Anda di halaman 1dari 33

Oky Frizki Prastyty 4151141405

Desti Wijayanti 4151141425


Efi Octaviany 4151141428
Shintya Dewi 4151141487
Siti Annisaa Meiviani 4151141516
Septiana Maulana S. 4151141463
Desak Sembah Laksmi D. 4151141486
Verita Dian Permatasari 4141141501
Kanya Monica Putri 4151141504
Rizqiana Alfi Huda 4151141522
Keterangan Umum
Nama : RF
Jenis Kelamin : Laki-laki
TTL : Bandung, 17 September 2002
Umur : 12 tahun 11 bulan
Anak Ke : 1 dari 1 bersaudara
Tanggal Dirawat: 12 Agustus 2015
Tanggal Pemeriksaan: 13 Agustus 2015
Demam mendadak dan terus-menerus
Os mengeluh demam sejak 4 hari sebelum masuk rumah
sakit (8 hari yang lalu). Demam mendadak dan
dirasakan terus-menerus. Demam empat turun pada hari
sakit ke-5, tetapi demam kembali tinggi pada hari sakit
ke-7, demam dirasakan lebih tinggi pada sore dan
malam hari.
Keluhan demam 8 hari yang lalu disertai dengan mual,
muntah 2 kali sehari berisi makanan dan air, dan disertai
nyeri ulu hati. Keluhan disertai juga sakit kepala, sakit
badan, batuk, dan pilek. Pada 6 hari yang lalu, pasien
berobat ke puskesmas dan diberikan obat amoksisislin
dan paracetamol masing-masing diminum sehari 3 kali.
Keluhan demam turun tetapi tidak mencapai nilai
normal pada hari sakit ke-5 dan hari sakit ke-6 tetapi
pada hari sakit ke-7 demam kembali tinggi, demam
lebih tinggi pada sore dan malam hari. Riwayat BAB
mencret 2 kali sehari. Riwayat BAK 3 kali sehari.
Terdapat bintik-bintik merah yang timbul pada hari sakit
ke-5. Tidak terdapat keluhan epistaksis, gusi berdarah,
maupun BAB berwarna hitam.
Pada hari sakit ke-5 os dibawa kembali ke dokter
umum di klinik karena tidak ada perubahan. Akhirnya
pada hari sakit ke-6 dibawa ke UGD Dustira.
Os tidak pernah mengalami keluhan yang sama,
teman sekolah Os ada yang mengalami demam
berdarah. Pasien memiliki kebiasaan sering jajan
makanan di sekolah dan dekat rumah.
NAMA DASAR ULANGAN

BCG 2 bulan

POLIO 0 2 4 bulan 6 bulan


bulan bulan

DPT 2 bulan 4 bulan 6 bulan

CAMPAK 9 bulan

HEPATITIS 0 bulan 1 bulan 6 bulan


B
Kesimpulan: Imunisasi dasar lengkap
Berbalik : 4 bulan
Bicara 1 kata : 7 bulan
Duduk tanpa bantuan : 7 bulan
Bicara 1 kalimat : 2 tahun
Duduk tanpa pegangan : 8 bulan
Membaca : 4 tahun
Berjalan satu tangan dipegang : 12 bulan
Menulis : 5 tahun
Berjalan tanpa dipegang : 13 bulan
Sekolah : 7 tahun
Keadaan Umum
Kesadaran:

Kualitatif : Komposmentis.
Kuantitatif : 15 (E 4 V 5 M 6)
Kesan sakit : Tampak sakit sedang
PENGUKURAN
Umur : 12 tahun
Berat badan : 53 kg
Tinggi badan : 150 cm
Status Gizi : BB/TB :-
BB/U :-
TB/U : 0 SD
BMI/U : 1 s/d 2 SD
Tanda Vital
Laju denyut jantung : 88x/menit regular, equal,
isi cukup
Laju napas : 22 x/menit, regular, tipe
thorakoabdominal
Suhu : 37,8oC
Tekanan darah : 90/60 mmhg
Keadaan Umum
Kesadaran :
Kualitatif : CM.
Kuantitatif : 15 (E 4 V 5 M 6)
Kesan sakit : Tampak sakit sedang
Sesak : PCH (-) Retraksi (-)
Sianosis : Sentral/perifer (-/-)
Ikterus :-
Dehidrasi :-
Anemi :-
PEMERIKSAAN KHUSUS
Rambut : tak ada kelainan
Kuku : tak ada kelainan
Kulit : ptekiae (+)
Kelenjar Getah Bening: Tidak teraba
Kepala : Tak ada Kelainan
Mata : Injeksi konjungtiva (-/-)
Pupil : Bulat Isokor
Hidung : Rhinorrhae (-/-), epiktasis (-/-), krusta
sanguinolenta (-/-)
Telinga : Otorrhae (-/-)
Tenggorokan :
Tonsil : T1-T1 tenang
Faring : tidak ada kelainan
Bibir : Sianosis -
Mulut : Gusi berdarah (-)
Gigi : Tak ada kelainan
Langit-langit : Tak ada kelainan
Lidah : Lidah kotor (-)
Leher
Kaku Kuduk : (-)
Kelenjar Getah Bening : tidak teraba
Thoraks : rose spot (-)

