Anda di halaman 1dari 32

JUDUL

SALAMANDER (Pemeriksaan
Lansia Mandiri oleh Kader
Asrikaton)
Kelompok PKNM 25
1.1 Analisis Situasi
Geografi
Desa Asrikaton merupakan salah satu desa di kecamatan Pakis
Kabupaten Malang dengan luas wilayah 59 hektar dan terdiri dari 6
dusun, yaitu Dusun Meduran, Boro Bamban, Bamban, Bunut Kidul,
Kradan dan Urek-Urek.
Demografi
- penduduk laki-laki sebanyak 5.858 jiwa dan wanita sebanyak 5.685
jiwa.
- bayi usia 0-12 bulan : 177 jiwa
- balita usia 1-4 tahun : 835 jiwa, laki-laki : 435 jiwa dan perempuan
: 400 jiwa.
Hasil Survey
Berdasarkan hasil survey (observasi dan wawancara dengan
ibu perawat desa) di DesaAsrikaton, didapatkan masalah
kesehatan yang dialami oleh lansia adalah hipertensi, diabetes
mellitus, cekot-cekot (berhubungan dengan penyakit
degeneratif muskuloskeletal).
lanjut usia (lansia) : usia > 65.
di dunia : 450 juta orang (7% dari seluruh penduduk dunia).
DiIndonesia : tahun 2010 sebanyak 23, 9 juta dan diperkirakan
akan meningkat menjadi 28, 8 juta orang pada 2020
mendatang.
puskesmas pusat kecamatan pakis terdapat sekitar 896
lansiadi DesaAsrikaton.
Sekitar 50% lansia mengalami intoleransi glukosa dengan
kadar gula darah puasa normal.
Seiring dengan pertambahan usia, lansia mengalami
kemunduran fisik dan mental yang menimbulkan banyak
konsekuensi.
untuk mencegah komplikasi yang timbul akibat DM, maka
perlu dilakukan beberapa tindakan.
Pertama, melakukan peningkatan pengetahuan lansia dan
keluarga mengenai diabetes mellitus yang ditunjang dengan
materi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), dan dilakukan
secara aktif melalui penyuluhan-penyuluhan atau pendidikan
kesehatan, baik secara formal maupun non formal.
Kedua, harus diadakannya pelatihan dan kaderisasi berkaitan
dengan kontrol cek gula darah mandiri.
Ketiga, pengoptimalan posyandu lansia agar lansia dapat
mengetahui kondisi kesehatannya sebagai deteksi awal
penyakit agar tidak jatuh ke kondisi yang lebih buruk.
Hipertensi : suatu peningkatan tekanan darah sistolik dan/atau
diastolik yang di atas normal.
Data epidemiologis : semakin meningkatnya populasi usia
lanjut (lansia), maka jumlah pasien dengan hipertensi
kemungkinan besar juga akan bertambah, dimana baik
hipertensi sistolik maupun diastolik sering timbul pada lebih
dari separuh orang yang berusia > 65tahun
6 dusun di desa Asikaton tersebut hanya ada 1 posyandu lansia dan
sedang digalakkan perintisan 4 Posyandu lansia baru.
Kendala : belum adanya kader yang membantu perawat desa dalam
pelaksanaan posyandu lansia. Padahal minat masyarakat sangat tinggi
akar masalah kesehatan pada lansia di Desa Asrikaton : Kurangnya
pengetahuan mengenai diet untuk para lansia yang menderita diabet
dan hipertensi
faktor predisposi masalah sakit cekot-cekot : Kurangnya pengetahuan
tentang olahraga, misalnya senam kaki diabetes dan senam lansia juga
merupakan
program yang berjudul SALAMANDER (Pemeriksaan Lansia Mandiri
oleh Kader Asrikaton) di Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten
Malang.
Program ini terdiri dari peningkatan pengetahuan mengenai problem-
problem lansia, DM, Hipertensi dan penyakit degeneratif serta
pelatihan skill kader kesehatan lansia yang meliputi pemeriksaan
tekanan darah, angka rujukan lab normal, diet DM dan hipertensi, dan
senam kaki DM.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah yang kami
angkat pada kegiatan ini, antara lain:
a) Bagaimana pengetahuan kader tentang peran dan fungsi
kader posyandu lansia?
b) Bagaimana pengetahuan kader tentang konsep posyandu
lansia dan manajemen pelayanan posyandu lansia?
c) Bagaimana pengetahuan kader tentang masalah kesehatan
masyarakat yang sering terjadi pada lansia?
d) Bagaimana pengetahuan dan keterampilan kader dalam
mengukur tekanan darah?
e) Bagaimana pengetahuan dan keterampilan kader dalam
senam kaki diabetes?
1.3 Tujuan Kegiatan
1.3.1 Tujuan Umum
Meningkatkan pengetahuan kader dalam pengelolaan posyandu
lansia dan meningkatkan kesadaran tentang penyakit yang sering
terjadi pada lansia.

