahkan untuk
dilakukan penelitian ulangsebagaimana tersebut pada ayat (2)
SANGSI BAGI PELANGGAR KEWAJIBAN DOKTER Pasal 216 KUHP
1) Barangsiapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau
permintaan yang dilakukanmenurut undang-undang oleh pejabat
yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan
tugasnya. Demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut
ataumemeriksa tindak pidana; demikian pula barangsiapa dengan
sengaja mencegah,menghalang-halangi atau menggagalkan
tindakan guna menjalankan ketentuan, diancamdengan pidana
penjara paling lama empat bulan dua minggu atau denda paling
banyak sembilan ribu rupiah.
2) Disamakan dengan pejabat tersebut di atas, setiap orang yang
menurut ketentuan undang-undang terus-menerus atau untuk
sementara waktu diserahi tugas menjalankan jabatanumum.
3) Jika pada waktu melakukan kejahatan belum lewat dua tahun
sejak adanya pemidanaanyang menjadi tetap karena kejahatan
semacam itu juga, maka pidanya dapat ditambahsepertiga.
Pasal 222 KUHP
Barangsiapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi
atau menggagalkan pemeriksaanmayat untuk pengadilan, diancam
dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana
denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
Pasal 224 KUHP
Barangsiapa yang dipanggil menurut undang-undang untuk
menjadi saksi, ahli atau jurubahasa, dengan sengaja tidak
melakukan suatu kewajiban yang menurut undang-undangia harus
melakukannnya:
1.Dalam perkara pidana dihukum dengan hukuman penjara selama-
lamanya 9 bulan.
2.Dalam perkara lain, dihukum dengan hukuman penjara selama-
lamanya 6 bulan
Pasal 522 KUHP
Barangsiapa menurut undang-undang dipanggil sebagai saksi, ahli
atau jurubahasa, tidak datang secara melawan hukum, diancam
dengan pidana denda paling banyak sembilan ratusrupiah
RAHASIA JABATAN DAN PEMBUATAN SKA/ V et R Peraturan Pemerintah
No 26 tahun 1960 tentang lafaz sumpah dokter
Saya bersumpah/ berjanji bahwa:
Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan
perkemanusiaanSaya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang
terhormat dan bersusila, sesuaidengan martabat pekerjaan saya.Saya akan
memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur
jabatankedokteran.
Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan
sayadan karena keilmuan saya sebagai dokter.dst.
Peraturan Pemerintah no 10 tahun 1966 tentang wajib simpan rahasia
Kedokteran.
Pasal 1 PP No 10/1966
Yang dimaksud dengan rahasia kedokteran ialah segala sesuatu yang diketahui oleh
orang-orang tersebut dalam pasal 3 pada waktu atau selama melakukan
pekerjaannya dalamlapangan kedokteran.
Pasal 2 PP No 10/1966
Pengetahuan tersebut pasal 1 harus dirahasiakan oleh orang-orang yang tersebut
dalam pasal3, kecuali apabila suatu peraturan lain yang sederajat atau lebih tinggi
daripada PP inimenentukan lain.
Pasal 3 PP No 10/1966
Yang diwajibkan menyimpan rahasia yang dimaksud dalam
pasal 1 ialah:
a.Tenaga kesehatan menurut pasal 2 UU tentang tenaga
kesehatan.
b.Mahasiswa kedokteran, murid yang bertugas dalam
lapangan pemeriksaan, pengobatan dan atau perawatan,
dan orang lain yang ditetapkan oleh menterikesehatan
Pasal 4 PP No 10/1966
Terhadap pelanggaran ketentuan mengenai wajib simpan
rahasia kedokteran yang tidak atautidak dapat dipidana
menurut pasal 322 atau pasal 112 KUHP , menteri kesehatan
dapatmelakukan tindakan administrative berdasarkan pasal
UU tentang tenaga kesehatan.
Pasal 5 PP No 10/1966
Apabila pelanggaran yang dimaksud dalam pasal 4 dilakukan oleh
mereka yang disebutdalam pasal 3 huruf b, maka menteri
kesehatan dapat mengambil tindakan-
tindakan berdasarkan wewenang dan kebijaksanaannya.
Pasal 322 KUHP
1)Barangsiapa dengan sengaja membuka rahasia yang wajib
disimpannya karena jabatan atau pencariannya baik yang sekarang
maupun yang dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama
sembilan bulan atau pidana denda paling banyak sembilanribu
rupiah.
2)Jika kejahatan dilakukan terhadap seorang tertentu, maka
perbuatan itu hanya dapatdituntut atas pengaduan orang itu.
Pasal 48 KUHP
Barangsiapa melakukan perbuatan karena pengaruh daya paksa
tidak dipidana