Paru
Inspeksi : Bentuk dan gerak simetris
Palpasi : Vocal fremitus kanan=kiri
Auskultasi : Auskultasi: VBS kanan = kiri, Wheezing -/-
Ronkhi -/-
Jantung

Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat


Palpasi : Iktus kordis teraba
Perkusi : Tidak dilakukan pemeriksaan
Auskultasi : BJ I=II, murni reguler, murmur (-)
Perut
Inspeksi : Bentuk cembung supel
Palpasi :Hepar t.a.k, nyeri tekan epigastrik (+)
Perkusi : timpani
Auskultasi: Bising usus (+) normal
Genitalia
Jenis Kelamin :Perempuan
Kelainan :Tidak dilakukan pemeriksaan
Ekstremitas
Akral hangat, CRT <2 detik
ptekiae (+)
Sendi dan otot tidak ada kelainan
PEMERIKSAAN PENUNJANG
12 Agustus 13 Agustus 14 Agustus
15 Agustus 2015
2015 2015 2015
Hb 15,1mg/dl 13,9 mg/dl 13,5mg/dl 13,7 mg/dl
Eritrosit 5,2 x 106/uL 4,9 x 106/uL 4,8 x 106/uL 4,8 x 106/uL
Leukosit 3,5 x 103/uL 3,4 x 103/uL 4,4 x 103/uL 5,2 x 103/uL
Ht 42 % 39,3 % 38 % 39,1 %
Trombosit 80x 103/uL 57 x 103/uL 59x 103/uL 72x 103/uL
MCV 80,2 U/L 80,5 U/L 77,6 U/L 81,3 U/L
MCH 28,8 pq 28,4 pq 26,4 pq 28,5 pq
MCHC 36% 35,3% 33,9% 35%
RDW 13% 14,7% 14,0% 12,7%
Basofil Tidak dilakukan - 0% -

Eosinofil Tidak dilakukan 2% 1% -

Segmen Tidak dilakukan 40,3% 50,5% 22,9%


Limfosit Tidak dilakukan 39,4% 36,2% 50,7%
Tes widal
Paratyphi CO : 1/320
Paratyphi BH : 1/320
DIAGNOSIS KERJA
Dengue Haemorragic Fever Grade II + Typhoid
Fever

USULAN PEMERIKSAAN
IgM dan IgG anti-Dengue
Cek darah rutin setiap 6-12 jam
PENATALAKSANAAN
Tirah baring
Pemberian cairan peroral
Pemberian cairan kristaloid 30 tetes/menit
(Holiday Segar)
Pengobatan:
Paracetamol 3 x 1/2 tab 500 mg
sefiksim 2 x 1 tab 400 mg
PROGNOSIS
Quo Ad Vitam : Ad Bonam
Quo Ad Functionam : Ad bonam
Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun 11
bulan, dibawa oleh ibunya ke UGD RS. Dustira
dengan keluhan demam sejak 4 hari sebelum
masuk rumah sakit, demam dirasakan
mendadak dan terus-menerus.
Demam yang berlangsung 2-7 hari dan
sering disertai dengan kemerahan pada
wajah, eritema kulit, sakit badan, mialgia,
artralgia dan sakit kepala termasuk dalam
fase demam infeksi dengue.
Keluhan disertai mual, muntah 2x sehari
berisi makanan dan air, nyeri epigastrik, sakit
kepala, pegal-pegal, batuk, dan pilek.
Keluhan tidak disertai epistaksis dan gusi
berdarah. Timbul bintik-bintik merah di
kedua tangan.
merupakan gejala sistemik pada demam
tifoid dan demam berdarah dengue.
Perdarahan spontan pada kulit menunjukkan
DBD derajat II.
Derajat I
Demam disertai dengan gejala tidak khas dan satu-
satunya manifestasi perdarahan adalah uji tourniquet
positif.
Derajat II
Derajat I disertai perdarahan spontan di kulit dan/atau
perdarahan lain.
Derajat III
Ditemukannya tanda kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat
dan lembut, tekanan nadi menurun (< 20 mmHg) atau
hipotensi disertai kulit dingin, lembab, dan pasien menjadi
gelisah.
Derajat IV
Syok berat, nadi tidak teraba, dan tekanan darah tidak
dapat diukur.
Keluhan demam turun pada hari ke-5, namun
naik kembali pada hari-7. Demam lebih
tinggi pada sore dan malam hari.
Karakteristik demam pada tifoid yaitu demam
lebih dari 7 hari lebih tinggi sore dan malam
hari. Pada demam tifoid sifat patogen
bakterinya lebih aktif pada malam hari.
Demam saat ini disertai dengan BAB mencret 2x
dalam sehari dan BAK 3x dalam sehari.