1.3.2 Tujuan Khusus


a) Meningkatkan pengetahuan kader tentang peran dan fungsi kader
posyandu lansia.
b) Meningkatkan pengetahuan kader tentang konsep posyandu lansia
dan manajemen pelayanan posyandu lansia.
c) Meningkatkan pengetahuan kader tentang masalah kesehatan
masyarakat yang sering terjadi pada lansia, khususnya penyakit
diabetes mellitus, hipertensi, dan gout arthritis.
d) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam
pemeriksaan tekanan darah.
e) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam
mempraktikkan senam kaki diabetes.
1.4 Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah lansia, kader, dan tenaga kesehatan di
Desa Asrikaton.

1.5 Manfaat Kegiatan


1.5.1 Bagi Puskesmas
Manfaat yang dapat diberikan oleh kegiatan ini bagi puskesmas adalah
membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya
kesehatan lansia di komunitas.

1.5.2 Bagi Masyarakat


Bagi masyarakat, kegiatan ini dapat berfungsi untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan kader dalam turut serta meningkatkan
kesehatan lansia.
1.5.3 Bagi Mahasiswa
a) Memjembatani mahasiswa dalam berinteraksi secara nyata di
masyarakat.
b) Melatih mahasiswa untuk lebih peka mengenai masalah-
masalah yang terjadi di masyarakat dan memberikan solusi
untuk memecahkannya.
c) Meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mahasiswa
dalam pengaplikasian prinsip-prinsip ilmu kesehatan di
komunitas.
ANALISA PROGRAM
a) Meningkatkan pengetahuan kader tentang peran dan fungsi kader posyandu lansia.

Struktural:
1. Memberikan pengumuman kepada para kader di 6 dusun Desa Asrikaton
2. Pengumuman disampaikan melaui surat undangan yang telah disetujui olek kepala desa
Asrikaton, Bapak Supaadi. Undangan disebar melalui koordinator kader desa, Bu hermin
dan kepala dusun.
3. Menyiapkan materi tentang peran dan fungsi kader sesuai dengan peraturan .... yang
akan disampaikan oleh Bu Rina selaku Perawat desa
Proses:
1. Edukasi kepada para kader dilakukan di kantor balai desa dan diikuti oleh 33 kader lansia
desa Asrikaton. Acara dibuka dengan sambutan oleh bapak kepala desa. Hal ini disengaja
karena dengan hadirnya bapak kepala desa diharapkan mampu membuat para kader lebih
bersemangat karena merasa dihargai keberadaanya sebagai seorang kader .
2. Pre-test yang berisi beberapa pertanyaan mengenai peran dan fungsi kader dilberikan
untuk menilai pengetahuan umum para kader.
3. Materi edukasi tentang peran dan fungsi kader disampaikan oleh Bu Rina selaku perawat
desa Asrikaton sekaligus sebagai penangggung jawab posyandu lansia
4. Sesi tanya jawab dan diakhiri dengan postest
Output:
1. Peningkatan (berapa persen dari nilai pre and post test )pengetahun dan pemahaman kader
lansia tentang fungsi dan peran sebagai seoranag kader lansia.
Analisa keberhasilan?
b) Meningkatkan pengetahuan kader tentang konsep posyandu lansia dan
manajemen pelayanan posyandu lansia.

