Anda di halaman 1dari 12

in

microclimate
KELOMPOK 6 :

TIERRY MEGA M 114130045

JEANETH SIAHAYA 114130046

FAUZI FACHRUDIN 114130072

RIANDA YULANDARI 114130087

DENDI DEVARA E. 114130105

DHUHAL ISLAM AGASTA 114130110

DEWA JATI ENGGARTIASTO 114130111

GANJAR REVILIANI N.A. 114130128


Definisi
Cuaca ekstrim adalah fenomena meteorologi yang
ekstrim dalam sejarah (distribusi), khususnya fenomena
cuaca yang mempunyai potensi menimbulkan bencana,
menghancurkan tatanan kehidupan sosial, atau yang
menimbulkan korban jiwa manusia.

Pada umumnya cuaca ekstrim didasarkan pada


distribusi klimatologi, dimana kejadian ekstrim lebih kecil
sama dengan 5% distribusi. Tipenya sangat bergantung
pada Lintang tempat, ketinggian, topografi dan kondisi
atmosfer.
Proses terbentuk
1. Gas rumah kaca memerangkap panas
2. Energi matahari diserap dan
dipantulkan oleh atmosfer bumi
3. permukaan bumi meresap dan
meradisaikan energi matahari yang
diserap ke luar angkasa
4. gas rumah kaca menyerap panas
yang diradiasikan melalui atmosfer
5. gas meradiasikan kembali panas ke
segala arah sebagian besar tetap di
atas
6. lebih banyak gas artinya lebih banyak
panas yang terperangkap di atmosfer
7. Otomatis suhu akan meningkat
8. Terjadilah gelobal warming
Faktor-faktor yang
mempengaruhi
Efek rumah kaca (disebabkan karena naiknya konsentrasi gas
karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer.
Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan
pembakaran bahan bakar minyak, batu baradan bahan bakar
organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-
tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.)

Penggunaan CFC(Chloro Fluoro Carbons ) pada perangkat


pendingin

Gas CO2 (karbondioksida ) dari kendaraan


Metode assessment and
response plan

Assessment adalah serangkaian kegiatan yang


dilakukan untuk medapatkan informasi dan data
yang berguna untuk melakukan tindakan intervensi.
Untuk mendapatkan gambaran yang lengkap,
assessment dilakukan di setiap tahap dalam siklus
bencana: sebelum kejadian (fase preparedness),
pasca kejadian (fase tanggap darurat) dan pada
fase recovery.
Tugas dan Tanggung
Jawab

1. Melakukan Assessment
2. Melaporkan hasil assessment kepada Ketua
Tanggap darurat bencana
3. Bekerjasama dengan unit lain dalam tim
tanggap darurat dalam melaksanakan tugas
dan tanggungjawabnya
4. Mencari dan berkomunikasi dengan Pimpinan
Wilayah sesuai dengan lokasi bencana yang
terjadi
Tahap Pelaksanaan
Assessment
1. Menyusun perencanaan kegiatan assesment
2. Mengumpulkan data primer dan/atau sekunder
3. Membuat pemetaan lokasi kejadian bencana dan
peta camp pengungsian
4. Membuat kajian dan analisis kondisi lokasi bencana
secara tepat dan cepat
5. Menetukan titik lokasi pendampingan dan
menentukan jenis bantuan yang akan diberikan
6. Melaporkan hasil assessment kepada Ketua
Tanggap darurat bencana
7. Mempersiapkan assessment berikutnya jika
diperlukan
Dampak yang ditimbulkan

Mencairnya Es di kutub Angin Ribut

Kebakaran Hutan Kekeringan


1. Lapisan atsmosfer terkikis sehingga heat dari matahari semakin
dapat di rasakan oleh bumi

2. Menyebabkan kenaikan suhu dan di mulailah meleleh es di


bumi dan kenaikan debit air laut, perubahan iklim yang ekstrem,
bencana alam dari angin dan air laut, sungai dll. Atmosfer juga
kehilangan kemampuan untuk memantulkan kembali sinar:

a) Inframerah: menyebabkan panas dapat berakibat pada


keadaan di bumi

b) UV (ultraviolaet) ; menyebabkan flek,iritasi kulit, kerusakan


pigmen, perih luka bakar, kangker kulit yang berbahaya untuk
mahluk hidup.
Mitigasi & Adaptasi
Kegiatan Mitigasi

a. Sektor Pertanian

b. Sektor Peternakan Kegiatan Adaptasi


c. Sektor Transportasi a. Terhadap kekeringan
d. Sektor Energi b. Terhadap bencana banjir
e. Kehutanan Pengelolaan hutan: c. Terhadap bencana longsor / erosi
f. Pengelolaan sampah d. Terhadap gagal tanam dan gagal panen,

f. Terhadap masalah sanitasi lingkungan dan

kesehatan
Studi Kasus
PENINGKATAN SUHU SEBABKAN 2 JUTA TON ES MENCAIR

Menurut data satellite NASA yang baru, menunjukkan bahwa terdapat


tanda terbaru apa yang disebut oleh ilmuwan dengan global warming.
Data satellite NASA menunjukkan lebih dari 2 juta ton daratan es di
Greenland, Antartica, dan Alaska telah mencair sejak tahun 2003.
Berdasarkan pengamatan satellite Grace NASA mengenai bobot es
kerugian yang terjadi di Greenland adalah lebih dari setengah daratan yang
terkurung es dalam lima tahun terakhir telah mencair.

Air dari bekas es yang mencair di Greenland dalam lima tahun terakhir
akan semakin meningkat kira-kira akan memenuhi 11 Chesapeake Bays. Es
yang mencair tidak seperti laut es, namun lebih ke penambahan kuantitas
air secara bertahap. antara Greenland, Antartica dan Alaska, pencairan es
telah meningkat sekitar 15 inch dalam lima tahun terakhir. Level ketingian
TERIMA KASIH