Anda di halaman 1dari 14

Pankreatitis Akut et causa Batu

Empedu dan Penatalaksanaannya


Regita Tanara
102015121
Skenario 7
Seorang wanita 46 tahun datang dengan
keluhan nyeri di ulu hati terus menerus sejak 2
minggu, demam tinggi sejak 3 hari. Mual-mual
terus-menerus. Mata kuning tidak disadari.
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Saat datang, suhu pasien 38oC, keadaan
kuning (ikterik
TTV: ringan)
Riwayat batu empedu
-Tensi sejak
: 110/70 1 tahun yll,
mmHg
menolak di operasi
-Napas : 24x/menit
Riwayat
-Nadi:
sakit98x/menit
maag sejak 2 tahun yll
-Suhu : 38oC
Murphy sign (+)
Pemeriksaan Penunjang
SGOT : 2,7
SGPT
WD : 9,7
Bilirubin total : akut
Pankreatitis 2,7 ec batu empedu
Bilirubin
DD direk : 1,2
Leukosit : 11.300 Kolesistitis, Akut
Dispepsia Organik,
kolangitis
*Dianjurkan untuk cek kadar amilase/lipase &
USG
Pankreatitis
Pankreatitis akut (RPS)
1. Nyeri epigastrium dan menjalar ke
Reaksi peradangan belakang.
2. Nyeri bertambah pada saat
pankreas telentang dan berkurang pada
saat duduk membungkuk
3. Muntah

Pankreatitis akut (RP)


Pankreatitis akut (RPD)
1. Sering minum alkohol,
2. Mengalami trauma / benturan
1. Riwayat batu empedu
pada perut
2. Riwayat operasi/pembedahan
3. Mengonsumsi obat-obatan
tertentu
Working Diagnosis
Penegakkan diagnosis pankreatitis akut
1. Amilase serum/urin ataupun nilai lipase
dalam serum sedikitnya dua kali harga
normal tertinggi
2. USG yang sesuai dengan pankreatitis akut
Etiologi
Penyebab utama pankreatitis: batu empedu dan
alkohol.
Penyebab lain:
1. Kelompok
Trauma padaidiopatik
pankreas
2. 1.Tukak peptik yang
Mikrolitiasis menembus
/ lumpur dalampankreas
saluran atau kandung
3. Gangguan
empedu metabolisme / penyakit metabolik
4. 2.Obstruksi saluran
Disfungsi sfingterpankreas
Oddi oleh fibrosis atau konkrema
5. 3.Obat-obatan tertentu
Kelainan anatomi (seperti stenosis papilla mayor,
6. Infeksi
divisum pankreas, dan striktur d. pankreatikus)
7. Penyakit vaskular primer, pasca bedah atau pasca ERCP.
Epidemiologi
Di negara barat: berhubungan erat dengan
penyalahgunaan pemakaian alkohol dan penyakit
hepatobilier. (0,14-1% atau 10-15 pasien pada 100.000 penduduk),
Di Indonesia penyakit ini sudah banyak
dilaporkan (sebelumnya jarang dilaporkan)
Secara keseluruhan presentase sekitar wanita
1,04 : 1 pria.
Pankreatitis akut paling sering terjadi pada
kelompok usia 41-50 tahun.
Gejala Klinis
Serangan timbul setelah makan kenyang / setelah minum alkohol

Nyeri perut dari pertengahan epigastrium menembus ke


belakang.

Muntah

Palpasi dalam: massa di epigastrium


sesuai dengan pankreas yang membengkak & adanya infiltrat radang di sekitar pankreas

Ikterus, asites, efusi pleura


Diagnosis banding
Dispepsia Organik Kolesistitis Kolangitis

SCBA Radang kandung empedu Peradangan karea batu empedu


duktus koledokus
Nyeri /rasa tdk nyaman abdomen Nyeri perut kanan atas, nyeri tekan, Biasanya pada orang usia lanjut
demam

Bedakan dengan dispepsia fungsional Karena statis cairan empedu, infeksi Bakteri dalam empedu (+)
(Konsensus Rome III) kuman, iskemia dinding kantung
empedu

Pemeriksaan lab & radiologi Penyebab utama: batu empedu Gambaran khas: kolik biliaris, ikterus,
triad charcot, biakan darah (+),
leukositosis
Keluhan khas: kolik perut sebelah atas
epigastrium, nyeri tekan, kenaikan suhu
tubuh, rasa sakit pundak, scapula
kanan.
PF: teraba massa kandung empedu,
nyeri tekan, murphy sign (+), ikterus
Leukositosis, serum transaminase ,
fosfatase alkali
Tatalaksana

Hentikan proses peradangan, Bedah


autodigesti, menstabilkan
Bedah Pada pankreatitis hemoragik
1. Curiga
keadaan klinis infeksi dari pankreas yang berat
Obat
nekrotik
(menekan /stimulasi
infeksi pankreas, mengurangi
2. Terbukti dari aspirasi
inflamasi)dengan jarum
1.halus
Octriotide
/ ditemukan adanya
2.pengumpulan
Gabexate mesitate
udara pada pankreas
3.atau
Aprotinin
peripankreas pada permeriksaan
Kolangiografi 4.
retrograd secara
CTlexipafant
Scan Tindakan konservatif:
endoskopi dan papilotomi 1. Analgesik kuat, morfin (x)
3. 2-3 mgg pengobatan konvensional
endoskopik 2. Puasa
untuk mengeluarkan batu 3. Resusitasi cairan
empedu 4. Hisap cairan lambung
Prognosis (kriteria Ranson)
Pemeriksaan pertama Pemeriksaan setelah 48 jam

Usia > 55 tahun Penurunan hematokrit > 10%

Leukosit > 16.000/mm3 Peningkatan BUN > 1,8


mmol/L (>5mg/dL) setelah
pemberian cairan i.v
Gula darah > 200 mg/dL Hipokalsemia < 1,9 mMol (8,0
mg/dL)
LDH serum >350 UI/I PO2 arteri <60 mmHg

AST > 250 UI/I Sekuestrasi cairan > 6 liter

Defisit basa > 4 mEq/l Hipoalbuminemia <3,2 g%


Kesimpulan
Pankreatitis adalah reaksi peradangan pankreas. Penyebab utama dari
pankreatitis adalah batu empedu dan alkohol, walaupun masih ada
penyebab lain. Biasanya pankreatitis akut banyak terjadi pada kelompok
usia 41-50 tahun, jarang pada anak-anak dan dewasa muda. Patogenesis
penyakit ini didasarkan pada aktivasi enzim di dalam pankreas yang
mengakibatkan autodigesti organ. Gejala klinis yang dominan pada
penyakit ini adalah nyeri epigastrium yang muncul secara tiba-tiba dan
muntah. Selain dari gejala klinis, pemeriksaan penunjang (laboratorium)
yang biasanya menunjukkan peningkatan kadar amilase serum atau urin
juga menunjang ditegakkannya diagnosis dari penyakit ini.
Penatalaksanaan yang dapat dilakukan adalah terapi konservatif atau
pembedahan, tergantung tingkat keparahan penyakit. Prognosis untuk
penyakit ini juga bervariasi tergantung dari tingkat keparahan dan
penatalaksanaan yang diberikan.
Terima
Kasih