Struktural:
1. Memberikan pengumuman kepada para kader di 6 dususn desa Asrikaton
tentang akan diadakannya pelatihan untuk kader lansia
2. Pengumuman disampaikan melaui surat undangan yang telah disetujui olek
kepala desa Asrikaton, Bapak Supaadi. Undangan disebar melalui koordinator
kader desa yaitu bu hermin dan kepala dusun.
3. Menyiapkan materi tentang konsep dan manajemen posyandu lansia sesuai
dengan peraturan .... yang akan disampaikan oleh Bu Rina selaku Perawat desa
Proses:
1. Pre-test berisi beberpa pertanyaan mengenai standart konsep dan manajemen
posyandu lansia diberikan untuk menilai pengetahuan umum para kader .
2. Materi edukasi tentang konsep dan manajemen posyandu lansia disampaikan
oleh Bu Rina selaku perawat desa Asrikaton sekaloigus sebagai penangggung
jawab posyandu lansia
3. Sesi tanya jawab dan diakhiri dengan postest
Output:
1. Peningkatan (berapa persen dari perbedaan hasil pre and post test
)pengetahun dan pemahaman kader lansia tentang konsep dan manajemen
posyandu lansia .
Analisis Tingkat keberhasilan?
c) Meningkatkan pengetahuan kader tentang masalah kesehatan masyarakat
yang sering terjadi pada lansia, khususnya penyakit diabetes mellitus, hipertensi, dan
gout arthritis.

Struktural:
1.Memberikan pengumuman kepada para kader di 6 dususn desa Asrikaton
tentang akan diadakannya pelatihan untuk kader lansia
2.Pengumuman disampaikan melaui surat undangan yang telah disetujui olek
kepala desa Asrikaton, Bapak Supaadi. Undangan disebar melalui koordinator
kader desa yaitu bu hermin dan kepala dusun.
3.Menyiapkan materi tentang Diabetes, Hipertensi dan Gout (Asam urat)

Proses:
1. Edukasi tentang pengertian lansia dan penyakit yang umum diderita oleh para
lansia.
2.Edukasi dengan metode penyuluhnan dan pemberian booklet materi presentasi
yang berisi pengertian, tanda gejala, rujukan nilai normal serta diet sederhana
untuk penderita diabetes hipertensi dan gout (asam urat)
Output:
1.Peningkatan (berapa persen dari hasil pre and post test )pengetahun dan
pemahaman kader lansia tentang definisi, tanda-gejala, tata laksana dan diet
sederhana untuk para lansia yang menderita diabet asam urat dan hipertensi.
Analisis Tingkat keberhasilan?
d) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam
pemeriksaan tekanan darah.

Struktural
1. Memberikan pengumuman kepada para kader di 6 dususn desa
Asrikaton tentang akan diadakannya pelatihan untuk kader lansia
2. Pengumuman disampaikan melaui surat undangan yang telah
disetujui olek kepala desa Asrikaton, Bapak Supaadi. Undangan
disebar melalui koordinator kader desa yaitu bu hermin dan
kepala dusun.
3. Menyiapkan materi dan pealatihan pengukuran tensi
Proses:
1. Para kader dijelaskan secara langsung tentang alat tensimeter
dari segi komponen dan fungsi
2. Kader praktek dan dilatih secara langsung cara mengukur tensi
oleh mahasiswa fkub
Output:
1. Setiap kader mampu menggunakan tensimeter, mampu
mengukur tensi dan interpretasi hasil pengukuran
(Analisa hasil?)
e) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam
mempraktikkan senam kaki diabetes.

Struktural
1. Memberikan pengumuman kepada para kader di 6 dususn desa
Asrikaton tentang akan diadakannya pelatihan untuk kader lansia
2. Pengumuman disampaikan melaui surat undangan yang telah
disetujui olek kepala desa Asrikaton, Bapak Supaadi. Undangan
disebar melalui koordinator kader desa yaitu bu hermin dan kepala
dusun.
3. Menyiapkan materi dan pelatihan senam kaki diabetes
Proses:
1. Belajar sekilas tentang teori senam diabetes dari video kesehatan
2. Praktek senam kaki diabetes dengan arahan langsung dari
mahasiswa.

Output:
1. Peningkatan (berapa persen dari hasil pre and post test
)pengetahuan, pemahaman dan keterampilan kader lansia tentang
senam kaki diabetes
Analisi keberhasilan?
4.1 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan
1. Pelatihan Kader
Hari/tanggal : Selasa, 12 Januari 2016
Waktu : 08.30 WIB selesai
Tempat : Balai Desa Asrikaton
2. Penyuluhan dan Revitalisasi Posyandu Lansia
Hari/tanggal : Rabu, 13 Januari 2016
Waktu : 08.00 WIB selesai
Tempat : Balai RW 09
Sasaran Kegiatan
pelatihan : seluruh kader posyandu lansia Desa Asrikaton
penyuluhan : lansia di salah satu dusun Desa Asrikaton.