demam tifoid melibatkan 4 proses kompleks


mengikuti ingesti organismo, yaitu
penempelan dan invasi sel-sel M peyers patch,
bakteri bermultipikasi di makrofag peyers patch,
nodus limfatikus mesenterikus dan organ-organ RES
produksi enterotoksin meningkatkan kadar cAMP
di dalam kripta usus
Menyebabkan keluarnya elektrolit dan air ke dalam
lumen intestinal pergerakan usus lebih cepat BAB
cair.
Pasien belum pernah mengalami hal serupa
sebelumnya. Riwayat pengobatan di puskesmas SMRS
diberikan pct dan amoksisilin selama 3 hari. Keluhan
serupa dialami oleh teman di lingkungan pasien.
sering jajan makanan di sekolah dan dekat rumah.

Penularan infeki virus dengue melalui vektor


nyamuk berkaitan dengan kepadatan vektor
dilingkungan, terdapatnya penderita di
lingkungan/keluarga, kepadatan penduduk, dan
curah hujan.
penularan Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi
sebagian besar melalui makanan atau minuman yang
tercemar oleh kuman (melalui jalur orofekal)
Trombositopenia (<100.000/ul) dan
hemokonsentrasi dilihat dari peningkatan nilai
hematokrit 20% dibanding dengan nilai hematokrit
pada masa sebelum sakit atau masa konvalesen.
Ditemukannya dua atau tiga patokan klinis pertama
disertai trombositopenia dan hemokonsentrasi sudah
cukup untuk klinis membuat diagnosis DBD.
Uji serologi widal suatu metode serologik yang
memeriksa antibodi terhadap kuman Salmonella
typhi. Maksud uji widal adalah untuk menentukan
adanya aglutinasi terhadap antigen somatik (O),
flagela (H) banyak dipakai untuk membuat diagnosis
demam tifoid, angka titer O aglutinin >1/160.
tirah baring dan rawat inap
kebutuhan cairan --> oral atau infus
Infus tidak dapat minum atau terus
menerus muntah : rumus Holliday-Segar (BB
53 kg) = 2.160 mL/24jam (30 tetes/menit).
Lama pemberian cairan infus 60-72 jam.
Keluaran urin (urine output) dicatat setiap 8-
12 jam (0,5 mL/kgBB/jam)
Periksa hb, hematokrit, dan trombosit setiap
6-12 jam.
Antipiretik : PCT 10-15 mg/kgBB/kali (530-795 mg)
jika panas >38C
Antibiotik : sefiksim dengan dosis 10-15
mg/kgBB/hari (530-795 mg) selama 7-14 hari
Antibiotik gol. Sefalosporin gen. 3 poten dan
efektif untuk demam tifoid jangka pendek
sefiksim diberikan jika koramfenikol tidak dapat
diberikan (misalnya jumlah leukosit < 2000/mm3,
alergi kloramfenikol, atau multidrug resistance S.
typhi).
kloramfenikol (drug of choice) efek samping
depresi sumsum tulang dan anemia aplastik,
sehingga pada penderita ini tidak diberikan
kloramfenikol karena terdapat trombositopenia.
DBD Demam tifoid
1. Lotion anti nyamuk 1. Masak makanan
2. Bubuk abate dan minuman
3. PSN (3M) sampai matang
2. Higienitas pribadi
dan lingkungan
3. imunisasi