Anda di halaman 1dari 10

TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI
Tonsilofaringitis akut : peradangan akibat
infeksi pada daerah faring dan sekitarnya
yang ditandai dengan keluhan nyeri
tenggorok
ETIOLOGI
virus (adenovirus, rhinovirus)
bakteri (terbanyak: Streptococcus beta
hemolitikus grup A)
klamidia dan mikoplasma (sangat jarang)
PATOGENESIS
Transmisi virus dan SBHGA lebih banyak terjadi akibat
kontak tangan dengan sekret hidung atau droplet
dibandingkan oral

Bakteri & virus langsung menginvasi mukosa faring yang


kemudian menyebabkan respon peradangan lokal

eritem faring, tonsil, atau keduanya

masa inkubasi pendek yaitu 24-72 jam


MANIFESTASI KLINIK
Gejala khas akibat streptococcus: nyeri
tenggorokan, disfagia, dan demam. Dapat
disertai nyeri perut, muntah, faring
hiperemis, tonsil bengkak, limfonodi leher
anterior bengkak dan nyeri, uvula bengkak
Gejala akibat virus: rhinorrea, suara serak,
batuk, konjungtivitis, dan diare
DIAGNOSIS
Baku emas penegakan diagnosis faringitis bakteri /
virus: pemeriksaan kultur dari apusan tenggorok. Pada
saat ini terdapat metode cepat mendeteksi antigen
streptococcus grup A.

Skor Centor termodifikasi menentukan


kecenderungan terjadinya faringitis streptococcus dan
kebutuhan antibiotik
Tabel 1. Skor Centor termodifikasi (sumber: AAFP, 2009)

Kriteria Skor
Tidak ada batuk 1
Pembengkakan limfonodi cervicalis 1
anterior
Suhu > 100.4 0F (380C) 1
Pembengkakan tonsil 1
Usia
3-14 tahun 1
15-44 tahun 0
45 tahun ke atas -1
TATALAKSANA
Tujuan: mengurangi gejala dan mencegah
terjadinya komplikasi

Terapi suportif: istirahat cukup dan pemberian cairan

Apabila terdapat nyeri berlebih atau demam dapat


diberikan paracetamol atau ibuprofen
Antibiotik:

-faringitis akut streptococcus grup A penisilin V oral 15-30


mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis selama 10 hari

-amoksisilin dosis 50 mg/kgBB/ hari dibagi 2 selama 6 hari

-eritromisin 40mg/kgBB/hari, klindamisin 30 mg/kgBB/hari,


atau sefadroksil monohidrat 15 mg/kgBB/hari untuk
penderita yang alergi terhadap penisilin
KOMPLIKASI
faringitis virus sangat jarang
faringitis bakteri
perluasan langsung: rinosinusitis, otitis media,
mastoiditis, abses retrofaringeal, pneumonia
penyebaran hematogen SBHGA: meningitis,
osteomielitis, arthritis septik