Metode Pelaksanaan
Metode pendekatan dilakukan dengan pendekatan personal
dengan perangkat desa, perawat desa, kader posyandu, dan
lansia.
Pelatihan Kader
Materi dari pelatihan kader : pengukuran tekanan darah, kadar normal
cek pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat, pengetahuan diet
tentang penyakit diabetes mellitus, hipertensi dan penyakit degeneratif
muskuloskeletal.
No. Kegiatan Metode pelaksanaan
1. Penyampaian materi dan - Penyampaian materi
praktik tentang cara dilakukan dengan metode
melakukan pengukuran ceramah, media power point
tekanan darah dengan baik dan demo cara mengukur
dan benar. tekanan darah
- Praktik pengukuran tekanan
darah dilakukan dengan
metode small grup discussion
yaitu kader dibagi menjadi
beberapa kelompok kecil
kemudian melakukan
pengukuran tekanan darah
dan berdiskusi terkait
kesalahan yang terjadi saat
pengukuran dengan arahan
fasil.
2. Penyampaian materi dan - Penyampaian materi
diskusi mengenai: dilakukan dengan metode
Kisarannormal cek ceramah, media power point,
kesehatan (gula darah, dan handout.
asam urat, kolesterol) - Tanya jawab dalam forum
serta gejala yang harus besar
diwaspadai
Panduan makanan sehat
pada penyakit diabetes
mellitus, hipertensi dan
penyakit degeneratif
muskuloskeletal
3. Pelatihan senam lansia dan - Materi tidak disampaiakan
senam diabetes mellitus maupun didemokan tetapi
materi diberikan kepada
Revitalisasi Poyandu Lansia

No. Kegiatan Metode pelaksanaan


1. Melakukan kegiatan - Penyuluhan perseorangan
posyandu dengan 5 meja menggunakan metode
meliputi; konseling dengan media
Meja 1 pendaftaran leaflet dan food model
Meja 2 pengukuran berat
badan, tekanan darah dan
asam urat
Meja 3 pencatatan KMS
Meja 4 penyuluhan
perseorangan
Meja 5 pelayanan medis
berupa pemberian obat
2. Penyuluhan tentang penyakit - Penyuluhan menggunakan
diabetes mellitus, hipertensi, metode ceramah
dan penyakit degeneratif
muskuloskeletal
4.4 Pembagian Jobdesk Tiap Program Studi
Setiap kegiatan yang diselenggarakan berdasarkan pada skill
masing-masing program studi.
Meskipun demikian, seluruh rangkaian kegiatan tetap
dilaksanakan dengan menerapkan prinsip Interprofesional
Education (IPE).
Berikut ini pembagian jobdesk untuk setiap program studi:
No. Program Studi Kegiatan Penanggung Jawab
1. Pendidikan a. Pelatihan kader posyandu a. Daniwing Putri S.
Dokter lansia b. Syaiful Arifin
b. Revitalisasi posyandu c. Herman Yosef
lansia
2. Ilmu a. Pelatihan kader posyandu a. Mega Cahya
Keperawatan lansia Vidyaningrum
b. Revitalisasi posyandu b. Dwi Retno Selvitriana
lansia c. Durroh Yatimah

3. Gizi Kesehatan a. Pelatihan kader posyandu a. Fitria Nastiti H.


lansia b. Sofie Ayu Misrina
b. Revitalisasi posyandu
lansia
4. Pendidikan a. Pelatihan kader posyandu Saurma Nainggolan
Dokter Gigi lansia
b. Revitalisasi posyandu
lansia
5. Farmasi a. Pelatihan kader posyandu Ega Kurniasari
lansia
b. Revitalisasi posyandu
lansia
6. Kebidanan a. Pelatihan kader posyandu Ruri Habibatul Amila
lansia
b. Revitalisasi posyandu
lansia
4.5 RancanganEvaluasi
4.5.1 Indikator Pencapaian Hasil

