Anda di halaman 1dari 18

Journal reading

Oral antibacterial therapy for Acne vulgaris : an


evidence based review

Latihfah nabilahsari (1102013154)

Pebimbing : dr. Umi Rinasari, MARS., Sp.KK

Kepanitraan klinik ilmu penyakit kulit dan kelamin


Fakultas kedokteran Universitas YARSI

Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Raden Said Sukanto


Periode 29 mei 30 juni 2017
Acne vulgaris

Merupakan peradangan kronis pada folikel pilosebasea dengan penyebab yang multifaktor dan
mempunyai manifestasi klinis berupa komedo yang merupakan lesi non-inflamasi, serta papul,
pustul, nodus dan kista yang merupakan lesi inflamasi.

Tempat predileksi : wajah dan leher (99%), punggung (60%), dada (15%) serta bahu dan lengan atas.
Sel sebasea : 1.sebum
2. asam lemak

Keratinosit folikular :
1.Hiperproliferasi kelenjar pilosebasea
2. Deskuamasi terganggu
3. Granul kerato hyaline meningkat

Mikrokomedo

1. Akumulasi sebum
2. Folikel membesar P. Acnes yang menyebabkan
3. Penumpukan materi keratin reaksi inflamasi

Komedo tertutup / terbuka Lesi inflamasi


Tata laksana

Akne ringan : - komedonal : retinoid topical


- popular/pustular : retinoid topical + antimikroba topical

Akne sedang : - popular/pustular : antibiotik oral + retinoid topical -/+ BPO


- nodular : antibiotik oral + rertinoid topical -/+ BPO

Akne berat : nodular/conglobate : isotretinoit oral


1. Tetrasiklin : antibiotik spektrum luas

2. Doksisiklin : termasuk golongan tetrasiklin, spektrum luas

3. Minosiklin : termasuk golongan tetrasiklin, lebih bersifat lipofilik dibandingkan tetrasiklin


lainnya.

4. roxitomisin : antibiotic golongan makrolida, efek terbesar pada bakteri gram positif

5. Trimethoprim/sulfamethoxazole

6. Klindamisin : efek terbesar pada bakteri gram positif dan bakteri anaerob

7. Eritromisin : termasuk golongan makrolida, efek terbesar pada bakteri gram positif

8. Azitromisin : termasuk golongan makrolida


Tujuan penelitian

Memberikan evaluasi sistematis bedasarkan bukti ilmiah


mengenai keefektifitasan dan penggunaan antibiotik oral yang
tepat dalam pengobatan akne vulgaris.
Penilitian Medline ini dilakukan untuk mengidentifikasi uji coba yang dilakukan secara
randomized controlled trials, systematic reviews, dan meta analyses yang mengevaluasi terapi
antibiotok oral untuk jerawat.

Hanya artikel dalam Bahasa inggris yang dimasukan dan jurnal yang diterbitkan sebelum
tanggal 30 September 2016.

acne (vulgaris), oral antibiotics, tetracycline, doxycycline, minocycline, macrolides,


erythromycin, azithromycin, trimethoprim, trimethoprim/sulfamethoxazole, dan clinical trial
yang digunakan dalam pencarian ,

bedasarkan hasil yang didapat terdapat 543 artikel yang teridentifikasi. Setelah semua artikel di
tinjau relevansinya bedasarkan judul dan abstrak, tersisa 50 jurnal yang ditinjau untuk
penelitian ini .

Hanya artikel yang mengevaluasi perbandingan antara oral antibiotik yang satu dengan oral
antibiotik lain, terapi topikal, plasebo. Akhirnya, hanya 28 jurnal yang dapat memenuhi seluruh
kriteria, dan ditambah 13 artikel dan guideline terbaru yang didapatkan dari sumber lain.
Hasil

- Bedasarkan kesimpulan dari beberapa guidelines, seluruhnya merekomendasikan terapi dengan


mengkombinasikan antibiotik oral bersama retinoid topical dan bisa juga diberikan benzoyl peroxide.
tetrasiklin merupakan lini pertama, makrolida dapat digunakan sebagai lini kedua, dan untuk
anak di bawah 8 tahun trimethroprim/sulfametoxazole dapat diberikan dengan pengawasan yang
ketat.

- Tetrasiklin, makrolida, dan klindamisin menghambat bakteri protein sintesis, sementara


trimethoprim/sulfamethoxazole mengganggu metabolisme folat bakteri. Dipercayai bahwa antibiotik
yang memiliki efek antibakterial dan anti inflamasi merupakan yang terbaik untuk menyembuhkan
akne.

- Antibiotik sebaiknya digunakan dalam jangka waktu 6-8 minggu, dan tidak lebih dari 12 minggu
Perbandingan antibiotic orang dengan plasebo

VS
plasebo
Tetrasiklin +++

Doksisiklin +++
20mg s 2 dd tab1

Minosiklin +++
1mg/kgbb/ hari

Roksitromisin Tidak signifikan


150mg s 2 dd tab1

Trimethoprim/sulfamethox-azole Tergantunh
dengan lesinya.

Klindamisin +++
Perbandingan obat oral vs topikal

Tetrasiklin oral Vs Tetrasiklin topical Hasil tidak


signifikan
Tetrasiklin oral Vs Klindamisin 1% topikal Klindamisin
topical lebih
efektif
Tetrasiklin oral Vs Eritromisin topikal Eritromisin lebih
efektif
Minosiklin oral vs Klindamisin 1% topikal Klindamisin
topical lebih
efektif
efek tetrasiklin doksisiklin minosiklin limesiklin azitromisin eritromisin Trimetopr klindamisin
samping im/sulfam
etoxazole

Fotosensitifita + + + + +
s
Ganggunan + + + + + + + +
GI
Kandidiasis + + +
vaginal
Gangguang +
vestibular
Deposit +
pigmen
Kelainan + +
jantung
Kelainan +
autoimun
Erupsi obat + + + + +
Gangguan + +
haematopoeti
k
hepatotoksis + + +
Kesimpulan

Berdasarkan penilitian ini tetrasiklin, makrolida, trimethoprim/sulfaethoxazole aman dan efektif


untuk mengobati inflamasi sedang sampai dengan inflamasi parah dalam pengobatan akne
vulgaris

Oral antibiotik harus di gunakan dengan topikal terapi untuk hasil yang lebih baik dan melawan
resistensi antibiotik.

Pemilihan antibiotik harus di pertimbangkan berdasarkan efek samping tingkat resistensi dan
sesuai dengan guideline