Anda di halaman 1dari 23

ROUTING

INFORMATION
PROTOCOLS
KELOMPOK - 3
Anis Sadiyyah
Clara Arabella
Erna Wati
Gemala Santri Rosa
Karimah Mutiara Nisa
M. Arindra Khoiru S Nando Putra Pratama
Putri Nurrizki
Rindang Rahastri P
Stephani Primadana Mulya
Vicky Dwi Putra
Wiranti Octaviani
Routing
Apa itu routing?

Routing merupakan suatu protokol yang
digunakan untuk mendapatkan rute dari satu
jaringan ke jaringan yang lain.

Device dari routing adalah Router (perangkat


yang menjembatani dua network).
5
Jenis Routing

Statis Dinamis
Merupakan sebuah Dilakukan secara
mekanisme pengisian otomatis, dengan cara
tabel routing yang bertukar informasi
dilakukan oleh admin antar router.
secara manual pada tiap-
tiap router
Pengertian RIP
Apa itu RIP?

Routing Information Protocol adalah routing protocol
yang sangat sederhana dan masuk dalam
kategori Interior Gateway Protocol, dengan algoritma
routing distance vector, menggunakan hop count
sebagai metric dan link dengan hop count terkecil
yang akan menjadi link terbaik (best path).
Cara Kerja RIP
Bagaimana cara kerja RIP?
9
Cara kerja RIP

1. Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway
2. Host akan memeriksa terlebih dahulu routing tabel lokal jika menerima
update routing
3. Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing tabel
4. Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan
5. Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway
tersebut dalam waktu tertentu
6. Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat
broadcast di setiap network yang terhubung
Karakteristik RIP
Apa saja karakteristik RIP?
11
Karakteristik RIP

1. Distance vector routing protocol


2. Hop count sebagai metric untuk memilih rute
3. Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable
4. Secara default routing update 30 detik sekali
5. RIPv1 (classfull routing protocol) tidak mengirimkan
subnet mask pada update
6. RIPv2 (classless routing protocol) mengirimkan subnet
mask pada update
Kelebihan dan
Kekurangan RIP
Apa saja kelebihan dan kekurangan RIP?
13
Kelebihan RIP

1. RIP menggunakan metode Triggered Update

2. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router


harus kembali memberikan informasi routing

3. Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit


dan memberikan hasil yang dapat diterima, terlebih jika
jarang terjadi kegagalan link jaringan
14
Kekurangan RIP

1. Terbatasnya diameter network


2. Konvergensi yang lambat
3. Tidak bisa membedakan network masking lebih dari /24
4. Jumlah host terbatas
5. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route
6. RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking
(VLSM)
Versi RIP
Apa saja versi RIP?
16
Versi RIP

1. RIP versi 1

2. RIP versi 2

3. RIPng
17
RIP versi 1

Routing protocol jenis classfull


Mengirimkan tabel routingnya secara broadcast
Update routing periodik tidak membawa informasi subnet
Kurang dukungan untuk Variable Length Subnet Mask (VLSM)
Semua subnet dalam kelas jaringan harus memiliki ukuran yang
sama
Tidak ada dukungan untuk router otentikasi
18
RIP versi 2

Routing protocol jenis classless


Mengirimkan tabel routingnya secara multicast
Memiliki fitur authentication
Mendukung Classless Inter-Domain Routing (CIDR)
Standar Internet STD-56
19
RIPng

Perluasan dari RIPv2 untuk mendukung IPv6


Perbedaan utama antara RIPv2 dan RIPng:
Dukungan dari jaringan IPv6.
RIPv2 mendukung otentikasi RIPv1, sedangkan RIPng tidak
RIPv2 memungkinkan pemberian beragam tag untuk rute, sedangkan RIPng tidak.
RIPv2 meng-encode hop berikutnya (next-hop) ke setiap entry route, RIPng
membutuhkan penyandian (encoding) tertentu dari hop berikutnya untuk satu
set entry route.
Batasan RIP
Apa saja batasan RIP?
21
Batasan RIP

Hop count tidak dapat melebihi 15


Sebagian besar jaringan RIP datar
VLSM tidak didukung oleh RIP IPv4 versi 1 (RIPv1)
RIP memiliki konvergensi lambat dan menghitung
sampai tak terhingga masalah
22

KESIMPULAN
THANKS!
Any questions?