Kegiatan Indikator Keberhasilan Cara Mengukur Indikator


Pelatihan Kader
- Pelatihan diikuti oleh - Melalui absensi peserta.
minimal 24 orang kader
- Peningkatan pengetahuan - Melalui pre test dan post
sebesar 20% test
- Kader memahami materi - Peserta aktif dalam diskusi
yang diberikan dan melakukan tanya
jawab
- Kader dapat mengukur
tekanan darah
Penyuluhan mengenai - Penyuluhan diikuti oleh - Melalui absensi peserta
- Diabetes mellitus minimal 50 orang lansia
- Hipertensi - Lansia memahami materi - Lansia dapat menjawab
- Penyakit yang diberikan. pertanyaan yang diberikan
degeneratif dan bertanya pada
muskuloskeletal pemateri.
- Peningkatan pengetahuan - Melalui pre test dan post
sebesar 20% test
4.5.2 . Kegiatan Evaluasi
1. Keterlibatan kader secara aktif dalam posyandu lansia
serta keberlangsungan penggunaan lima meja dalam
poyandu lansia.
2. Dibentuknya kegiatan pelatihan kader yang diharapkan
dapat dilakukan secara kontinyu.
4.6 Susunan Acara
4.6.1 Susunan Acara Pelatihan Kader
1. Waktu pelaksanaan
Hari/tanggal : 12 Januari 2016
Waktu : 08.30 11.15 WIB
Tempat : Balai Desa Asrikaton

2. Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah para kader dari Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Malang.

3. Teknis pelaksanaan
Kader diundang datang dalam acara pertemuan kader. Sebelum kegiatan dimulai kader
mengisi lembar pre test untuk mengukur pengetahuan kader, kemudain kader diberikan
materi. Materi disajikan dengan metode penyuluhan, diskusi dan praktek langsung serta
diadakan forum tanya jawab dalam setiap sesi materi. Kemudian diakhir acara akan
diadakan post test untu mengukur tingkat pengetahuan kader.
4. Alat dan bahan
Booklet, bolpoin, map
Lembar pre test dan post test
LCD, proyektor, mic, pointer
Absensi
Tensimeter sebanyak 5 buah
Kertas koran
Konsumsi
Susunan Acara
Waktu Kegiatan Deskripsi PJ
07.00 - Persiapan Panitia melakukan persiapan dan Semua
08.30 pengkondisian ruangan sebelum acara
dimulai
08.30 Registrasi Kader yang datang mengisi absensi yang Retno, Durroh
09.02 telah disiapan oleh panitia di meja registrasi
serta mendapatkan handout materi dan snack
09.02 Pembukaan Pembukaan dilakukan oleh MC dengan Daniwing dan
09.06 menyebutkan susunan acara dan berdoa Fitri
09.06 Sambutan Sambutan dilakukan oleh ibu bidan/perawat, Sofie
09.42 kepala desa dan dosen
09.42 Pre test Durroh
09.47
09.48 Materi 1: peran Materi diberikan oleh perwakilan puskesmas Sofie
10.05 dan fungsi kader atau bu rina
serta posyandu
dan tanya jawab
10.05 Materi 2 : Pemberian materi 1 dibawakan oleh syaiful Syaiful
10.46 gambaran umum
penyakit, kisaran
normal lab, diet
dan tanya jawab
11.46 Materi II : Pemberian materi II dibawakan oleh Mega Mega
11.00 pengukuran
tekanan darah
dan demo
11.00 Grup discussion Praktek langsung tentang cara mengukur Ega , Mega,
11.45 tekanan darah yang baik serta diskusi Mila,
tentang kesalahan yang mungkin terjadi saat Daniwing,
melakukan pengukuran Yosef, Retno,
Sofie
11.45 Pelatihan senam Senam dilakukan dengan kertas koran Retno dan
6. Jobdesk Anggota
- Time Keeper dan Pj Acara: Sofie
- MC : Daniwing dan Fitri
- Humas Fitri
- Pemateri :
Materi 1 : Syaiful
Materi 2 : Mega
Materi senam kaki diabetes : Retno dan Mila
- Fasil :
1. Mila
2. Mega
3. Daniwing
4. Ega
5. Retno
- Dokumentasi : Fitri dan Retno
- Operator : Ega
- Registrasi : Retno
- Konsumsi Durroh
- Perkap : Yosef
4.6.2 Susunan Acara Penyuluhan dan Revitalisasi Posyandu Lansia
1.. Waktu Pelaksanaan
Hari/tanggal : 13 Januari 2016
Waktu kegiatan : 08.30 - 11.30 WIB
Tempat : Balai RW 09

2. Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah para kader dan lansia dari Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Malang.

3. Teknis Pelaksanaan
Para lansia dikumpulkan untuk mendapatkan edukasi mengenai penyakit degeneratif pada lansia serta
dilakukan sesi tanya jawab. Sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan, lansia diberikan beberapa
pertanyaan untuk mengukur sejauh mana peningkatan pengetahuan lansia Selanjutnya, kader dan
perawat diundang datang untuk melakukan kegiatan posyandu lansia dengan sistem 5 meja. Dimana
lansia yang datang akan melakukan registrasi, penimbangan berat badan dan pengukuran tekanan
darah serta cek asam urat yang hasilnya dicatat dalam KMS kemudian dilakukan konseling dan
diberikan obat.

4. Alat dan Bahan


- Leaflet
- Poster
- LCD, Proyektor, mic, pointer
- Food model berupa sendok yang telah diberi garam
- Absensi
- Tensimeter sebanyak 3 buah
- Alat pemeriksaan asam urat, chip, alkohol swab, jarum, sarung tangan
- Timbangan 2 buah
- Konsumsi
SUSUNAN ACARA
Waktu Ke giatan De skripsi PJ
07.00 - Persiapan Panitia melakuka n persiapan dan Semua
08.30 pengkondisia n ruangan sebelum
acara dimula i
08.30 Registrasi Lansia yang telah datang diberi Retno dan
09.00 snack dan langsung diarahkan ke Durroh
tempat penyuluha n
09.00 Pembukaan Pembukaan dilakukan oleh MC Daniwing
09.05 dengan berdoa dan Yosef
09.05 Pretest Mila
09.15
09.10 Penyuluha n Materi dibawakan oleh Syaiful Syaiful
09.25 dengan materi
penyakit
degeneratif
09.25 Tanya jawab Tanya jawab dipandu oleh MC Daniwing
09.55 dan Yosef
09.55 Postest Mila
10.00
10.00 Pemberian Bingk isa n diberikan kepada bu Rina Syaiful
10.05 bingkisa n
10.05 Penutupan Ditutup oleh MC dengan berdoa Daniwing
10.10 dan Yosef
10.10 Posyandu lansia Posyandu dengan sistem 5 meja ini Semua
11.30 5 meja berupa
1. Registrasi (2)
2. Penimbanga n berat badan (2)
pengukura n tekanan darah (2)
dan cek asam urat
3. Pencatatan KMS (2)
4. Konseling (1)
5. Pemberian obat
6. Jobdesk Anggota
- Penyuluhan
MC : Daniwing dan Yosef
Pemateri : Syaiful
Dokumentasi : Dyan
Operator : Ega
Registrasi : Retno
Konsumsi : Durroh
Perkap : Yosef
- Posyandu
Korlap : Mila, Saurma
- Pendampingan:
1. Penimbangan berat badan: Dyan
2. Pengukuran TD: Yosef
3. Cek asam urat: Retno dan Durroh
4. Konseling: Syaiful, Ega, dan Sofie
- Pesan Kesan: Daniwing
4.5 Anggaran Dana
Pemasukan :
Iuran Anggota 11 X Rp. 150.000,- = 1.500.000
Pengeluaran:
Konsumsi
1. Opening Ceremony
- Air Mineral 2 kardus x Rp 25.000,- = Rp 50.000,-+
Total = Rp 50.000,-
2. Acara Pelatihan Kader
- Konsumsi kader 24 buah x Rp 3.000,- = Rp 72.000,-
- Konsumsi perangkat 5 buah x Rp 3.000,- = Rp 15.000,-
desa/perawat
- Air Mineral 1 kardus x Rp 25.000,- = Rp 25.000,-
- Air botol 5 buah x Rp 2.500,- = Rp 12.500,- +
Total = Rp 124.500,-
3. Penyuluhan Lansia
- Konsumsi Lansia 50 buah x Rp 3.000,- = Rp 150.000,-
- Konsumsi Kader 24 buah x Rp 3.000,- = Rp 72.000,-
- Konsumsi perangkat 5 buah x Rp 3.000,- = Rp 15.000,-
Desa/perawat
- Air Mineral 2 kardus x Rp 25.000,- = Rp 50.000,-
- Air Botol 5 buah x Rp 2.500,- = Rp 12.500,- +
Total = Rp 299.500,-
4. Total Konsumsi
Opening Ceremony = Rp 50.000,-
Pelatihan Kader = Rp 124.500,-
Penyuluhan Lansia = Rp 299.500,- +
Total = Rp 474.000,-
Perlengkapan
1. Posyandu lansia
- Stik asam Urat 2buah x Rp 147.500,- = Rp 295.000,-
- Alkohol Swab 1 box x Rp 15.000,- = Rp 15.000,